
JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA๐ ๐๐
TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA๐๐
I LOVE YOU READERS๐๐
...๐ฅMHKOT2๐ฅ...
Setelah bersiap, Daffin keluar dari kamarnya dan tak lupa membawa kunci mobilnya. Saat diruang keluarga, dia melihat Nia yang tengah duduk berdua dengan Gavin. Sadar dengan kedatangan Daffin, Nia menoleh.
"Daffin, mau kemana kamu??" Tanya Nia.
"Ambil jas." Jawab Daffin singkat kemudian pergi.
"Mas, kayaknya kamu terlalu berlebihan ke Daffin." Ucap Nia sembari menatap suaminya.
"Daffin harus diberi ketegasan sayang... Dia tidak seterusnya harus menikmati masa mudanya." Jawab Gavin sembari menciumi tangan istrinya.
"Tapi mas lupa ada Mia... Dia pasti takut liat kamu marah marah kayak semalam." Ucap Nia.
"Dia bakalan lebih takut kalo liat kita bikin baby." Jawab Gavin dan mendapatkan cubitan dari Nia.
"Mas mah gitu!" Kesal Nia dengan memanyunkan bibirnya.
"Manyun lagi, mau aku cium??" Ucap Gavin.
"Mama, Papa." Panggil Mia yang mana membuat Gavin menjauhkan wajahnya.
"Iya sayang??"
"Mia mau ke toko buku." Ucap Mia.
"Buat apa??" Tanya Gavin.
"Memang ada yang ke toko buku buat beli material ya, Pa." Jawab Mia dengan wajah datarnya.
Sabar... Dia anak aku, hasil kerja keras 24 jam. Batin Gavin.
"Ya udah, hati hati dijalan yah." Ucap Nia.
"Mia pergi, Assalamualaikum." Pamit Mia kemudian mencium punggung tangan orang tuanya sebelum akhirnya pergi.
"Walaikumsalam, hati hati sayang." Ucap Nia.
"Sayang, Mia itu anak aku sama kamu kan??" Tanya Gavin.
"Bukan... Anak aku sama Le Min Ho." Jawab Nia kemudian pergi.
"Hey sayang... Kamu udah berani ya." Ucap Gavin kemudian mengejar sang istri. Gavin sang mantan raja playboy itu tidak pernah luput dari sifat bobroknya meskipun umur sudah tidak muda lagi.
Di Butik Zira
Suasana Butik Zira tengah dalam kehebohan saat si kembar protes karena model jas mereka sama. Dan tentu membuat Zira dan Mita itu memijit keningnya pelan. Kesal dengan sikap kedua adiknya, Kenzie menjitak kening Arka dan Raka bergantian.
"Brisik banget sih!! Dasar bocah!! Nasib kalian jadi anak kembar... Udah Oma Zira, Enzi bawa jas ini aja." Ucap Kenzie.
"Abang nyeselin ih!!" Kesal si kembar membuat Kenzie menggelengkan kepalanya pelan.
"Kayaknya ada yang ribut nih." Ucap Raefal menghampiri sumber keributan.
"Ini Om... Didikan Om lagi ribut noh, Oma Zira boleh nggak Enzi liat liat??" Ucap Kenzie kemudian pergi didampingi Zira.
"Kenapa ribut para Kenzo junior??" Tanya Raefal.
"Ini om... Mommy nyeselin, masa pesen jasnya satu model sama Arka... Kan aku gak mau." Jawab Raka kesal.
__ADS_1
"Arka juga om." Timpal Arka tak kalah kesal.
"Ini salah lo, kenapa lo jadi kembaran gua sih??" Ucap Raka menyalahkan adiknya itu.
"Lah kok nyalahin Arka sih bang, salahin mommy sama daddy lah yang bikin." Jawab Arka. Membuat Raefal menggelengkan kepalanya kagum.
Bibit Kenzo emang unggul. Batin Raefal.
Sedangkan dengan Kenzie, dia melihat lihat berbagai macam model gaun dan jas keluaran terbaru yang baru ada di butik Zira. Meskipun Mita maupun Raefal tidak bisa mengembangkan bisnis designnya, tapi ada Messy yang kebetulan mewarisi bakat sang nenek.
"Kamu sama adek adek kamu persis kayak ayah kamu dulu." Ucap Zira membuat Kenzie menoleh menatap wanita lanjut usia itu.
"Dia emang gitu Oma... Berantem hal sepele, padahal udah gede." Jawab Kenzie.
"Ya begitulah... Kamu tau Enzi?? Saat Oma liat kamu, Revan, Daffin sama Veno berjalan berempat... Oma serasa lihat versi muda ayah kalian dulu." Ucap Zira membuat Kenzie kembali menatapnya.
"Ayah Revan dulu yang paling muda, jadi sama daddy kamu dan papanya Daffin selalu dibully... Dan pasti selalu ayahnya Veno yang memarahi mereka layaknya seorang ayah karena memang, ayahnya Veno yang paling tua diantara mereka." Ucap Zira sembari mengingat tingkah laku Raefal saat muda dulu bersama dengan sahabatnya.
"Dan hal itu terjadi lagi sekarang... Kamu dan Daffin selalu membully Revan... Dan pasti Alveno menengahi dan memarahi kalian bertiga bukan??" Ucap Zira kemudian menatap Kenzie.
"Hehehe, iya Oma... Mungkin emang dari dulu gitu." Ucap Kenzie sembari tertawa kecil. Hingga tawanya perlahan memudar saat melihat sebuah gaun yang sangat indah dari gaun lainnya.
"Oma, gaun itu pesenan orang??" Tanya Kenzie sembari menujuk.
"Oh itu, kebetulan Oma kamu yang pesen... Katanya buat Rasya." Jawab Zira. Kenzie pun menganggukan kepalanya mengerti.
Pada akhirnya si kembar tetap memakai jas yang Alina pesankan. Meskipun dengan wajah kesal dan manyun seperti saat ini Raka menatap pemandangan luar dari kaca jendela mobilnya, begitu juga dengan Arka. Yang mana membuat Kenzie menggelengkan kepalanya pelan melihat sikap kedua adiknya.
"Bang berhenti!!! Berhenti bang!!!" Teriak Raka membuat Kenzie mengerem mendadak.
"Astaga nih anak!! Ada apaan sih?!" Kesal Kenzie. Dia terdiam saat tau alasan kenapa Raka menghentikannya dengan tiba tiba.
Parah emang kalo udah bucin. Batin Kenzie.
๐ฅ๐ฅ๐ฅ
"Messy!!" Panggil Chika yang mana membuat Messy menoleh.
"Chika!!" Ucap Messy dan berlari mendekati Chika. Keduanya itu berpelukan layaknya sahabat terpisah selama berabad abad.
"Lo balik kapan?? Kok gak kasih kabar sih?!" Tanya Messy.
"Tadi pagi, lo tau nggak?? Gua bakalan netep di Indonesia." Jawab Chika. Dan keduanya berpelukan ria layaknya Teletubbies.
"Yayan dateng nggak yah???" Tanya Messy sembari melihat lihat sekitar.
"Dateng kok, uncle undang om Calvin sama tante Renasya." Jawab Chika.
"Good, kita duduk disana yuk." Ajak Messy. Keduanya pun menuju ke salah satu bangku dan duduk kemudian bercerita ria.
"Mama nyebelin banget sih, kan Revan malu." Kesal Revan membuat Mita tertawa kecil.
"Hukuman buat kamu yang masih ke club." Ucap Mita kemudian meninggalkan Revan sendiri. Dan para gadis disana menahan tawa saat melihat Revan memakai jas bewarna pink.
"Ish mama nyebelin banget!!" Kesal Revan. Suara ribut para reporter saat keluarga besar Saputra datang. Dan Revan membelakan matanya saat melihat Daffin datang dengan seorang gadis merangkul lengannya.
"Nj*r, Daffin sama siapa tuh." Ucap Revan kemudian menghampiri Daffin.
"Bhahaha, R sejak kapan lo jadi kek cewek??" Ejek Daffin begitu melihat Revan.
"Sialan lo, ini ulah mama... Dia marah ke gua gegara semalem... (Menatap gadis disamping Daffin.) Itu cewek lo??" Tanya Revan.
"Oh iya, kenalin ini pacar gua... Nala." Jawab Daffin dan mendapatkan pukulan kecil dari Revan.
"Anjr*t!! Kok lo gak bilang bilang sih?!!" Ucap Revan.
__ADS_1
"Lah ini dah bilang." Jawab Daffin santai. Revan hanya menggelengkan kepalanya pelan dan menatap gadis bernama Nala itu.
"Salken Nala, gua Revan." Ucap Revan.
"Iya kak." Jawabnya dengan wajah tersenyum.
"Yang sabar kalo hadepin si Daffin, dia itu artis cogan kesasar." Ucap Revan dan hanya direspon tawa kecil dari Nala.
"Sialan lo! Enzi belum dateng??" Tanya Daffin.
"Belom, paling bentar lagi... Eh tumben adek lo mau ikut." Jawab Revan sembari menatap Mia yang berdiri disamping Nia dan Gavin.
"Dipaksa mama buat ikut." Ucap Daffin. Saat itu tampak pelayan datang dan menawarkan jus juga anggur.
"Mau anggur??" Tanya Daffin pada Nala. Nala menggelengkan kepalanya dan Daffin memberikannya segelas jus mangga sedangkan dirinya segelas anggur.
"Nah itu Enzi... Eh anj*r, bakalan seru nih ada Raka... Samperin kuy." Ajak Revan. Ketiganya pun mendekat ke arah Kenzie dan keluarganya.
"Hahaha!!! Bontot, lo kesurupan apa?? Nj*r, lo imut banget kek b@bi." Ejek Kenzie sembari merangkul leher sahabatnya itu.
"Sakit b*ngke!" Kesal Revan namun Kenzie tak melepaskan rangkulannya.
"Pasti ulah mama kamu kan Revan??" Tanya Alina.
"Kok tante tempe?? Pasti usulan tante kan??" Tebak Revan dan direspon tawa kecil dari Alina.
"Itu hukuman buat kalian... Karena kalian masih berani ke club." Ucap Alina. Disaat itu, Raka menatap Mia yang duduk bersama dengan kedua orang tuanya. Yang mana membuatnya berbisik ditelinga Rasya.
"Kak korea, itu yang namanya Mia." Bisik Raka.
"Yang mana??" Tanya Rasya sembari menatap arah tunjukan Raka.
"Yang pake gaun putih." Jawab Raka.
"Oh itu... Cantik, pantesan kamu suka... Sapa dia." Ucap Rasya. Raka menggelengkan kepalanya dan menatap Daffin yang tengah berbincang dengan Kenzie dan Revan.
"Ada kak Daffin... Raka takut kak." Ucap Raka.
"Kenapa harus takut?? Toh, kamu kan nggak buat kesalahan... Biar kakak temani." Jawab Rasya sembari menarik tangan Raka.
Namun Raka menolak, dia masih gengsi untuk mengakuinya. Dan saat Raka dan Mia tak sengaja saling pandang, detak jantung Raka berdetak sangat kencang. Bahkan dia bisa mendengar suara detak jantungnya itu.
"Kak korea... Raka gak kuat, liat wajahnya aja bikin jantung Raka party." Ucap Raka sembari memegangi dadanya. Rasya hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah Raka. Daffin menatap Raka saat sadar dia curi pandang dengan adiknya.
"Heh Zaiman, kalo suka gak usah diliatin doang... Sana samperin." Ucap Daffin.
"Cieee abang dapet restu dari calon kakak ipar... Langsung gaskuen bang." Goda Arka pada saudara kembarnya.
"Dapet lampu ijo noh... Grepe aja." Timpal Revan.
"Ayo abang... Sebelum ditikung orang." Ucap Arka sembari menarik tangan Raka pergi.
"Adek lo sama kek lo ya... GGA." Ucap Daffin membuat kening Kenzie berkerut.
"Ganteng Ganteng Amat??"
"Gengsi Gengsi Amat!" Ucap Daffin.
"Nj*r kapan gua gengโ"
"Bee." Panggil seseorang membuat Kenzie terdiam dan berubah bertampang dingin.
๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Yoo, tambahan Visual lagi nih๐๐๐ Penasaran nggak?? Penasaran lah masa nggak wkwkwk๐๐
__ADS_1
(Nala Yulianti๐๐ป๐.)