My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
BAB 60


__ADS_3

••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


👩‍💻Sebelum membaca, biasakan like, vote, dan komentarnya readers😘💕


👩‍💻Jangan Lupa mampir ke karyaku yang lain ya❤😘


👩‍💻Ingat, ini hanya imajinasi author dan tidak bermaksud menjelek jelekan profesi atau lainnya😉🤗😘


👩‍💻Terima kasih dan happy reading semua❤


📖📖📖


👩‍💻I Love You Readers❤❤❤❤❤


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Di Vila Alzero


Pintu kamar Alzero terbuka pelan. Sangat pelan. Tampak Alzero tengah tertidur lelap diatas ranjang berukuran king size itu. Dilihatnya wajah tampan Alzero sangat damai saat tidur. Membuat seorang wanita memberikan c*uman di pipinya.


"Selamat Ulang Tahun... Alzero." Bisiknya.


Tampak Alzero membuka matanya perlahan. Dilihatnya wanita yang memenuhi hatinya itu tengah berada dihadapannya dengan kue Ulang Tahun bertuliskan “Happy Birthday Cold Daddy.” Saat itu tampak Lala dan lainnya menyanyikan lagu Happy Birthday. Ternyata bukan hanya Lala yang berada disana, tapi ketiga sahabatnya juga. Mereka tersenyum menatap Alzero yang tampak kebingungan.


"Tiup lilinnya dong Al." Ucap Gavin sembari menarik turunkan kedua alisnya.


"Tidak, ini sangat—"


"Ro... (Alzero menatap Lala.) Tiup lilinnya, ini hari ulang tahunmu... Jadikan kenangan indah untuk dikenang." Ucap Lala. Dengan senang hati, Alzero meniup lilin angka 20 itu.


Nah kan berhasil, kalau gak ada Lala pasti bakalan gagal kek sebelum sebelumnya. Batin Gavin.


"Happy Birthday daddy, semoga tambah umur jadi tambah sayang sama gua." Ucap Raefal dengan wajah imutnya.


"Kyaaak!! Aku yang tambah sayang ke kamu Ciky." Ucap Mita tanpa rasa malu merangkul lengan Raefal. Tampak Gavin dan Kenzo menahan tawa melihat hal itu.


"Ciky?? Hahahaha!!!" Ucap Kenzo diiringi tawanya. Hal itu membuat Raefal malu.


"Mita jangan panggil gua kek gitu!!" Ucap Raefal memperingati. Tampak Mita mengecurutkan bibirnya kesal.


"Al mending lo cuci muka dulu, kita tunggu di ruang tengah." Ucap Kenzo.


Tampak Alzero menganggukan kepalanya kemudian menuju ke kamar mandi. Sedangkan Kenzo dan lainnya di ruang tengah menunggu. Beberapa saat kemudian, Alzero turun dan duduk disamping Lala tentunya.


"Selamat ulang tahun anak kesayanganku, jangan sedih jika hanya bunda dan teman temanmu yang mengucapkannya... Ayahmu tidak menganggap kita lagi, dia lebih mementingkan pekerjaan... Aku sangat menyesal telah jatuh cinta padanya." Ucap Zaina sembari memeluk putranya itu.


"Terima kasih bunda." Jawab Alzero. Alzero memotong kuenya dan tanpa diduga dia suapkan pada Lala terlebih dahulu. Padahal Kenzo Gavin dan Raefal sangat berharap.


"Hey Lala, lo udah rebut daddy kita... Tega lo ya." Ucap Gavin sok sedih.


"Hooh, apa sih salah kita ke lo??" Timpal Raefal. Tampak Lala hanya tersipu malu sedangkan Alzero tersenyum melihatnya. Melihat sang raja es itu tersenyum tentu membuat lainnya membeku kecuali Lala.

__ADS_1


"Tunggu, dia putraku kan?? (Lainnya menganggukan kepalanya.) Huwaaaa suamiku, akhirnya putraku tersenyum." Ucap Zaina sembari memeluk putranya.


"Bunda, jangan memeluk ku begini." Protes Alzero. Zaina yang bahagia itu tidak memperdulikan protes putranya itu. Dia mengacak acak puncak rambut putranya membuat ketiga sahabat Kenzo tertawa kecil. Tanpa mereka sadari, seorang pria lemah tengah mengintipnya dijendela.


Kakak sangat bahagia, ku harap ini menjadi kenangan terindah untuk kakak... Jika tadi aku ikut dengan kakak ipar, aku yakin bukan menjadi kenangan indah... Tapi kenangan buruk. Batin Ashel tersenyum.


Dia sungguh sangat sangat ingin bergabung dengan mereka. Namun, Ashel tau jika dia datang pasti Zaina akan langsung memarahinya dengan kata kata yang membuat hati Ashel tersayat belati.


"Ngapain kamu kesini??" Tanya Zaina tepat dibelakang Ashel. Tentu membuat Ashel terkejut. Dia terlalu fokus melihat wajah bahagia kakaknya tanpa dia sadari Zaina ada dibelakangnya.


"Ma... Maaf nyonya, aku—"


"Jangan menjadi perusak kebahagiaan putraku... Lebih baik kamu pergi secara halus tanpa ku usir... Sudah untung aku tidak menceghat Alzero untuk membiayai sekolahmu, jika tidak kau pasti sudah jadi g*landangan di jalan." Ucap Zaina membuat Ashel menundukan kepalanya.


"Maaf mengganggu nyonya, saya permisi." Pamit Ashel sembari tersenyum. Dia pun beranjak pergi dan membuat Zaina tersenyum.


"Ashel!" Panggil Alzero membuat Zaina dan Ashel terkejut.


Kakak?? Tidak aku harus pergi, aku tidak mau merusak suasana kakak. Batin Ashel kemudian berlari pergi.


"Ashel!!" Panggil Alzero kemudian mengejar Ashel.


"Alzero!!! Berhenti biarkan dia pergi, Alzero!!!" Teriak Zaina namun tak dihiraukan.


Loh kok tante Zaina gitu?? Kayaknya ada masalah. Batin Kenzo menatap Zaina.


Perasaanku tidak enak, apa akan ada yang terjadi pada Alzero?? Batin Zaina.


"Ashel, kenapa kamu pergi?? Kamu tidak mau mengucapkan ulang tahun pada kakakmu ini??" Tanya Alzero. Tampak Ashel tersenyum menatap sang kakak.


"Selamat ulang tahun kakak, terima kasih sudah menyayangiku... Aku sangat beruntung memiliki kakak sepertimu... Maaf aku selalu menjadi bebanmu selama ini, biarkan aku pergi kakak... Dengan begitu aku akan berterima kasih pada kakak." Jawab Ashel dengan wajah bahagianya. Seketika Alzero melepaskan cengkramannya.


"Apa dengan begitu kau bahagia Ashel??" Tanya Alzero.


"Aku selalu bahagia selama kakak menjadi kakakku." Jawab Ashel. Dia pun melangkah mendekat ke mobilnya yang terparkir disana. Namun, sebuah mobil pengantar barang online itu melaju ke arah Alzero dengan kecepatan tak stabil. Saat itu lah Ashel menatap kakaknya yang melamun ditengah jalan.


"KAKAK AWASSSS!!!!!!" Teriak Ashel.


BRUKKHHH!!!!!


Tubuh Ashel terpental jauh dengan darah dimana mana. Iya, Ashel yang tertabrak mobil tersebut lantaran dia mendorong tubuh Alzero. Sedangkan mobil yang menabrak Ashel hilang kendali dan menabrak pohon. Alzero yang melihatnya terdiam beberapa saat.


"ASHELLLL!!!!!" Teriak Alzero membuat Zaina dan lainnya yang divila itu keluar.


"Ashel, Ashel... Jangan seperti ini, buka matamu Ashel.... Ashel!!" Ucap Alzero memangku kepala adiknya yang berdarah. Dia tidak peduli dengan celananya yang penuh dengan darah.


"Ashel kau ingin aku bahagia kan?? Buka matamu Ashel, Ashel!!" Ucap Alzero berusaha membuat adiknya tersadar. Namun usahanya sia sia lantaran Ashel masih memejamkan matanya.


"Astghafirullahalazim, Ashel!!" Pekik Lala kemudian menghampiri. Disusul Kenzo Gavin dan lainnya. Sedangkan Zaina terdiam sesaat. Zaina mengira akan terjadi sesuatu pada Alzero, namun ternyata Ashel. Mungkin kah ini ikatan batin antara ibu dan anak?? Pikir Zaina. Namun dia menapis pikirannya itu.


Adik Alzero sudah meninggal Zaina, Aaron sudah meninggal Zaina. Batin Zaina.

__ADS_1


"Al bawa Ashel ke mobilnya, biar gua yang nyetir... Raefal lo sama Gavin bawa Lala tante Zaina sama istri gua." Titah Kenzo. Mereka pun menganggukan kepalanya mengerti dan membantu Alzero mengangkat tubuh Ashel. Mereka pun bergegas ke rumah sakit terdekat.


Jangan pergi Ashel, kau belum mendapatkan kebahagiaanmu... Sadarlah dan panggil Zaina dengan bunda seperti keinginanmu sejak dulu Ashel... Dia bunda kita, kau adik ku Ashel. Batin Alzero berharap adiknya tersadar. Tanpa sadar kristal bening itu keluar dari pelupuk mata Alzero.


Sesampainya Di Rumah Sakit


Ashel dibawa ke ruang gawat darurat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Kenzo dan Alzero pun menunggunya diluar. Kenzo menatap Alzero yang duduk dengan wajah bersalah dan penuh penyesalan.


"Al lo tenangin diri dulu, doain aja semoga Ashel gak apa apa." Ucap Kenzo. Alzero hanya menganggukan kepalanya pelan dengan tatapan kosong. Beberapa saat kemudian, tampak Lala dan lainnya datang. Lala pun duduk disamping Alzero. Dia sedikit terkejut saat Alzero tiba tiba memeluknya erat. Lala pun menghusap punggung kekar Kenzo.


"Aku kakak tidak berguna Lala, sangat tidak berguna." Lirih Alzero.


"Ini bukan salahmu Ro, ini hanya kecelakaan." Jawab Lala. Tampak Alzero lebih erat memeluknya.


Kasihan si Al, di hari ulang tahunnya dia harus mengalami hal ini. Batin Gavin menatap Alzero yang terpuruk untuk pertama kalinya.


"Cupu lo kabarin Jihan kalau kita gak pulang... Biar Oma gak khawatir." Ucap Kenzo. Alina pun menganggukan kepalanya pelan dan mengirim pesan singkat pada Jihan.


"Udah??" Tanya Kenzo.


"Sudah." Jawab Alina sembari memasukan ponselnya ke saku celananya.


"Lo duduk aja, masih sakit kan?? (Alina menganggukan kepalanya.) Udah tau sakit masih nekat mau ikut." Omel Kenzo.


"Sakit?? Jangan jangan lo udah—"


"Gak usah bercanda, inget sikon." Potong Kenzo. Namun Gavin yang kepo itu mendekat dan membisikan sesuatu pada Kenzo.


"Gimana rasanya?? Enak??" Bisik Gavin.


"Muantep e poll." Jawab Kenzo membuat Gavin iri.


Seneng banget sih nyiksa orang belum married. Batin Gavin.


Mampus lo, iri bilang boss. Batin Kenzo tersenyum kemenangan. Beginilah Kenzo pembiang onar yang tidak mengenal waktu situasi dan kondisi untuk bercanda. Saat itu tampak dokter keluar.


"Dok gimana keadaan adik ku??? Katakan!!" Ucap Alzero.


"Adik anda mengeluarkan banyak darah dan beruntungnya stok darah di Rumah Sakit ini penuh jadi bisa menyelamatkan adik anda... Untuk sementara waktu dia mengalami kritis." Jelas sang dokter.


"Kritis???" Lirih Alzero.


"Tapi dia bisa sadar kan dok??" Tanya Lala.


"Kemungkinannya sangat tipis, tapi jangan berhenti berdoa." Jawab dokter membuat Alzero semakin terpuruk.


"Pindahkan dia ke ruang VIP dan dokter terbaik... (Menatap dokter.) Dia tuan muda Caesar, jadi nyawanya sangat berharga daripada rumah sakit ini." Ucap Alzero membuat dokter dan sahabatnya itu terkejut.


"Ca... Caesar??" Lirih Kenzo Gavin dan Raefal tak percaya.


"Baik tuan muda Caesar." Jawab dokter tampak buru buru melakukan apa yang Alzero minta.

__ADS_1


"Sial!" Umpat Alzero.


__ADS_2