
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
👩💻Sebelum membaca, biasakan like, vote, dan komentarnya readers😘💕
👩💻Jangan Lupa mampir ke karyaku yang lain ya❤😘
👩💻Ingat, ini hanya imajinasi author dan tidak bermaksud menjelek jelekan profesi atau lainnya😉🤗😘
👩💻Terima kasih dan happy reading semua❤
📖📖📖
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Kembali pada sepasang pengantin baru. Kenzo yang duduk di sofa berpura pura menonton televisi. Padahal tatapannya tertuju pada arah kamar mandi, dimana dia melihat siulet Alina yang sedang terguyur air shower.
Krettt!
Alina keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk kimono dan mengurai rambut basahnya. Dan itu membuat Kenzo menatapnya semakin dalam. Dimana dia bisa melihat leher putih Alina yang terkena tetesan air dari rambut basahnya. Sadar Kenzo menatapnya demikian, membuat Alina menatap tubuhnya sendiri.
Mungkin Kenzo menatap lain. Batin Alina. Dia pun membuka lemari dan mengambil baju tidur dengan motif mikey mouse. Setelahnya dia memakai pakaiannya di walk in closet. Dan saat itulah Kenzo menepuk pipinya.
Sadar Ken, inget! Lo ganteng, banyak yang suka... Jangan sampe lo n*fsu liat cewek cupu kek dia... Oke, lo pasti bisa... Dia yang harus tergila gila sama lo, bukan lo. Batin Kenzo dengan sifat narsis stadium akhir. Saat sibuk memuji dirinya, ponsel miliknya berbunyi. Ternyata itu panggilan grub dari Gavin dan Raefal.
📞
“*Hahaha... Ngakak gua anj*r!!” Terdengar Gavin tertawa terbahak bahak*.
“Hooh, Ken bentar lagi malem jangan lupa main kuda kudaannya ya?! Hahaha...” Timpal Raefal sembari tertawa.
“*Eh b*ngke, lo tau dari mana gua udah married??” Tanya Kenzo terkejut*.
“Adek lo lah... Siapa lagi coba??” Jawab Gavin masih diselingi tertawa kecil.
“Cie, cie... Baru lulus langsung dapet bini... Enak tuh Ken, manfaatin lah.” Tambah Gavin.
“Hahaha... Bener juga lo Vin.” Sahut Raefal.
“Kalo lo nggak mau, buat gua aja gak ap—”
“Gua bunuh lo baru tau.” Potong Kenzo.
“Cie posesif...” Goda Raefal membuat Kenzo jengah.
“Oh iya Ken, gua punya video tips biar main kuda kudaannya lancar tanpa hambatan.” Ucap Gavin.
“Hah?! Maksud lo?? Jangan bilang lo ngirim video yang nggak nggak, Astghafirullahalazim tobatlah wahai anak muda.” Ucap Kenzo sok menceramahi.
“Halah sok ceramah lo... Dahlah mending kita bobok ya nggak bungsu??” Ucap Gavin.
“Hooh, Semangat bermanis manis raja onar.” Ejek Raefal.
“Eh, bungsu!! Awas aj—”
Tut.
__ADS_1
Belum Kenzo protes, telefon lebih dulu diputuskan. Kenzo yang kesal pun melempar ponselnya ke sofa sebelahnya. Beruntung Alzero tidak ada saat telefon tadi. Mereka biasa seperti itu jika membahas sesuatu yang tidak penting. Mereka tau jika ada Alzero maka akan mendapatkan omelan atau bahkan pukulan darinya.
Tau gitu gua tambahin Al tadi... Biar mereka tau rasa... Si Ela juga jadi anak emberan banget... Kagak ngerti apa kakaknya lagi menderita, adek durhaka emang. Umpat Kenzo.
Cklekk!
Pintu walk in closet terbuka. Tampaklah Alina yang keluar dengan baju tidur bercorak mikey mouse itu. Dan yang membuat Kenzo membelakan matanya adalah saat dia melihat bagian paha putih Alina terekspos jelas.
(Style Alina.)
Sedangkan dengan Alina sendiri bingung saat melihat tatapan Kenzo padanya. Jujur hanya pakaian itu yang tertutup. Meskipun tidak bagi Alina. Tapi itu lebih baik daripada pakaian sejenis lingerie. Dan Alina sudah menduga jika itu semua disiapkan oleh Lina. Saat itulah Kenzo berjalan mendekati wanita yang kini sah menjadi istrinya.
"Ken, apa yang—"
Cup.
Belum Alina selesai bicara, Kenzo lebih dulu menc*um bibir mungil dan merah alami milik Alina. Tentu hal itu membuat Alina terkejut. Memang bukan yang pertama, tapi sensasi ini pertama kali Alina dapatkan saat Kenzo memainkan lidahnya. Dan saat Alina hendak mendorong tubuh Kenzo, Kenzo justru menariknya lebih dekat dengan tangan melingkar pada pinggang istrinya.
"Cukup gua yang liat lo pake baju ini... Paham lo??" Ucap Kenzo sembari membelai wajah Alina. Tampak Alina menganggukan kepalanya pelan.
"Dan iya... Gak usah baper dulu, gua c*um lo itu sebagai contoh seorang suami yang berusaha menerima istri cupu kayak lo... Paham lo??" Timpal Kenzo.
"Paham." Jawab Alina sembari menunduk.
"Udah sana masakin makan malam, gua laper." Ucap Kenzo dengan mudahnya.
"Kamu gak bisa masak??" Tanya Alina lirih.
"Bisa, tunggu sebentar." Ucap Alina lirih. Buru buru dia keluar dari kamarnya.
"Diketusin dikit aja nunduk, apalagi gua bentak pasti pinsan.... Hahaha." Ucap Kenzo. Dia tidak tau jika Alina sangat takut dimarahi, dibentak, apalagi dipukul. Itu karena Alina trauma dengan bullyan Kify dan teman temannya.
Sedangkan dengan Alina. Dia memakai celemek dan mengambil beberapa sayur dan daging ayam. Pertama Alina menanak nasi agar saat masakannya selesai, nasi sudah matang. Saat mencuci sayurnya, Alina teringat pada Lala. Dia sangat merindukan sahabat yang sudah seperti saudaranya sendiri.
Biasanya Lala yang mencuci dan memotong sayurannya... Sekarang aku melakukannya sendiri untuk pria yang sudah sah menjadi suamiku... Terlalu cepat, dan terasa agak aneh. Batin Alina. Dengan gesit Alina berkutat di dapur.
Lama menonton televisi, Kenzo penasaran dengan yang dilakukan Alina. Mungkinkah wanita cupu seperti Alina itu bisa memasak?? Begitulah isi hati Kenzo mengejek Alina. Padahal dia tidak tau seberapa enaknya masakan Alina.
Sesampainya di dapur, Kenzo melihat Alina yang serius memasak. Itu membuat kecantikan Alina tambah menjadi 100%. Dan Kenzo yang narsis itu enggan mengakui kecantikan istrinya.
"Udah belom masaknya?? Lama bener dah." Ucap Kenzo sembari menarik kursi di ruang makan untuknya duduk.
"Sebentar lagi sudah siap." Jawab Alina dengan nada lirih seperti biasanya.
"Lo bisa nggak sih bicaranya dikerasin dikit." Ucap Kenzo namun tidak direspon oleh Alina. Hal itu pun membuat Kenzo kesal karena merasa terabaikan. Setelah semua siap, Alina meletakannya dimeja makan. Dan saat Alina hendak pergi, Kenzo menceghat.
"Lo juga makan sini." Ucap Kenzo. Tampak Alina terdiam karena sejujurnya dia juga sangat lapar.
"Gak usah baper, gua cuman kagak mau lo sakit... Ntar gua juga yang repot." Timpal Kenzo. Padahal Alina tidak memikirkan hal itu. Dia pun duduk berhadapan dengan Kenzo dan mulai memakan makanannya.
Semoga ini Awal yang baik... Amin. Batin Alina sedikit melirik ke arah Kenzo.
Di Vila Alzero
__ADS_1
Ashel baru pulang setelah mengantar Farrel lebih dulu. Dan dia terkejut saat melihat Alzero yang tampak menunggu dengan tatapan dingin. Ashel menarik napasnya dan mendekati sang kakak.
"Baru pulang?? Darimana saja kamu??" Tanya Alzero.
"Dari sekolah tuan." Jawab Ashel sedikit menundukan pandangannya. Dan panggilan “Tuan” dari Ashel membuat Alzero kesal.
"Kenapa kamu berbohong kalau ada acara pagi di sekolah??" Tanya Alzero.
"Karena aku tidak mau menjadi perusak suasana di acara penting anda tuan." Jawab Ashel. Alzero memegang kedua bahu Ashel erat.
"Kau tau dengan kau tidak datang.... Justru menjadi perusak suasana disana!! Dan kamu juga diam diam hadir tanpa memberitau ku, apa kau pikir kakak tidak sakit karena sikapmu?? Sakit Ashel, sangat sakit!! Terlebih kau memanggilku tuan... Kamu pikir aku majikanmu??!! Jangan dengarkan apa yang Zaina katakan." Omel Alzero dengan emosi meluap sampai sampai memanggil nama Zaina. Dan Ashel hanya menunduk begitu mendapatkan omelan dari Alzero.
Aku akan menyelidiki hal ini... Dan mengajak Ashel untuk tes DNA... Aku yakin ada yang salah dengan itu. Batin Alzero. Alzero menghela napas panjang dan merangkul Ashel.
"Kita masuk sekarang... Kamu mandi, sholat habis itu makan malam bareng." Ucap Alzero.
Ashel pun menganggukan kepalanya paham. Dan saat melewati ruang keluarga, Ashel merasa tidak enak begitu mendapat tatapan tajam dari Zaina. Ashel buru buru masuk ke kamarnya. Ashel terlalu banyak mendapat penderitaan.
Pertama dia dimanfaatkan oleh wanita yang dia harap bisa menjadi tempat bersandar saat dia sedih tanpa Ashel sadari. Kedua dia sedikit syok saat tau Farrel juga mencintai wanita yang sama. Dan yang terakhir, tentu mendapatkan hinaan dari Zaina.
Aku harus sedikit egois sekarang... Mungkin Farrel menyukainya tapi selama mereka belum menjalin hubungan, aku akan berusaha memperjuangan Celani... Sepertinya akan lebih baik aku tinggal di apartemen, jika aku terus disini hanya akan membuat pertengkaran. Batin Ashel. Dia pun mengambil handuk dan masuk kedalam kamar mandi guna membersihkan diri.
Sedangkan di ruang keluarga. Suasana menjadi sangat dingin lantaran Alzero mengabaikan Zaina. Dia merasa sangat kesal karena sikap Zaina yang terlalu memojokan Ashel. Untuk itu secara diam diam Alzero memasang cctv diberbagai titik.
"Belain terus si Ashel... Nanti juga dia nyadar kalau kamu bukan siapa siapanya." Ucap Zaina.
"Cukup bund! Kalau memang Ashel bukan adikku, aku akan langsung mengangkatnya jadi adikku... Bunda tunggu saja hasil tes DNA dan bukti bukti kalau Ashel adalah putramu." Ucap Alzero dingin.
"Maaf menyela tuan... Makan malam sudah siap." Ucap Sari pelayan baru di Vila.
Alzero langsung menambahkan 3 pelayan karena Rio sibuk mencari bukti bukti mengenai Ashel. Alzero menganggukan kepalanya mengerti dan menuju ke kamar Ashel. Saat hendak mengetuk pintu, samar samar Alzero mendengar Ashel yang sedang berdoa.
"Lindungilah kakak, tuan dan nyonya Caesar dimana pun mereka berada Ya Allah... Hamba sangat menyayangi mereka, hanya mereka yang aku punya... Dan bukakanlah hati nyonya Caesar agar tidak membenci hamba, hamba sangat ingin dipeluk dan diberikan kasih sayang seperti kakak... Dan bantulah hamba untuk meluluhkan hati seseorang yang aku cintai... Ku mohon kabulkan doaku Ya Allah... Aminyarobalallamin." Begitulah kesungguhan Ashel berdoa.
Dan hal itu membuat Alzero tersentuh karena setiap kali Ashel berdoa tak luput mendoakannya bahkan mendoakan Zaina yang sangat membencinya itu. Entah terbuat dari apa hati Ashel, hingga dia membalas kejahatan dengan kebaikan.
Kakak menyayangimu Ashel. Batin Alzero.
Tok. Tok. Tok.
"Ashel makan malam sudah siap." Ucap Alzero.
Cklekk!
"Kakak, seharusnya kakak makan saja lebih dulu... Tidak perlu menunggu ku." Jawab Ashel.
"Tidak enak jika makan tanpamu." Ucap Alzero.
"Tanpa kakak ipar kali kak... kasihan gak bareng kakak ipar." Ejek Ashel membuat Alzero menjewer telinga Ashel.
"Aku akan selalu bersama dengan Lala, jika sudah menikah." Ucap Alzero.
"Lalu kakak akan melupakan aku dan membuat 10 keponakan." Ejek Ashel membuat Alzero tersenyum.
"Kakak tidak akan melupakan adik kesayanganku." Ucap Alzero. Keduanya tampak tertawa kecil dengan candaan mereka.
__ADS_1