My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
BAB 70


__ADS_3

••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


👩‍💻Sebelum membaca, biasakan like, vote, dan komentarnya readers😘💕


👩‍💻Jangan Lupa mampir ke karyaku yang lain ya❤😘


👩‍💻Ingat, ini hanya imajinasi author dan tidak bermaksud menjelek jelekan profesi atau lainnya😉🤗😘


👩‍💻Terima kasih dan happy reading semua❤


📖📖📖


👩‍💻I Love You Readers❤❤❤❤❤


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Di Rumah Roni


Kenzo memakirkan mobilnya dihalaman kecil rumah Alina. Alina yang senang itu buru buru keluar dari dalam mobil dan masuk kedalam rumahnya. Kenzo hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah istrinya.


"Assalamualaikum, Ayah!" Panggil Alina dan langsung memeluk Roni.


"Hahaha... Ada apa ini dengan putri ayah??" Ucap Roni sembari menghusap puncak kepala Alina.


"Aku merindukanmu Ayah." Ucap Alina membuat Roni menggelengkan kepalanya pelan. Saat itu tampak Kenzo masuk dan menjabat tangan Roni kemudian mencium punggung tangan Roni.


"Assalamualaikum Yah." Ucap Kenzo.


"Walaikumsalam, tumben kalian mampir kesini... Duduklah dulu." Ucap Roni.


"Ayah, dimana Lala??" Tanya Alina sembari duduk disofa.


"Ada ditaman belakang, biar ayah panggil—"


"Tidak perlu ayah, biar aku yang menghampiri Lala." Ucap Alina. Roni pun menganggukan kepalanya dan Alina pergi menuju ke taman belakang.


"Bagaimana kesehatanmu ayah??" Tanya Kenzo memulai pembicaraan.


"Alhamdulilah, seperti yang kamu lihat." Jawab Roni dan direspon tawa kecil dari Kenzo.

__ADS_1


"Oh iya, Oma memberikan rendang ini buat ayah... Oma bilang ayah menyukainya." Ucap Kenzo sembari menyondorkan kotak makanan.


"Haha... Bunda masih saja ingat, katakan padanya terima kasih banyak." Ucap Roni.


"Tentu ayah." Jawab Kenzo. Roni meletakan kotak makanannya dimeja.


"Ayah tau sampai saat ini kamu belum menerima Alina." Ucap Roni membuat Kenzo menatapnya.


"Karena dulu, ayah juga mengalami hal sama persis sepertimu." Timpal Roni kemudian menatap Kenzo.


"Apa maksudmu ayah??" Tanya Kenzo.


"Boleh ayah bercerita Ken??" Bukannya menjawab, Roni justru kembali bertanya.


"Tentu saja boleh." Jawab Kenzo.


"Kau tau nak, dulu ayah sangat membenci almarhumah istriku... Ibu Alina... Ayah menyalahkannya karena dulu dia menerima perjodohan kami." Ucap Roni membuat Kenzo terdiam dan mendengarkan cerita dari ayah mertuanya.


"Tapi suatu saat... Ayahmu, Dicko... Dia membuat ku sadar... Bahwa istriku sangat memperhatikanku, mengkhawatirkanku, dan dia sangat cantik... Sejak saat itu ayah berupaya menerimanya dan akhirnya kami saling mencintai... Tapi begitu kecelakaan tahun lalu, membuat ku merasa sangat kehilangannya... Jadi Ken, ayah berharap hal itu tidak terjadi padamu dan Alina." Ucap Roni sembari menatap menantunya.


"Ayah benar... Memang dulu saat awal perjodohan aku tidak menyukai Alina... Aku yang bodoh saat itu hanya memandang fisik Alina... Aku membenci wanita berkacamata sejak dulu... Tapi... Tadi malam... Saat Aku pulang dengan luka kecil, Aku baru sadar jika Alina sangat memperhatikanku... Bahkan dia tidak tidur karena menunggu ku pulang." Ucap Kenzo sembari mengingat kejadian semalam. Roni tersenyum bahagia, dia menepuk bahu Kenzo membuat Kenzo menatapnya.


"Lagi otw ayah... Tunggu aja kabar baiknya." Ucap Kenzo membuat keduanya tertawa kecil. Sedangkan di taman belakang rumah, tampak Alina membantu Lala yang menanam bunga mawar yang baru.


"Mawarnya bermekaran sangat indah... Sepertinya kamu menjaganya dengan sangat baik Lala." Ucap Alina sembari tersenyum.


"Iyah... Ayah yang selalu mengingatkanku kapan menyiramnya... Kau lihat itu, (Menujuk pohon tomat.) Aku sudah memasak tomatnya 3 kali panen... Dan ayah menyukainya." Ucap Lala membuat Alina tersenyum.


"Itu fantastis." Ucap Alina. Saat Alina bangun dari posisi jongkoknya, tiba tiba dia merasa pening membuatnya sedikit sempoyongan. Dan dengan cekatan, Lala membantu Alina berdiri.


"Kamu nggak apa apa Na?? Apa ada yang sakit??" Tanya Lala khawatir.


"Tidak apa apa, aku hanya merasa pusing... Mungkin kecapean." Jawab Alina sembari tersenyum.


"Sepertinya begitu... Kamu cuci tangan setelah itu kita duduk bersama ayah dan Ken untuk mengurangi rasa pusingmu aku akan membuatkanmu teh manis anget." Ucap Lala dan direspon anggukan oleh Alina.


"Cupu... Lo gak apa apa??" Tanya Kenzo melihat Alina yang pucat.


"Dia sepertinya kelelahan... Aku akan membuatkannya teh manis anget." Ucap Lala kemudian pergi. Lala bukanlah tipe orang yang dendam jadi kejadian semalam tentu sudah dia lupakan.

__ADS_1


"Kelelahan kenapa sayang??" Goda Roni membuat Kenzo dan Alina merona.


"Itu... Anu yah... Itu si cupu semalaman nulis skripsi jadi kelelahan deh... Iya kan cupu??" Ucap Kenzo dan direspon anggukan oleh Alina.


"Nulis skripsi toh." Ucap Roni pura pura percaya. Lala pun datang dan Alina langsung meminum teh manisnya.


"Bagaimana??" Tanya Lala.


"Sedikit membaik, terima kasih." Jawab Alina membuat Lala tersenyum bahagia.


Mereka saling bertukar cerita sampai jam makan siang. Setelah makan siang bersama, Kenzo dan Alina langsung pamit untuk ke rumah Lina dan Dicko.


Di Cafe Joy


Raefal menemui Aurel yang mengajaknya bertemu. Dan memang Raefal berniat bertemu begitu tau, Aurel membuat keributan semalam. Raefal duduk berhadapan dengan Aurel yang tengah menikmati jusnya.


"Gua setuju nerima lo... Tapi lo berhenti usik Kenzo dan Alina." Ucap Raefal membuat Aurel tersenyum.


"Oke... Gua janji gak bakalan gangguin Ken lagi, selama lo jadi pacar gua." Jawab Aurel membuat Raefal bernapas lega.


"Lusa hari Anniversary tante Saras sama om Bima kan?? Kita harus jadi pasangan paling serasi." Ucap Aurel dan Raefal enggan meresponnya.


Lo kayaknya peduli banget sama temen masa kecil lo Fal, itu sebabnya bakalan gua bikin pertemanan lo hancur karena lo penyebabnya. Batin Aurel.


Sial! Awas aja kalo si Ken nyianyiain Alina... Gua gak bakalan peduli lagi soal rumah tangganya. Batin Raefal sembari mengepalkan tangannya erat.


Di Rumah Sakit


Sepulang dari kampus dan membersihkan diri, Alzero langsung ke ruangan dimana sang adik dirawat. Tadinya, dia mengajak Lala untuk ikut dengannya. Namun Lala tengah menghabiskan waktu dengan Alina dan Roni. Hal itu membuat Alzero tak mau mengganggu suasana dengan membawa Lala ikut dengannya. Begitu masuk, rupanya Zaina dan Araka tengah duduk di sofa. Sedangkan Rio tampak berjaga diluar.


"Kamu baru pulang sayang, tumben nggak bareng Lala??" Tanya Zaina.


"Lala sedang menghabiskan waktu dengan Alina dan om Roni... Aku tidak mau mengganggu dengan membawanya bersamaku." Jawab Alzero. Tampak Zaina dan Araka menganggukan kepalanya pelan. Alzero pun duduk disamping adiknya yang terbaring. Saat hendak meraih tangan Ashel, samar samar Ashel membuka matanya dengan gerakan sangat lambat.


"Ashel kamu sudah sadar?? Ayah!! Bunda!! Ashel sudah sadar." Ucap Alzero. Tampak Araka dan Zaina berlari mendekat kearah Ashel. Begitu juga Rio yang berjaga diluar langsung masuk kedalam ruangan. Alzero menekan tombol darurat dan membantu Ashel bersandar di kepala ranjang.


"Ashel syukurlah kamu sudah sadar, bagaimana perasaanmu??" Tanya Alzero dengan wajah bahagia. Tampak Ashel menatapnya dan menapis tangan Alzero yang menggeggam tangannya.


"Siapa kalian??"

__ADS_1


__ADS_2