
JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖
TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘
I LOVE YOU READERS😙💕
...🥀MHKOT2🥀...
Setelah membersihkan diri. Kenzie memilih untuk santai santai di ruang keluarga sembari tiduran di sofa. Karena mengantuk, Kenzie akhirnya tertidur di sofa dengan tangan tergeletak dilantai.
"Rasya panggilin Enzi... Kita makan siang bareng." Ucap Lina pada Rasya yang tengah menata piring diatas meja.
"Kak Enzi dimana Oma??" Tanya Rasya.
"Tadi Opa lihat lagi di ruang keluarga." Jawab Dicko.
"Kalo semisal dia ketiduran, bangunin aja... Dia biasa gitu." Timpal Lina.
Rasya menganggukan kepalanya pelan kemudian menghampiri Kenzie yang tengah tertidur. Sedikit ragu, terlebih Rasya memiliki trauma pada Kenzie yang dulu mendorongnya ke kolam renang. Padahal dirinya tidak bisa berenang sampai detik ini. Namun, Rasya terdiam sejenak.
Dia menatap wajah Kenzie yang terlelap. ketampanannya bak pangeran dongeng, dan Rasya sendiri mengakuinya. Sepintas Kenzie terlihat lebih kalem saat tidur. Tidak saat bangun yang selalu membuat onar dan masalah. Rasya mengenyahkan pikirannya, mengambil remote dan mematikan televisinya. Setelahnya dia sedikit membungkukan badannya dan menggoyangkan tubuh Kenzie perlahan.
"Ka... Kak bangun—"
Grep!
Belum Rasya menyelsaikan perkatanya, Kenzie menarik Rasya hingga Rasya berada ditubuhnya. Rasya menumpukan kedua tangannya pada dada bidang Kenzie agar ada jarak.
"Ngapain lo bangunin gua?? Mau cari perhatian?? Lo suka kan sama gua??" Tanya Kenzie bertubi tubi. Rasya menggelengkan kepalanya cepat dengan wajah penuh ketakutan.
"Rasya minta maa—" Ucap Rasya terjeda saat Kenzie lebih mengeratkan Rasya agar lebih dekat sehingga tidak ada jarak diantara mereka.
"Gua gak butuh ucapan... (Mendekat ke telinga Rasya.) Gua butuhnya tindakan." Ucap Kenzie. Rasya memiringkan kepalanya saat nafas Kenzie menerpa lehernya.
Bak maghnet dan baja, Kenzie perlahan mendekati wajah Rasya. Yang mana membuat Rasya takut dan berusaha memundurkan wajahnya. Namun, usahanya sia sia karena bagaimana pun tenaga Kenzie lebih besar darinya. Kedua bibir milik dua orang berlain jenis itu hampir menyatu.
"Oma!!!!! Opa!!!!" Panggil si kembar bersamaan yang mana membuat Rasya membelakan matanya. Sekuat tenaga dia menjauhi tubuh Kenzie dan bangkit dari posisinya. Namun terlambat, dua kang onar itu sudah melihatnya. Dan mereka tersenyum menatap Rasya dan Kenzie yang terlihat canggung.
"Cie... Ciee, abang main grepe aja... Ntar ketauan kak Kila baru tau." Ucap Raka. Rasya pun pergi sebelum menimbulkan kesalahan pahaman. Begitu Rasya pergi, Kenzie mendudukan dirinya diatas sofa dan kedua adiknya itu menghampiri. Raka duduk disebelah kiri Kenzie sedangkan Arka duduk disebelah kanan Kenzie.
"Bang, bang... Abang naksir yah ama kakak korea itu?? Beh, kalo seumuran kita mah udah aku grepe duluan." Ucap Raka.
"Mana mau sama abang, sama aku lah... Secara kan aku yang paling muda... Terus pas kalian aki aki, aku masih bujang." Ucap Arka penuh percaya diri.
"Heh sembarangan lo... Gua cuman keluar 2 menit duluan daripada lo." Ucap Raka tak terima.
"Tapi tetep aja yang paling tua." Ucap Arka lagi.
Pltakk!!! Pltakk!!!
Kenzie yang mulai jengah pun menjitak kedua adiknya itu.
"Kalian brisik banget dah... Gak tau apa kepala lagi pusing." Ucap Kenzie entah mengapa merasa kesal.
"Halah, bilang aja abang kesel kan di ganggu kita pas lagi nyosor nyosornya." Ucap Raka sembari menaik nurunkan alisnya.
"Bukannya pas lagi sayang sayangnya ya bang??"
"Halah diem lo, bocil mana paham." Ucap Raka membuat Arka mengecurutkan bibirnya kesal.
"Aduh... Aduh, cucu nakal Oma lagi ribut nih." Ucap Lina begitu datang.
__ADS_1
"Oma!!!" Teriak keduanya sembari memeluk Lina.
"Hey Oma bisa jatuh, dasar bocah." Ucap Kenzie.
"Biarin Enzi, mereka lagi kangen sama Oma... Kamu bantuin Rasya aja sana, Oma mau ceramahin cucu cucu oma." Ucap Lina.
"Kakak korea tadi namanya kak Rasya Oma??" Tanya Arka. Tampak Lina menganggukan kepalanya.
"Berarti kak Rasya yang dulu diceburin abang ke kolam kan Oma?? Cuman gara gara Lucy death dan lampiasin ke kak Rasya." Timpal Raka. Tampak kedua pria tampan itu menatap ke arah sang kakak yang mana membuat Kenzie bingung.
"Jangan jangan... Berawal buli jadi bini." Ucap Raka lagi lagi mendapatkan jitakan dari Kenzie.
"Sembarangan kalo ngomong, besok gak abang kasih uang jajan tambahan." Ucap Kenzie kemudian pergi begitu saja.
"Ih abang nggak ngaku... Mana mommy nggak kasih uang jajan lagi." Ucap Arka.
"Ntar Oma kasih, oke??" Ucap Lina membuat keduanya bersemangat.
"Oke Oma." Jawabnya. Lina pun berbincang sejenak sembari menunggu beberapa masakan yang Rasya siapkan.
"Gua bisa bantu apa??" Tanya Kenzie tepat dibalakang Rasya yang tengah memasak.
"Ng..nggak usah kak, udah selesai." Jawab Rasya kemudian menaruh masakannya diatas meja.
"Tau gitu males gua kesini." Ucap Kenzie sembari duduk di kursi.
"Lalu kenapa kesini??" Ucap Rasya sangat lirih. Namun, telinga tajam Kenzie mendengarnya.
"Apa lo bilang?!"
"Ng...nggak kok kak... Rasya nggak bilang apa apa." Jawab Rasya sedikit gagap.
Apa gua salah denger ya tadi?? Batin Kenzie. Setelah menata masakannya, Rasya pun pergi memanggil Lina dan si kembar yang berada di ruang keluarga.
Ingin mengenyahkan pikirannya dari Rasya, Kenzie pun menelfon Syakila seusai makan siang. Karena si kembar tengah bersama Lina dan Dicko ditaman belakang rumah, jadi tidak ada yang mengganggunya saat telefon. Dan telefon pun terangkat membuat Kenzie tersenyum lebar.
📞
“Hallo bee.”
“Hmm.” Respon Kenzie.
“Ih kenapa sih bee?? Ngambek ya??”
“Kamu kapan kesini sih?? Gak tau apa pengen ketemu.” Ucap Kenzie kesal.
“Bentar bee, aku tanya ke mama dulu... Kalo emang pekan depan udah selesai, aku ke Indo... Janji.”
“Beneran nih?? Ntar boong aku tinggal nikah.” Ucap Kenzie.
“Ish kamu mah... Lagian kamu kan cintanya sama aku, gak bakalan lah kamu ninggalin aku.”
“Tau aja.” Ucap Kenzie terkekeh.
“Taulah masa nggak, kamu lagi dimana?? Tumben gak ada suara si kembar??”
“Rumah Oma.” Jawab Kenzie.
“Hmm gitu ya, aku tutup telefonnya ya bee... Ntar aku telefon deh... Bay bee, I Love You.”
“Kil—”
__ADS_1
Tut.
Belum Kenzie menyelsaikan ucapannya, Syakila lebih dulu menutup telefonnya. Yang mana membuat Kenzie kesal. Dia pun menaruh ponselnya dimeja kemudian menghampiri Lina Rasya dan si kembar yang sibuk melihat lihat berbagai macam bunga yang sudah berkembang. Bukan melihat, tapi si kembar juga merusaknya. Yang mana membuat Lina memarahi kedua cucunya.
"Arka gak ngerusak oma... Cuman tadi... Ada hewan purba ini oma." Ucap Arka sembari memetik daun yang tengah dimakan ulat.
"Hih, dibuang tuh uletnya." Ucap Kenzie.
"Lah kenapa?? Kan comel... Oh iya abang kan takut ama ulet.... Huwaaaa!!" Ucap Arka kemudian mengejar sang kakak.
"Hih!!! Jijik!!! Berhenti gak?!!! Berhenti gak?!!! Berhentilah masa nggak!" Ucap Kenzie sembari terus berlari.
"Gak mau bleee." Ucap Arka sembari menjulurkan lidahnya.
Eh kak korea lagi lewat dipinggir kolam tuh, giring abang ke sana lah. Batin Arka kemudian mempercepat larinya.
"Arka berhent—"
Brukhhhh!!! Byurrrrr!!!
Karena tidak fokus pada jalan, Kenzie akhirnya menabrak Rasya dan keduanya jatuh kedalam kolam renang. Beruntung tinggi kolam renang hanya sampai sebatas dada Kenzie, jadi Kenzie bisa berdiri disana. Dan alangkah terkejutnya saat Rasya memeluknya bak koala. Erat. Bahkan sangat erat dan membuat Kenzie nyaman.
"Jangan tinggalin Rasya, Rasya takut!!" Ucap Rasya sembari menangis dicuruk leher Kenzie.
"Iya... Lepasin dulu—"
"Nggak... Hiks, Rasya takut." Ucap Rasya enggan lepas dari Kenzie.
Deg. Deg. Deg.
Detak jantung Kenzie berpicu cepat saat dia mencium harumnya mawar dari leher jenjang Rasya. Bukan hanya itu, pelukannya yang sangat erat membuat Kenzie merasakan sesuatu yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
"Kalian nggak apa apa?? Arka... Lain kali jangan nakal sama abang kamu." Ucap Lina.
"Nggak apa apa kok Oma." Jawab Kenzie membuat Lina menatap tajam Arka.
"Abangnya aja yang cemen, masa takut sama ulet." Jawab Arka.
"Udah kamu ambil handuk sana bawa kesini." Ucap Lina dan secepat kilat Arka pergi.
"Pegangan, gua mo naik." Ucap Kenzie. Dia pun berjalan kepinggir kolam dan mengangkat tubuh Rasya dipinggir kolam tersebut. Lina langsung memberikan handuk pada Rasya dan Kenzie.
"Kamu nggak apa apakan sayang?? Nggak luka??" Tanya Lina pada Rasya penuh kekhawatiran.
"Nggak apa apa kok Oma." Jawab Rasya membuat Lina bernapas lega.
"Ampun bang sakit... Sakit!" Pekik Arka saat dijewer Kenzie.
"Aduh!! Bang kok Raka juga sih?!! Raka kan cuman nonton drakor." Ucap Raka kesal.
"Kalian berdua kembar, satu salah... Salah semualah." Ucap Kenzie.
"Oh gitu... Jadi sayang abang." Ucap Arka hendak memeluk Raka.
"Hih jijik tau gak... Meluk pohon aja sana, atau nggak cewek... Eh ngomong ngomong... Gimana bang rasanya dipeluk cewek?? Mana erat banget tadi." Tanya Raka.
"Rasanya?? Ah mantap." Jawab Kenzie sembari mengacungkan jempolnya.
"Dih abang tega." Ucap Raka dengan wajah kesedihan.
"Hooh bikin iri aja." Timpal Arka dengan wajah penuh kesedihan.
__ADS_1
Dasar bocah. Batin Kenzie. Dia menatap Rasya yang terlihat jelas dari wajahnya kalau dia masih trauma. Dan itu membuat Kenzie merasa bersalah karena dialah penyebab Rasya trauma.