
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
👩💻Sebelum membaca, biasakan like, vote, dan komentarnya readers😘💕
👩💻Jangan Lupa mampir ke karyaku yang lain ya❤😘
👩💻Ingat, ini hanya imajinasi author dan tidak bermaksud menjelek jelekan profesi atau lainnya😉🤗😘
👩💻Terima kasih dan happy reading semua❤
📖📖📖
👩💻I Love You Readers❤❤❤❤❤
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Tampak Calvin menatap Ashel. Dilihatnya Ashel tersenyum seolah bahagia dengan kabar ini. Tentu membuat Calvin terkejut dengan reaksi sahabatnya.
"Syukurlah kalau begitu, aku ikut senang mendengarnya." Ucap Ashel.
"Yah lo seneng, gua kagak... Masa tinggal gua sama lo doang yang jomblo." Ucap Alfa membuat Calvin tertawa kecil.
"Hahaha, si Fanya nganggur tuh, gak lo tembak aja sekalian?? Ntar PJ gua double." Ucap Calvin.
"Sembarangan kalau ngomong!! Gua bunuh lo baru tau." Ucap Alfa dan hanya direspon juluran lidah dari Calvin.
"Astghafirullah, kalian kok malah disini?? Kita pulang sekarang malah ngumpul disini, Shel kaki sama lengan lo kenapa??" Ucap Renasya khawatir.
"Oh ini hanya luka kecil, beberapa hari nanti juga sembuh." Jawab Ashel. Renasya mendekat dan melihat keadaan kaki Ashel.
"Ini parah Shel, yuk cepet cepet pulang kita anter lo ke rumah sakit." Ucap Renasya.
"Tidak perlu Rena, kalian pulang saja... Ada Calvin yang menemaniku." Jawab Ashel.
"Tapi—"
"Tenang Ren, Ada gua kok... Lagian sekarang udah jam 8 lebih... Nyokap sama bokap kalian pasti khawatir." Ucap Calvin.
"Beneran gak apa apa??" Tanya Renasya.
"Iya." Jawab Ashel sembari tersenyum.
"Ya udah yuk pulang, gua bantu in lo berdiri ya." Ucap Alfa.
"Gak usah, gua aja yang bantu." Ucap Calvin memapah Ashel. Mereka pun keluar dan bersiap untuk pulang.
Di Vila Alzero
Alzero tampak gelisah. Tiba tiba saja dia memikirkan adik kesayangannya itu. Entah mengapa dia merasa khawatir dari biasanya. Dia menatap Lala yang tertidur pulas dipelukannya kemudian memberikan c*uman pada kening Lala.
__ADS_1
Ashel apa kau baik baik saja?? Batin Alzero. Saat itu tampak Lala membuka matanya. Matanya sedikit membengkak karena terlalu lama menangis.
"Kenapa bangun?? Tidurlah lagi." Ucap Alzero.
"Kenapa kelihatan cemas Ro?? Apa yang kamu pikirkan??" Tanya Lala menatap Alzero. Alzero menggelengkan kepalanya pelan dan menc*um kening Lala.
"Aku tidak apa apa, hanya sedikit merindukan adikku." Jawab Alzero.
"Adikmu... Ashel?? (Alzero menganggukan kepalanya.) Dia tidak terlihat saat aku datang... Dia kemana??" Tanya Lala.
"Dia pindah... Dia bilang ingin mandiri dan membuatku bangga, anak itu sejak dulu seperti itu." Jawab Alzero.
"Kamu terdengar sedih, bagaimana besok mengunjungi Ashel??" Usul Lala.
"Itu rencana ku sayang." Ucap Alzero membuat Lala tersipu malu.
"Jangan memanggilku begitu, aku tidak biasa." Ucap Lala dan Alzero hanya terkekeh melihat sikap wanita yang dicintainya itu.
"Aku ingin pulang, ayah pasti mengkhawatirkan ku." Ucap Lala.
"Baiklah, aku akan mengantarmu pulang sekarang... Pakai jaketku, diluar dingin." Ucap Alzero dan dengan patuh Lala memakai jaket Alzero.
Di Vila Kenzo
Setelah Dicko Roni dan Lina pulang, Alina dan Kenzo langsung ke kamarnya. Sedangkan Madira, dia sudah tidur sejak habis makan malam tadi. Alina menutup dan mengunci pintu kamarnya. Setelahnya dia menghampiri Kenzo yang duduk selonjoran di ranjang sembari menyalakan ponsel baru Alina.
"Disini udah ada nomor gua, Lala, sama keluarga termasuk nomor rumah lo... Jadi kalau apa apa hubungi nomor gua atau gak nomor Lala... Paham lo??" Jelas Kenzo. Tampak Alina menganggukan kepalanya mengerti.
"Dan youtube ini bisa buat shearing shearing lo... Kayak mau nonton video tutorial make up gitu... Ya kali lo pengen rias diri gitu biar gak keliatan cupu." Ucap Kenzo. Dan Alina yang sedikit mengantuk hanya menganggukan kepalanya pelan.
"Ken, video apa itu??" Tanya Alina.
"Oh ini, video buat cuci mata... Lo mau liat??" Jawab Kenzo tersenyum miring.
"Apa boleh??" Tanya Alina menatap suaminya.
"Boleh lah cupu, kali aja lo mau latihan." Jawab Kenzo. Alina yang polos hanya menganggukan kepalanya pelan.
Masuk jebakan gua lo cupu. Batin Kenzo.
Keduanya pun menonton video drakor yang sedikit berbau adegan dewasa. Alina yang mengantuk itu tertidur pulas dengan dada Kenzo sebagai bantalan tanpa Kenzo sadari. Kenzo terlalu fokus menonton hingga tak sadar dengan istrinya yang tertidur.
Sial!!! Gua gak biasa nonton sampe akhir. Umpat Kenzo merasakan panas menjalar ditubuhnya. Dia pun mematikan ponsel Alina dan saat itu dia sadar Alina sudah tertidur. Kenzo menyibak poni Alina dan memberikan kecupan di kening istrinya.
"Lumayan." Ucap Kenzo sembari tersenyum miring saat Alina memeluknya erat. Hingga senyumannya hilang saat mengingat syarat yang ayahnya minta.
Sorry cupu gua manfaatin lo... Kalau kita udah cerai lo lupain gua oke?? Batin Kenzo menatap Alina.
Kembali pada Ashel
__ADS_1
Dengan setia Calvin menunggu Ashel didepan ruang gawat darurat. Dan masalah datang pada Calvin. Calvin berjanji pada Yasya pacarnya, akan mengajaknya dinner. Namun, Calvin mengingkari janjinya dan kini ada konflik kecil di hubungan mereka.
"Besok gua temuin Yasya terus jelasin segalanya." Lirih Calvin. Tampak Ashel keluar dengan menggunakan alat bantu berupa tongkat.
"Apa dokter bilang??" Tanya Calvin.
"Ya... Sedikit serius perlu waktu 2 atau 3 minggu untuk sembuh total." Jawab Ashel. Tampak Calvin menganggukan kepalanya mengerti.
"Aku baru ingat jika kamu ada dinner dengan Yasya, dia menunggumu??" Tanya Ashel.
"Iya dia agak ngambek, biasalah... Gak usah dipikirin... Gua kabarin kakak lo ya, masa iya kamu di vila sendirian." Jawab Calvin hendak menghubungi Alzero.
"Jangan! Aku tidak mau kakak cemas, aku bisa menjaga diriku." Ucap Ashel menceghat.
"Dengan posisi lo yang sakit gini?? Gak, gimana lo masak, beres beres, dan lain lain?? Kalo lo gak izinin gua kabarin kakak lo, biar gua yang jagain lo sampe lo sembuh, oke??" Tawar Calvin.
"2 minggu lagi sekolah, sekolahmu jauh dari vila ku... Itu bisa—"
"Gak usah mikirin itu, gua kan jagonya ngebut." Ucap Calvin sembari merangkul leher Ashel. Tampak Ashel tersenyum, meskipun di sekolah Ashel dekat dengan Farrel tapi sahabatnya yang sebenarnya adalah Calvin.
"Ter—"
"Gak usah, lo udah kayak saudara gua... Apalagi kak Al banyak bantu keluarga gua... Kita saling melengkapi Shel." Ucap Calvin. Mereka pun masuk kedalam mobil dan menuju ke vila Ashel.
"Kenapa lo gak kasih tau mereka, kalau lo yang nolongin Celani... Sampe cedera gini." Ucap Calvin sedikit melirik ke arah sahabatnya.
"Karena mereka tidak perlu tau, dan aku harap kamu bisa menjaga rahasia ini." Jawab Ashel.
"Jujur gua bingung sama isi kepala lo... Lo tolongin Celani, lo perhatian sama Celani, bahkan lo sampe gak nyalon jadi ketua lagi demi Celani... Tapi apa lo pernah dibales dikit gitu, malah si Farrel yang kek gak peduli sama Celani dan keliatan manfaatin doang dia terima... Astghafirullah, gua benci kek ginian." Ucap Calvin mengeluarkan semua rasa kesalnya.
"Untuk apa manusia membenci sesuatu yang hanya membuatnya sakit saat mengingatnya??? Bukankah lebih baik menguburnya dan membuka lembaran baru yang lebih baik." Jawab Ashel sembari tersenyum.
"Gak usah sok kuat lo Shel, nangis tinggal nangis aja... Gak salah kok cowok nangis, itu artinya lo bisa nguasain emosi lo Shel... Gak dipendem sendirian, kedengeran kayak pengec*t tau gak??" Ucap Calvin.
Pengec*t. Batin Ashel tersenyum nanar.
Awas aja kalo emang si Celani manfaatin Ashel... Gua sumpahin kena azab dia. Batin Calvin mengumpat.
Sesampainya di Vila, Calvin membantu Ashel menaiki tangga ke kamarnya. Dia juga membawakan barang barang Ashel kedalam kamarnya. Setelahnya, Calvin tidur di kamar sebelah sedangkan Ashel tidur di kamarnya.
Sssshhh, sedikit perih ternyata... Harusnya aku sedikit hati hati tadi. Batin Ashel sembari memegangi kakinya.
"Apa aku memang tak pantas dicintai siapa pun?? Termasuk dicintai keluarga dan wanita yang kucintai?? Apa aku semenyedihkan ini ya??" Lirih Ashel menatap kakinya yang diperban.
Tak terasa air mata menetes dari pelupuk matanya. Dia sudah lama menahannya untuk tidak menangis mengingat ada Calvin disampingnya. Namun tanpa Ashel sadari, Calvin yang belum tidur itu sedikit mengintip. Dia mengepalkan tangannya erat.
Jadi ini sisi lemah lo Shel?? Kenapa lo gak nujukinnya ke gua atau ke kakak lo?? Kenapa lo tanggung ini semua sendirian Shel?? Batin Calvin kemudian pergi.
__ADS_1
Ashel Seanarzo Caesar, Yang super sabar menghadapi cobaan dari adek wkwkwk😆😆 Maaf agak pendek, insyallah nanti sore update lagi jadi pantengin terus yah🤗