My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
Season 2 Episode 2


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖


TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘


I LOVE YOU READERS😙💕


🥀MHKOT2🥀


Sepulang Sekolah


Para anak anak pun berlarian menghampiri orang tuanya yang sudah menjemput. Berbeda dengan Kenzie Daffin dan Revan. Ketiga bocah itu justru mampir ke kantin dan membeli beberapa makanan ringan. Tak lupa es krim favorite mereka. Ketiganya duduk ditaman sembari menunggu orang tuanya menjemput.


"Itu Veno, sepeltinya dia menunggu." Ucap Revan sembari menujuk Alveno yang duduk sendirian.


"Kamu benar, Veno!!! Veno!! (Alveno menoleh.) Bergabunglah dengan kami." Ucap Kenzie. Alveno menutup bukunya menghampiri Kenzie kemudian duduk disampingnya.


"Kau mau es krim??" Tanya Daffin.


"Tidak terima kasih." Jawab Alveno. Dia memilih fokus membaca.


"Wah kamu hobi membaca rupanya... Pantas saja kamu pintar." Ucap Kenzie kemudian menjilati es krimnya.


"Papa bilang paman Al pintal, tidak helan jika Veno juga pintal." Ucap Revan.


"Dan kamu tidak pintar mengucapkan R." Ejek Daffin membuat Kenzie dan Daffin tertawa dengan suaranya yang menggemaskan. Kejadian itu mengingatkan pada Gavin yang selalu mengejek Raefal.


"Revan!!" Panggil Mita kemudian menghampiri putranya. Bersama dengan Raefal disampingnya.


"Mama... (Memeluk Mita.) Daffin mengejek ku lagi." Ucap Revan. Mita hanya tersenyum dan mencubit pipi Revan.


"Jangan mengeluh begitu, ayo pulang." Ucap Mita.


"Kalian belum dijemput?? Bagaimana jika paman antar kalian??" Tawar Raefal.


"Tidak paman, kami biasa menunggu disini." Jawab Kenzie.


"Kalian masih anak kecil, bagaimana diculik??" Ucap Raefal.


"Kata Shiva, jangan panggil aku anak kecil paman." Ucap Kenzie sembari menggerakan jari telunjuknya.


"Astaga, kenapa anakmu seperti ini Ken?? Kalian yakin tidak ikut??" Tawar Raefal lagi.


"Paman apa kamu sakit telinga??" Jawab Kenzie dengan wajah malas. Raefal menghela napas panjang. Bertepatan dengan itu Kenzo dan Gavin datang.


"Daddy!!!" Panggil Kenzie kemudian berhamburan memeluk Kenzo. Kenzo menggondongnya dan menjewer kecil telinganya.


"Aduh, sakit daddy." Ucap Kenzie sembari mengecurutkan bibirnya.


"Tadi bu guru telefon daddy katanya kamu nggak ngerjain tugas... Kenapa??" Tanya Kenzo.


"Hey Ken, gak usah diomelin juga... Dulu kamu juga gitu kan??" Jawab Gavin sembari menggendong putranya.


"Nah daddy dulu gitu, kenapa Enzi nggak??" Ucap Kenzie membuat Kenzo menghela napas.


"Veno ayahmu belum menjemput, ayo paman antar." Ajak Kenzo. Belum Alveno menjawab, Kenzie turun dari gendongan Kenzo dan menarik tangan Alveno.


"Ayo masuk, daddy tidak akan menculikmu karena daddy takut dengan ayahmu." Ucap Kenzie.


"Anak itu, aku pulang dulu ya." Ucap Kenzo.


"Bay paman!!" Ucap Revan sembari melambai. Yang mana membuat Kenzo mengingat Raefal saat dulu masih SMA. Revan seperti gambaran Raefal saat kecil dulu.


"Daddy, Sasa sudah pulang yah??" Tanya Kenzie saat dipasang seatbeltnya oleh Kenzo.


"Kamu jahilin dia lagi kan?? Daddy tidak suka kalau kamu begitu." Jawab Kenzo sembari memasangkan seatbelt untuk Alveno.


"Daddy, Enzi pengen mandiri... Enzi kan udah besar." Ucap Kenzie sembari mengecurutkan bibirnya. Kenzo hanya menggeleng kepalanya pelan.


Di Kediaman Caesar


Kenzo membantu Alveno keluar, Kenzie yang jahil itu diam diam pergi saat ayahnya tengah berbincang dengan Lala. Kenzie mengikuti Alveno dari belakang.

__ADS_1


"Terima kasih sudah mengantar Veno pulang, mau mampir??" Tawar Lala.


"Tidak La, bisa habis nanti ditangan suamimu... Aku pulang dulu Assalamualaikum." Pamit Kenzo.


"Walaikumsalam, hati hati." Jawab Lala. Dia pun masuk menyusul putranya.


"Enzi, anak paman William datang... Bermain dan— Astghafirullahalazim." Ucap Kenzo sadar Kenzie tidak ada di jok belakang. Kenzo pun putar balik.


Alina, kenapa anak kita begini?? Apa karena dulu aku menindasmu sekarang anak kita menindasku. Batin Kenzo.


"Loh Enzi, kamu disini?? Daddy kamu baru pulang." Ucap Lala. Kenzie yang tengah bermain bersama dengan Alveno.


"Biarin, nanti juga daddy kesini lagi." Jawab Kenzie membuat Lala menggelengkan kepalanya. Lala mencubit hidung Kenzie.


"Kamu belum pamitan pada daddymu bukan??" Tanya Lala membuat Kenzie menganggukan kepalanya pelan.


"Bunda jangan begitu, Enzi sedang bermain denganku." Ucap Alveno. Lala mencium pipi Alveno dan membiarkan kedua anak itu bermain.


"Aku pulang." Ucap Alzero. Lala menghampiri suaminya dan memembantu melepaskan kardigan dan tas kantornya.


"Veno—"


"Ken yang mengantarnya kesini, Enzi juga disini... Mereka sedang bermain disana." Ucap Lala.


"Bagaimana kalau kita menghabiskan waktu berdua... Veno tidak akan mengganggu kita." Goda Alzero membuat Lala menahan dada suaminya.


"Ini masih siang... Aku belum meminum pil kb ku." Ucap Lala.


"Tidak masalah jika kita memiliki anak lagi." Jawab Alzero.


"Tapi Veno masih kecil... Sudah kamu mandi sana." Ucap Lala.


"Sayang—... Baiklah, jangan menatapku begitu." Jawab Alzero kemudian mencium bibir Lala.


"Wah paman juga kiss di bibir bibi... Daddy ku juga, kata daddy kiss itu buat orang tua ya paman??" Ucap Kenzie tiba tiba membuat Alzero dan Lala terkejut.


"Kenzo ini sembarangan bicara pada anak kecil." Lirih Alzero.


"Mas...." Ucap Lala sembari tersenyum penuh arti.


"Sayang itu... Aku hanya iseng saja." Ucap Alzero.


"Tapi jangan ngomong yang nggak nggak ke anak kecil mas... Nanti malam jangan menyentuhku, ayo anak anak." Ucap Lala mengajak Kenzie dan Alveno pergi. Kenzie berbalik dan menjulurkan lidahnya mengejek Alzero.


"Kenzo!!" Ucap Alzero sembari mengepalkan tangannya erat.


"Apa?? Kamu memanggilku Al??" Tanya Kenzo tiba tiba membuat Alzero lagi lagi terkejut.


"Anakmu membuat ku naik darah, gara gara dia aku tidak boleh menyentuh istriku." Ucap Alzero ketus.


"Hahaha... Dia memang anakku, yang sabar daddy... Mungkin belum waktunya Veno memiliki adik." Ucap Kenzo membuat Alzero kesal.


"Daddy, ayo pulang... Aku ingin mainan kereta besar seperti Veno." Ucap Kenzie saat berada dipelukannya.


Ctakkk!


Kenzo menyentil kening Kenzie pelan.


"Mainan kamu sudah segudang, mau ditaruh mana lagi??! Katanya mau berbagi dengan adikmu." Ucap Kenzo.


"Baik, baik Enzi nggak minta mainan lagi... Kasih aja ke dedek." Ucap Kenzie.


"Anak pintar, Al... La aku pamit ya... Maaf kalau Enzi merepotkan." Ucap Kenzo sengaja menyindir Alzero.


"Sangat— Argghhh sayang." Ucap Alzero terjeda saat Lala mengijak kakinya.


"Tidak sama sekali... Lain kali datanglah kemari." Jawab Lala.


"Bay Veno." Ucap Kenzie kemudian melambaikan tangannya.


"Bay." Jawab Alveno kemudian masuk kedalam kamarnya. Alasan kenapa Alveno membeli mainan banyak adalah untuk ketiga temannya bermain saat dia mengunjungi rumahnya. Mengingat hobi Alveno membaca dan mengutak atik laptop.

__ADS_1


Di Vila Kenzo


Kenzo pun keluar dari mobilnya dengan membawa tas Kenzie dan menggendong Kenzie seperti biasanya. Kening Kenzie berkerut saat ada sebuah mobil putih terparkir dihalaman rumahnya.


"Daddy punya wanita lain ya??" Ucap Kenzie.


"Sembarangan kamu, itu mobil dokter Wiliam... Dia datang bersama dengan anaknya... Anaknya perempuan dan lebih muda 1 tahun darimu." Jelas Kenzo.


"Dia cantik??" Tanya Kenzie. Tentu membuat kening Kenzo berkerut.


"Kenapa kamu menanyakan hal itu??" Kenzo kembali bertanya.


"Kalau dia jelek, Enzi akan membullynya seperti Revan." Jawab Kenzie polos.


"Anak nakal! Jangan membully anak orang... Itu tidak baik." Ucap Kenzo.


"Kalau anak setan sama anak hewan boleh dong dad??" Tanya Kenzie membuat Kenzo menghela napas panjang.


"Nah tuh Enzi... Enzi sini nak." Ucap Alina. Kenzie berjalan mendekati Alina yang tengah bersama seorang gadis cilik.


"Kila, ini anak tante... Enzi, Enzi ini Kila anak dokter Wiliam." Ucap Alina memperkenalkan.


Namun tanpa diduga Kenzie melempar gadis bernama Syakila dengan dengan bukunya.


"Huwaaaa ayah!!!" Syakila menangis karena lemparan Kenzie cukup keras. Wiliam pun menggendong putrinya yang menangis.


"Enzi apa yang kamu lakukan??" Omel Alina.


"Kila jelek, Enzi nggak suka." Ucap Kenzie santai yang mana membuat Syakila lebih kuat menangis.


"Will maafin Enzi yah... Dia emang gitu." Ucap Kenzo merasa tidak enak.


"Nggak apa apa Ken, namanya anak kecil." Jawab Wiliam tersenyum.


"Udah berisik jangan nangis, mau permen??" Tawar Kenzie.


"Mau." Ucap Syakila.


"Beli sendiri." Ejek Kenzie kemudian memakan permennya membuat Syakila kembali menangis.


"Enzi!!! Jangan gitu, minta maaf sama Kila." Ucap Alina.


"Tapi mom...." Ucap Kenzie terjeda saat Alina menatapnya tajam. Kenzie mendekati Syakila dan mencium keningnya.


"Maafin aku yah." Ucap Kenzie. Yang mana membuat Syakila berhenti menangis menatap Kenzie yang sedikit lebih tinggi darinya.


"Enzi nggak gitu juga caranya." Ucap Kenzo terkejut dengan perlakuan putranya.


"Daddy juga ngelakuin ini kalau minta maaf ke mommy." Ucap Kenzie santai membuat Kenzo membeku.


"Nah gitu akur... Enzi ayo mandi, habis itu baru main sama Kila." Ucap Alina. Tampak Kenzie menatap koper kecil.


"Dia nginep disini??" Tanya Kenzie.


"Iya... Jadi berperilaku baik sama Kila... Anggap aja latihan kalo nanti adik kamu lahir." Jawab Alina.


"Oke mommy." Ucap Kenzie kemudian pergi dengan Alina.


"Ayah berangkat dulu ya, kamu jangan nakal disini... Ken titip Kila ya." Ucap Wiliam.


"Santai aja." Jawab Kenzo. Wiliam pun pergi setelah mencium pipi dan kening putrinya.


"Kila ayo masuk... Kamu sudah makan??" Tanya Kenzo sembari menggendong Syakila.


"Sudah om." Jawab Syakila. Kenzo menghusap air mata Syakila yang masih dipipinya.


"Jangan nangis lagi... Enzi emang gitu... Mau lihat Mikey??" Tanya Kenzo. Syakila menganggukan kepalanya membuat Kenzo tersenyum.



(Syakila Arayani Zufana😘👆🏻)

__ADS_1


Huwaaa maaf adek salah kasih visual nya kemarin, agak kurang fokus nih😭🙏🏻


__ADS_2