My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
BAB 13


__ADS_3

⭐Perhatian. Jangan lupa like, vote, and komentarnya ya🤗 Dan selamat membaca semua⭐


Hari Pertama Ujian


Tampak pagi pagi Kenzo langsung bangun dan membersihkan dirinya. Dia ingin datang lebih pagi ke sekolah hanya saat ujian datang. Bukan karena ingin belajar, melainkan meminta contekan pada Alzero atau Gavin. Beberapa saat kemudian, Kenzo sudah rapi dengan seragam sekolahnya. Buru buru Kenzo menuruni tangga menuju ke ruang makan.


"Pagi dad, pagi Ela." Sapa Kenzo begitu duduk di kursinya.


"Pagi... Kayaknya sekolah kakak harus sering ada ujian deh dad, biar kakak bisa berangkat pagi." Ucap Celani.


"Hahaha... Kamu benar Ela, sudah habiskan sarapan kalian." Ucap Dicko.


Kenzo dan Celani pun menikmati sarapannya. Setelah sarapan, Kenzo pun mengendarai mobil sportnya menuju ke sekolah. Kenzo melonggarkan dasinya dan mendengarkan musik melalui eraphonenya.


Saat asiknya menyetir sembari mendengarkan musik favoritnya. Tanpa sengaja matanya menatap ke arah sebuah cafe dimana ada seseorang yang tengah membersihkan halaman cafe tersebut. Kenzo memberhentikan mobilnya dan perlahan menurunkan kaca mobilnya.


Eh itu kan si cupu, jadi dia pelayan di cafe ini... Asik nih kalo buat masalah awal ujian. Batin Kenzo.


Kenzo mengeluarkan ponselnya dan memotret Alina yang sedang menyapu dengan menggunakan seragam. Iya, dia Alina. Setiap berangkat sekolah dia akan bekerja di cafe hanya sekedar bersih bersih dan setiap pulang sekolah dia akan bekerja sebagai pelayan cafe sampai sore. Alina tidak ingin membebankan semuanya pada ayahnya, mengingat kondisi keuangannya saat ini.


Setelah memotret Alina diam diam, Kenzo pun menaikan kembali kaca mobilnya dan melajukannya menjauhi area tersebut. Ini memang pertama kalinya Kenzo melewati jalan pintas untuk sampai ke sekolah. Tidak heran dia baru pertama melihat Alina yang bekerja di cafe tersebut.


"Alina sudah selesaikan, ini gaji kamu... Saya tambahkan bonus karena kamu datang tepat waktu." Ucap Sinta menejer cafe tersebut.


"Terima kasih bu... Alina berangkat dulu ya, Assalamualaikum." Pamit Alina sopan sembari menjabat tangan Sinta.


"Walaikumsalam, hati hati dijalan ya." Ucap Sinta.


Sinta cukup kagum dengan Alina. Meskipun dia sering melihat Alina diejek karena bekerja di cafe, tapi itu tidak membuat Alina berhenti bekerja. Dan bagi Alina, dia tidak malu meskipun dibully akan hal itu karena baginya bekerja dimana pun asal halal dan hasil kerja keras sendiri tidak membuatnya malu. Justru membuat Alina bangga karena dia bisa menghasilkan uang dengan kerja kerasnya.

__ADS_1


Di Sekolah


Kenzo tampak tersenyum puas sembari menyandarkan tubuhnya pada kursi taman. Foto yang dia ambil tadi, langsung diposting di media sosial dan langsung mendapat banyak komentar. Melihat Kenzo tersenyum sendiri, membuat Gavin mendekat.


"Apaan tuh, seneng banget keliatannya... Dapat gebetan baru ya??" Goda Gavin.


"Gebetan apaan... Coba lo cek sendiri akun gua." Ucap Kenzo. Sejenak Gavin mengeluarkan ponselnya dan melihat postingan baru dari Kenzo.


"Gila lo Ken... Ini kan si Alina cupu itu, mau bikin masalah lagi ya?? Anak terlantar... Ken lo nggak takut tu cewek nyamperin lo." Ucap Gavin.


"Buat apa takut sama cupu... Ya elah Vin kayak nggak pernah bikin beginian... Dulu juga kita unggah foto guru yang lagi selingkuh kan?? Biasa biasa aja." Jawab Kenzo santai.


"Eh Ken... Vin kalian udah berangkat, di luar pada bicarain Alina ribut ribut lagi... Ada apaan emang." Ucap Raefal begitu datang.


"Nih lo liat sendiri." Ucap Kenzo sembari menyondorkan ponselnya.


"Anak terlantar... Gila lo Ken... Berani banget lo bikin kayak ginian... Lo nggak kasihan sama dia, dia baru aja kena musibah loh." Ucap Raefal.


"Ya udah deh terserah lo... Tapi lo tau nggak Ken, dia hari sebelum prom night... Nyokapnya Alina meninggal karena kecelakaan." Ucap Raefal membuat Kenzo dan Gavin terkejut.


"Serius lo?? Lo tau dari mana??" Tanya Kenzo.


"Mama gua... Nyokapnya dia tuh rekan kerjanya mama... Sama sama desainer, sayangnya beberapa tahun lalu nyokapnya dia bangkrut... Dan bekerja sebagai pelayan di butik mama gua... Bokapnya juga hampir meninggal karena serangan jantung pas tau dia meninggal." Jelas Raefal sejenak membuat Kenzo merasa sedikit bersalah. Namun, dia menapis rasa bersalahnya itu.


"Oh gitu, ya itu kan udah lama kali." Ucap Kenzo sembari menyandarkan tubuhnya.


"Serah lo deh... Gua cuman ngasih tau itu doang... Eh iya Ken, lo diizinin nggak nih kuliah disana??" Tanya Raefal.


"Diizinin tapi harus di asrama." Jawab Kenzo dengan wajah kesal.

__ADS_1


"Sama kayak gua." Ucap Raefal dan Gavin bersamaan.


"Wih kita bertiga selalu aja sama... Haha," Ucap Kenzo sembari tertawa.


"Pastilah sama secara kan kita biangnya onar ya nggak." Ucap Gavin. Mereka bertiga pun tertawa terbahak bahak.


Saat itu tampak Kenzo menatap Alina yang sedang dibully oleh teman sekelasnya. Tampak wajah Alina sembab dengan mata terus meneteskan air mata. Terlebih ada salah satu siswa yang melemparnya dengan bola basket.


Eh dia dibully segitunya?? Apa urusannya sama gua, bodoamat lah emang dia sering dibully. Batin Kenzo.


Bertahan Alina, hanya untuk ujian... Setelah ini kamu bisa bebas. Batin Alina.


Saat seorang siswa kembali melemparnya dengan bola basket, tiba tiba ada yang dengan cekatan mengambil bola basketnya dan tidak mengenai Alina.


"Bola basket harusnya dimasukan ke ring agar mendapat point, dan kamu melemparnya ke kepala seseorang untuk mendapatkan apa?? Pujian?!" Ucap Alzero dingin. Karena takut siswa yang membully Alina kabur.


"Terima kasih." Ucap Alina.


"Aku tidak menolongmu... Hanya agar semua siswa patuh dengan peraturan yang ada." Jawab Alzero kemudian pergi.


Terima kasih Ya Allah, setidaknya ada yang menolongku disaat seperti ini. Batin Alina bersyukur. Dia pun buru buru memasuki kelasnya.


"Yah Al, kok lo bubarin sih... Nggak seru lagi." Ucap Kenzo. Alzero melempar bola basketnya ke sembarang arah.


"Itu ulah kamu kan Ken??" Tanya Alzero.


"Ayolah, hari pertama Ujian tanpa onar sangatlah hampa." Jawab Kenzo dan diabaikan oleh Alzero. “Tring!!!!” Bel masuk berbunyi.


"Eh udah bel, Ayo masuk... Semangat ujian bungsu." Ledek Kenzo.

__ADS_1


"Apaan lo... Seneng banget liat orang menderita." Ucap Raefal.


Empat serangkai itu pun masuk ke kelasnya dan mengikuti ujian akhir semester mereka. Rajanya mencontek saat ujian adalah keahlian Kenzo dan Raefal. Sebenarnya Kenzo pandai sama seperti Gavin, namun kemalasannya untuk berpikir membuatnya mencontek jawaban yang instan dari Alzero maupun Kenzo. Berbeda dengan Alina yang mengerjakan ujiannya dengan sangat teliti dan cermat. Alina tersenyum begitu melihat soal ujiannya seperti yang dia pelajari saat malam tadi.


__ADS_2