My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
Season 2 Episode 15


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖


TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘


I LOVE YOU READERS😙💕


...🥀MHKOT2🥀...


Di Rumah Sakit


Kenzie duduk disofa berpura pura fokus pada ponselnya. Sedangkan Rasya tengah berbincang dengan Alina dan Lina. Dan bertepatan dengan itu, ketiga sahabatnya datang membuat Kenzie bangkit dari duduknya.


"Mom Enzi kel—"


"Kalian bertiga masuklah." Ucap Alina membuat Kenzie terdiam.


"Dan kamu Enzi, tetap duduk disitu." Ucap Alina menatap tajam Kenzie. Kenzie menelan salivanya kasar saat melihat Alina seperti hulk.


"Assalamualaikum, halo Oma Lina yang cantik imut menggemaskan seperti ibuku." Ucap Daffin.


"Walaikumsalam, kamu ini pinter ya godain orang." Ucap Lina sembari mencubit pipi Daffin.


"Hehe, anak daddy Gavin gituloh... Iya nggak Fin??" Ucap Revan.


"Benar sekali... R gimana kalo kita nikah sehabis kuliah??" Jawab Daffin membuat Revan bergidik ngeri.


"H*mo anj*r!!" Ucap Revan membuat lainnya tertawa.


"Gua cuman bercanda kok... Ya kali suka sama cowok, idih." Ucap Daffin sembari duduk disamping Alveno.


"Veno tadi bunda kamu lagi apa??" Tanya Alina sembari duduk berhadapan dengan keempat pria muda itu.


"Memilih pakaian untuk lusa tante." Jawab Alveno sopan.


"Bundamu itu, padahal tante udah minta buat istirahat dulu." Ucap Alina sembari menggelengkan kepalanya pelan.


"Tuh kan mom, sekali kali kek dipilihin mommy gitu... Biar kelihatan Mommy Alina yang cantik jelita tiada tara menyayangi putranya yang tampan sejagat raya dengan membelikan—"


"Mommy udah pesenin buat kamu kok... Besok tinggal ambil di butik Oma Zira." Ucap Alina memotong.


"Nah gitu dong mom." Ucap Kenzie.


"Kita nggak sekalian tante??" Ucap Revan dan Daffin bersamaan.


"Loh, loh kok kalian jadi ikut ikut??" Ucap Alina dan keempatnya tertawa kecil.


"Oma memang ada acara apa??" Tanya Rasya.


"Veno mau ambil alih perusahaan ayahnya... Jadi, keluarganya bikin pesta buat ngerayain itu." Jawab Lina.


"Gitu ya, padahal kak Veno masih muda bisa jadi presdir yah??" Tanya Rasya lagi.


"Iya sayang... Kamu tau?? Keluarganya itu keluarga bangsawan dari Inggris yang dibawa kesini sama kakeknya Veno... Jangan heran kalo anak anak mereka pandai berbisnis." Jelas Lina. Rasya pun menganggukan kepalanya mengerti.


"Assalamualaikum." Ucap seorang pria membuat lainnya menoleh.

__ADS_1


Anak itu!! Batin Alveno sembari mengepalkan tangannya.


"Walaikumsalam, kak Rayhan." Ucap Rasya sembari tersenyum. Iya, pria itu tak lain Rayhan Julian Putra. Teman sekampus Rasya. Rayhan meletakan parsel buahnya diatas nakas dan duduk disamping kiri Rasya.


"Oh, kamu toh nak Ray... Duduklah, kalian berdua berbincang Oma tinggal dulu ya." Ucap Lina. Dia pun duduk disamping Alina.


"Kakak harusnya nggak usah repot repot." Ucap Rasya. Rayhan tersenyum dan mencubit pipi Rasya.


"Kamu tuh yang repot... Repot nggak kasih tau kalau kamu dirawat disini." Jawab Rayhan dan keduanya tertawa kecil.


"Oma Lin, dia pacarnya Rasya??" Tanya Daffin sembari menatap Kenzie yang tampak menahan amarah.


"Bukan, kakak seniornya... Toh dia takut pacaran karena ada yang bully dia." Jawab Lina sembari melirik Kenzie.


"Enzi gak bully dia kok." Ketus Kenzie.


"Loh, padahal Oma nggak bilang kamu loh sayang." Ucap Alina.


"Mommy..." Rengek Kenzie.


"Katanya your girlfriend udah pulang, mana??" Goda Daffin.


"Dia sibuk." Jawab Kenzie singkat. Sedangkan Alveno tampak mengirim pesan.


(Rio)💬


^^^Paman, bisa lacak keberadaanku?? Putra tunggal Julian ada disini. ^^^


Rio: Baik tuan muda.


"Pesan dari bunda... Menyingkirlah!" Ucap Alveno sembari menjauhkan tubuh Daffin.


"Loh nak Ray cuman sebentar??" Tanya Lina saat Rayhan hendak pergi.


"Iya Oma biar Yaya bisa istirahat." Jawab Rayhan.


Yaya??! Cih, sok romantis. Umpat Kenzie dalam hati.


"Ray pamit dulu... Assalamualaikum." Pamitnya kemudian pergi. Saat diambang pintu dia menatap Alveno sinis.


"Enzi yuk nongkrong." Ajak Daffin.


"Nongkrong dimana?? Di Club??" Tanya Alina dengan senyuman penuh arti.


"Bu... Bukan kok, nongkrong didepan Alfajuni." Jawab Revan.


"Bener tante base camp kita kan di... Alfam*ret b*doh! Mana ada Alfajuni?!!" Kesal Daffin.


"Ntar gua bikin." Jawab Revan.


"Baiklah... Karena Enzi udah nepatin janji, nih buat kamu." Ucap Alina. Tampak Kenzie bersorak ria.


"Uwu sayang mommy sama Oma... (Mencium pipi kanan Lina dan Alina bergantian) Enzi pergi dulu bay Oma... Mommy." Ucap Kenzie kemudian mereka berempat pun pergi.


"Enzi kamu belum jelas in ke mommy kenapa bibir kamu bisa lecet?!" Ucap Alina namun tak direspon Kenzie.

__ADS_1


Lecet?? Apa gara gara... Batin Rasya sembari menundukan pandangannya.


"Rasya sayang, kamu nggak apa apa??" Tanya Alina.


"Nggak kok tante... Rasya baik baik aja." Jawab Rasya.


"Kalo gitu kamu makan gih... Habis itu minum obat dan tidur biar cepet sembuh." Ucap Alina. Rasya pun menganggukan kepalanya paham.


"Hayo lo, bibir lo kenapa bisa lecet??" Tanya Daffin.


"Gua udah bilang kejedot pintu, ngeyel banget sih!" Jawab Kenzie.


"Masa sih?? Kejedot pintu apa lo main nyosor aja ke Rasya??" Goda Revan dan mendapatkan jitakan dari Kenzie.


"Gua udah bilang kejedot ya kejedot... Ngeyel mulu perasaan." Kesal Kenzie.


"Hmm, okelah... Ven lo mau ikut nongkrong nggak?? Atau mau—"


"Aku ikut." Jawab Alveno. Daffin dan Kenzie pun memeluk lengan kanan dan kiri Alveno manja.


"Sayang Veno." Ucap keduanya.


"Menjijikan, lepaskan!" Ucap Alveno.


Namun kedua sahabatnya itu tak bergeming. Pada akhirnya mereka berempat adalah gambaran masa muda Kenzo Raefal Gavin dan Alzero. Persahabatan yang sudah seperti ikatan persaudaraan akan sangat sulit dipisahkan.


Anak jelek juga, ngapain pake nggigit segala sih di kira kagak sakit apa?! Umpat Kenzie dalam hati.


"Eh lo kan udah dapet black kard nih, gimana giliran lo traktir kita... Iya nggak bontot??" Ucap Daffin.


"Oke deh gua traktir tapi kita ke...." Ucap Kenzie membisikan sesuatu pada kedua sahabatnya. Sedangkan Alveno sudah tau tempat dimana yang Kenzie pilih.


Tuk!!!


Alveno memukul pelan kening Kenzie membuat Kenzie menghusap keningnya.


"Apaan sih Ven?! Sakit tau." Ucap Kenzie sembari mengecurutkan bibirnya.


"Ayah telah mengirim beberapa orang ke semua club di kota ini." Jawab Alveno.


"Haaaa?!!! Yang bener?!!" Ucap ketiganya bersamaan.


"Ah ayahmu menyebalkan... Kenapa dia selalu begitu??" Ucap Kenzie.


"Terakhir saat kita kesana, Revan hangover sampai dibawa ke rumah sakit... Dan ayahku memarahi—" Jawab Alveno terjeda lantaran dia keceplosan.


"Oh benarkah?!! Makin sayang deh." Ucap ketiganya.


"Jangan mendekat! Menjauhlah!" Ucap Alveno memperingati. Pada akhirnya keempat pria muda itu ke base camp tempat biasa mereka nongkrong.


Sedangkan dengan Rasya. Setelah makan dan meminum obat, Lina dan Alina memberikan waktu agar Rasya beristirahat. Nyatanya, Rasya tidak bisa memejamkan matanya sedikit pun lantaran pikirannya masih terfokus pada kejadian beberapa menit yang lalu.


Kak Enzi kenapa tiba tiba gitu?? Batin Rasya. Dia ingat betul Kenzie mencium bibirnya bahkan mel*matnya dengan sangat rakus. Yang mana membuat Rasya kehabisan napas dan menggigit bibir Kenzie saat mendengar suara Alina.


Apa kak Enzi sering lakuin itu ke pacarnya ya?? Batin Rasya dengan polosnya. Padahal ciuman pertama Kenzie jatuh pada gadis yang dia bully tak lain adalah Rasya. Mungkinkah bully dari Kenzie berubah menjadi cinta??

__ADS_1


__ADS_2