My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
BAB 69


__ADS_3

••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


👩‍💻Sebelum membaca, biasakan like, vote, dan komentarnya readers😘💕


👩‍💻Jangan Lupa mampir ke karyaku yang lain ya❤😘


👩‍💻Ingat, ini hanya imajinasi author dan tidak bermaksud menjelek jelekan profesi atau lainnya😉🤗😘


👩‍💻Terima kasih dan happy reading semua❤


📖📖📖


👩‍💻I Love You Readers❤❤❤❤❤


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Pagi Harinya


Kenzo terusik dari tidurnya begitu mendengar geduran pintu. Namun Kenzo tidak memperdulikannya dan memilih memeluk tubuh istrinya yang tanpa busana.


Suara geduran pintu yang cukup keras itu membuat Alina terbangun.


"Ken, sepertinya ada sesuatu... Coba kamu cek." Ucap Alina dengan suara khas bangun tidur.


"Iya bentar." Jawab Kenzo kemudian dengan malas bangun dari posisinya. Kenzo meraih handuk kimono guna menutupi tubuhnya yang hanya memakai boxer.


Cklekk!


"Kenken! Kenapa baru bangun, lihat jam berapa sekarang??" Ucap Madira tampak kesal.


"Jam 9 Oma... Ken udah izin ke dosen buat gak berangkat dulu." Jawab Kenzo santai.


"Kamu mau bolos??" Tanya Madira selidik. Kenzo menghela napas panjang dan menyingkirkan tubuhnya membiarkan sang nenek melihat kamarnya yang berantakan. Dan juga Alina yang masih terlelap. Hal itu membuat Madira menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Sepertinya kamu bekerja keras Ken... Hahah, Oma bangga padamu... Sering seringlah membuatnya, Oma ingin memamerkannya pada teman teman oma." Ucap Madira antusias.


"Oh pasti oma, kalau begitu mending Oma sarapan... Oma udah tua bagaimana kalau Oma sakit." Ucap Kenzo.


"Baiklah baiklah, Oma tunggu kalian di meja makan... Dan Ken, ibu kamu meminta agar nanti mengajak Alina kesana... Setidaknya menginap satu malam... Atau ajak Alina menemui ayahnya terlebih dahulu." Ucap Madira.


"Iya Oma... (Menc*um pipi kriput Madira.) Ken mandi dulu, bay oma." Ucap Kenzo kemudian menutup pintu kamarnya.


Cicitku akan segera datang... Yahoo!!! Batin Madira bahagia. Dia pun menunggu cucunya di meja makan.


"Cupu bangun, kita mandi yuk... Udah gua siapin air anget." Ucap Kenzo.


"Oma sudah pergi??" Tanya Alina.


"Udah... Yuk kita mandi, Oma nungguin." Jawab Kenzo.


"Aku sulit berjalan." Ucap Alina membuat Kenzo tersenyum. Dia pun menggendong istrinya ala bridal style. Dia pun menurunkan Alina di bath up yang berisi air hangat. Tampak Alina bermain busa, dan saat itu Kenzo memeluknya dari belakang.


"Kita tidak berangkat kuliah hari ini." Ucap Kenzo.


"Kau sudah meminta izin bukan??" Tanya Alina masih fokus memainkan busa.


"Udah... Habis sarapan kita pergi ke rumah ayah Roni, lo mau??" Ucap Kenzo. Tampak Alina menatap suaminya berbinar.


"Benarkah??" Tanya Alina.


"Iya Cupu." Jawab Kenzo sembari menc*umi punggung Alina. Setelah ritual mandi mereka selesai, mereka berdua pun sarapan bersama Madira yang lama menunggu. Seusai sarapan, Alina dan Kenzo pun langsung bergegas ke rumah Roni. Alina benar benar merindukan suasana rumahnya.


Di SMA Trijaya 1


Hari ini SMA Trijaya 1 akan bertanding basket melawan SMA Tanjung Utama. Dimana sampai 3 hari kedepan akan diadakan classmatting. Saat itu tampak Fanya duduk menunggu Renasya dan Celani yang sibuk dengan urusan osis.

__ADS_1


Mereka berdua kemana sih?? Lama banget dah. Batin Fanya kesal. Baru saja mengumpat, tampak Celani dan Renasya datang. Mereka pun duduk disamping kanan dan kiri Fanya.


"Gimana?? Kakel mau gantiin posisi Ashel??" Tanya Fanya.


"Mau... Kalau nggak mau, bisa gawat." Jawab Celani. Fanya pun meresponnya dengan anggukan kepala. Saat itu tampak para pemain basket itu masuk ke lapangan. Mata Renasya terbelak saat melihat mantan pacarnya dan sahabatnya yang tak lain Calvin.


Gua lupa kalo si Valdo kan di SMA Tanjung Utama... Dan gua baru tau kalau Calvin kapten basket di SMA itu. Batin Renasya.


Prittt!


Peluit berbunyi dan tampak para pemain basket langsung berupaya meraih point. Sorakan dari para siswa perempuan menjadi penyemangat di pertandingan panas itu. Dan point pertama diraih oleh Calvin.


Rena, dia siswa SMA ini?? Batin Calvin sembari menatap Renasya. Sadar ditatap Calvin, Renasya mengacungkan kedua jempolnya.


"Semangat!" Ucap Renasya. Tampak Calvin tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya membuat Renasya salah tingkah.


"Eh dia ngedipin matanya... Ganteng banget sih." Ucap siswa A.


"Hooh, nanti setelah tanding kita minta nomornya yuk." Usul siswa B.


"Ayo, ayo." Ucap siswa A dan C setuju.


Mereka ini kenapa?? Batin Renasya.


"Ekhem... Yang lagi mandang doi." Ucap Fanya.


"Hooh, dikasih support lah... Valdo!!! Semangat dari Rena!!!" Teriak Celani.


"Ela diem!!" Ucap Renasya. Tampak Valdo dan Calvin menatap ke arah Renasya.


Rena, apa dia udah maafin gua?? Batin Valdo.


Apa Valdo pacarnya si Rena?? Batin Calvin. Dan entah mengapa membuat hatinya bergemuruh.


Prittt!


"Si Calvin kumat?? Apa kena setan keramat??" Ucap Alfa.


"Mana gua tau, dia tiba tiba brutal gitu... Bisa bahaya buat timnya." Ucap Devan.


"Sial! Yang bisa ngalahin si Calvin kan cuman si Ashel, Ashel kemana sih?!!" Kesal Alfa. Membuat Devan terdiam sejenak.


"Apa gak kita tanya ke kak Al langsung?? Biar lebih jelas gitu, masa udah 3 bulan lebih gak masuk??" Usul Devan.


"Kita tanya Calvin dulu, kayaknya ada yang dia sembunyiin." Ucap Alfa.


"Kayaknya." Ucap Devan sembari menatap Calvin.


Dan pertandingan berakhir. Dengan pemenang diraih oleh SMA Tanjung Utama. Tampak Calvin langsung ke kamar mandi setelah sekali tegukan meminum air mineral.


"Calvin—"


"Rena!" Panggil Valdo membuat Renasya mengurungkan niatnya mengejar Calvin.


"Lo udah maafin gua?? Gua bener bener minta maaf." Ucap Valdo.


"Gua udah maafin lo dari lama kok." Jawab Renasya sembari tersenyum.


"Kalo gitu, lo mau kan balikan sama gua??" Tanya Valdo membuat Renasya tertawa.


"Gua emang udah maafin lo tapi bukan berarti kita balikan... Minggir gua mau ketemu sahabat gua." Jawab Renasya kemudian meninggalkan Valdo pergi. Tampak Valdo mengepalkan tangannya erat.


"Sial!! Kok gua brutal gitu sih!!" Kesal Calvin kemudian mencuci mukanya. Dia pun mengelap wajahnya dengan handuk kecil yang dia bawa.


"Lo kenapa??" Tanya seseorang tak lain Renasya. Tampak Calvin menatapnya sekilas.

__ADS_1


"Lo kenapa di wc cowok??" Ucap Calvin sembari mengelap wajahnya.


"Nyusul lo lah, lo kenapa sih tiba tiba brutal??" Tanya Renasya. Tampak Calvin berbalik menatap Renasya.


"Gua sendiri juga gak tau." Jawab Calvin.


"Hmm, okelah gua percaya... Nih minum." Ucap Renasya kemudian menyondorkan air mineral yang dia bawa.


"Thanks." Ucap Calvin.


"Oke gua nungguin lo diluar ya." Ucap Renasya kemudian pergi. Tampak Calvin menatap air mineral yang Renasya berikan.


"Sorry lama." Ucap Calvin.


"Gak apa apa, mumpung lo pulangnya ntar gua ajak lo keliling." Jawab Renasya sembari tersenyum. Tampak Calvin mengacak acak rambut Renasya.


"Rambut gua berantakan Calvin!" Kesal Renasya.


"Gak apa apa, tetep cantik kok." Ucap Calvin membuat Renasya merona.


"Oh iya, gua baru tau lo pacarnya si Valdo... Kenapa lo gak kasih tau gua??" Tanya Calvin.


"Ya soalnya lo gak perlu tau, lagian gua sama Valdo udah putus." Jawab Renasya membuat Calvin menghentikan langkahnya.


"Sorry, kapan lo putus sama dia??" Tanya Calvin.


"2 bulan lalu... Pas kita pulang jenguk Ashel, gua liat dia c*uman sama cewek lain... Ya udah karena emang gua kesel sama dia, gua putusin." Jawab Renasya membuat Calvin menganggukan kepalanya mengerti. Tampak Renasya mengajak Calvin duduk di bangku depan perpustakaan yang tak lain tempat favorite Ashel.


"Biasanya kalo pagi pagi gua berangkat... Gua liat Ashel duduk disini sendirian sambil baca buku... Gua samperin dan kita cerita bareng." Ucap Renasya.


"Cuman berdua sama lo??" Tanya Calvin.


"Kadang sama Fanya." Jawab Renasya.


"Lah si Farrel?? Alfa?? Devan??" Tanya Calvin.


"Farrel sibuk sama Celani... Kalo Alfa sama Devan bikin onar... Gua sempet nanya sih kenapa Ashel gak gabung mereka... Tapi Ashel selalu ngalihin pembicaraan." Jawab Renasya.


"Lo tau siapa yang nolong Celani pas kamping??" Tanya Calvin sembari menatap Renasya.


"Katanya si Farrel, tapi gua ngira yang nolong Ela si Ashel." Jawab Renasya.


"Perkiraan lo bener... Itu sebabnya betis Ashel terluka parah." Ucap Calvin.


"Jadi bener—"


"Gua minta lo jangan kasih tau siapa siapa... Ashel sama gua percaya sama lo." Ucap Calvin memotong. Tampak Renasya menganggukan kepalanya mengerti.


"Cie... Cie yang lagi pacaran." Ucap Fanya tiba tiba membuat Calvin dan Renasya terkejut.


"Apaan sih?!! Dateng gak diundang kek hantu lo." Ucap Renasya.


"Hehe... Maaf gua cuman mau nanya ke Calvin kok." Ucap Fanya sembari duduk disamping Renasya.


"Nanya apa??" Tanya Calvin.


"Si Ashel emang beneran liburan?? Kok liburan sampe 3 bulan??" Jawab Fanya kembali bertanya.


"Soal itu gua kurang tau." Ucap Calvin. Tampak Fanya menganggukan kepalanya pelan.


"Padahal gua kangen masakannya si Ashel... Hiks, semoga aja cepet balik." Ucap Fanya.


"Makan mulu tapi gak gendut gendut." Ejek Renasya membuat ketiganya tertawa kecil.


__ADS_1


(Visual Calvin Bagus Arghanta.)


__ADS_2