My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
Season 2 Episode 36


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA๐Ÿ˜˜ ๐Ÿ’•๐Ÿ’–


TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜


I LOVE YOU READERS๐Ÿ˜™๐Ÿ’•


...๐Ÿฅ€MHKOT2๐Ÿฅ€ ...


"Tenang, sesuai perjanjian... Semua anggota geng motor CS.s yang udah punya doi bakalan kita lindungin... Darren gak berbahaya tapi dia penggila ****, kalo bukan anak dari gubernur pasti dia udah dipenjara karena pr*ngkosa cewek seumurannya." Ucap Yudha.


"Sial!! Itu artinya dia berbahaya bege!!" Ucap Arka sembari menjitak kening Yudha.


"Ya gak usah dijitak juga, gimana kabar si Raka??" Tanya Yudha.


"Abang udah b aja... Sebenernya dia pengen ikut kita ya biasa lah mommy kerjaannya cemas mulu." Jawab Arka.


"Gua cabut dulu ya... Yudha lo anterin gua, dan lo Amal kunci base camp kalo kalian mo pada pulang." Ucap Arka sembari melempar kunci base campnya.


"Siap boss." Jawabnya. Arka pun pergi bersama dengan Yudha.


...๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€...


Rayhan tampak tersenyum miring saat seorang gadis mendatanginya. Dan gadis itu tidak lain Syakila. Kenapa Syakila menemui Rayhan?? Tentu saja meminta pertanggung jawaban karena dia hamil atas ulah Rayhan dan bukan Jason.


"Gua udah bilang... Baby gak bisa jauh dari papanya." Ucap Rayhan sembari membelai perut rata Syakila.


"Gua bakalan pertahanin anak ini kalo lo, bantuin gua buat hancurin rumah tangga Kenzie!!" Ucap Syakila lantang.


"Tenang sayang, bukan hanya Kenzie... Alveno, Revan dan Daffin pasti akan kita hancurkan... Kita juga sudah mendapatkan tiga orang pendukung." Ucap Rayhan sembari tersenyum. Dan saat itu juga, tiga orang wanita datang. Salah satu dari mereka tidak lain... Dona.


"Kita hancurkan keluarga Azura Caesar Faresta dan Saputra... Ibuku meninggal gara gara Raefal Faresta!!" Ucap seorang gadis.


"Ini... Yang akan membantu kita??" Tanya Syakila.


"Benar sekali, sayang... Lo gak usah khawatir soal itu... Dan supaya gak mencurigakan lakukan sesuai rencana... Jangan gegabah." Jawab Rayhan.


Pembalasan ini, baru di mulai. Batin Rayhan.


Di Kediaman Saputra


Nala tengah duduk di balkon dan masih memakai handuk kimononya. Dia merasa benar benar lelah dan sakit disekujur tubuhnya karena ulah suaminya. Ini baru hari pertama, bagaimana selanjutnya?? Entahlah hanya Allah dan author yang tau tentunya wkwkwk.


"Sssh!! Ini sakit." Rintih Nala.


"Istriku tersayang, aku membuatkanmu susu agar cepat hamil... Minumlah." Ucap Daffin. Nala menganggukan kepalanya lemas dan menerima segelas susu itu. Daffin duduk dibelakang Nala sembari memeluknya.


"Masih sakit??" Tanya Daffin.


"Gak terlalu." Jawab Nala kemudian kembali meminum susunya.

__ADS_1


"Sayang." Panggil Nala.


"Hmm??" Respon Daffin sembari sibuk menciumi curuk leher istrinya.


"Jangan dicium ih! Geli." Kesal Nala sembari memukul kecil paha suaminya.


"Iya... Ya maaf, habisnya wangi banget sih... kamu mau bilang apa??" Tanya Daffin.


"Adik kamu nggak suka aku ya?? Kok tadi dia diem aja??" Jawab Nala kembali bertanya.


"Oh Mia, dia emang gitu... Sifatnya kayak balok es." Ucap Daffin.


"Gitu ya, padahal cantik... Pasti banyak yang suka." Lirih Nala.


Gak banyak, yang paling setia ya si Zaiman. Batin Daffin seolah menjawab lirihan Nala.


"Sayang."


"Hmm??"


"Pengen jalan jalan." Ucap Nala.


"Emang udah bisa jalan??" Goda Daffin.


"Ih! Itu juga ulah kamu!!" Kesal Nala. Daffin tersenyum sembari mengeratkan pelukannya.


"Masuk!" Ucap Daffin tanpa beralih dari kegiatannya.


"Maaf mengganggu tuan, nyonya Teja dan tuan Doni ada diluar." Ucap pelayan.


"Ibu dan ayahku... Sayang ayo keluar aku pengโ€”"


"Gak, kamu disini aja... Aku yang keluar." Ucap Daffin memotong.


"Tapโ€”"


Cup.


Daffin yang menyembunyikan rasa kesalnya pun mencium bibir Nala singkat.


"Kamu gak bisa jalan, disini aja... Biar aku yang keluar ok??" Ucap Daffin.


"Oke." Jawab Nala akhirnya mengalah. Dia tidak tau alasan kenapa Daffin menceghatnya untuk bertemu dengan kedua orang tuanya. Dengan langkah tertatih, Nala hendak menuju ke walk in closet untuk memakai pakaian. Namun dia terhenti saat menatap foto tampan Daffin yang memakai pakaian basket. Tampak dia mengangkat piala dengan wajah penuh kebanggaan.


"Suami aku ganteng banget ya... Kok aku nggak sadar... Untung nikah sama aku." Ucap Nala sembari tersenyum.


"Mau apa kalian ke sini?? Cek yang aku berikan semalam belum cukup??" Ucap Daffin tanpa basa basi.


"Apa yang kamu katakan nak, kami kesini hanya ingin bertemu putri kami." Ucap Teja.

__ADS_1


"Setelah menemui istriku kau menekannya kan?! Cih, lebih baik kalian pergi dari sini!!" Usir Daffin.


"Nak Daffin, kau menikahi putri kami... Dan Felix adiknya, dia meminta motor tidak bisakah kau membantu sedikit??" Ucap Doni tanpa malu.


"Heh! Anak yang kau bangga banggakan tanpa memperdulikan bagaimana perasaan istriku... (Mengeluarkan cek.) Ambil ini dan jangan pernah... Muncul dihadapanku dan istriku!" Ucap Daffin kemudian menutup pintu vila.


"Sayang, tidak baik berkata seperti itu... Dia mertuamu." Ucap Nia menasihati.


"Dia tidak pantas menjadi mertuaku ma, dia memanfaatkan Nala dan aku tidak mau itu... Nala sangat polos dan gampang dimanfaatkan." Jawab Daffin.


"Tapiโ€”"


"Mama percaya kan hal ini sama Daffin, ok?? Lebih baik mama sama papa fokus nungguin cucu sambil ngopi, ok?" Ucap Daffin kemudian meninggalkan Nia sendirian.


Anak ini, masih ada waktu bercanda. Batin Nia sembari memijit pelipisnya.


"Sayang, kenapa?? Kamu terlihat kesal, ibu dan ayahku mengatakan sesuatu??" Tanya Nala sembari duduk disamping suaminya.


"Tidak apa, kemarilah duduk dipangkuan ku." Ucap Daffin.


"Nggak, aku mau makan... Nanti aja main kuda kudaannya." Ucap Nala dengan polosnya. Yang mana membuat Daffin tersenyum gemas.


"Iya mainnya ntar malam aja... Sini, aku mau peluk kamu." Ucap Daffin.


"Cuman peluk kan??" Ucap Nala memastikan. Daffin menganggukan kepalanya dan membuat Nala duduk dipangkuannya.


"Kamu kok cantik banget sih." Ucap Daffin.


"Aku kan cewek, kalau aku ganteng berarti aku cowok dong." Jawab Nala dan mendapatkan ciuman di pipi oleh Daffin.


"Besok kita honeymoon mau??" Tawar Daffin.


"Honeymoon itu apa??"


"Bulan madu istriku."


"Emang ada ya bulan madu?? Kalo gitu aku mau bulan es krim dong."


...๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€...


"Hiks, hiks... Kakak masih marah ya sama Lili?? Kakak jangan diem aja, Lili takut." Ucap Liasya sembari menangis.


Tadinya Liasya mengira Alveno senang saat membawakannya es krim coklat kesukaannya. Namun, sudah satu jam Alveno diam sembari membaca buku. Dia bahkan mengabaikan Liasya yang menyapanya.


"Kakak... Hiks, hiks... Maafin Lili." Ucap Liasya lagi sembari menangis.


Brakk!


Liasya terkejut saat Alveno menggubrak meja keras.

__ADS_1


__ADS_2