My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
BAB 6


__ADS_3

⭐Perhatian. Jangan lupa like, vote, and komentarnya ya🤗 Dan selamat membaca semua⭐


"Ken kenapa adik lo nggak sekolah disini aja?" Tanya Gavin.


"Kenapa?? Mau lo gebet?? Gua banting lo." Ucap Kenzo sembari berhenti dan menatap Gavin tajam.


"Lo jangan seuzon dulu, maksud gua kan kalo sewaktu waktu lo telat kayak tadi kan nggak perlu bolak balik." Jawab Gavin. Kenzo berbalik dan kembali berjalan.


"Dia yang nggak mau, katanya biar nggak diawasin terus sama gua... Lo tau kan pas SMP gua awasin dia terus." Ucap Kenzo.


"Adik lo udah dewasa Ken, yang perlu lo lakuin cuman ngelindungi bukan ngawasin dia terus." Ucap Raefal.


"Tumben lo pinter Fal." Ucap Gavin sembari merangkul Raefal.


"Gua nggak peduli... Dia adik gua satu satunya, terlebih dia cewek yang perlu gua jaga, lindungi, dan awasi." Jawab Kenzo.


Tampak Gavin Raefal menganggukan kepalanya. Sesampainya di kantin, tampak semua bangku diganti dengan yang baru dan lebih banyak dari sebelumnya.


"Eh kapan kantinya direnofasi gini??" Tanya Kenzo.


"Iya, jadi lebih bagus daripada yang dulu." Jawab Raefal.


Mereka pun duduk dibangku tengah kantin dimana menjadi sorotan para kaum hawa. Tampak Kenzo dan Gavin memesan beberapa menu, kemudian kembali duduk setelah memesan.


"Nah kan enak kalo class metting, ke kantin jadi bebas." Ucap Gavin sembari menyenderkan punggungnya pada kursi.


"Bener Vin, kalo aja pagarnya nggak dikasih listrik mending kita kabur dah." Ucap Kenzo.


"Iya, Pak Satya keterlaluan banget... Tembok aja dikasih listrik entar istrinya digembok lagi, nggak boleh keluar." Ucap Raefal.


Mereka pun tertawa terbahak bahak sedangkan Alzero hanya menggeleng kepala pelan. Tampak menu pesanan mereka datang.


"Eh... Vin, Ken lo yang pesen semua ini... Banyak banget dari berapa masehi lo nggak makan?" Tanya Raefal sembari menggeleng gelengkan kepala heran.


"Gua belom sarapan Fal... Ini juga sedikit, lagian yang bayarin juga nggak protes... Lah lo protes mulu perasaan." Jawab Kenzo kemudian memakan ramen instan yang dia pesan barusan.


"Salah mulu gua... Mentang mentang gua yang paling muda." Ucap Raefal sembari meminum jus jeruknya.


Memang diantara mereka yang paling muda/bungsu adalah Raefal sedangkan yang paling tua Alzero. Tidak heran, Alzero lebih dewasa dibandingkan ketiga sahabatnya. Saat asik menikmati makanan mereka, tampak seorang gadis mendekat ke arah Gavin. Membuat Kenzo Gavin dan Raefal melirik.


Bukannya dia yang ngebully si cupu itu ya?? Ngapain kesini?? Batin Kenzo.


"Gavin gua suka sama lo, lo mau nggak jadi pacar gua??" Tanya gadis itu dengan wajah percaya dirinya.


Tampak Kenzo memakan ramen instan sembari menatap kearah Gavin seolah dia tengah menonton drakor. Begitu pula Raefal yang memakan roti bakarnya. Sedangkan Alzero dengan elegan meminum secangkir kopi pahit favoritnya.


"Pacar gua udah banyak... Apalagi mantan, gua nggak tertarik sama lo." Jawab Gavin masih fokus memakan ramen instannya.


"Huh dasar sok ganteng!! Lo bakalan nyesel udah nolak gua." Ucap Gadis itu sembari menghentakan langkahnya dan pergi menjauhi Gavin dan teman temannya.


"Eh kok dia marah, aneh banget dah... Tumben lo nolak Vin?? Capek ya ngurusin pacar mulu." Ucap Kenzo.

__ADS_1


"Gua harus pilih pilih pacar donk... Cewek tadi tu suka bully cewek yang pendiem apalagi yang kalo di pukul nggak bales... Makanya gua nggak suka, lagian gua udah putusin semua pacar gua... Buat persiapan kalo kuliah entar." Ucap Gavin.


"Sialan lo, gua pikir lo bakalan taubat... Jadi, total mantan lo berapa??" Tanya Kenzo sembari meminum jus lemon teanya.


"Hmm... Semuanya 1476, rekor tertinggi gua dari sekolah dasar sampai sekarang." Jawab Gavin membuat Kenzo dan Raefal tercengang.


"Jadi lo itung semua mantan pacar lo dari sekolah dasar sampai detik ini??" Tanya Kenzo tak percaya.


"Iya, lo pikir mantan gua disini semua?? Bukanlah, lagian semua yang pernah pacaran sama gua matre semua... Nggak ada satu pun yang keliatan tulus gitu." Jawab Gavin.


"Lah emang tipe cewek idaman lo gimana??" Tanya Raefal.


"Pokoknya dia cantik, pinter masak sama polos dan nggak ngerti yang kayak gituan." Jawab Gavin santai.


"Kalo gua sih yang penting ceria dan bisa memahami gua, kalo lo Ken??" Ucap Raefal.


"Dia baik, pengertian, polos, dan sayang sama keluarga gua... Kalo lo gimana Al??" Tanya Kenzo.


Tampak Alzero menutup majalahnya dan menatap Kenzo Gavin dan Raefal yang menatapnya dengan mata berbinar penuh harapan.


"Dia cewek." Jawab Alzero singkat sembari meminum kopinya.


"Iya cewek Al, masa kita nikah sesama cowok kan ngeri. Al nggak asik ah." Ucap Kenzo. Tampak Alzero mendekat kearah penjaga kantin.


"Berapa totalnya??" Tanya Alzero.


"Semuanya 130 ribu." Jawab ibu kantin. Alzero pun mengeluarkan uang 200 ribu dari dalam sakunya dan langsung pergi.


"Eh kembaliannya?" Ucap ibu kantin.


"Makasih papi udah bayarin makanannya." Ucap Kenzo dengan memamerkan wajah sok imutnya.


"Hmm." Jawab Alzero membuat Kenzo mengecurutkan bibirnya kesal.


“Tring!!!” Bel pulang sekolah berbunyi. Dengan segera mereka pun menyambar tas dari kelasnya dan bergegas pulang. Kali ini mereka berempat memutuskan untuk tidur siang agar tidak ngantuk saat prom night.


Di Kediaman Azura


Sedari pulang, Lina tampak sedih dan dari tadi terus diam. Membuat Dicko suaminya menjadi bingung dengan sikap istri tercintanya itu.


"Sayang kenapa?? Daritadi kok diem?? Terus keliatan sedih gitu?? Ada apa sebenarnya??" Tanya Dicko. Lina pun menatap suaminya yang menunggu jawaban darinya.


"Mas inget sahabat aku Alexa??" Ucap Lina kembali bertanya.


"Iya mas inget, sahabat kamu yang banyak menolong kita kan sayang?? Memang kenapa dengannya??" Tanya Dicko.


"Dia meninggal mas karena kanker paru paru... (Dicko terkejut.) Makanya tadi pagi aku buru buru ke rumahnya mas, kasihan Roni sama putrinya... Mereka pasti terpukul banget mas." Jawab Lina.


"Iya sayang... Tapi, mau bagaimana lagi... Kematian hanya Allah yang tau." Ucap Dicko.


"Tapi mas yang buat aku sedih bukan hanya itu... Ternyata perusahaannya Roni udah lama bangkrut mas dan dia jadi karyawan biasa di perusahaan kecil, Roni bilang Alexa dia sengaja nggak ngasih tau ke kita karena nggak mau repotin." Ucap Lina sembari menteskan air matanya.

__ADS_1


"Loh kok gitu?? Bukannya kita udah seperti keluarga kenapa harus merasa ngetepotin??" Tanya Dicko merasa kesal.


"Alexa dari dulu gitu mas... Mau memberikan pertolongan tapi dia nggak mau ditolong, aku kasihan banget sama putrinya mas... Dia itu gadis yang baik dan kayaknya seumuran sama Ken mas." Jawab Lina sembari menghusap air matanya. Tampak Dicko terdiam seperti memikirkan sesuatu.


"Sayang gimana kalo Kenzo dijodohkan sama anaknya Roni... Selain kita bisa membahagiakannya, dia pasti bisa ngerubah sifat Kenzo sedikit demi sedikit." Ucap Dicko.


"Aku setuju mas... Tapi, apa Kenzo setuju?? Terus kalo pak Satya tau, Kenzo bisa dikeluarin dari sekolah." Jawab Lina.


"Kenzo pasti setuju tapi jangan sekarang, Roni dan putrinya pasti masih sedih dengan kepergian Alexa... Tunggu sampai beberapa hari, dan kita ke rumahnya buat minta persetujuan dari Roni." Ucap Dicko.


"Ela ikut Dad." Ucap Celani tiba tiba membuat Dicko dan Lina terkejut.


"Ela kamu nguping pembicaraan Daddy sama mommy??" Tanya Lina. Tampak Celani duduk disamping Lina dan merangkul lengannya.


"Kebetulan Ela denger mom... Boleh ya, aku pengen liat calon kakak ipar aku." Jawab Celani.


"Boleh kok sayang, tapi janji dulu jangan kasih tau kakak kamu soal ini." Ucap Lina.


"Ela janji mommy... Makasih mom." Ucap Celani sembari memeluk Lina.


“Cklek!!!” Tampak kepala pelayan Suny datang.


"Maaf tuan nyonya... Makan siang sudah siap." Ucap kepala pelayan Suny.


"Baik kami akan segera turun... Ayo sayang kita makan." Jawab Lina mewakili.


"Ayo mommy.... Daddy." Ucap Celani.


Mereka pun menuju ke ruang makan dan duduk ditempat masing masing.


"Kak Ken belom pulang mom??" Tanya Celani.


"Belom palingan besok pagi atau nanti, tergantung moodnya dia mau pulang." Jawab Lina. Baru Lina mengatakan hal itu tampak Kenzo datang dan memberikan tasnya pada salah satu pelayannya.


"Aku pulang... Wih enak nih ada chicken." Ucap Kenzo sembari hendak mengambil ayam goreng. Namun, Lina menapiskan tangan Kenzo membuat Kenzo kesal.


"Ganti baju, cuci tangan cuci kaki baru makan... Cepetan sana." Ucap Lina.


"Iya... Ya mommy... Nggak perlu nampar tangan aku segala kan?? Sakit tau." Ucap Kenzo kemudian pergi menuju ke kamarnya.


Beberapa saat kemudian, Kenzo pun datang dengan pakaian santainya seperti dia saat dirumah. Kenzo pun ikut bergabung bersama keluarganya.


"Oh iya Dad... Mom... Nanti malam sekolah ku ada prom night jadi mungkin pulangnya larut." Ucap Kenzo disela makannya.


"Prom night?? Dalam rangka apa??" Tanya Lina.


"Ulang tahun sekolah, boleh kan Mom??" Jawab Kenzo.


"Boleh, tapi inget jangan sampai pulang kayak kemarin kemarin... Kalo sampai ketahuan mommy bakalan nikahin kamu sama anak temen mommy." Ancam Lina.


"Iya Mom... Nggak perlu ngancem gitu juga kali." Ucap Kenzo.

__ADS_1


Ini bukan ancaman Ken... Tapi mommy memberitaukan yang sebenarnya dan kamu nggak sadar itu. Batin Lina.


Setelah selesai makan siang, Kenzo langsung menuju ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya diatas ranjang berukuran king size itu. Perlahan Kenzo terlelap ke alam mimpinya.


__ADS_2