My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
Season 2 Episode 3


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖


TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘


I LOVE YOU READERS😙💕


🥀MHKOT2🥀


Saat Makan Malam


Kenzie cemberut saat Alina lebih memperhatikan Syakila. Begitu juga dengan Kenzo yang menyuapi Syakila. Mereka seolah tidak menganggap keberadaan Kenzie.


"Mommy, Daddy... Enzi gak disuapin??" Ucap Kenzie cemberut.


"Katanya udah besar, jadi makan sendiri." Jawab Kenzo.


"Huh daddy sama mommy gak sayang sama Enzi." Ucap Kenzie kesal. Yang mana membuat Alina duduk disamping putranya.


"Jangan bilang itu lagi, mommy sama daddy sayang sama Enzi... Sini mommy suapin." Ucap Alina. Kenzie tersenyum dan menerima suapan dari Alina.


"Kok perut mommy buncit, mommy kebanyakan makan ya??" Ucap Kenzie polos. Yang mana membuat Kenzo terkekeh sembari menyuapi Syakila.


"Disitu ada adik kamu Enzi." Ucap Kenzo.


"Kok di perut, emang cara dedek bayinya masuk gimana??" Tanya Kenzie polos membuat Alina dan Kenzo merona.


"Mommy??" Tanya Kenzie sembari menatap Alina.


"Um... Soal itu, tanya saja sama daddy." Jawab Alina sembari menunduk dan tertawa kecil.


"Eh itu... Nanti kamu juga tau kalo udah besar." Ucap Kenzo. Dan dengan polosnya, Kenzie menganggukan kepalanya.


"Enzi pengen dedeknya cowok biar kalo udah besar bisa main basket bareng." Ucap Kenzie.


"Enggak! Daddy berharap adek kamu cewek, ntar nakal kayak kamu." Tolak Kenzo.


"Nah makanya biar Enzi ada temen dad, kan daddy sendiri yang bilang kalo cewek ntar cerewet kayak mommy." Ucap Kenzie yang mana membuat Kenzo gelagapan saat ditatap sang istri.


"Hah, itu sayang...—"


"Daddy bilang itu ke kamu Enzi??" Tanya Alina.


"Iya mom, daddy juga bilang kalo dulu mommy jelek dan cengeng." Jawab Kenzie menambahi.


"Sa... Sayang sumpah aku nggak bilang itu... Aku cuman bilang cerewet udah itu aja." Ucap Kenzo.


"Kamu pikir anak kecil bohong mas??" Tanya Alina dengan nada sangat halus. Yang mana membuat Kenzo menelan ludahnya kasar. Jika sudah seperti itu, sudah pasti Kenzo akan tidur sofa. Kenzie tersenyum dan turun dari duduknya. Dia menarik Syakila agar ikut dengannya.


"Kak Enzi kita kemana??" Tanya Syakila.


"Kita main yuk, jangan ganggu daddy sama mommy." Jawab Kenzie mengajak Syakila ke kamar khusus dia bermain. Disana tertata secara rapi mainan seperti robot, ring basket yang tingginya lebih tinggi dari tinggi Kenzie. Juga puzzle dan masih banyak lagi.


"Wah banyak banget kak." Ucap Syakila membuat Kenzie tersenyum bangga.


"Iya dong, kita main....—"

__ADS_1


"Puzzle aja kak." Jawab Syakila memotong. Kenzie tersenyum dan menghusap puncak kepala Syakila.


"Kamu bisa mainnya?? (Syakila menganggukan kepalanya.) Oke kita main yang puzzle." Ucap Kenzie. Keduanya pun bermain sampai lupa waktu.


"Sayang, Enzi sama Kila mana??" Tanya Kenzo saat sadar kedua anak kecil itu pergi.


"Noh kan ilang, kamu sih mas! Cari sana!" Titah Alina.


Tuh kan dikit dikit marah, kalo gak cinta sama kamu udah aku tendang kamu. Umpat Kenzo kesal.


"Jihan kamu lihat anak anak??" Tanya Kenzo.


"Mereka di ruang bermain tuan." Jawab Jihan.


Sepasang suami istri itu pun menuju ke ruang bermain Kenzie. Dan mereka berdua menyinggung senyuman kala melihat Syakila tertidur lelap dengan Kenzie. Keduanya saling berpelukan dengan puzzle yang berantakan karena Kenzie tidak bisa tidur dengan diam.


"Mereka berdua cocok ya mas, kalo udah gede kira kira mereka nikah nggak ya??" Ucap Alina berbinar.


"Nggak." Jawab Kenzo.


"Kok nggak sih mas??" Tanya Alina.


"Enzi petakilan udah pasti gedenya juga gitu... Kalo Kila juga, apalagi Kila patuh banget sama Enzi... Susah kalo keduanya bareng." Jawab Kenzo.


"Loh kok gitu mas?? Mereka kan masih kecil wajarlah nakal." Ucap Alina.


"Iya... Tapi aku cuman berharap istri Enzi di masa depan seperti kamu." Jawab Kenzo sembari menatap istrinya.


"Aku mas??" Tanya Alina bingung.


"Apaan sih mas." Ucap Alina sembari memalingkan wajahnya membuat Kenzo terkekeh.


"Mas gendong Enzi sana, ntar Kila di gendong sama Jihan." Ucap Alina. Dia sebenarnya ingin menggendong Kenzie, namun dia merasa mudah lelah akhir akhir ini.


Kenzo pun menggendong putranya ke kamarnya. Sedangkan Jihan menggendong Syakila dan ditidurkan diranjang sebelah Kenzie. Ranjang itu Kenzie yang minta karena mengira adiknya akan langsung sebesar dirinya. Tak lupa Kenzo memberikan ciuman di kening Kenzie.


"Good night son." Ucap Kenzo. Setelahnya dia pun kembali ke kamarnya sendiri.


"Sayang, kok nggak langsung tidur??" Tanya Kenzo sembari menatap istrinya yang duduk di kursi balkon.


"Belum ngantuk." Jawab Alina. Kenzo tersenyum dan memeluk istrinya dari belakang.


"Udah malem, ayo tidur." Ucap Kenzo.


"Aku kepikiran sama yang kamu omongin tadi mas." Ucap Alina. Yang mana membuat kening Kenzo berkerut.


"Soal Enzi?? (Alina menganggukan kepalanya.) Gini sayang, bukan aku melarang mereka berdua... Tapi Kila anaknya William... Dia pasti akan lebih mengutamakan karirnya ketimbang apapun." Ucap Kenzo mengutarakan isi hatinya sejak Alina mulai menjodoh jodohkan Kenzie.


"Sudah jangan terlalu dipikirkan... Lambat laun Enzi akan dewasa dan mengerti apa yang harus diperbuatnya." Ucap Kenzo. Alina masih terdiam, mencerna ucapan Kenzo.


"Mas!!" Pekik Alina saat Kenzo tiba tiba menggendongnya.


"Mending kita bobok, daripada mikirin anak nakal itu." Ucap Kenzo.


"Dia anak kamu."

__ADS_1


"Tapi lahir dari perut kamu."


"Siapa yang bikin aku hamil??"


"Oke, oke dia anak kita." Jawab Kenzo. Dia pun menyelimuti istrinya dan memeluknya.


"Night kissnya mana??" Ucap Kenzo. Alina tersenyum dan mencium bibir Kenzo sekilas.


"Good night." Ucap Alina. Kenzo tak menjawabnya dengan ucapan namun dia mencium pipi kanan Alina. Keduanya pun tertidur lelap.


.


.


.


Ciuman singkat mendarat pada kening gadis cilik yang terlelap. Wajahnya yang damai dan cantik alami itu membuat wanita paruh baya itu tersenyum.


"Demon, cucumu akan selalu bahagia bersama ku dan suamiku." Ucapnya kemudian meninggalkan gadis cilik itu tidur.


•Sepekan Kemudian.


William dan Sisya istrinya menjemput Syakila. Hari ini mereka akan berangkat ke Australia mengingat bisnis William kini berada disana. Sedangkan rumah sakit ayahnya di urus oleh adik perempuannya.


"Alina maaf ya kalau Kila ngerepotin.... Terima kasih sudah menjaga Kila." Ucap Sisya.


"Nggak repot sama sekali kok, malahan Enzi jadi ada temennya." Jawab Alina.


"Bagus lah kalau begitu, kalian berdua bisa akur." Ucap Sisya sembari menatap putrinya.


"Akur kok bu, Enzi bilang bakalan nikah sama Kila." Ucap Syakila membuat lainnya tertawa kecil.


"Kalo udah besar Kila." Ucap Kenzie membuat Syakila mengangguk anggukan kepalanya.


"Haha... Kalian ini ada ada saja, Ken kami pamit ya... Sekali lagi terima kasih." Ucap William.


"Sama sama, kalian hati hati dijalan." Jawab Kenzo.


"Tentu." Jawab William.


"Daaah kak Enzi." Ucap Syakila saat berada didalam mobil.


"Daaah Kila." Jawab Kenzie. Mobil berwarna putih itu keluar dari halaman Vila.


Sampai bertemu lagi Kila. Batin Kenzie. Dia pun masuk kedalam Vila bersama dengan Kenzo dan Alina.


Baru beberapa saat Syakila pergi, Kenzie tampak cemberut dan tidak bersemangat seperti biasanya. Hal itu membuat Kenzo memaklumi karena Kenzie jarang bermain dengan Daffin Revan dan Alveno. Bukan jarang, melainkan Kenzo melarangnya untuk beberapa saat karena Kenzie masih bersikap sesukanya. Terlebih jika Kenzie bersama Daffin entah keonaran apalagi yang mereka perbuat.


"Enzi gimana kalo kita ke rumah oma?? Kamu nggak kangen sama Lucy?? Kelinci favorite kamu." Ucap Alina menghibur.


"Oma??! Ayo mom, kita ke rumah oma sekarang.... Ayo mommy siap siap." Ucap Kenzie bersemangat.


"Iya bentar mommy sama daddy siap siap dulu." Ucap Kenzo. Kenzie pun menganggukan kepalanya mengerti.


Lucy pasti sudah beranak... Wah akan menjadi hari libur yang menyenangkan. Batin Kenzie.

__ADS_1


Yahoo alurnya agar dipercepat yaaa😉


__ADS_2