
JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖
TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘
I LOVE YOU READERS😙💕
...🥀MHKOT2🥀...
Siang Harinya
Mia sudah diizinkan untuk pulang karena memang keadaannya sudah kembali fit. Bukan hanya itu, ujian terakhirnya pun selesai dan sekarang Mia hanya menunggu hari kelulusannya.
"Mia kamu istirahatlah lagi, ujianmu sudah selesai bukan?? Besok juga kamu libur ja—"
"Iya kakak ipar, kakak ipar tidak perlu khawatir." Ucap Mia memotong. Dia tidak habis pikir jika sang kakak ipar akan secerewet itu saat dia sakit.
"Kalau begitu kakak ke kamar dulu ya, mau mandi... Cepet sembuh sayang." Ucap Nala kemudian pergi.
"Oke kak." Jawab Mia sembari menatap Nala pergi. Kini Mia sendirian di kamar. Lalu dimana Nia dan Gavin?? Jangan tanya dong, tentu saja mereka tengah membuat adek baru dan Mia tidak heran itu.
"Kenapa kak Raka gak masuk?? Kan cuman ada Darren... Kalau kak Raka masuk terus jelasin, Mia pasti percaya kok." Lirih Mia. Entah mengapa dia merasa takut jika Raka benar benar menjauhinya.
Sedangkan dengan Nala, dia menutup pintu kamarnya dan melepaskan pakaiannya. Menyisihkan tank top dan celana pendeknya. Dia pun meletakan pakaian kotornya pada tempatnya kemudian hendak masuk kedalam kamar mandi. Namun, dia mengurungkan niatnya saat seseorang memeluknya dari belakang. Siapa lagi kalo bukan Daffin.
"Jangan hindarin aku sayang... Aku salah, aku minta maaf ya." Ucap Daffin sembari menciumi curuk leher Nala. Yang mana membuat Nala risih lantaran dia berkeringat.
"I.. Iya, lepasin! Nala mau mandi." Jawab Nala sembari berusaha melepaskan diri. Namun tetap saja percuma karena bahkan Daffin tak bergeming seinchi pun.
"Kalau begitu kita mandi bersama." Ucap Daffin kemudian memanggul Nala layaknya karung beras.
"Gak mau!! Nala mau mandi sendiri.... DAFFIN!!!" Ucap Nala memberontak. Tetapi sudah terlambat! Mereka berdua sudah berada di dalam kamar mandi dan tentu kalian tau apa yang bambang Daffin ke neng Nala lakukan bukan?? Wkwkwk🤣
"Sial!! Sial!!! Sialll!!!! Kenapa Ray dan Kila sulit sekali dihubungi... Nyawaku sedang terancam, jika Daffin tau aku hamil palsu.... Dia bisa saja membunuh ku, aku harus pergi dari sini." Ucap Laura sembari berkemas. Baru saja hendak mengeluarkan baju dari lemari, Gavin datang dan memergokinya.
"Ingin kabur setelah mengerecoki rumah tangga putraku??" Ucap Gavin yang mana membuat Laura menoleh. Dan mata Gavin membulat saat melihat perut Laura yang rata.
__ADS_1
"Jadi kau pura—"
"Dasar wanita kurang ajar!" Pekik Nia kemudian menampar wajah Laura.
Plakkkkkkk!!!
"Jadi kau!!!! Kaulah penyebab semua ini!!! Katakan?!!! Kau yang hampir membunuh putriku kan?!!" Ucap Nia penuh amarah.
"Iya!!!! Kenapa?!! Aku ingin melihat keluarga Saputra dan Raka Azura itu menderita melalui putrimu.... Kau tau kenapa?!!! Karena kau merebut om Gavin dari ibuku Dita!!! Kau itu hanya pelayan yang tidak tau diri dan menggoda majikanmu—"
Plakkkkk!!!!
Kali ini bukan Nia maupun Gavin yang menampar Laura. Melainkan Mia. Gadis yang dikenal lemah lembut dan dingin itu tiba tiba menamparnya.
"Jangan.... Hina..... Mama.... Mia!!!" Ucap Mia dengan wajah dinginnya.
"Dasar anak tidak tau—"
"Ingin menampar adikku??" Ucap Nala menapis tangan Laura yang hendak menampar Mia. Bertepatan dengan itu, Daffin datang dengan anak buahnya.
"Bawa wanita ini dan sandra dia!" Titah Daffin.
Anak dari Julian dan Aurel?? Batin Gavin.
"Mia kamu baik baik aja kan??" Tanya Nala sembari mengabsen Mia takut ada yang terluka.
"Iya kak, makasih ya udah tolongin Mia." Jawab Mia. Nala hanya menganggukan kepalanya sebagai respon. Dan Nala membelakan matanya terkejut saat Daffin tiba tiba memeluknya dari belakang.
"Sayang, berhenti mengabaikanku yah... Aku salah." Ucap Daffin yang mana membuat Nala risih sekaligus malu.
"Mia sayang ayo pergi, biarkan kakakmu berduaan." Ucap Gavin kemudian ketiganya pun pergi. Tak lupa mereka menutup kamar tersebut.
"Mia... Mam—Humpphhh!!!" Pekik Nala saat Daffin menciumnya tiba tiba.
Brukhhhh!
__ADS_1
Daffin membaringkan tubuh Nala diatas ranjang.
"Tadi hanya 1 ronde... Mari kita lakukan 4 ronde lagi." Bisik Daffin dan langsung menyerang sang istri.
...🥀🥀🥀...
"Fatimah kamu dimana?? Kamu baik baik aja kan?? Kamu bakalan balik lagi ke aku kan??" Lirih Arka sembari memejamkan matanya. Dan dia terkejut saat Raka tiba tiba datang kemudian melempar jaketnya tepat dimukanya.
"Astghafirullah abang!! Kaget tau gak?!" Pekik Arka yang mana membuat Raka baru sadar jika ada seseorang yang berbaring di sofa.
"Ya maaf... Kok sepi, mana yang lain??" Tanya Raka.
"Abang lagi kencan... Mommy sama daddy lagi pergi ke rumah oma, karena abang udah pulang... Yuk jalan jalan, naik motor." Jawab Arka dengan mata berbinar.
"Kamu aja sono... Aku mo mandi terus bobok siang." Ucap Raka kemudian meninggalkan Arka sendiri.
"Huftttt!" Raka menghela napas panjang begitu sampai di kamarnya.
Prankkk!!!! Prankkkk!!!
Dan seperti biasa, jika dia marah barang barang disampingnya menjadi sasaran. Senyuman manis Mia, itu seharusnya untuknya bukan untuk Darren yang mengaku ngaku.
"Sejak ada huruf MIA di hati gua... Gak bakalan gua biarin siapa pun ngerebut dia dari gua... Gua bakalan dapetin dia baik secara halus maupun secara kasar!" Ucap Raka. Bertepatan dengan itu dia mendapatkan pesan dari Daffin.
(Kakak Ipar)💬
Kakak Ipar: Maafin Mia, dia gak tau kebenarannya... Jangan jauhin dia, dia udah tau dan bakalan berterima kasih ke lo Zaiman.
~10.57
^^^Ok👌^^^
^^^~13.43^^^
Kakak ipar emang the best. Batin Raka dengan mood yang sudah kembali membaik.
__ADS_1
...🥀🥀🥀...
MAAF YA PENDEK LAGI, KURANG ENAK BADAN JADI DOAIN YA MOGA CEPET SEMBUH BIAR UPDATENYA BANYAK LAGI KEK BIASANYA🙂