My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
Season 2 Episode 58


__ADS_3

...Dilukai atau melukai, lebih baik aku dilukai olehnya daripada aku melukainya karena salah satu definisi cinta adalah dilukai daripada melukai wanita yang aku cintai. ~Raka Azura Zaryana. ...


...🥀MHKOT2🥀...


"Kotak ke 1 untuk associations, kotak ke 2 untuk para ketua Devisi, dan kotak ke 3 untuk ketua CS.s." Ucap Yudha. Raka menganggukan kepalanya mengerti. Dia pun membuka kotak ke 1 dan satu per satu memberikannya pada anggotanya dengan tangan Raka sendiri.


"Mundur penakut maju penakluk!" Begitu para anggota yang mengucapkan selogan CS.s begitu mendapatkan hoodie tersebut. Maksud dari selogan itu, setakut apapun jika tetap maju untuk tawuran maka dia dijuluki penakluk.


"Berdiri didepan bukan berarti tameng satu orang, melainkan benteng untuk 95 orang." ~Selogan para ketua Devisi.


"Sedikit bicara banyak bertindak." ~ Selogan ketua CS.s.


"BRAVOO!!!!!!!" Begitu teriak mereka yang bahagia dengan peresmian hoodie CS.s, ada yang penasaran??



(Visual Hoodie Associations(Anggota.))



(Visual Hoodie ketua Devisi.)



(Visual hoodie ketua CS.s)


Apa ini geng motor kak Raka sebenarnya?? Batin Mia antara kagum dan terkejut.


"Mia!" Panggil Raka dengan nada agak tinggi.


"Ah iya??"

__ADS_1


"Ayo pulang." Ucap Raka dengan suara netral.


Mia pun menganggukan kepalanya dan membuntuti Raka. Mereka pun kembali ke rumah masing masing dan bersiap untuk tawuran lusa. Begitu melewati taman kota, Raka bernapas lega saat tidak melihat kakak dan ketiga sahabatnya itu.


Sesampainya di depan kediaman Saputra, Mia pun turun dari motor Raka. Dan dia terkejut saat Nala tiba tiba datang dan tanpa babibu memeluk Raka. Raka Arka dan Kay pun ikut terkejut. Terlebih melihat seekor singa yang siap memakan mangsanya.


"Udah daritadi ditunggu akhirnya dateng." Ucap Nala. Namun pelukan mereka tak bertahan lama saat Daffin menarik istrinya.


"Sayang! Kamu akhir akhir ini aneh?? Kamu kenapa sih ha!!" Ucap Daffin sedikit dengan nada tinggi. Yang mana membuat Nala berkaca kaca.


"Kamu... Kamu jahat!!! (Berlari pergi.) Mama Daffin kasar mau nikah sama orang lain aja!" Teriak Nala membuat mata Daffin membulat.


"Kaka ipar." Ucap Mia menyusul Nala dan membuat Raka kecewa karena sedari tadi dia menunggu kata terima kasih darinya.


Lo berharap apa sih Rak??! Batin Raka kemudian melajukan motornya.


"Eh... Oi Zaiman! Arka bilangin abang kamu terima kasih." Ucap Daffin.


"Siap kak, Arka pulang dulu!! Assalamualaikum!" Pamit Arka kemudian melajukan motornya. Begitu Arka pergi, Daffin pun masuk dan menyusul sang istri.


"Gak aku apa apain, lagian dia langsung meluk si Zaiman... Dikira aku gak cemburu apa??" Kesal Daffin.


"Tapi kan ini bawaannya anak kamu—ups!" Ucap Nala keceplosan.


"Anak aku?? Sayang... Kamu... Kamu hamil??" Tanya Daffin dengan mata berbinar. Namun bukannya menjawab, Nala justru kembali menangis.


"Hiks... Hiks... Kan... Kan ketahuan... Hiks... Padahal kan buat surprise kamu ulang tahun." Ucap Nala yang mana membuat Daffin semakin bahagia.


"Kamu beneran hamil?? (Nala menganggukan kepalanya.) Hamil anak aku??" Ucap Daffin sembari memberikan ciuman diseluruh wajah Nala.


"Jadi mama bentar lagi bakalan jadi nenek?? Suamiku!!!" Panggil Nia sembari ke kamar menyusul suaminya.

__ADS_1


"Kamu gak marah kan karena aku rahasiain ini??" Tanya Nala takut takut.


"Nggak sama sekali sayang, apalagi tau niat kamu sebenernya... Aku bahagia banget sayang ku." Jawab Daffin sembari memeluk Nala. Nala pun membalas pelukannya dengan senyuman pula.


Di Kediaman Azura


Dengan wajah ditekuk, Raka masuk kedalam vila. Dan hal pertama yang dia lihat adalah sang kakak tengah bermesraan di ruang tamu. Yang mana membuat Raka tersenyum canggung.


"Ekhem!! Cari tempat yang good dong bang, masa di ruang tamu... Untung aku yang dateng, kalo bapak presiden gimana?? Kena pasal ntar." Ejek Raka. Rasya yang malu pun berlari kecil menuju ke kamarnya. Sedangkan Kenzie tampak menahan emosi dan...


Brukkhh!


"Ettsss gak kena bleee!!!" Ejek Raka kemudian pergi ke kamarnya.


"Dasar adek l*knat!" Umpat Kenzie sembari memungut bantal sofa yang dia lempar tadi.


"Assalamualaikum, Arka pulang... Loh abang tumben gak sama kak korea?? Dianggurin ya??" Ejek Arka. Belum lagi Arka bicara, Kenzie melempar bantal sofa dan mengenai wajah Arka.


"ABANG!!!!"


"Mampus!! Hahaha!!!!" Ucap Kenzie pergi meninggalkan adik bungsunya itu. Dengan wajah kesal, Arka menaruh kembali bantal sofa dan ke kamarnya guna membersihkan diri.


"Ganggu aja sih! Sayang, yuk pindah aja... Kalo perlu di puncak gunung Bromo biar gak di ganggu sama si kembar mulu." Rangek Kenzie sembari memeluk Rasya manja.


"Mas kamu ini... Toh si kembar kan cuman bercanda, kamu jangan kayak gitu." Ucap Rasya sembari hendak melepaskan pelukan suaminya. Namun Kenzie semakin mengeratkan pelukannya membuat Rasya pasrah.


"Jangan lepas... Aku lagi ngambek!" Ucap Kenzie sembari memanyunkan bibirnya.


"Oh suami aku lagi ngambek nih... (Membalikan posisinya sehingga berhadapan dengan Kenzie.) Haha, mas kayak anak kecil tau ih... Jangan manyun gitu." Ucap Rasya sembari mencubit pipi suaminya.


"Huh! Cium dulu, ntar gak ngambek!!" Ucap Kenzie sembari tersenyum miring.

__ADS_1


"Gak mau!! (Kenzie memeluk Rasya erat.) Mas lepasin ih!!! Gak mau ntar—Humpphhh!!!" Ucapan Rasya terjeda saat Kenzie mencium bibirnya. Kenzie mengukung tubuh Rasya dan menutupi kedua tubuh mereka dengan selimut. Keduanya pun menghabiskan waktu bersama.


...🥀🥀🥀 ...


__ADS_2