My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
Season 2 Episode 45


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖


TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘


I LOVE YOU READERS😙💕


...🥀MHKOT2🥀 ...


"Tadi abang bilang mau—"


Prankkk!!!!


"Jangan ada berteriak atau bergerak!!!" Ucap seorang pria yang mana membuat lainnya terkejut. Pria itu membuka kardigannya dan memperlihatkan bom yang melilit di pinggangnya. Yang membuat mereka semakin takut, pria itu membawa pistol ditangannya.


"Atau... Gadis ini—"


"Rasya!!!" Pekik Kenzie dan lainnya.


"Jangan ada yang mendekat!! Atau gadis ini... Akan mati!" Ucapnya sembari menodong pistol pada kening Rasya. Yang mana membuat Rasya ketakutan sampai meneteskan air matanya.


"Apa maumu!!!" Bentak Kenzie.


"Biarkan aku pergi dengan gadis ini dan jangan ada yang menceghatnya! Atau bom ini akan meledak dan membunuh kalian semua yang ada disini." Ucapnya. Seketika sahabat dari pria itu menyekap Kenzie Alveno Daffin dan Revan. Tidak hanya itu mereka juga menyekap Liasya Nala dan Elina.


"Lepasin gak!!!" Berontak Elina.


"Diam kamu!!!" Ucapnya.


"Dimana Raka??" Gumamnya dan didengar oleh Rasya.


Raka?? Sebentar... Orang orang ini hanya menyekap kak Enzi dan ketiga sahabatnya... Dia bahkan menargetkan Raka, apa orang yang menyuruhnya... Kak Kila?? Batin Rasya.


"Bawa mereka!!" Titahnya.


"Ingin mencoba menghancurkan acara putraku??" Ucap Kenzo berjalan mendekat disusul Alzero Gavin dan Raefal. Astaga, posisi baris mereka mengingatkannya saat masih muda yang hobi membuat masalah.


"Madha Mahesa... Tersangka pembunuhan berantai di Canada dan menjadi buronan selama kurang lebih 9 tahun... Yang benar saja." Ucap Alzero yang mana membuat pria yang menyekap Rasya terkejut.


"Kau—"


Brukhhhh!!


Bugh!! Bugh!!


"Arka!!!" Pekik Alina saat melihat putra bungsunya menghajar Madha dan merebut bom juga pistolnya.


Klak!


Arka mengarahkan pistolnya pada kening Madha. Disamping itu, Alveno juga menghajar pria yang menyekapnya dan juga menyelamatkan Liasya.


Bughh!! Bughh!!


"Lili kamu tidak apa apa???" Tanya Alveno sembari memeluk Liasya.


"Lili takut kak... Hiks, hiks." Jawab Liasya dengan tubuh bergetar.


"Sekarang sudah aman." Ucap Alveno sembari memeluk Liasya erat. Dan dalam sekejap 8 orang itu sudah terlumpuhkan.


"Aaaa... Pistol jenis Magnum... Ini pistol langka, dimana kalian membelinya?? Pasar gelap?? Atau transaksi??" Ucap Kenzo.

__ADS_1


"Dan ini hanya bank daya... Bukan bom." Ucap Kay menambahi. Yang mana membuat Arka kesal. Dia pun melempar benda itu sampai meledak. Dan itu hanya ledakan kecil seperti petasan.


"Jadi... (Mengijak tangan Madha.) Siapa yang menyuruh kalian?!!" Ucap Kenzie dengan wajah yang menyeramkan. Dimana saat itu membuat Alina Lala Nia dan Mita mengetahui sifat kejam suami dan anak mereka.


Sial!! Kenapa aku lupa jika disini ada tuan Caesar! Umpat Madha. Hingga saat itu para anak buah Alzero datang.


"Bawa mereka, aku yang akan mengintrogasinya!" Titah Alveno. Kedelapan pria itu pun dibawa.


"Sayang... Syukurlah kamu baik baik saja!" Ucap Kenzie sembari memeluk Rasya. Begitu juga Daffin pada Nala.


"Huwaaa!! Untunglah calon suamiku masih hidup." Ucap Elina yang mana membuat Revan kesal.


"Heh sembarangan kalo ngomong!!!" Ucap Revan sembari hendak melepaskan pelukan Elina.


"Ven, untung lo kasih tau gua tadi siang... Kalo gak, gua pasti gak bisa ngontrol emosi dan hal buruk bakalan terjadi." Ucap Kenzie.


"Sepertinya yang menyuruh mereka adalah—"


"Kak Kila." Jawab Rasya yang mana membuat kening Kenzie berkerut.


"Pria yang menyekapku sedang mencari keberadaan Raka... Bukankah saat itu kak Kila juga ingin balas dendam pada Raka??" Jelas Rasya.


"Yang Rasya omongin ada benernya Enzi... Sepertinya Kila tidak hanya sendiri, dia mengincar kita berempat." Ucap Daffin.


"Kita harus menyelidikinya." Ucap Alzero.


"Selidikinya nanti saja!!" Ucap Alina kemudian menjewer Kenzie. Bukan karena marah tapi dia cemas dan takut jika Kenzie kenapa napa.


"Aduh mommy!! Sakit!!! Mommy harusnya memarahi anak bungsumu itu, dia bertindak nekat!" Rintih Kenzie.


"Sudah sudah... Jangan ribut, yang terpenting semuanya baik baik saja sekarang." Ucap Lina menengahi. Alina hanya memeluk erat Arka bersyukur dia baik baik saja.


"Abang pergi mom... (Ponselnya berbunyi.) Nah ini malah telefon." Ucap Arka. Dia pun mengangkat telefonnya bahkan mengaktifkan speaker.


📞


“Halo bang.”


“Arka!! Arka Mi... Mia keracunan.”


"Apa?? Terus abang dimana sekarang??" Tanya Arka namun belum Raka menjawab, Daffin mengambil alih ponselnya.


"Oi Zaiman!! Lo apain adek gua!!!" Bentak Daffin.


"Kak jangan marah dulu! Tadi Raka ke rumah kakak dan denger pelayan teriak... Ternyata Mia keracunan makanan, nanti Raka jelasin sekarang kakak ke rumah sakit Sinar Jaya."


Tut.


"Mas Mia!!" Ucap Nia khawatir.


"Kita ke rumah sakit sekarang." Ucap Kenzo dan mereka pun ke rumah sakit.


Kenapa dari dulu ada yang gak suka sama aku?? Salah aku apa?? Batin Rasya. Di hari pertunangannya saja sudah diteror lalu bagaimana nanti setelah menikah?? Begitu yang Rasya pikirkan saat ini.


Di Rumah Sakit


Raka menatap Mia yang terbaring diatas ranjang. Dengan tangan diinfus dan bernapas menggunakan alat bantu. Disentuhnya tangan yang selalu Raka idamkan untuk dia genggam. Denyut nadinya sangat lemah yang mana membuat hati Raka sakit. Dia hampir saja berniat bunuh diri jika Mia benar benar tidak bisa diselamatkan.


Mia... Gua sayang lo... Sadarlah please!! Batin Raka sembari menangis.

__ADS_1


"Mia... Mia sayang." Ucap Nia begitu datang. Raka pun bangkit membiarkan Nia duduk.


"Raka apa kata dokter?? Kenapa Mia bisa keracunan??" Tanya Gavin.


"Dokter bilang Mia bisa diselamatkan, jika racun dari dalam tubuhnya sudah hilang Mia akan tersadar... Jika tadi aku telat 1 menit saja, mungkin Mia tidak bisa diselamatkan." Jelas Raka yang mana membuat lainnya terkejut.


"Dan dokter bilang, penyebabnya ada pada pudding yang Mia makan." Ucap Raka yang mana membuat Daffin menatap Nala.


Pudding?? Apa pudding buatanku?? Batin Nala.


Grep!!


"Itu pudding buatanmu kan?!! Kamu ingin mencelakakan adikku?!!!" Ucap Daffin sembari mencengkram tangan Nala erat.


"Daffin tahan emosi lo—"


"Lo gak usah ikut campur Enzi! Ikut aku ayo!!!" Ucap Daffin sembari menyeret Nala.


"Daff—"


"Enzi biarkan... Daffin tidak akan melukainya." Ceghat Alveno. Kenzie menganggukan kepalanya mengerti dan menatap Mia yang masih belum sadar.


Jadi Raka bener bener cinta ke Mia... Bahkan filingnya sama kuatnya dengan tante Nia sebagai ibunya. Batin Kenzie sembari menatap Raka.


...🥀🥀🥀...


"Daffin sakit!!!" Pekik Nala namun Daffin tak memperdulikannya. Dia menarik tangan Nala dan hendak membawanya ke kamar.


"Sayang kamu udah—"


"Diam lo!!!" Bentak Daffin.


Bammm!!


Cklekk!!


Daffin membanting pintu dan menguncinya dari dalam. Yang mana membuat Laura tersenyum penuh kemenangan.


Ini baru awal Daffin... Dan akan gua pastiin kalo lo bakalan ceraiin cewek pungut itu. Batin Laura.


"Aku bertanya padamu Nala!!! Kenapa kamu diam saja ha?!!!" Bentak Daffin. Nala mendongak menatap mata Daffin dengan matanya yang berkaca kaca.


"Menjelaskan apa?? Sedangkan kamu sendiri tidak akan percaya dengan penjelasan Nala." Ucap Nala sembari menangis. Dia lebih memilih dimarahi dan dikasari oleh ibu panti ketimbang oleh pria yang berstatus suaminya. Melihat tangisan Nala membuat amarah Daffin mereda. Dia sadar jika dia terlalu mudah emosi.


"Nala aku minta—"


"Nggak perlu... Nala udah biasa diginiin." Ucap Nala kemudian ke kamar mandi.


Gua harus tanya bik Gita... Atau gua langsung cek cctv. Batin Daffin.


"Bik!!! Bibik!!!!" Panggil Daffin. Tampak wanita berusia 50 tahunan datang.


"Iya tuan??"


"Apa begitu Mia memakan puddingnya, dia langsung tidak sadar kan diri??" Tanya Daffin.


"Benar tuan... Beruntung pemuda tadi datang dan membawa nona ke rumah sakit." Jawabnya yang mana membuat Daffin terdiam. Tampak bik Gita menatap keatas dimana ada Laura yang berada di pembatas tangga.


Bagus! Rencanaku berjalan dengan lancar. Batin Laura.

__ADS_1


...🥀🥀🥀...


__ADS_2