My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
BAB 66


__ADS_3

••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


👩‍💻Sebelum membaca, biasakan like, vote, dan komentarnya readers😘💕


👩‍💻Jangan Lupa mampir ke karyaku yang lain ya❤😘


👩‍💻Ingat, ini hanya imajinasi author dan tidak bermaksud menjelek jelekan profesi atau lainnya😉🤗😘


👩‍💻Terima kasih dan happy reading semua❤


📖📖📖


👩‍💻I Love You Readers❤❤❤❤❤


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


3 Bulan kemudian


Calvin dan Renasya menatap sahabatnya yang masih terbaring. Dia seolah enggan membuka matanya. Sudah tiga bulan berlalu tapi Ashel masih dalam keadaan kritis atau lebih tepatnya koma. Setelah diselediki, ternyata mobil yang menabrak Ashel ada masalah. Rem blong dan kecepatannya tidak stabil membuat Ashel terpental sekitar 5 meter.


"Kapan lo bangun?? Bentar lagi test... Siapa yang ngasih gua kisi kisi??" Ucap Calvin menatap wajah Ashel.


"Lo gak ada niatan gitu buat bangun?? Lo masih hutang penjelasan ke gua Shel." Kini Renasya menimpali.


"Ashel akan segera bangun." Ucap Zaina.


"Tante." Ucap Calvin. Keduanya pun menjabat tangan Zaina dan mencium punggung tangannya.


"Kalian berdua sering berkunjung... Apa kalian tidak lelah??" Tanya Zaina.


"Tidak tante, kita pengen liat perkembangan Ashel... Sesekali beri dia semangat seperti yang dokter sarankan." Jawab Renasya. Tampak Zaina tersenyum menatapnya.


"Kalian berdua cocok... Kalian berpacaran??" Tanya Zaina.


"Ti... Tidak tante, kami hanya bersahabt saja... Lagi pula Rena sudah memiliki pacar... Jadi kami tidak ada apa apa." Jawab Calvin.


"Begitu ya... Tante salah sangka, tante keluar dulu ya." Ucap Zaina dan diangguki oleh keduanya.


"Haish, lo denger itu Shel?? Banyak banget yang ngira kita pacaran padahal kan cuman temenan... Lo bangun kek jelasin ke semua orang." Ucap Calvin.


"Lo tau darimana gua dah punya pacar??" Tanya Renasya membuat Calvin menatapnya.


"Alfa sama Devan... Ya karena kita sering pergi bareng dikira apa apa jadi mereka yang ngasih tau." Jelas Calvin.


Padahal gua sama Valdo udah putus waktu itu... Syukurlah gak ada yang tau, kalau tau bisa bisa salah paham. Batin Renasya.


"Mereka emang gitu... Pak Hamzah penasaran kemana Ashel, secara dia kan kagum sama ketekunan Ashel... Udah 3 bulan gak keliatan pasti pak Hamzah penasaran." Ucap Renasya membuat Calvin terdiam dan menatap wajah tampan Ashel.


"Ashel emang di sukai banyak orang... Bukan cuman ganteng, dia mau temenan sama siapa aja dan gak mandang harta atau pun fisik... Gua beruntung punya sahabat kayak dia... Tapi, kenapa ada aja yang manfaatin Ashel... Awas aja kalo ada yang manfaatin Ashel lagi, gua sumpahin dia gak bakalan bahagia... Mampus tuh!" Ucap Calvin membuat Renasya terdiam.


"Kalian masih disini??" Tanya Lala masuk kedalam ruangan diikuti oleh Alzero.


"Iya, sedikit curhat ke Ashel... Tapi dia gak bangun, awas aja kalau udah bangun... Aku bakalan minta di traktir makanan... Iya nggak Ren?" Ucap Calvin dan direspon anggukan oleh Renasya.


"Kalian ini memang pasangan serasi." Ucap Alzero sembari menggelengkan kepalanya pelan.


Lagi?? Batin Calvin lagi lagi mendengar ucapan itu.


Lagi?? Batin Renasya.

__ADS_1


"Ah... Besok mulai persiapan test, kita pulang dulu ya kak... Yok Ren." Ucap Calvin sembari menarik tangan Renasya.


"Ashel lo harus sadar, gak sadar gua bakalan bikin kakak lo bangkrut." Ucap Calvin diambang pintu kemudian pergi. Hal itu membuat Lala tertawa kecil.


"Mereka berdua memang lucu... (Menatap Ashel.) Kau dengar itu Ashel?? Bangunlah, bagaimana jika kakakmu itu bangkrut oleh Calvin??" Ucap Lala. Tidak ada jawaban, hanya ada suara mesin pendeteksi detak jantung.


"Aku tidak akan bangkrut, bahkan sampai 30 tahun tidak bekerja." Ucap Alzero membuat Lala menatapnya.


"Aku tau." Lirih Lala membuat Alzero tersenyum. Dia menarik pinggang Lala supaya mendekat.


"Dan kau juga harus tau... Kalau Aku sangat mencintaimu Lala." Bisik Alzero membuat Lala merona. Alzero yang gemas itu mencubit pipi Lala.


"Ro apa yang kamu lakukan??" Ucap Lala sembari menghusap pipinya.


"Kamu menggemaskan saat malu." Ucap Alzero. Keduanya pun tertawa kecil.


"Emm, Ro... Apa Gavin benar benar menyukai Nia??" Tanya Lala. Alzero yang tadinya menatap Ashel pun beralih.


"Dia menyukai semua wanita... Bahkan dirimu." Jawab Alzero.


"Ro... Aku bertanya serius." Ucap Lala sembari mengecurutkan bibirnya.


"Kenapa kamu tiba tiba menanyakannya hal itu??" Tanya Alzero.


"Gavin memperlakukan Nia berbeda dari pacar pacarnya... Aku juga tidak sengaja melihatnya menc*um Nia paksa hanya karena Nia dekat dengan Zicko." Jelas Lala.


"Sepertinya begitu... Kamu tidak menyukai Zicko karena dia menyelamatkanmu di club kan??" Tanya Alzero sembari menatap tajam Lala.


"Tentu tidak... Aku hanya berterima kasih padanya." Jawab Lala tanpa kebohongan sedikit pun.


"Baguslah... Aku lega mendengarnya." Ucap Alzero.


Di Vila Kenzo


"Pudding pandan sama tumis udang titik!" Ucap Celani.


"Heh, enak bener... Aku alergi udang... Pokoknya salad buah sama kepiting balado!" Ucap Kenzo.


"Kakak! Aku alergi kepiting, pokoknya—"


"Udah... Udah... Kalian ini ribut mulu, oma jadi pusing." Ucap Madira menengahi.


"Biarkan dia bunda, kakak beradik memang begitu." Ucap Roni.


"Kak Ken yang nyeselin Oma, sok ganteng!" Ucap Celani menatap tajam kakaknya.


"Heh, Aku emang ganteng kok... Buktinya jadi cassanova di kampus." Ucap Kenzo dengan narsisnya.


"Cassanova apaan, masih gantengan kak Gavin sama kak Al." Ucap Celani membuat Kenzo melotot.


"Udah udah... Ela, Ken diam!" Ucap Dicko membuat keduanya terdiam. Hal itu membuat Alina menahan tawa lantaran Kenzo menundukan kepalanya seperti anak TK yang diomeli gurunya.


"Oh iya sayang... Kan udah hampir setengah tahun menikah, kalian gak berniat buat honeymoon ke Bali??" Tanya Lina membuat wajah Alina berbinar. Karena memang sejak dulu dia sangat ingin ke Bali. Dia sangat penasaran dengan pantai dan keindahan alam disana.


"Gak, akhir akhir ini sibuk bikin skripsi... (Alina menundukan pandangannya.) Lagian gak perlu honeymoon segala, di rumah juga cucu tetep on the way." Ucap Kenzo membuat kedua orang tuanya dan ayah mertuanya tertawa kecil.


"Baiklah... Baiklah, terserah pada kalian... Mommy cuman kasih saran aja." Ucap Lina.


Roni menatap Alina yang tampak menyembunyikan rasa sedihnya dengan tersenyum. Dia tau betul jika Alina sangat ingin ke Bali. Tapi, Alina tidak bisa menolak keinginan Kenzo karena memang Kenzo belum mengakuinya. Alina berpikir setelah Kenzo menyentuhnya, dia akan mengakuinya. Nyatanya tidak dan itu membuat Alina sedih.

__ADS_1


Alina pun ke kamarnya guna membersihkan diri. Begitu juga dengan Kenzo yang memilih beramin ponsel sembari duduk dibibir ranjang agar tidak diganggu Celani. Begitu Alina keluar kini giliran Kenzo mandi.


Baby I'm right here...


Saat Alina tengah mengeringkan rambutnya, tiba tiba ponsel milik Kenzo berbunyi. Tentu membuat Alina terkejut. Dia menatap layar ponsel Kenzo. Hatinya merasa tersayat begitu melihat nama yang tertera


*Aurel My Wife❤*.


Siapa Aurelia?? Sepertinya dia sangat penting untuk Ken... Jika kuangkat, apa Ken akan marah?? Batin Alina. Dia pun pergi setelah ponsel berhenti berdering.


Namun, baru melangkah ponsel Kenzo kembali berdering membuat Alina memberanikan diri mengangkatnya. Dia pun menempelkan benda pipih itu pada pipinya.


📞


“Hallo sayang...”


“Maaf maksud gua Kenzo... Gua udah balik loh, gimana kalo kita ketemuan ntar malam... Gua tunggu, bay.”


Tut.


Panggilan berakhir singkat. Seolah si penelfon itu tau jika yang mengangkatnya Alina. Alina menatap ponsel Kenzo dan merasakan sakit didadanya. Bertemu malam malam dengan wanita lain?? Bahkan Alina sendiri tidak pernah diajak pergi keluar malam hanya sekedar ke taman hiburan atau makan malam berdua.


"Heh cupu!" Bentak Kenzo sembari merampas ponselnya dari tangan Alina.


"Kenapa lo angkat ha?!!! Gua kan udah bilang berkali kali jangan sentuh handphone gua!!" Omel Kenzo membuat Alina menunduk takut dengan mata berkaca kaca.


"Ta... Tadi, ponselmu terus berbunyi... Ku pikir penting jadi kuangkat—"


"Alesan lo!!! Apa yang Aurel ngomong tadi?? Jawab!!!" Bentak Kenzo membuat air mata Alina menetes.


"Di.... Dia bilang sudah kembali... Dan mengajakmu bertemu nanti malam." Jawab Alina.


"Sial!! Dasar istri gak guna!!" Ucap Kenzo. Dia keluar masih memakai handuk kimono dengan membanting pintu kamarnya.


Apa aku salah hanya mengangkat telefonnya sampai mengataiku istri tidak berguna. Batin Alina dengan air mata menetes. Di balkon, Kenzo kembali menelfon Aurel.


📞


“Iya Ken?? Tadi gua telefon lo gak ngomong.”


“Sorry, tadi si Celani yang angkat... Lo beneran ngajak gua ketemuan??” Tanya Kenzo tampak bahagia.


“Iya... Di Sweet Cafe, ntar malem gua tunggu.”


“Gua anggap ini kencan pertama kita... Dan lo jangan larang gua buat perjuangin lo.” Ucap Kenzo.


“*Hahaha... Lo mau gua dijuluki p*lakor?? Gua tau lo udah married, dan gua tau tujuan lo nikahin dia*.”


“Jadi, lo mau kan nunggu gua??” Tanya Kenzo.


“Boleh aja... Gua mau nerima lo kalo lo udah cerai sama istri lo.”


“Lo nggak usah khawatir, gua cuman cinta ke lo doang... Gua nikahin dia cuman manfaatin dia kok.” Ucap Kenzo meyakinkan.


“Oke Oke... Gua tutup telefonnya.”


Tut.


Apa gua bener bener mau ceraiin si cupu?? Ntar yang layanin gua, nyiapin baju gua siapa?? Tunggu... Ken, Aurel udah balik... Cewek yang lo suka dan layak jadi istri lo... Inget, lo gak bakalan nyesel... Gak bakalan. Batin Kenzo menolak jika dia mulai nyaman dengan Alina.

__ADS_1



(Visual Aurel Putri Jonathan.)


__ADS_2