
JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖
TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘
I LOVE YOU READERS😙💕
...🥀MHKOT2🥀...
Di Kediaman Caesar
Lili tampak kagum melihat gerbang utama Kediaman Caesar. Vila besar yang bahkan seperti istana dengan cat warna putih terlihat sangat elegan dan pantas untuk para kaum bangsawan.
"Ibu yakin disini??" Tanya Lili. Tampak Lala menganggukan kepalanya. Dia bahkan memasukan sandi dan pintu gerbang langsung terbuka.
"Ternyata masih sama." Lirih Lala sembari tersenyum. Lili pun menemani Lala masuk kedalam Vila istana itu.
"Ibu tenang saja, Lili akan tetap menemani mu." Ucap Lili menggenggam tangan Lala. Lala tersenyum dan memberanikan diri untuk masuk.
"Siapa disana?!! Nyo.... Nyonya!!" Pekik salah satu pengawal terkejut.
"Tuan besar nyonya sudah kembali!!!" Teriaknya. Kelima pengawal itu membungkukan badannya hormat.
"Selamat datang kembali nyonya." Ucapnya.
"Apa benar ini—" Ucap Lala terjeda saat melihat sosok pria yang selalu menghantuinya. Alzero menjatuhkan tas kantornya dan berlari memeluk erat sosok yang sangat dicintainya itu.
"Lala... Ini benar benar kamu??" Ucap Alzero sembari menangis, begitu juga Lala. Alzero melepaskan pelukannya mencium bibir Lala. Yang mana membuat Lili menatapnya berbinar.
"Mas..." Ucap Lala terjeda lantaran dia menangis. Alzero berkali kali mencium pipi dan kening istrinya.
"Terima kasih sudah kembali padaku." Ucap Alzero. Lala membalas pelukan Alzero. Setelah melepas rindu, Alzero menatap Lili.
"Dia siapa??" Tanya Alzero.
"Dia anak dari orang yang menyelamatkan aku... Namanya Lili." Jawab Lala. Tampak Alzero bersipuh dikaki Lili membuat Lili memaksanya berdiri.
"Maaf tuan jangan lakukan itu...—"
"Terima kasih sudah menyelamatkan istriku... Terima kasih sudah membawanya kembali... Aku sangat berhutang nyawa padamu." Ucap Alzero.
"Tidak perlu tuan... Saya ikut bahagia melihat anda bisa kembali dengan istri anda... Saya permisi—"
"Tidak... Lili tinggalah bersama kami, ibu khawatir jika kamu kenapa kenapa." Ucap Lala memohon sembari menggenggam tangan Lili.
"Benar, tinggalah bersama kami... Anggap seperti rumah sendiri." Timpal Alzero.
"Ti.. Tidak perlu tuan, saya—"
"Ku mohon jangan ditolak." Ucap Alzero. Lili menatap Lala yang mana membuat Lala menganggukan kepalanya pelan.
"Baiklah... Terima kasih." Ucap Lili.
"Harusnya aku yang mengatakan hal itu... Rio perisapkan kamar terbaik dan kebutuhannya." Ucap Alzero.
"Baik tuan." Jawab Rio kemudian pergi menjalankan perintah.
Alzero pun mengajak Lala dan Lili masuk kedalam Vila. Yang mana membuat Lala menangis melihat sosok pria muda tak lain Alveno yang tengah membaca buku itu. Mendengar suara isakan tangis, membuat Alveno menoleh. Dia membelakan melihat sosok wanita yang sangat dia rindukan. Lala merentangkan kedua tangannya.
"Bunda!!" Ucap Alveno sembari memeluk Lala. Dia menangis sembari mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
"Apa ini Veno ku??" Tanya Lala sembari meneteskan air matanya. Alveno tidak menjawab, dia menatap sang ibu sebelum akhirnya Lala mencium kening putranya.
"Bunda, berjanjilah agar tidak meninggalkan ku lagi." Ucap Alveno. Lala menganggukan kepalanya pelan sembari menghusap puncak kepala putranya. Sedikit kesulitan apalagi Alveno lebih tinggi sekarang.
"Argh!!" Pekik Lala sembari memegangi kepalanya.
"Sayang, kamu beristirahatlah." Ucap Alzero. Lala menggelengkan kepalanya pelan.
"Aku ingin bersama Veno." Jawab Lala.
"Iya, tapi bunda harus beristirahat... Biar Veno anter." Ucap Alveno. Dia pun membawa Lala ke kamarnya dan Alzero.
"Lili, Aku ingin bicara denganmu." Ucap Alzero. Lili menganggukan kepalanya pelan dan duduk berhadapan dengan Alzero.
"Aku perlu tau siapa yang mencelakai istriku jadi... Bisa kau jelaskan seingatmu saja, saat menemukan istriku." Ucap Alzero.
"Tentu tuan." Jawab Lili.
Di Kediaman Azura
Kenzie memakirkan mobilnya di garasi. Wajahnya sedikit ditekuk saat mendengar ucapan Syakila. Tadinya, dia berniat melamarnya secara langsung. Namun mendengar penuturan Syakila membuat Kenzie enggan. Dengan wajah kesal, Kenzie melempar kunci mobilnya ke meja dan merebahkan tubuhnya diatas sofa dengan lengan menutupi kedua matanya.
Kila kenapa sih?? Dia gak nyembunyiin sesuatu kan?? Akhir akhir ini aneh banget, kan bikin gua overthinking. Batin Kenzie.
"Bang!! Abang!!" Panggil Arka sembari menggoyangkan tubuh sang kakak.
"Hmm?? Apaan sih?!!" Kesal Kenzie sembari memosisikan tubuhnya terduduk disofa.
"Ini bukanya kak Kila yah??" Tanya Arka sembari menujukan ponselnya. Yang mana membuat kening Kenzie berkerut sempurna.
"Kamu dapat darimana??" Tanya Kenzie. Yang mana membuat Arka menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah sang kakak.
"Masa abang gak tau sih yang lagi trend... Ini Jason Alexander, artis yang lagi naik daun asal Amerika Itu loh... Bule banget kan wajahnya??" Jawab Arka.
"Foto kayak gini juga urusan permodelan bang??" Tanya Arka sembari memberikan ponselnya memerlihatkan foto Syakila dengan artis tersebut. Yang mana membuat mata Kenzie terbelak.
"Cuman kamu yang tau ini??" Tanya Kenzie.
"Iya... Arka gak berani kasih tau bang Raka... Soalnya dia ember kek abang." Jawab Arka.
"Kirim foto itu ke kakak, terus kamu hapus foto yang ada di hp kamu." Ucap Kenzie.
Arka menganggukan kepalanya mengerti kemudian mengirim foto tersebut pada Kenzie. Setelahnya dia hapus. Dibandingkan Kenzie dan Raka yang tidak bisa menjaga rahasia, Arka justru berbeda. Dia bisa menjaga rahasia siapa pun dan itu menjadi pembeda dari kedua saudaranya itu.
"Jangan kasih tau siapa siapa... Cukup kamu sama abang yang tau." Ucap Kenzie. Arka menganggukan kepalanya mengerti kemudian pergi meninggalkan sang kakak sendirian.
Syakila... Lo kenapa bohong sama gua?? Gak, Syakila cinta sama gua... Dia gak bakalan lakuin ini. Batin Kenzie berpikiran positive. Dia pun mengirim pesan pada kekasihnya itu.
(Sayang♥)💬
^^^Gak jadi ke puncaknya, gimana kalo lusa kencan aja.^^^
Sayang♥: Nggak besok aja bee??
^^^Besok sibuk Kila^^^
Sayang♥: Okey bee
Kenzie melempar ponselnya ke meja sedikit kasar. Sepekan ini Kenzie sering berpikiran negative pada Syakila. Bukan tanpa alasan, setelah Kenzie pikir pikir alasan kenapa Syakila tidak ingin menukar media sosial bukan karena masalah karir. Melainkan sesuatu disembunyikan olehnya.
__ADS_1
Gua suruh Veno buat bajak akun Kila... Iya dia bisa bantu gua sekarang. Batin Kenzie.
"Enzi kenapa kamu malah nyante disini... Tau nggak kalo tante Lala udah pulang dengan selamat." Ucap Alina.
"Hah?? Kapan mom?? Kok aku gak tau??" Tanya Kenzie dengan wajah terkejut.
"Tadi, tapi keadaannya masih lemah... Besok kamu jadi ke puncaknya??" Jawab Alina kemudian kembali bertanya.
"Gak mom... Syukur deh kalo tante dah balik." Ucap Kenzie.
"Besok kamu temenin mommy seharian oke Son??" Ucap Alina.
"Nggak ah, ntar daddy cemburu... Sama anak sendiri cemburu." Ucap Kenzie dengan wajah kesal.
"Biarin aja... Toh besok dia kerja... Jadi kamu besok antar mommy jenguk tante Lala habis itu jenguk Rasya dirumah sakit." Ucap Alina yang mana membuat Kenzie menoleh.
"Anak jelek itu kenapa mom??" Tanya Kenzie.
"Loh kok kamu gak tau?? Rasya sakit, katanya kemarin lusa kehujanan." Jawab Alina. Yang mana membuat Kenzie terdiam. Dia tau jika Rasya tengah berbohong.
"Kamu mau kan sayang?? Atau mau kencan sama pacar kamu??" Goda Alina.
"Ish, mommy apaan sih?! Kila kan masih capek, dia pasti lagi istirahat... Besok Enzi anter deh tapi..." Ucap Kenzie kemudian memberikan kode pada Alina.
"Goceng mau??" Tanya Alina.
"Hah goceng??!! Yang bener aja mom?!! Si kembar minta duit buat beli lilinstik dikasih." Kesal Kenzie.
"Lightstick sayang... Toh mereka minta sama Oma bukan ke mommy... Mommy cuman nambahin." Jawab Alina.
"Tuh kan! Giliran aku minta gak dikasih, aku anak mommy bukan sih??!" Ucap Kenzie. Alina hanya tertawa kecil melihat reaksi putranya.
"Si kembar minta buat beli lightstick... Kalo kamu buat ke club makanya mommy pikir pikir kalo mau kasih duit ke kamu... Udah besok anter mommy yah." Ucap Alina. Kenzie masih kesal. Enggan menjawabnya.
"Nanti mommy kasih black kard punya daddy." Bisik Alina.
"Bener mom?? Oke deh siap." Jawab Kenzie.
"Mommy beli album!!!" Teriak si kembar yang mana membuat Kenzie memutar bola matanya kesal. Hampir tembok kamar si kembar penuh dengan foto idol asal korea selatan.
"Heh dasar bocah!! Ntu di rak kalo bukan album apa?? Komik?!" Kesal Kenzie.
"Ish abang mana tau... Yah mommy ya, ntar kalo Arka nikahin Jennie mommy juga kan yang untung... Ntar cucu mommy blasteran." Ucap Arka.
"Iya mommy... Beliin yah... Ntar Raka gak minta adek lagi." Timpal Raka. Yang mana membuat Kenzie kesal dan merangkul kasar kedua leher saudaranya.
"Suka banget ama korea... Gak sadar apa kalo kakak kalian ini ganteng banget." Ucap Kenzie.
"Masih gantengan kak Veno." Ucap si kembar bersamaan. Yang mana membuat Kenzie membeku. Alina hanya tersenyum melihat sikap ketiga putranya itu.
"Eh kak Daffin juga ganteng... Kalo wajah abang kan keliatan banget petakilan kayak daddy... Kalo kak Daffin keliatan kalem and cool." Ucap Arka dan diangguki setuju oleh Raka.
"Abang punya black kard... Jangan harap minta duit ke abang!" Ucap Kenzie kemudian meninggalkan kedua adiknya itu.
"Eh abang!!! abang!!! Huwaaa mommy jahat, kok abang yang dikasih?!!" Ucap Si kembar yang mana membuat Alina pusing.
"Potes ke daddy jangan ke mommy... Mommy mau masak." Ucap Alina.
"Yah nggak bisa gitu dong mom... Ih mommy jelek kalo jahat ke kita." Ucap Raka.
__ADS_1
"Mommy kasih duit." Timpal Arka. Beginilah si kembar yang selalu merengek minta uang jajan.
Alasan kenapa Alina tidak mengizinkan Kenzo memberikan fasilitas dan masih membatasi ketiga putranya karena mereka masih kekanak kanakan. Si sulung meminta duit untuk membeli r*kok dan ke club. Sedangkan si kembar untuk membeli album dan aksesoris lainnya yang berkaitan dengan kpop.