
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
👩💻Sebelum membaca, biasakan like, vote, dan komentarnya readers😘💕
👩💻Jangan Lupa mampir ke karyaku yang lain ya❤😘
👩💻Terima kasih dan happy reading semua❤
📖📖📖
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Di Kediaman Saputra
Terdengar gelak tawa dari Gavin dan Raefal. Sedangkan Alzero hanya memandangnya enggan. Gavin pun merangkul leher kekar Kenzo.
"Gila lo, gua pikir lo nggak bakalan terima." Ucap Gavin sembari tertawa.
"Lo pikir gua mau gitu di asrama sendirian kek orang ilang. Mending gua terima aja, lagian gua cari kesenangannya aja dulu... Habis kuliah gua cerain dia." Jawab Kenzo sembari menyilangkan kedua tangannya didepan dada dan tersenyum miring.
"Eh Ken, kalo bisa nih lo nikah sekali seumur hidup." Ucap Raefal. Tampak Kenzo terkekeh memandang Raefal.
"Tergantung bini gua gimana, kalo seger dan tipe gua... Ya gua pertahanin lah." Jawab Kenzo dengan entengnya.
"Udahlah jangan dibahas, ada makanan nggak di rumah lo??" Tanya Kenzo sembari melihat sekeliling.
"Banyak, kebetulan bibik belanja kemarin... Ayo turun." Ajak Gavin. Mereka berempat pun keluar dari kamar Gavin. “Tring!” Ponsel milik Alzero berbunyi. Alzero pun menyalakan ponselnya.
"Siapa Al?? Gebetan lo ya??" Goda Gavin. Alzero pun menatapnya tajam membuat Gavin terdiam.
"Kalian turun saja dulu." Ucap Alzero.
"Oh, oke... Jangan lama lama ya." Ucap Kenzo kemudian mereka bertiga pun pergi terlebih dahulu. Alzero pun membuka pesan yang baru masuk.
💬
[Foto🖼]
New number: Bukankah dia wanita yang anda cari?
Seketika Alzero terbelak sekaligus terkejut. Tiba tiba dadanya berpicu sangat cepat dan rasa khawatir timbul. Alzero pun menjawab pesannya.
💬
Me: Jangan pernah kau berani menyentuhnya!
💬
__ADS_1
New number: Hahaha... Jika aku tidak menyentuhnya, bagaimana bisa aku mengancammu??
💬
Me: Apa yang kau mau?
💬
New number: Nanti akan ku beritahu
Siapa orang ini??? Beraninya dia mengancamku!! Batin Alzero. Saat itu tampak Raefal mendekat. Melihat wajah kesal Alzero, membuat Raefal menepuk bahu kekar sahabatnya.
"Lo nggak kenapa kenapa Al?" Tanya Raefal. Seketika Alzero menatap Raefal.
"Tidak apa apa." Jawab Alzero sembari mengetik sesuatu diponselnya.
"Oh, ya udah ayo turun... Ditungguin daritadi." Ucap Raefal dan hanya direspon anggukan oleh Alzero.
Si Al aneh bener, apa ada yang dia sembunyiin yah?? Batin Raefal.
Di Cafe
Hari ini sangat ramai dari kemarin. Dan hari ini pula hari pertama Lala bekerja disana. Bu Sinta bahkan merasa kagum dengan kecekatan Lala dalam melayani para pelanggan.
"Na, hari ini sangat ramai ya?" Ucap Lala pada Alina.
"Maklum La, sekarang libur panjang jadi banyak yang datang." Jawab Alina. Lala pun mengangguk mengerti.
Saat itu kebetulan Rio tengah singgah di cafe tersebut. Rio pun memanggil salah satu pelayan dan memesan beberapa menu. Sesekali dia melihat sekitar yang ramai pelanggan. Beberapa saat menunggu, yang dia pesan pun datang.
Ternyata ramai juga disini. Batin Rio. Mata tajam Rio tidak sengaja menangkap seseorang yang selama ini tuan mudanya cari. Hampir saja Rio tersedak karena terkejut.
Dia? Aku harus menelfon tuan muda. Batin Rio.
📞
“Hallo tuan, maaf mengganggu anda... Ada kabar yang sangat penting.” Ucap Rio.
“Kabar apa??” Jawab Alzero diseberang sana.
“Saya menemukan nona Lala tuan, dia berada di Cafe XXX.” Ucap Rio.
“Aku akan segera kesana.” Jawab Alzero diseberang sana kemudian telefon diputuskan sepihak.
"Aku harus terus memantaunya sampai tuan muda datang." Lirih Rio.
Sedangkan dengan Lala. Dia melanjutkan pekerjaannya begitu selesai berbincang ringan dengan Alina. Lala menatap Rio aneh lantaran sedari tadi tampak mengamatinya.
__ADS_1
Dan hal itu membuat Lala sedikit risih. Melihat sikap Lala membuat Alina mendekat.
"Lala kamu kenapa??" Tanya Alina.
"Tidak apa apa, hanya dia dari tadi menatap ke arah kita." Jawab Lala menujuk ke arah Rio. Alina pun menatap ke arah Rio.
"Kamu kenal dia La??" Tanya Alina. Lala pun menggeleng kepala pelan.
"Sudah jangan dipikirkan, sebentar lagi kita istirahat dan cafe juga sudah tidak terlalu ramai." Ucap Alina.
Lala pun mengangguk mengerti. Saat itu tampak seorang pria mendekat ke arah Lala. Sadar ada yang mendekat Lala bersembunyi dibelakang tubuh Alina. Hal itu tentu membuat Alina terkejut.
"Ranadiacella, beraninya kamu kabur. Ayo ikut denganku, kita kembali kesana." Ucap pria bertato itu.
"Tidak, tidak... Ak.... Aku tidak mau." Jawab Lala sembari menggeleng kepala kuat.
"Siapa kau?!! Jangan ganggu sahabatku." Ucap Alina lantang. Pria itu justru menghempaskan tubuh Alina dan menarik tangan Lala. Para pelanggan cafe pun berdiri dari duduknya lantaran terkejut.
"Lala!!! Lala!!!" Teriak Alina sembari mengejar Lala.
"Lepaskan aku!!! Aku tidak mau kembali." Ucap Lala sembari memberontak. Namun, peria bertato itu justru menggendong Lala layaknya karung beras. Lala diturunkan dan dipaksa masuk kedalam mobil.
"Masuk!!!" Teriaknya
"Tidak mau!!!" Ucap Lala sembari menggigit lengan pria tersebut.
Segeralah Lala berlari dengan air mata yang terus menetes. “Duk!!!” kepalanya merasa membentur sesuatu. Lala pun mendongak dan tampaklah peria tampan berdiri didepannya yang tidak lain Alzero. Lala berbalik dan melihat peria bertato tadi tengah berjalan mendekat. Lala pun bersembunyi dibelakang tubuh Alzero.
"Aku mohon selamatkan aku." Ucap Lala dengan isakan tangisannya. Hal itu membuat hati Alzero merasa tersayat.
"Rio bereskan dia." Ucap Alzero.
"Baik tuan." Jawab Rio.
Alzero pun berbalik menatap Lala yang ketakutan. Tangan Lala memerah mungkin karena peria tadi menariknya dengan sangat keras.
"Terima kasih tu—" Ucap Lala terpotong lantaran Alzero menariknya mendekat dengan tubuhnya dengan salah satu tangan melingkar dipinggangnya. Hal itu tentu membuat Lala terkejut.
"Kau tidak ingat siapa aku??" Tanya Alzero lembut.
"Aku... Baru bertemu dengan anda tuan, ku mohon biarkan aku pergi... Aku akan membayar jasamu lain waktu." Jawab Lala dengan wajah takut. Tampak Alzero menatap Lala dalam.
"Lala." Ucap Alina. Seketika Alzero menjauhkan dirinya.
"Lala kamu tidak apa apa?? Apa Ada yang terluka??" Tanya Alina cemas.
"Tidak... Kamu tidak perlu khawatir." Jawab Lala.
__ADS_1
"Syukurlah." Ucap Alina bernapas lega. Alina terkejut saat menatap Alzero.
Alzero?? Kenapa dia ada disini?? Dia terlihat akrab dengan Lala. Batin Alina.