My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
BAB 16


__ADS_3

⭐Perhatian. Jangan lupa like, vote, and komentarnya ya🤗 Dan selamat membaca semua⭐


Seminggu Kemudian


Hari ini hari pembagian hasil ujian atau rapot. Tampak para siswa SMA Diamond Bangsa tegang dan takut akan hasil ujian mereka. Berbeda dengan Kenzo Gavin dan Alzero yang terlihat santai. Sedangkan Raefal tampak terus berdoa mendapatkan nilai yang bagus.


"Baik, saya hanya bacakan peringkat yang masuk 5 besar... Dimulai dari tertinggi, Alzaro Exayrandana peringkat 1, Gavin Farez Saputra peringkat 2, Kenzo Azura Zaryana peringkat 3, Gebrily peringkat 4, dan Raefal Faresta peringkat 5... Selamat untuk Alzero yang masih unggul sampai sekarang." Ucap bu Yuyun. Tampak Kenzo Gavin dan Raefal bersemangat bertepuk tangan ria.


"Selamat untuk kalian semua yang bekerja keras mendapatkan nilai terbaik untuk ujian akhir semester ini... Mulai besok, kalian akan libur panjang dan selama libur gunakan untuk aktifitas yang bermanfaat." Saran bu Yuyun.


"Baik bu." Jawabnya serentak.


"Dan untuk Alzero, ikut ibu ke kantor... Kalian boleh pulang setelah bel berbunyi nanti." Ucap bu Yuyun sembari berdiri dan keluar disusul oleh Alzero.


"Eh kira kira Al mau diapaain ya di kantor??" Tanya Gavin sembari membalikan kursi duduknya dan duduk berhadapan dengan Kenzo.


"Penasaran??" Ucap Kenzo sembari menaik turunkan kedua alisnya.


"Ayo kita ikuti." Jawab Gavin dan Raefal bersamaan. Mereka berdua pun bangkit dari duduknya dan hendak keluar.


"Hey kalian bertiga mau kemana?? Kan nggak boleh keluar sebelum bel." Ucap salah satu siswa.


"Udah diem... Kepo banget jadi orang." Ucap Kenzo kemudian mereka pun pergi.


Sesampainya didepan kantor, tampak ketiganya mengintip lewat kaca jendela bagian belakang. Tampak Alzero yang diberikan beberapa lembar kertas.


"Eh, udah belom Vin?? Berat tau nggak lo." Ucap Kenzo yang mengangkat tubuh Gavin agar bisa melihatnya lewat jendela.


"Diem kagak kedengaran... Angkat tubuh gua tinggi dikit." Ucap Gavin yang sibuk mengintip. Kenzo pun menaikan tubuh Gavin dimana bebannya semakin berat.


"Udah belom b*ngs*t, lo bisa ngintip yang bener kagak sih??" Kesal Kenzo. Disaat mereka berdua ribut, Raefal memilih diam dan duduk dibawah pohon dengan ketenangan.


"Nah gini kan kedengeran... Tahan bentar, gua nggak seberat itu kok." Ucap Gavin.


"Lo mana ngerasain k*mpr*t." Sahut Kenzo dengan wajah kesalnya.


Saat itu kebetulan pak Bara hendak masuk ke kantor, namun karena mendengar keributan membuatnya mengurungkan niatnya dan mendekat ke arah suara ribut tersebut.


"Lagi ngapain kalian?!" Tanya pak Bara dan “Brukh!!!” karena terkejut Kenzo dan Gavin jatuh menundungi pak Bara. Bukannya menolong, Raefal justru tertawa terbahak bahak.


"Ada apa ribut ribut di luar?" Ucap bu Yuyun dari dalam kantor. Baru mengatakan hal itu tampak Kenzo dan Gavin dijewer oleh pak Bara sedangkan Raefal mengikutinya dari belakang. Hal itu tentu membuat Alzero terkejut.


"Aduh... Aduh pak sakit, jangan marah dong siapa suruh ngagetin." Ucap Kenzo.


"Siapa suruh... Siapa suruh... Kalian ini ya sudah sering dibilangin juga, masih aja nggak mempan." Ucap pak Bara tampak emosi.


"Pak Bara ada apa ini??" Tanya bu Yuyun sembari mendekat. Tampak pak Bara melepaskan jewerannya dan menatap bu Yuyun sembari tersenyum.


"Eh bu Yuyun... Ini loh bu mereka bertiga mengintip kantor lewat jendela belakang." Jawab pak Bara.


Dasar modus. Batin Kenzo Gavin dan Raefal.


"Benar itu Kenzo?? Gavin?? Raefal??" Tanya bu Yuyun sembari menatap mereka.


"Benar bu..." Jawab Kenzo santai.


"Tinggal hitungan hari kalian lulus, masih mau bikin onar?? Kalian ini benar benar ya, kalian bertiga saya hukum membersihkan halaman belakang sekolah dan semua toilet sampai bersih." Ucap bu Yuyun tegas.


"Hah?? Toilet lagi bu??" Ucap ketiganya.


"Iya toilet, kalian suka buat onar jadi harus suka bertanggung jawab... Kalau belum bersih kalian belum boleh pulang." Ucap bu Yuyun dengan wajah menakutkan.


"Etdah cantik cantik galak banget... Bukan selera gua." Bisik Gavin.

__ADS_1


"Iya, kalo bukan guru... Udah gua becek becek dia." Sahut Kenzo. Mendengar bisik bisik membuat bu Yuyun menatap tajam Gavin Kenzo dan Raefal.


"Kenapa masih disini?? Sana!!" Ucap bu Yuyun.


"Baik bu." Ucap ketiganya buru buru pergi. Namun beberapa saat, Kenzo kembali berdiri diambang pintu.


"Bu Yuyun jangan keseringan marah, cepet tua nanti nggak dapat jodoh." Ucap Kenzo.


“Srett!!!” Bu Yuyun melempar Kenzo dengan sepatunya. Beruntung Kenzo lebih dulu pergi jadi tidak terkena lemparan sepatu bu Yuyun. Bu Yuyun menghela napas panjang dan kembali duduk.


"Saya boleh pergi sekarang bu?" Tanya Alzero yang mencemaskan ketiga sahabatnya.


"Boleh, soal tawaran ini kamu boleh menolak atau menerimanya sesuai minatmu." Jawab Bu Yuyun.


"Baik, saya permisi." Ucap Alzero kemudian pergi meninggalkan kantor.


Di toilet


Tampak jas sekolah mereka gantung dan melipat lengan seragamnya sampai sebatas siku. Kenzo melonggarkan dasinya sedangkan Gavin melepaskan dasinya. Sedangkan Raefal masih rapi dengan dasinya.


"Kesel banget dah gua... Apa gunanya pak Mumun coba kalo kita yang bersihin?" Protes Kenzo sembari melempar sikat wcnya.


"Yah kali pak Mumun capek, dia kan udah tua... Udah bau tanah." Ucap Raefal membuat Gavin gemas.


"Hahaha... Kalo pak Mumun denger, lo bisa dimakan sama dia." Ucap Gavin sembari menoel noel pipi Raefal.


"Sakit b*ngs*t... Gua cekik lo." Ucap Raefal membuat keduanya tertawa.


Saat Raefal fokus membersihkan wc tampak Gavin tersenyum jahil. Dia mengambil gayung dan mengisinya penuh dengan air. “Byurr!!!” Gavin menyiram Raefal membuat Raefal basah kuyup.


"Hahahaha....." Suara


"Gavin!!!!!!" Teriak Raefal dan mengambil gayung lain kemudian mengisinya dengan air.


"Gila ganteng banget." Ucap Kenzo Gavin dan Raefal sembari melongo.


"Al Gavin yang mulai." Ucap Raefal menujuk Gavin.


"Gak ini usulnya Kenzo." Ucap Gavin menujuk Kenzo.


"Loh kok bawa bawa gua?? Al gua bener nggak bilang gitu, sumpah!" Ucap Kenzo sembari menujukan kedua jarinya.


"Kalian bisa diam!!" Ucap Alzero membuat ketiganya diam seketika.


"Bel sudah bunyi, Kenzo dan Gavin bersihkan halaman.... Aku dan Raefal membersihkan toilet cepat!!" Titah Alzero.


"Siap papi." Jawab ketiganya sembari hormat. Gavin dan Kenzo pun keluar menuju ke halaman. Dan benar saja suasana sekolah terlihat sepi tidak ada satu pun siswa kecuali dia dan Gavin.


"Gila bener bener udah pada pulang... Kita harus cepet nih." Ucap Gavin.


Sesampainya di halaman belakang sekolah. Gavin dan Kenzo langsung meraih sapu lidi yang tersedia disana. Setelah setengahnya selesai, Kenzo menatap ke arah pohon mangga yang terdapat sarang lebah. Kenzo pun menyikut lengan Gavin.


"Apaan sih." Ucap Gavin.


"Vin liat deh... (Menujuk ke arah sarang lebah.) Lo ngerti kan apa yang gua pikirin?" Ucap Kenzo.


"Nggak." Jawab Gavin membuat Kenzo menepuk keningnya sendiri.


"Payah lo." Ucap Kenzo. Dia pun melihat sekitar dan mengambil batu yang lumayan besar.


"Jangan bilang lo—" Belum Gavin menyelsaikan ucapannya, Kenzo melempar batu ditangannya dan tepat mengenai sarang lebah tersebut.


"Lari Vin... Lari cepet." Ucap Kenzo sembari menarik tangan sahabatnya untuk bersembunyi. Dan beberapa saat kemudian.

__ADS_1


"Aaaaaaaaaaaa!!!!! Lebah!!!!!! Lari, lari!!!!!!" Terdengar teriakan dari para guru yang masih dikantor. Teriakan itu terdengar sampai ke telinga Alzero dan Raefal.


"Eh ada apaan tuh???" Tanya Raefal.


"Entahlah... Sudah lanjutkan saja." Jawab Alzero.


Raefal pun mengagguk patuh dan kembali membersihkan toilet. “Tring!!” Ponsel milik Alzero berdering. Segera Alzero menyalakan ponselnya. Dan rupanya ada pesan dari Rio.


💬


Rio: Tuan saya ada kabar gembira, dia ada disekitar club Sweet Light.


Tampak Alzero bernapas lega dan membalas pesan dari Rio.


💬


Me: Bagus, terus cari dia... Dia pasti sudah dekat.


Pesan Alzero langsung dibaca dan tampak Rio tengah mengetik jawaban.


💬


Rio: Baik Tuan.


"Siapa Al??" Tanya Raefal sembari menatap Alzero. Alzero langsung memasukan ponselnya kedalam saku dan kembali membersihkan toilet.


"Ashel." Jawab Alzero singkat.


"Oh." Respon Raefal.


Beberapa saat kemudian, toilet bersih dan mereka pun keluar. Tak lupa, Alzero membawakan jas sekolah Gavin dan Kenzo sedangkan Raefal membawakan tasnya.


"Kalian sudah selesai??" Tanya Alzero sembari memberikan jas sekolah pada Kenzo dan Gavin.


"Eh udah kok... Ayo pulang." Jawab Kenzo.


"Tadi kayak ada yang teriak, ada apa emang??" Tanya Raefal.


"Hah?? Kita nggak denger apa apa tuh... Ya nggak Vin??" Ucap Kenzo dan direspon anggukan oleh Gavin.


"Sudah jangan dibahas, kita pulang sekarang." Ucap Alzero. Mereka berdua pun berjalan menuju ke parkiran.


"Eh, nanti malam kita ke club yuk... Anggap aja sebagai mini party." Ucap Gavin disela mereka berjalan.


"Ayo... Club mana??" Tanya Kenzo antusias.


"Club deket apartemen gua, Sweet Light." Jawab Gavin membuat Alzero terhenti.


"Sweet Light??" Tanya Alzero.


"Iya, nanti kan alasannya kita nginap di apartemen gua... Kenapa emang??" Jawab Gavin kembali bertanya.


"Tidak apa apa." Ucap Alzero menutupi.


"Lo nggak nyembunyiin sesuatu dari kita kan??" Tanya Kenzo.


"Nggak." Jawab Alzero singkat.


"Nanti malam jam 9 ya." Ucap Kenzo.


"Ok!" Jawab Gavin dan Raefal.


Tampak Kenzo mengendarai motor sport merahnya. Sedangkan Gavin menebeng Raefal karena memang mobilnya masih belum selesai diperbaiki. Begitu pula dengan Alzero menyetir mobilnya sendiri. Saat menyetir pikiran Alzero melayang entah kemana.

__ADS_1


Apa dia benar benar disana?? Batin Alzero. Alzero memijit pelipisnya dan fokus menyetir mengenyahkan pikiran negatifnya.


__ADS_2