
āPerhatian. Jangan lupa like, vote, and komentarnya yaš¤ Dan selamat membaca semuaā
Disaat Kenzo dan lainnya berbincang tampak kepala sekolah pak Satya menaiki mimbar aula memberikan kata sesambutan. Tentu tidak dipedulikan oleh Kenzo dan lainnya mereka fokus pada bahan perbincangannya.
Berbeda dengan Alina yang duduk sendirian dengan pikiran yang pergi entah kemana. Alina bangkit dari duduknya hendak menuju ke kamar mandi. Namun saat didepan kamar mandi Alina melihat tiga wanita yang biasa membullynya.
Aku harus pergi dari sini sebelum mereka sadar aku ada disini. Batin Alina sembari bersembunyi.
Alina bersembunyi didalam kamar mandi menunggu ketiga wanita tadi pergi. Tanpa dia sadari kamar mandi yang dia masuki adalah kamar mandi peria.
Kenapa mereka lama sekali?? Batin Alina sembari sedikit mengintip.
"Gua ke belakang dulu ya." Pamit Kenzo.
"Kemana??" Tanya Raefal.
"Kamar mandi, mau ikut??" Ucap Kenzo.
"Sialan lo... Jangan lama lama bentar lagi Gavin tampil." Jawab Raefal.
"Oke." Ucap Kenzo.
Kenzo pun bangkit dari duduknya dan pergi menuju ke kamar mandi. Bertepatan dengan itu, Alina masih tak kunjung pergi dari persembunyiannya. Entah kebetulan atau memang takdir alam, Kenzo masuk kedalam kamar mandi yang menjadi tempat Alina bersembunyi. Kenzo pun berbalik dan...
"Lo ngapain di sini keluar!!!" Ucap Kenzo menahan emosinya.
"Ak...aku mohon biarkan aku disini." Ucap Alina memohon.
"Nggak keluar lo... Lo pikir gua cowok apaan, gua sama sekali nggak peduli sama lo... Keluar nggak!!!" Ucap Kenzo menyeret Alina keluar.
Waktu itu sok jual mahal... Sekarang ngemis ngemis dasar. Batin Kenzo yang masih kesal dengan sikap Alina kemarin lusa.
Alina membalikan badannya dan menutupi wajahnya. Saat ketiga wanita itu hendak menarik Alina dia menatap Kenzo dengan pandangan menunduk. Namun, Kenzo masuk ke kamar mandi dengan pandangan tidak peduli membuat ketiga wanita tersebut tersenyum penuh arti.
"Heh cupu sini lo beraninya ngehindarin kita." Ucap Kify ketua gengnya.
Kenapa semua orang tidak mau menolong ku?? Apa aku manusia tidak berguna di dunia ini. Batin Alina menahan tangisannya.
Rica dan Lia mengepung Alina membuat Alina tidak bisa kabur. Tampak Lia menjambak rambut panjang Alina membuat Alina kesakitan.
"Lo keluar dari wc cowok... Jangan jangan lo nggodain Kenzo ya??!! Kenzo itu milik gua genit banget sih lo." Ucap Lia sembari mengencangkan jambakannya.
"Ak... Aku tidakā" Ucap Alina terpotong.
"Jangan bantah!!! Lia seret dia makin berani." Ucap Kify.
Lia dan Rica menyeret Alina yang sudah menangis seperti biasanya. Beberapa saat kemudian, Kenzo keluar dan melihat Alina yang tengah dibully dengan sadisnya. Bahkan Kify menyiramnya dengan air. Kenzo tidak memperdulikan dan keluar dari kamar mandi.
"Lama banget lo... Tuh Gavin mo tampil... Ngapain aja lo di wc??" Tanya Raefal.
"Nggak cuman cuci muka doang." Jawab Kenzo sembari meminum anggurnya dan menatap Gavin yang tampil dimimbar dengan gitar ditangannya.
__ADS_1
"Kak Gavin hebat juga ya Shel." Ucap Farrel berbisik.
"Iya... Semua teman kakakku hebat hebat semua." Sahut Ashel sembari tertawa kecil.
"Ashel diam." Ucap Alzero membuat Ashel langsung terdiam.
Saat Kenzo tengah fokus melihat Gavin tampil, perhatiannya teralih saat melihat Alina berlari dengan menangis ditambah sekujur tubuhnya basah. Dan entah mengapa membuat Kenzo merasa sedikit bersalah.
"Apa yang lo liat Ken??" Tanya Raefal sembari menggoyangkan tubuh Kenzo.
"Nggak ada." Jawab Kenzo singkat kemudian meminum anggurnya.
"Sekian dari saya... Terima Kasih." Ucap Gavin mengakhiri tampil.
"Huwaaa!!! Gavin aku padamu."
"Gavin ganteng banget."
"Gavin hebat banget."
Begitu para siswa yang kagum dengan kehebatan Gavin dalam memainkan gitarnya. Tampak Gavin menghampiri sahabatnya dengan tersenyum bangga.
"Lihat kan berapa banyak fans gua??" Ucap Gavin bangga.
"Al yang dikagumi semua cewek aja nggak sombong." Sahut Kenzo membuat Gavin membeku. Memang benar banyak wanita yang lebih mengaggumi Alzero karena dia tidak banyak membuat onar disekolahnya.
"Eh... Farrel, Ashel kalian sekolah dimana??" Tanya Gavin mengalihkan pembicaraan.
"Trijaya?? Kalian kenal adik gua... Maksud gua, namanya Celani Azura Zaryani." Tanya Kenzo menatap Ashel dan Farrel.
"Kenal dia satu kelas denganku." Jawab Ashel.
"Fantastis... Jika ada yang membuat Celani menangisā"
"Bilang ke gua... Hobi gua cari masalah sama anak sekolah lain." Potong Gavin. Tampak Ashel hanya menggaruk tengkuknya yang tidak terasa gatal.
Sedangkan dengan Alina.
Dia terpaksa kembali dengan kondisi pakaian basah. Yang membuat Alina menangis adalah kacamata pemberian ibunya dirusak oleh Kify.
Saat menunggu taxi melintas, tampak mobil berwarna putih berhenti. Seketika pintu terbuka dan terlihat wanita paruh baya menghampiri Alina. Alina yang tampak tidak asing dengan wanita itu pun langsung menghapus air matanya.
"Tante." Sapa Alina sembari tersenyum.
"Loh sayang katanya kamu pergi ke prom night, kenapa kamu basah begini?? Sini pakai jaket tante." Ucapnya. Tampak wanita paruh baya itu membalutkan jaket yang dibawanya.
Andai saja ada yang mau menolong ku saat itu, aku pasti tidak akan basah seperti ini. Sekarang aku dengan yakin hanya ada tiga orang yang peduli padaku... Bunda ayah dan tante Lin. Batin Alina.
"Makasih tante... Tante malam malam begini darimana??" Tanya Alina.
"Tante baru menangani salah satu pasien kecelakaan jadi pulang malam deh... Kamu mau pulang kan sayang?? Ayo tante anter." Jawab wanita paruh baya itu.
__ADS_1
"Enggak tante... Alina nggak mau ngerepotin." Ucap Alina.
"Nggak repot sama sekali kok sayang... Ayo." Ucapnya sembari merangkul Alina masuk.
Pukul 12 malam prom night selesai. Alzero pun pulang lebih dulu bersama adiknya sedangkan Kenzo Gavin dan Raefal seperti biasa mampir ke club. Saat diperjalanan Alzero melirik kearah adiknya sekilas.
"Shel ingat nasihat kakek?" Tanya Alzero.
"Ingat kak, kakek bilang pada kita untuk mencari wanita yang mencintai kita... Bukan begitu kak??" Jawab Ashel sembari menatap kakaknya.
"Kelak kamu harus mengingat nasihat itu Ashel... Jangan pernah melupakannya." Ucap Alzero membuat kening Ashel berkerut.
"Oke kak... Sesuai perintah kakak." Jawab Ashel. Membuat Alzero mengagguk dan menghusap puncak kepala adiknya sekilas.
"Adik yang baik... Dan ingat nasihat kakak Ashel... Meskipun secara lisan kamu mengatakan tidak memperdulikan sahabatmu tapi kamu harus mengutamakan sahabatmu daripada kepentingan sendiri." Nasihat Alzero pada adiknya. Tampak Ashel mengagguk paham.
Kakak aneh, kenapa tiba tiba memintaku mengingat nasihat kakek?? Dan kakak juga menasihatiku. Batin Ashel.
Sedangkan di Club.
Kenzo tampak menikmati segelas cocktail sembari melihat para gadis sexy menari nari dengan dentuman musik. Namun, tujuan Kenzo ke Club hanya melepaskan semua yang dia rasa membebani pikirannya. Begitu pula Raefal yang duduk disampingnya. Sedangkan Gavin tampak berdansa dengan seorang wanita.
"Ken terakhir kita kesini waktu beberapa bulan yang lalu... Rasanya plong gitu pas disini rasanya beban hidup gua hilang seketika." Ucap Raefal sembari menggoyangkan gelas cocktailnya.
"Hidup ya hidup... Kenapa manusia begitu membebankan? Gavin!" Panggil Kenzo.
Karena suara dentuman musik lebih keras membuat Gavin tidak mendengar panggilan Kenzo. Kenzo pun bangkit dari duduknya dan menghampiri Gavin.
"Eh Ken... Apaan??" Tanya Gavin.
"Nari mulu lo... Tangan main pegang pegang aja... Udah sini duduk." Jawab Kenzo yang merasa risih saat Gavin menyentuh gadis yang sedang menari dengannya tanpa penolakan.
"Lah lo mah nggak asik Ken... Tadi lagi seneng gua, jadi pengen nikah deh." Ucap Gavin seenaknya.
"Br*ngs*k mau diberi makan apa bini lo?? Batu??" Tanya Raefal.
"Ya nasi lah." Jawab Gavin sembari menengguk cocktailnya.
"Jangan bilang lo mau nikah sama salah satu j*l*ng disini." Ucap Kenzo.
"Hey ayolah Ken... Lo tau kan selera gua... Polos dan masih perawan." Jawab Gavin.
"Orang kayak lo dapat yang kayak gitu?? Kayaknya mustahil." Ucap Raefal.
"Nggak ada yang mustahil jika berhadapan dengan uang." Jawab Gavin.
"Bener lo Vin... Nggak ada yang mustahil jika berhadapan dengan uang. Begitu pula cewek." Ucap Kenzo.
Dan inilah sisi buruk mereka. Meskipun semakin dewasa mereka sedikit membuat onar disekolahnya, tapi mereka merusak diri mereka dengan kebiasaan buruk. Setelah puas dengan hiburan mereka, mereka pun keluar. Saat Kenzo menuju ke mobilnya tampak wanita paruh baya menatapnya tajam membuat mata Kenzo terbelak. Melihat Kenzo berhenti membuat Gavin menepuk bahunya.
"Kenapa Ken??" Tanya Gavin.
__ADS_1
"Mommy." Jawab Kenzo membuat Gavin dan Raefal ikut membeku.