
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
👩💻Sebelum membaca, biasakan like, vote, dan komentarnya readers😘💕
👩💻Jangan Lupa mampir ke karyaku yang lain ya❤😘
👩💻Ingat, ini hanya imajinasi author dan tidak bermaksud menjelek jelekan profesi atau lainnya😉🤗😘
👩💻Terima kasih dan happy reading semua❤
📖📖📖
👩💻I Love You Readers❤❤❤❤❤
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Pukul 2 pagi Kenzo terbangun. Dirasanya tubuhnya sudah kembali vit. Mungkin alerginya sudah sembuh. Saat hendak bangun, dia terkejut melihat Alina tertidur dibibir ranjang dan menggegam tangannya.
Si cupu begadang jagain gua?? Bener bener istri berbakti. Batin Kenzo tersenyum.
Kenzo melepaskan tangannya dari tangan Alina. Perlahan Kenzo turun dari atas ranjang dan menggendong tubuh Alina kemudian merebahkan tubuh Alina diatas ranjang. Tak lupa Kenzo menyelimuti tubuh istrinya itu. Dan tangannya terangkat membelai wajah Alina. Dia menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik sang istri.
"Thanks ya cupu... (Mencium kening Alina.) Thanks udah jagain dan rawat gua." Bisik Kenzo pada telinga Alina. Tentu tidak direspon Alina lantaran dia masih terlelap. Kenzo pun memeluk tubuh Alina dan kembali tidur.
Keesokan Harinya
Sinar mentari pagi menyapa. Namun tidak ada tanda tanda pasangan suami istri ini terbangun. Keduanya tampak masih terlelap pada mimpinya masing masing. Hingga tiba tiba Alina terbangun. Dia memegangi perutnya yang terasa sakit.
Sakit... Apa aku datang bulan yah?? Batin Alina.
Dia sedikit terkejut saat berhadapan dengan wajah tampan Kenzo. Alina menyingkirkan tangan Kenzo yang melingkar di pinggangnya. Dia pun duduk dibibir ranjang sembari memegangi perutnya.
"Sshh.... Ini hari pertama pasti selalu begini... (Menatap ke arah sprai yang terdapat darah.) Ternyata benar aku datang bulan." Lirih Alina. Mendengar rintihan Alina membuat Kenzo terbangun.
"Cupu lo ken—" Ucap Kenzo menggantung saat melihat bercak darah di sprai.
Tunggu.... Jangan bilang kalo gua... Astghafirullahalazim gua belum siap jadi bapak. Batin Kenzo sembari mengacak acak rambutnya.
"Ken kamu kenapa??" Tanya Alina. Sadar Kenzo menatap ke arah sprai, Alina langsung menutupinya karena malu.
"Itu darah lo??" Kenzo balik bertanya.
"I.. Iya, ini hari pertama ku datang bulan." Jawab Alina lirih dengan wajah merona.
"Datang bulan?? (Alina menganggukan kepalanya.) Jadi bukan darah p*rawan??" Tanya Kenzo.
"Maksudmu???" Alina balik bertanya lantaran dia tidak tau apa yang Kenzo maksud.
"Gak, gak apa apa." Jawab Kenzo malu karena telah salah paham.
"Ken... (Kenzo menoleh.) Bo, boleh aku minta bantuanmu??" Tanya Alina ragu ragu.
"Bantuin apa??"
"Kemarin aku lupa membeli p*mbalut... Bisa tolong kamu belikan itu untuk ku??" Tanya Alina.
"Hah?? Gua??? (Menujuk dirinya sendiri.) Ogah banget gua, bisa bisa harga diri gua hancur." Jawab Kenzo. Tentu membuat Alina menunduk dan terdiam.
"Baiklah aku akan membelinya sendiri." Ucap Alina. Dia pun menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Baginya ini memang kesalahannya karena lupa membeli barang yang sangat penting itu.
"Gua kira semalem udah nyentuh tuh cewek, ternyata nggak... Alhamdulilah, jangan sampe gua nyentuh tuh cewek." Lirih Kenzo bernapas lega. Beberapa saat kemudian Alina keluar dari dalam kamar mandi dan hanya menggunakan handuk kimono.
"Eh lo mau kemana masih pake gitu???" Tanya Kenzo membuat Alina mengurungkan niatnya untuk membuka pintu.
"Pergi beli p*mbalut." Jawab Alina.
"Hah?? Pake handuk doang???" Tanya Kenzo lagi dan direspon anggukan oleh Alina.
Si cupu b*go apa gimana sih?? Dia gak takut apa diapa apain sama cowok diluar?!! Mending gua yang beliin dari pada dia keluar pake gitu doang. Batin Kenzo.
__ADS_1
"Udah lo di kamar aja, gua yang beli." Ucap Kenzo membuat Alina menatapnya sembari tersenyum.
"Benarkah??? Terima kasih Kenzo." Jawab Alina sembari tersenyum tulus.
Deg. Deg. Deg.
Detak jantung Kenzo berpicu dengan sangat cepat. Karena ini pertama kali nya melihat senyuman manis dari Alina.
Nih didalem kenapa dah, lagi balap mobil kali ya?? Batin Kenzo sembari menyentuh dadanya yang bergetar. Tanpa pikir panjang Kenzo langsung menuju ke kamar mandi guna membersihkan diri.
Kenzo kenapa?? Batin Alina melihat Kenzo buru buru masuk ke kamar mandi.
Beberapa saat kemudian Kenzo keluar dan membawa kunci mobilnya. Sedangkan dengan Alina, dia mengganti sprainya dan mencuci sprai yang terkena bercak darah itu sembari menunggu Kenzo pulang.
Di Kediaman Faresta
Raefal dan kedua orang tuanya tengah menikmati sarapan pagi. Selalu diselingi tawa kecil dan bercanda yang Raefal perbuat. Sebagai anak tunggal, tentu membuat Raefal mendapatkan kasih sayang penuh dari kedua orang tuanya.
"Oh iya sayang, kamu udah pikirin mau ngelanjutin dimana??" Tanya Zira ibu Raefal.
"Udah ma, di kampus Royal Utama." Jawab Raefal.
"Begitu.... Mama denger Kenzo baru nikah, sama siapa memangnya???" Tanya Zira lagi.
"Sama anaknya almarhumah tante Alexa ma, itu rekan bisnis mama yang pernah mama ceritain." Jawab Raefal kemudian meminum air putih.
"Oh anaknya almarhumah Alexa, ternyata bener yah pah." Ucap Zira sembari menatap suaminya Leon.
"Iya papa juga nggak nyangka." Sahut Leon.
"Emang nggak nyangka apa pa??" Tanya Raefal ingin tau.
"Gini sayang, almarhumah dulu itu sahabat baiknya tante Lina... Mereka berdua udah berpikir bakalan jodohin anak mereka kalau anak mereka berlain jenis, bahkan pas kuliah yah pa kalau nggak salah??" Jelas Zira kemudian menatap Leon.
"Iya, Dan sepertinya ini memang sudah takdir dari Allah kalau mereka memang berjodoh." Timpal Leon membuat Raefal menganggukan kepalanya mengerti.
"Oh iya ma, pa... Mama sama papa kenal sama ayahnya Al?? Soalnya dari dulu aku nggak pernah liat." Tanya Raefal.
"Jadi papa kenal dong sama ayahnya Al." Ucap Raefal bersemangat. Tampak Leon menganggukan kepalanya.
"Jelas papa kenal, papa inget betul pas di kampus ayahnya Al jadi idola.... Selain tampan dia berbakat dalam hal apapun, bahkan dulu mama kamu juga suka sama dia." Ucap Leon melirik istrinya.
"Mas ih." Rengek Zira membuat Leon terkekeh.
Nggak heran kalau si Al juga gitu, ternyata bokapnya juga dulu gitu. Batin Raefal.
"Tapi bukan cuman mama doang kok sayang, tante Lina sama tante Saras dulu juga suka... Sayangnya dia di jodohin sama tante Zaina, pasti Zaina beruntung banget." Ucap Zira membuat Leon kesal.
"Jadi kamu nggak beruntung nikah sama aku sayang??" Tanya Leon dengan nada merajuk.
"Nggak gitu sayang, Zaina cuman beruntung dan aku sangat beruntung jadi istri kamu." Jawab Zira membuat Leon tersenyum.
"Kiss dulu." Ucap Leon melupakan kehadiran putranya.
"Ekhem... Aku nggak dianggap nih." Ucap Raefal membuat kedua orang tuanya tersipu malu.
"Maaf tuan, den Gavin ada dihalaman depan." Ucap bik Arni.
"Oh iya makasih bik, ma... Pa aku pergi dulu... Assalamualaikum." Pamit Raefal tak lupa mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
"Walaikumsalam, hati hati sayang." Jawab Zira mewakili.
"Lama banget dah lo, ngapain aja lo didalem." Kesal Gavin.
"Ya elah cuman beberapa menit doang... Al mana??" Tanya Raefal.
"Tuh diluar katanya malas masuk.... Ya udah yok naik, kita tanya apa si Ken itu udah main sama bininya apa kagak." Jawab Gavin sembari tersenyum miring.
"Oke let's go." Jawab Raefal. Mereka pun pergi menuju ke Vila Kenzo.
__ADS_1
Sedangkan dengan Kenzo
Dia tengah menatapi nasibnya yang bingung harus membeli p*mbalut jenis apa lantaran ada banyak jenis disana. Terlebih banyak wanita yang tersenyum saat melihat Kenzo berada didepan rak p*mbalut.
"Argh!! B*doamat lah gua borong aja." Kesal Kenzo sembari memasukan semua jenis p*mbalut kedalam troli.
"Sembilan ratus ribu." Ucap sang kasir sembari tersenyum.
"Nih." Ucap Kenzo sembari mengeluarkan kartu kreditnya. Setelahnya dia pun buru buru masuk kedalam mobil dan pergi kembali ke Vila.
Awas aja kalo si cupu gak bilang terima kasih. Batin Kenzo kesal.
Sesampainya di Vila
Kenzo terkejut saat melihat dua mobil terparkir rapi dihalaman. Dan sesuai dugaannya ternyata ketiga sahabatnya yang datang berkunjung.
"Halo pengantin baru." Sapa Gavin begitu Kenzo keluar dari dalam mobilnya.
"Apaan sih! Kalian ngapain kesini?!!" Ucap Kenzo tak suka.
"Eh kok ketus gitu, takut kita ganggu lo sama bini lo ya??" Goda Gavin sembari merangkul leher Kenzo. Tampak Kenzo memutar bola matanya bosan.
"Eh lo beli cemilan?? Perhatian banget sih—"
"Gak usah liat, udah gua masuk dulu kalian tunggu in gua diteras... Awas aja kalau berani masuk." Ancam Kenzo kemudian masuk kedalam Vila.
"Si Ken jadi posesif ya??" Ucap Raefal sembari menghampiri Gavin.
"Hooh, kita masuk ajalah yang penting jangan ke kamarnya." Usul Gavin.
"Jangan masuk! Kita tunggu di teras." Cegah Alzero.
"Tapi Al... (Alzero menatap tajam.) Oke oke... Kita tunggu di teras aja yah... Jangan marah dong." Ucap Gavin dengan mode imutnya. Alzero hanya menggelengkan kepalanya pelan dan duduk di kursi teras vila. Disusul Gavin dan Raefal.
Sedangkan di kamar, Alina tampak terdiam dan hampir tak percaya. P*mbalut yang Kenzo beli terlalu banyak bahkan sampai tidak muat di lemari.
"Bener kan itu???" Tanya Kenzo sembari menyilangkan kedua tangannya didepan dada.
"Iya, tapi ini terlalu banyak... Kau memborong semuanya??" Jawab Alina kembali bertanya.
"Yah gua bingung, banyak banget macemnya ya udah gua borong semuanya... Oh iya, ntar bikinin tiga jus alpukat sama satu cangkir kopi pahit... Temen gua dateng, jangan berani godain mereka paham lo??" Ucap Kenzo dan direspon anggukan oleh Alina.
"Eh cupu... Lo gak ucapin makasih gitu ke gua??" Ucap Kenzo saat Alina hendak masuk ke kamar mandi.
"Terima kasih." Jawab Alina membuat Kenzo kesal.
"Gua gak mau ucapan.... Gua maunya—"
Cup.
Waduh apaan tuh?? Penasaran gak?? Sama adek juga wkwkwk🤣🤣 Oke Skip, adek kasih lihat gambar kediaman Azura, Faresta, Saputra, dan Vila Alzero.😗😉
(Kediaman Azura👆🏻)
(Kediaman Faresta👆🏻)
(Kediaman Saputra👆🏻)
(Vila Alzero👆🏻: Itu Vila hasil kerja keras Alzero sendiri hebatkan wkwkwk 😭😂😂)
__ADS_1
(Vila baru yang dihuni Alina dan Kenzo.)