My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
Season 2 Episode 52


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖


TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘


I LOVE YOU READERS😙💕


...🥀MHKOT2🥀...


Seusai acara


Daffin terpaksa pamit lebih dulu lantaran istri tercintanya tertidur. Toh, nanti malam juga mereka akan bertemu lagi di acara resepsi. Sesampainya di rumah, perlahan Daffin menidurkan sang istri diatas ranjang.


Kamu kok jadi cerewet ya akhir akhir ini. Batin Daffin kemudian mengecup singkat bibir Nala. Tanpa diduga Nala membuka matanya dan tersenyum.


"Berani nyium Nala diem diem???" Ucap Nala sembari mengalungkan kedua tangannya pada leher sang suami.


"Sayang kapan kamu bangun??" Tanya Daffin.


"Barusan... Pas kamu cium aku bangun... Jadi—" Jawab Nala terjeda saat dia tiba tiba mendorong Daffin dan menuju ke kamar mandi.


"Sayang... Sayang kamu nggak apa apa??" Tanya Daffin dari balik pintu.


"Gak apa apa... Cuman—Huweeekk! Huweeekk!" Jawab Nala terjeda saat dia memuntahkan isi perutnya.


"Kamu mual... Pasti karena minum anggur tadi, ayo ke dok—"


"Gak apa apa... Nala gak apa apa kok." Ucap Nala meyakinkan.


Nanti kalo ke dokter, gak jadi kejutan dong. Batin Nala. Dia menatap perut ratanya dan menghusapnya perlahan.


"Dedek baik baik aja yah... Tenang, mama bakalan kasih tau ke papa kamu kok.... Tapi nunggu pas dia ulang tahun ya, kan kejutan." Lirih Nala sembari menghusap perutnya perlahan. Tadinya dia khawatir dengan kandungannya karena tiba tiba dia sangat ingin minum anggur. Namun ternyata baik baik saja membuat Nala bernapas lega.


Cklekk!


"Sayang kamu gak apa apa?? Masih mual?? Apa mau sesuatu??" Tanya Daffin bertubi tubi.


"Nala gak apa apa... Tapi Nala pengen..." Ucap Nala menggantung.


"Pengen apa?? Ayo ngomong." Ucap Daffin. Tanpa diduga Nala mendorong Daffin sampai terlentang diatas ranjang. Dia juga menindihi tubuh suaminya.


"Tumben agresif." Ucap Daffin tersenyum.


"Suka nggak??" Tanya Nala.


"Suka banget... Tapi... (Membalikan posisi.) Kita ganti posisi ya." Jawab Daffin kemudian menyerang sang istri.


Sedangkan dengan Rasya

__ADS_1


Dia tengah merapikan pakaiannya dari dalam kopernya sembari menunggu giliran mandi. Jujur saja dia merasa sedikit canggung dan malu terlebih sekarang dia satu kamar dengan Kenzie. Suaminya. Yang mana membuatnya ingat saat kecil dulu dia berharap bisa dekat dengan Kenzie.


Tidak bisa dipungkiri, Rasya iri pada Syakila saat kecil dulu. Syakila diperhatikan oleh Kenzie bahkan keduanya sudah memikirkan tentang pernikahan. Dan itu membuat Rasya tersenyum mengingat kejadian tersebut. Hanyut dengan lamunannya membuat Rasya tidak sadar jika Kenzie sudah selesai mandi.


"Mikirin apa sih sayang?? Hmmm??" Ucap Kenzie sembari memeluk sang istri dari belakang.


"Nggak apa apa kok mas." Jawab Rasya sembari memegangi tangan Kenzie yang melingkar dipinggangnya.


"Masa sih??" Tanya Kenzie kemudian menciumi leher Rasya.


"Jangan mas!—"


"Dosa loh nolak keinginan suami... Kita pengantin baru nggak ngapa ngapain nih??" Goda Kenzie sembari menj*lat telinga Rasya sensual. Yang mana membuat bulu kuduk Rasya berdiri. Wajahnya kini sudah semerah tomat.


"Cieee, marah nih... Padahal aku cuman bercanda." Ucap Kenzie sembari tertawa kecil.


Bughh!


Pukulan kecil dari Rasya mendarat pada lengan Kenzie. Bukannya berhenti tertawa, Kenzie justru semakin keras tertawanya. Dia senang melihat wajah malu milik istrinya.


"Udah... Udah, jangan ngambek... Sana mandi, terus istirahat deh buat ntar malem." Ucap Kenzie sembari mencium gemas pipi Rasya. Dia pun mengambil pakaian yang sudah Rasya siapkan.


Sedangkan dengan Raka. Dia lebih banyak diam akhir akhir ini. Entahlah, dia sekarang terlihat dingin dan acuh. Tidak seperti biasanya yang hobi jahil dan membuat lainnya tertawa dengan sikapnya.


*Pengec*t! Kalo abang cinta perjuangin, belum tentu Mia suka ke Darren.* ~Arka.


Kalimat itu selalu terngiang ngiang dikepalanya. Sedikit kecewa karena setelah sekian lama akhirnya Daffin merestui namun kini dia harus kembali mengejar Mia.


Tring!! Tring!!


Ponselnya berbunyi. Ternyata ada telefon dari Amal. Raka pun mengangkat telefonnya.


📞


“Hmm, ada apa??”


“......”


“Buat apa mereka nyariin gua??”


“......”


“Oh oke, lo cukup lakuin apa yang gua minta... Panam??”


“.....”


Tut.

__ADS_1


Raka mematikan sambungan telefonnya. Sejenak Raka terdiam sembari memikirkan sesuatu.


Jadi, selama ini gak ada yang tau kalo gua leader geng CS.s?? Terus buat apa mereka nyariin gua?? Geng Black Tiger... Kayaknya gak asing. Batin Raka. Yup, ini masalah mengenai gengnya. Biasalah, ketua selalu sibuk ini dan itu.


"Tapi ntar malem resepsi... Ntar kalo gua pergi—"


"Pergi kemana??" Ucap Alina tiba tiba sembari menatap tajam putranya.


"Eh mommy... Hehe, itu Raka mo pergi—"


"Abang!!!! Amal Yudha sama Kay dah dateng!!!" Panggil Arka.


"Oh oke!!! Raka keluar dulu ya mom." Ucap Raka kemudian meninggalkan Alina.


Apa yang kamu sembunyiin dari mommy Raka??? Batin Alina.


Sedangkan di teras, tampak Raka membelakan matanya mendengar cerita dari Amal. Begitu juga Yudha yang sedikitnya menambahkan.


"Ke basecamp sekarang!" Ucap Raka sembari memakai jacketnya.


"Bang!! Abang gak bakalan bubarin CS.s begitu aja kan?? Udah 3 tahun kita ngembangin sampe 100 anggota... Dan cuman gegara Mia bakalan bubar??!" Ucap Arka.


"Ini bukan masalah itu Arka!!! Ngertiin!! Gimana nasib CS.s kalo kita pergi ke Amerika?? Mikir gak lo ha?!!" Ucap Raka dengan sedikit emosi.


"Jujur aja abang cuman mikirin si Mia!!! Bukan CS.s—"


"ARKA!!!!" Bentak Raka sembari menatap emosi Arka.


Bughh!!


Raka yang terbawa emosi itu menojok pipi kanan Arka yang mana membuat sudut bibirnya berdarah.


"Raka!!" Pekik Alina yang melihat kedua putranya tampak bermusuhan. Alina pun menarik Arka dan melihat sudut bibirnya yang berdarah.


"Raka kamu apakan adek kamu ha?? Apa gini ajaran mommy ke kamu??" Ucap Alina sembari menatap tajam putranya.


"Raka capek... Amal Yudha Kay... Balik aja sana." Ucap Raka kemudian pergi ke kamarnya.


"Raka!! Raka!—"


"Udah mom... Abang lagi emosi, Arka gak apa apa kok... Ini juga salah Arka." Ucap Arka.


"Tante... Arka kami pamit, assalamualaikum." Pamit Kay mewakili.


"Walaikumsalam, kalian hati hati ya." Jawab Alina. Ketiganya pun pergi begitu mendapatkan izin.


"Yuk masuk! Biar mommy obatin dulu luka kamu." Ucap Alina sembari mengajak putra bungsunya masuk.

__ADS_1


...🥀🥀🥀...


Bisa tebak gak masalah apa?? Kok si Raka nyampe mukul si Arka?? Hayoo yang kepo😂😂


__ADS_2