My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
BAB 26


__ADS_3

••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


👩‍💻Sebelum membaca, biasakan like, vote, dan komentarnya readers😘💕


👩‍💻Jangan Lupa mampir ke karyaku yang lain ya❤😘


👩‍💻Ingat, ini hanya imajinasi author dan tidak bermaksud menjelek jelekan profesi atau lainnya😉🤗😘


👩‍💻Jangan lupa follow IG author di @Arsydian2112😘❤


👩‍💻Terima kasih dan happy reading semua❤


📖📖📖


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Di Kediaman Azura


Kenzo merasa bosan karena seharian ini dikurung dirumah. Kenzo pun keluar dari kamarnya untuk menghilangkan rasa bosan. Saat menuruni tangga, Kenzo melihat Celani sudah rapi dan hendak pergi.


"Ela mau kemana kamu??" Tanya Kenzo.


"Jalan jalan lah... Kasihan kakak dikurung... Blee." Ejek Celani sembari menjulurkan lidahnya.


"Kamu—"


"Kenzo!!! Kesini cepat." Panggil Lina. Kenzo pun mendekat ke arah Lina yang tengah sibuk dengan tabletnya.


"Ada apa mom?? Brisik amat dah." Keluh Kenzo. Lina menarik Kenzo untuk duduk disampingnya.


"Kenzo sayang... Besok malam ada pasta hari Anniversary temennya Daddy, jadi kamu sama calon kamu harus dateng." Ucap Lina.


"Tapi mom—"


"Tidak ada tapi tapian... Raefal Gavin sama Al juga diundang kok... Pokoknya besok harus dateng titik." Ucap Lina. Tampak Kenzo menghela napas panjang.


"Terserah mom ajalah." Ucap Kenzo pasrah.


"Nah ini baru anak mommy yang tampan." Ucap Lina.


"Ken Ken cucuku.... Dimana kamu??" Panggil seorang wanita tua yang tidak lain Madira Nenek Kenzo dan Celani.


"Oma?" Lirih Kenzo terkejut.


"Bunda, kapan bunda—"


"Diam kamu Lina, aku mau marahi cucuku... Kenapa kamu baru menyetujuinya?? Apa kamu tidak sayang oma??" Tanya Madira.


"Oma... Oma sudah tua, duduklah dulu." Ucap Kenzo.


"Kau benar, (Duduk disofa.) Jadi Ken Ken, apa kamu mau menikahinya??" Tanya Madira.


"Iya Oma, Ken mau menikahinya." Jawab Kenzo.


"Kau dengar menantuku... Cucuku menyetujuinya saat aku datang, kenapa kau ceroboh sekali... Tidak mengundangku saat kau meminta cucuku menikah." Ucap Madira dan hanya dijawab anggukan oleh Lina.


"Dan bunda, besok malam Ken akan hadir di pesta... Bagaimana menurutmu??" Tanya Lina.


"Itu bagus... Aku sangat bahagia sampai sampai punggung bengkok ku serasa kembali lurus... Dimana cucu Cece ku??" Tanya Madira sembari melihat sekeliling.


"Dia pergi jalan jalan oma." Jawab Kenzo.


"Baguslah, dia memang harus bersenang senang." Ucap Madira.


"Oma kok nggak marah?? Giliran Ken keluar aja marah, sampe jadi hulk tau." Kesal Kenzo.


“Plakk!!”


Madira menampar lengan kekar cucunya. Dia juga tertawa kecil.


"Cece jalan jalan pasti ke mall, cafe, dan taman hiburan... Lah kamu ke Club, club, dan club... Kamu pikir Oma tidak tau??" Ucap Madira membuat Kenzo terdiam. Dan suasana seketika hening.


"Oh iya bunda, mana barang barangnya?? Biar Maya yang menata kamar sekaligus barang barang bunda." Ucap Lina memecahkan keheningan.


"Ada di mobil, Oma akan tinggal disini sampai Vila untuk Ken Ken dan istrinya selesai dibangun." Ucap Madira.


"Aku mengerti bunda.... Maya!!!" Panggil Lina.


"Iya Nyonya?"


"Bawakan barang barang bunda di mobil sekalian tata kamar untuk bunda." Titah Lina.

__ADS_1


"Baik Nyonya." Jawab Maya kemudian pergi.


"Ken Ken sini duduk disamping Oma, Oma mau bicara." Ucap Madira.


Dengan patuh Kenzo pun duduk disamping Madira. Madira memberikan isyarat pada Lina untuk pergi. Lina yang mengerti isyaratnya pun pergi dan membiarkan Madira bicara berdua dengan Kenzo.


"Oma mau bicara apa??" Tanya Kenzo. Tampak Madira meraih tangan Kenzo kemudian menggegamnya.


"Cucu Oma sudah besar yah... Kau tau, Oma sangat girang saat tau cucu pertama Oma laki laki sesuai keinginan Oma... Oma bersyukur masih bisa melihat cucu Oma sampe detik ini."


"Apa yang Oma katakan? Oma akan hidup sampai 200 tahun lagi." Ucap Kenzo.


"Cucu Oma memang pandai berkata manis... Oma akan tetap hidup tapi... Jangan ke club, jangan bikin onar, dan jangan bantah mommy sama daddy kamu.... Bisa berjanji pada Oma?" Tanya Madira. Tampak Kenzo terdiam.


"Kenzo janji oma." Jawab Kenzo. Tampak Madira tersenyum dan menghusap punggung Kenzo.


"Oma pegang janji kamu... Dan Ken, perlakukan dengan baik istri kamu nantinya... Meskipun kamu menikah muda, contohlah daddy kamu yang memperlakukan mommy mu dengan sangat baik." Ucap Madira.


"Akan Kenzo lakukan oma." Jawab Kenzo.


Di Cafe Sweet Love


Celani menatap sekeliling dan mencari keberadaan seseorang. Hingga matanya tertuju pada seorang pria yang duduk sendiri. Dengan tersenyum Celani menghampirinya.


"Hai, maaf ya bikin nunggu." Ucap Celani sembari duduk dihadapannya.


"Ah nggak apa apa kok, gua juga baru dateng." Jawab pria tersebut yang tidak lain adalah Farrel.


"Oh baguslah, lo udah pesen sesuatu??" Tanya Celani.


"Belum, sekalian nungguin lo tadi." Jawab Farrel sembari tersenyum.


"Oke, kita pesen sekarang yah." Ucap Celani sembari memanggil salah satu pelayan Cafe.


Ashel bener, Celani emang beda dari cewek cantik lainnya... Dia ceria, manja, dan ramah... Gua bakalan coba berjuang untuk pertama kalinya. Batin Farrel sembari menatap Celani yang memegang menu.


"Rel, lo pesen apa??" Tanya Celani.


"Ah, es capucino aja." Jawab Farrel.


"Es capucino nya satu yah." Ucap Celani pada pelayan cafe.


"Baik, mohon tunggu sebentar ya." Ucap pelayan tersebut kemudian pergi.


"Eh, emm... Iya, gua penasaran aja gitu gimana rasanya jadi wakil ketua osis." Jawab Celani.


"Bukan karena pengen bareng sama gua?" Tanya Farrel.


“Deg, deg, deg.”


Duh, kok Farrel ngomong gitu sih... Mana nih jantung serasa mau copot lagi. Batin Celani.


"Hahaha... Bercanda kok Celani... Kenapa mukanya di bikin serius gitu." Ucap Farrel sembari tertawa lepas.


"Lo apaan sih." Ucap Celani sembari memalingkan wajahnya.


"Oh iya, habis ini kita jalan yuk ke taman hiburan Visteria... Taman hiburan baru loh itu." Usul Farrel.


"Boleh juga." Jawab Celani.


“Tring!”


"Bentar ada pesan masuk." Ucap Celani dan diangguki oleh Farrel.


💬


Ashel: Ela kamu dimana?? Aku sudah lama menunggumu di taman.


Gua lupa lagi bikin janji sama Ashel waktu itu.. Tapi kalo gua pergi... Biarin ajalah. Batin Celani kemudian mengetik jawabannya.


💬


Me: Sorry Shel, gua lupa kasih tau lo semalem... Kakak gua dikurung dan gua juga ikutan dikurung deh jadi nggak bisa kemana mana... Maaf ya bikin lo nunggu, sorry 🙏


💬


Ashel: Aku jemput kamu gimana??


💬


Me: Please jangan Shel, nanti kalau ketahuan daddy lo bisa kena marah

__ADS_1


💬


Ashel: Baiklah, lain kali saja perginya


💬


Me: Ok😉


Celani langsung mematikan ponselnya takut akan ada yang mengganggunya nanti.


"Dari siapa??" Tanya Farrel.


"Biasa mommy suka cerewet kalau gua pergi." Jawab Celani sembari tersenyum. Belum Farrel merespon, pelayan datang membawakan pesanannya.


"Silahkan dinikmati tuan nona."


"Terima kasih." Jawab keduanya.


Mereka pun menikmati pesanannya dengan diiringi canda dan tawa.


"Sepertinya Ela merasa bosan dikurung seharian, jika aku kesana... Ayahnya akan memarahiku dan nanti Celani pasti dimarahi juga." Lirih Ashel.


Iya, Ashel selalu mencemaskan Celani. Padahal yang dia cemaskan sama sekali tidak terjadi. Ashel bangkit dari duduknya dan hendak pergi. Saat itu, mata tajam Ashel menatap Lala yang tengah bercanda tawa dengan Alina yang menunggu di halte bus.


Sepertinya tidak asing... Calon kakak ipar. Batin Ashel.


"Kakak! Kakak!!" Panggil Ashel dan buru buru berlari mengejar. Namun, mereka berdua lebih dulu masuk kedalam bus dan bus sudah pergi.


"Kakak!!!" Panggil Ashel sekali lagi. Namun bus tetap berjalan membuat Ashel berhenti mengejar.


"Aku harus cepet pulang... Kakak pasti seneng denger kabar ini." Ucap Ashel.


Buru buru Ashel menuju ke parkiran dan masuk kedalam mobilnya. Alzero tidak sempat memberitau pada Ashel karena baginya Ashel tidak perlu mengetahui hal itu.


Di Kediaman Saputra


Gavin tersenyum miring saat Nia membersihkan meja sesuai perintahnya. Gavin menatap Nia dari ujung kaki sampai ujung kepala sembari menikmati secangkir kopinya.


Body, wajah, sama sifatnya oke... Dia udah punya doi belum yah?? Batin Gavin. Sadar terus ditatap membuat Nia menatap Gavin.


"Apa ada yang salah denganku tuan??" Tanya Nia.


"Nggak ada, cuman lihat doang... Kenapa nggak boleh??" Ucap Gavin. Belum Nia menjawab Saras datang.


"Nia, tolong buatkan salad buah untukku... Dan iya jangan pakai kiwi yah, aku nggak suka." Ucap Saras.


"Baik nyonya... Saya permisi." Pamit Nia.


"Mama kan bisa bikin sendiri kenapa harus suruh Nia??" Tanya Gavin entah mengapa merasa kesal.


"Loh... Kok kamu kesal sayang?? Naksir ya??" Goda Saras.


"Apaan sih ma, nggak level tau nggak sama Gavin." Ucap Gavin.


"Terserah, besok malam kamu sama Dita dateng yah ke acara Anniversary temennya papa... Harus." Paksa Saras.


"Lagian kalo Gavin nolak... Akhirnya tetep dateng juga ma." Jawab Gavin.


"Hehehe... Iya sayang, Kenzo Raefal sama Al juga dateng... Malah Lina bilang, Kenzo sama calonnya." Ucap Saras.


"Beneran ma, bakalan seru nih." Ucap Gavin.


"Denger denger sih calonnya cantik, udah nanti Nia bawain beberapa jas ke kamar kamu... Nanti kamu pilih tuh mana yang mau kamu pake." Ucap Saras.


"Oke ma, Gavin mau mandi dulu... Gerah." Ucap Gavin kemudian pergi.


"Tuan, apa anda yakin mau mengungkapnya saat acara??" Tanya Rio pada Alzero.


"Demi calon istriku... Aku sangat yakin, dan Rio kau sudah siapkan gaun yang ku minta??" Ucap Alzero.


"Sudah tuan... Sesuai keinginan anda." Jawab Rio. Tampak Alzero mengangguk mengerti.


"Kakak!!!! Kakak!!! Kakak kau dimana?!!!" Panggil Ashel tiba tiba membuat Alzero cemas.


"Kenapa Ash—"


"Kakak aku melihat calon kakak ipar... Maksudku kak Lala, tadi dia—"


"Aku sudah tau Ashel." Ucap Alzero.


"Ayolah kak, kenapa kau tidak mau berbagi kebahagiaan dengan adikmu? Kakak menyebalkan." Ucap Ashel pura pura kesal.

__ADS_1


"Dasar kekanak kanakan." Ucap Alzero sembari mencubit hidung Ashel.


"Kakak kau! Aku sangat menyayangimu." Kesal Ashel sembari merangkul leher kakaknya itu.


__ADS_2