My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
Season 2 Episode 20


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖


TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘


I LOVE YOU READERS😙💕


...🥀MHKOT2🥀...


Malam Harinya


Ketiga pria muda itu benar benar nekat ke club. Meskipun sering kali mereka kena omel namun tidak membuat ketiganya jera. Dan Kenzie sengaja tidak mengajak Alveno karena dia akan membatasi mereka layaknya seorang ayah dan juga karena beberapa pengawal yang Alzero perintahkan akan melarang mereka masuk ke Club jika bersama dengan Alveno.


"Lo tadi beneran putus sama Killa??" Tanya Daffin sembari meminum cocktailnya dan menerima suapan anggur dari wanita di pangkuannya.


"Hooh, Terus pas gua pulang mommy jodohin gua sama anak jelek itu! B*ngs*t banget kan!!" Kesal Kenzie sembari meminum wine ditangannya.


"Yah sabar aja... Ini namanya hidup jadi anak orang tua yang dulunya dijodohin." Ucap Revan seakan pasrah.


"Kalo gua sih terima aja... Gua juga lagi dipaksa nikah sama daddy, kalo nggak gua gak dapet fasilitas dari daddy... Gua benci masalah ini." Ucap Daffin sembari meminum cocktailnya lagi.


"Ya udahlah pasrah, mau gimana lagi coba?? Lo sama Veno enak Fin, cari pasangan sendiri... Sesuai kriteria lo... Lah kita?? Dijodohin." Ucap Revan. Yang mana membuat Daffin terkekeh.


"Udahlah jangan bahas itu... Mending kita happy happy!!" Ucap Kenzie. Kenzie dan Revan pun berjoget ria dengan iringan musik yang menggila. Sedangkan Daffin?? Dia tengah sibuk menjemah tubuh wanita yang ada dipangkuannya.


"Tuan, bagaimana kalau kita melakukannya." Goda wanita itu sembari membelai wajah tampan Daffin.


"Terlalu dini bagi gua melakukan itu." Ucap Daffin sembari terkekeh.


"Ayolah tuan... Aku bisa melayanimu sepuasmu." Ucap wanita itu kemudian menggodanya. Dan Daffin masih dalam pendiriannya. Dia hanya akan menyentuh wanita yang sah dimata agama dan hukum.


"Diamlah!!" Geram Daffin saat wanita itu membelai dadanya. Daffin pun menciumi leher wanita yang berada dipangkuannya itu sebagai peringatan.


"Menyikirlah!" Ucap Daffin sembari menyikirkannya dari pangkuannya.


Semua cewek disini sama aja... Murahan!! Umpat Daffin sembari berdiri dan mencari wanita lainnya.


Brukhhhh!!!


Seseorang menabraknya yang mana membuat Daffin menunduk menatap wanita yang terjatuh setelah menabraknya.


"R daddy gua telefon." Ucap Kenzie.


"Lo keluar lah, angkat telefonnya." Jawab Revan masih fokus berjoget ria. Astaga, mereka lebih parah dari ayah mereka.


"Oke gua keluar dulu... Lo disini aja yah." Ucap Kenzie kemudian keluar mengangkat telefon dari ayahnya.


📞


“Enzi!!! Pulang sekarang!!!”


“Apaan sih Dad?!! Masih jam segini juga.” Ucap Kenzie dengan santainya.


“Enzi pulang sekarang, mommy mau bicara sama kamu!”


Tut.


Aneh banget sih?! Sialan! Umpat Kenzie kemudian menghampiri Revan.


"R gua pulang duluan ya... Lo mau ikut??" Tanya Kenzie.

__ADS_1


"Gua juga mo balik... Yahooo!!" Jawab Revan kemudian berjalan mendahului Kenzie. Dan mereka melupakan Daffin yang entah kemana.


"300 juta! Serahkan gadis ini padaku, dan jangan usik dia lagi... Paham!"


🥀🥀🥀


Plakkk!!!


Tamparan keras mendarat pada pipi mulus Kenzie. Bukan dari Kenzo, melainkan dari sang ibu yang tak lain Alina. Melihat wajah marah Alina, membuat Raka takut dan memilih bersembunyi.


"Mommy kenapa tampar aku??" Tanya Kenzie dengan tatapan kosong.


"Kenapa?!!! Kamu kan yang membuat Rasya masuk rumah sakit?? Katakan! Kenapa kamu tega melakukan hal itu?!! Bukankah mommy sudah bilang jangan menyakiti perempuan... Sebenci apapun kamu Enzi!!!!" Jawab Alina.


"Kenapa sih semua belain anak pungut kayak dia?!!! Belum puas juga mommy nikahin aku sama cewek yang Enzi benci?!! Sial!" Ucap Kenzie.


Prankkkkkk!!!


Vas bunga yang Kenzie sengaja senggol itu terjatuh. Kenzie berjalan menaiki tangga menuju ke kamarnya dan membanting pintu kamarnya. Kenzo pun meminta para pelayan untuk membersihkan pecahan vas yang Kenzie pecahkan.


Apa gini rasanya dulu mommy sama daddy ngehadepin aku?? Batin Kenzo sembari mengingat saat saat dimana dia dimarahi oleh kedua orang tuanya.


"Sayang, maafin aku ya." Ucap Kenzo membuat Alina menatap suaminya.


"Dulu aku selalu membantah mommy dan daddy dengan kata kata kasar... Sekarang aku tau gimana sakitnya saat dibantah anak sendiri." Ucap Kenzo.


"Nggak mas, jangan salahin diri kamu... Mungkin Enzi juga akan berubah seiring berjalannya waktu sama seperti kamu dulu." Ucap Alina.


"Terima kasih sayang." Ucap Kenzo sembari mencium kening istrinya.


"Mommy... Daddy." Ucap Raka sembari hendak mendekat.


"Kemarilah... Kenapa belum tidur??" Tanya Kenzo.


"Tidak apa apa... Kamu istirahatlah, besok sekolah bukan??" Ucap Alina sembari menghusap puncak kepala Raka.


"Selamat malam mommy, daddy." Ucap Raka kemudian pergi ke kamarnya.


"Untung Raka sama Arka nggak kayak Enzi." Lirih Kenzo. Jika Kenzie membantah saat dimarahi, anak kembar nya itu sama sekali tidak berkutip. Bahkan dulu Arka sampai menangis karena takut dimarahi.


"Arka nginep dirumah mommy??" Tanya Kenzo.


"Iya... Dia seneng banget ketemu sama Fatimah... Jadi, Aku izinin... Toh si Fatimah gadis baik... Kamu belum mandi mas??" Ucap Alina.


"Lah kita kan mandi bareng tadi... Mau mandi lagi??" Goda Kenzo. Yang mana mendapatkan pukulan dari sang istri.


"Aku ke kamar dulu." Ucap Alina meninggalkan Kenzo sendirian.


Enzi pasti ke club... Anak itu!! Batin Kenzo kemudian menyusul sang istri. Sedangkan dengan Kenzie, dia terlelap dalam tidurnya. Dia marah marah karena pengaruh wine yang dia minum. Kebiasaan yang buruk, akankah Kenzie berubah??


Keesokan Harinya


Kediaman Caesar dipadati oleh para pelayan dan beberapa designer ternama untuk mendekorasi Vila megah tersebut. Sama halnya Liasya yang tengah mencoba gaun yang dia dan Lala pesan.


"Wah sayang, kau sangat cantik... Bukan begitu suamiku??" Puji Lala.


"Kamu tetap yang tercantik." Ucap Alzero sembari mencium kening Lala.


"Mas ih!" Kesal Lala dengan wajah merona.

__ADS_1


"Uncle!!! Aunty!!!!" Panggil seorang gadis dengan suara melengkingnya. Siapa lagi jika bukan putri semata wayang Celani dan Ashel. Chika Alzaina Caesar.


"Chika?? Kapan kamu kembali dari—"


"Wah aunty akhirnya kembali... Hiks, Aku sangat merindukanmu... Aku memelukmu ya... Tadinya jika aunty tidak kembali, Aku akan menikahkan uncle dengan janda korea tapi karena aunty kembali uncle tidak jadi." Ucap Chika tanpa jeda sembari memeluk Lala. Yang mana membuat Alzero menggelengkan kepalanya pelan. Alzero mendekat pada adiknya dan memeluknya.


"Kakak kau lebih gemukan sekarang." Ucap Ashel.


"Kau ini... Kau menetap di Indonesia kan??" Tanya Alzero.


"Tentu saja kakak ipar, jika dia tidak menetap disini... Aku bom perusahaanmu." Jawab Celani sembari menatap tajam suaminya.


"Sayang ayolah." Rengek Ashel membuat Lala Liasya dan Alzero tertawa kecil.


"Ayah jangan buat Chika malu... Kenapa ayah merengek seperti anak kecil, huh." Kesal Chika.


"Marahi saja ayahmu, ibu mau istirahat." Ucap Celani.


"Biar aku antar." Ucap Lala kemudian mengajak Celani pergi.


"Kak, dia—"


"Dia Lili... Anak dari seseorang yang menyelamatkan Lala... Aku berhutang besar padanya." Jawab Alzero. Ashel pun menatap Liasya sekilas dan menganggukan kepalanya pelan.


"Uncle, dimana kak Veno??" Tanya Chika.


"Di kamarnya, ah iya Lili... Kamu dan Chika ke kamar Alveno sembari membawa jas yang akan dia kenakan." Ucap Alzero.


"Baik ayah." Jawab Liasya kemudian mengajak Chika untuk pergi bersamanya.


"Kakak pasti ada yang ingin kamu bicarakan." Tebak Ashel.


"Ini mengenai keamanan keluarga Caesar dan Azura." Jawab Alzero.


Sedangkan dengan Alveno. Dia memijit keningnya pelan saat melihat sepupunya itu histeris memuji ketampanannya. Tentu membuat Liasya menahan tawa melihat reaksi Alveno.


"Kak ini jasmu." Ucap Liasya saat ada celah untuk berbicara. Alveno terdiam saat melihat jas yang Dona pilihkan.


"Wah jas yang indah, kakak akan terlihat seperti pangeran dongeng nanti." Puji Chika.


"Kakak pake ya... Cepetan!! Chika pengen liat." Ujar Chika sembari menyondorkan jasnya pada kakak sepupunya.


"Nanti malam saj—"


"SEKARANG!" Ucap Chika sembari menatap tajam Alveno.


Yang mana membuat Alveno menghela napas dan menatap Liasya. Liasya menganggukan kepalanya dan membuat Alveno mau mencoba jas tersebut. Beberapa saat kemudian, Alveno keluar dengan stelan jas berwarna biru donker itu. Yang mana membuat Liasya tak berkedip melihat ciptaan Tuhan yang terlihat sangat sempurna itu.


"Huwaaaa!!! Kakak ganteng banget sih... Pengen deh ntar cari cogan kek kakak." Ucap Chika membuat Alveno menggelengkan kepalanya pelan. Dia pun menghusap puncak kepala Chika.


"Kamu istirahatlah, acaranya nanti malam... Kamu pasti lelah setelah kembali dari Inggris." Ucap Alveno. Yang mana membuat Chika menguap.


"Hoamm... Baiklah, kak Lili ikut dengan—"


"Dia tetap disini... Kamu istirahatlah." Ucap Alveno. Chika pun menganggukan kepalanya patuh dan pergi membiarkan Alveno berdua dengan Liasya.


"Kakak sangat tampan." Puji Liasya yang mana membuat Alveno tersenyum.


"Terima kasih." Ucap Alveno.

__ADS_1


"Kelak aku berharap suamiku kelak akan setampan dirimu kak." Ucap Liasya yang mana membuat senyuman Alveno pudar.


Kenapa aku tiba tiba kesal?? Batin Alveno.


__ADS_2