My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
BAB 46


__ADS_3

••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


👩‍💻Sebelum membaca, biasakan like, vote, dan komentarnya readers😘💕


👩‍💻Jangan Lupa mampir ke karyaku yang lain ya❤😘


👩‍💻Ingat, ini hanya imajinasi author dan tidak bermaksud menjelek jelekan profesi atau lainnya😉🤗😘


👩‍💻Terima kasih dan happy reading semua❤


📖📖📖


👩‍💻I Love You Readers❤❤❤❤❤


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Tampak Alina menatap Kenzo penuh kekaguman. Jujur Alina mengakui ketampanan Kenzo sejak pertama masuk SMA. Terlebih Kenzo lebih terkenal dibanding lainnya lantaran dia pembuat onar di sekolah. Jika saja sifat keras kepala, arogan dan narsisnya itu hilang. Mungkin Alina berani mengakuinya.


Dia tampan dan juga narsis... Kenapa dia mau menikah dengan wanita cupu seperti ku?? Batin Alina. Perlahan dia pun mendekatkan wajahnya dan...


Cup.


Alina menc*um bibir lelaki yang sudah sah menjadi suaminya. Seketika Kenzo membuka matanya dan menahan tengkuk Alina. Tentu hal itu membuat Alina terkejut dan hendak mendorong tubuh Kenzo. Namun tangan kiri Kenzo menuntun tangan kanan Alina untuk melingkar dilehernya. Pada akhirnya Alina ikut terlarut dengan gerakan Kenzo dan mengalungkan kedua tangannya pada leher Kenzo.


Nurut juga nih cewek. Batin Kenzo sembari terus menc*um bibir sang istri. Dia bahkan menggigit bibir bawah Alina membuat Alina membuka mulutnya. Dengan senang hati, Kenzo menikmati setiap inchi mulut mungil sang istri.


"Huft.... Huft...." Alina menarik napasnya dalam setelah Kenzo melepaskan c*umannya.


"Lo masih kaku, lo harus belajar dikit paham lo??." Ucap Kenzo membuat Alina merona.


"Akan aku lakukan." Jawab Alina lirih.


"Bagus, (Menghusap puncak kepala Alina.) Gua bakalan izinin lo telefonan sama Lala, kalo lo... Ny*um gua duluan." Ucap Kenzo. Dan Alina hanya meresponnya dengan anggukan kepala. Saat Alina hendak turun dari pangkuan Kenzo, Kenzo menceghatnya.


"Kenapa??" Tanya Alina menatap Kenzo. Tampak Kenzo meraih ponselnya dan memberikannya pada Alina.


"Apa ini??" Tanya Alina.


"Pilih handphone yang lo mau." Jawab Kenzo.


"Apa??"


"Selain cupu lo juga budek." Ejek Kenzo.


Alina tak merespon dan melihat lihat gambar beberapa ponsel yang sedang trend akhir akhir ini. Dan yang membuat Alina membelakan matanya adalah harga dari ponsel tersebut.


"Udah belum??" Tanya Kenzo.


"Ini terlalu mahal... Harganya bisa membiayaiku sampai lulus kuliah." Jawab Alina polos. Tampak Kenzo tertawa terbahak bahak.


"Hahaha... Cupu, yang beli itu gua... Jadi, tugas lo cuman milih handphone yang lo mau soal harga jadi urusan gua." Ucap Kenzo dan entah mengapa Alina merasa tersentuh saat Kenzo memperhatikannya.


"Gua tau lo lagi kagum kan sama gua... Lo pasti ngerasa beruntung karena gua ganteng, perhatian and kaya... Iya kan??" Ucap Kenzo tak luput dengan sifat narsisnya.


Dan itu membuat Alina merasa terbiasa dengan sifat suaminya. Sampai akhirnya Alina menujuk salah satu foto ponsel.


"Lo mau yang ini?? (Alina menganggukan kepalanya.) Oke, gua mandi lo siapin baju buat gua... Kita pergi beli handphone." Ucap Kenzo membuat Alina bangkit dari pangkuannya.


"Sekalian membeli bahan bahan... (Kenzo menatap Alina.) Boleh kan??" Tanya Alina.

__ADS_1


"Iya, udah sana lo siap siap... Sekalian siapin baju buat gua." Jawab Kenzo kemudian masuk ke kamar mandi.


Alina pun mengganti pakaian santainya dan menyiapkan pakaian untuk digunakan Kenzo. Beruntung Alina menemukan satu baju dengan lengan panjang. Setidaknya itu bisa dia gunakan untuk pergi daripada lingerie. Dan Alina tidak memakai kacamata mengingat dia tidak membawanya.



(Style Alina.)


Meskipun Kenzo narsis dan galak... Tapi, dia bertanggung jawab sebagai seorang suami... Apa aku akan menyukainya?? Batin Alina.


Tok. Tok. Tok.


Terdengar ketukan dari luar. Alina pun meletakan baju Kenzo diatas ranjang dan hendak membuka pintu kamarnya.


Cklekk!


"Ada apa mom?? Kenzo sedang mandi, perlu aku—" Tanya Alina.


"Nggak sayang, mommy mau pamit pulang dulu ya... Kalian berdua baik baik disini ya... Sama, (Berbisik ditelinga Alina.) Kalau mau mulai bikin cucu juga nggak apa apa, ntar kalau kamu kuliah biar mommy yang urus cucu mommy." Ucap Lina membuat Alina merona.


"Mommy..." Ucap Alina dengan wajah merona.


"Hahaha, kamu imut kalau lagi malu.... Mommy pulang dulu ya, Assalamualaikum." Pamit Lina.


"Walaikumsalam, mau aku anter mom??" Tawar Alina.


"Cupu!!! Ambilin handuk cepet!!" Teriak Kenzo dari dalam kamar mandi.


"Tuh dipanggil suami, nggak usah anter mommy... Kamu samperin si anak nakal itu." Jawab Lina.


Sebelum pergi tak lupa Lina mencium kening menantunya. Setelahnya Alina pun masuk kedalam kamar dan mengambilkan handuk kimono milik Kenzo. Dia sedikit memalingkan wajahnya saat pintu sedikit terbuka.


Cklekk!


"Kenapa lama banget cuman ambil handuk doang?" Tanya Kenzo.


"Tadi mommy pamit untuk pulang." Jawab Alina membuat Kenzo menganggukan kepalanya pelan.


Tampak Kenzo hendak memakai pakaian yang istrinya pilihkan. Saat membuka handuk kimononya, Alina menceghatnya.


"Kenapa??" Tanya Kenzo pura pura tak tau.


"Bi... Bisakah kau mengganti pakaianmu di tempat ganti, jangan disini." Jawab Alina.


"Ya elah.... Gini aja lo malu, gimana ntar kalau bikin anak?? (Alina lebih merona.) Udah sana lo nunggu gua didepan." Ucap Kenzo.


Dengan patuh, Alina pun pergi menunggu Kenzo diteras Vila. Beberapa saat menunggu, Kenzo keluar dengan pakaian yang Alina pilih tadi. Hanya saja Kenzo memakai jaket favoritenya.



(Style Kenzo+visualnya)


"Gak usah liat liat... Gua tau gua ganteng." Ucap Kenzo lagi lagi penyakit narsisnya kambuh.


Kenzo dan Alina pun masuk kedalam mobil. Dan didepan gerbang, Kenzo harus berhenti untuk memberitau jika dia keluar dengan Alina. Setelahnya, Kenzo pun menjalankan mobilnya.


Di Perjalanan


Kenzo menyetel lagu dengan eraphonenya. Dia tidak suka keheningan dan memilih memutar musik kesukaannya. Sesekali Alina menatap Kenzo. Dia agak heran kenapa Kenzo mengajaknya membeli ponsel sesuai keinginannya sedangkan ponsel milik Kenzo seperti sudah lama. Terbukti dari layar ponsel Kenzo sedikit retak. Bukan layar lebih tepatnya kaca pelindung layar HP.

__ADS_1


Dan di sengaja atau tidak oleh Alina, tapi setiap class meeting Kenzo selalu membawa ponsel itu. Berbeda dengan Gavin dan Raefal yang selalu mengganti ponselnya. Mungkinkah ponsel itu sangat berarti bagi Kenzo?? Begitu pikir Alina. Kenzo tersenyum saat dia sadar Alina menatapnya.


"Gak usah ngaggumin gua... Kalau suka tinggal bilang aja, nggak usah sok jual mahal." Ucap Kenzo membuat Alina memalingkan wajahnya.


"Bukan begitu." Cicit Alina.


"Lalu apa??" Tanya Kenzo.


"Aku hanya heran, kenapa kamu tidak mengganti ponselmu seperti Gavin atau Raefal?" Jawab Alina kemudian bertanya.


"Kok lo tau?? Oh atau jangan jangan lo ngaggumin gua sejak awal masuk SMA sampe sampe lo tau kalo gua gak ganti handphone, ngaku lo." Ucap Kenzo lagi lagi dengan narsisnya.


"Aku hanya tidak sengaja melihatnya." Elak Alina membuat Kenzo terkekeh.


"Handphone gua banyak kenangan penting, jadi gua enggan ganti... Sampe daddy sama mommy ngomel karena gua gak ganti nih handphone... Padahal handphone ini pemberian almarhum Opa pas gua ulang tahun ke 12 tahun... Gua juga sedih pas handphone ini gak sengaja ke injek Ela... Soalnya ini satu satunya kenangan yang Opa tinggalin buat gua." Ucap Kenzo bercerita. Tampak Alina menganggukan kepalanya pelan dan menatap wajah Kenzo. Sepertinya ada alasan kenapa dia selalu membuat onar di sekolahnya.


"Begitu, lalu apa ada alasan kenapa kamu suka membuat onar di sekolah??" Tanya Alina.


Ckittt!!!


Kenzo menghentikan mobilnya tiba tiba membuat Alina terkejut. Beruntung tidak ada kendaraan yang melintas saat itu. Jika tidak, pasti sudah terjadi kecelakaan.


"Itu urusan pribadi gua, meskipun lo sah jadi istri gua... Bukan berarti lo sembarangan nanya urusan pribadi gua... Karena lo harus tau, gua belum ngakuin lo jadi istri gua... Jadi lo sadar diri. Paham lo?" Ucap Kenzo membuat Alina tersentak sekaligus merasa sakit didadanya. Kenzo pun kembali menjalankan mobilnya. Dan suasana perjalanan pun hening.


Di supermarket


Ashel tampak memilih beberapa bahan bahan untuknya makan siang. Sesekali banyak wanita muda yang kagum dengan Ashel. Pria setampan dan seramah Ashel tentu mengundang banyak perhatian.


Brukh!


Tanpa sengaja Ashel menyenggol seseorang hingga barang yang dibawanya jatuh.


"Ma... Maaf aku tidak sengaja.... Rena?" Ucap Ashel terkejut saat tau orang itu tak lain Renasya sahabat Celani. Renasya memasukan barang yang jatuh tadi kedalam troli.


"Ashel? Kok lo belanja disini?? Maksud gua, gua baru liat lo belanja disini." Tanya Renasya.


"Oh itu, aku baru pindah... Biar agak deketan sama sekolah." Jawab Ashel.


"Jadi lo tinggal disekitaran sini??" Tanya Renasya antusias.


"Iya, deket kok kalau keluar dari sini kamu bisa lihat atap Vila ku." Jawab Ashel.


"Wah boleh mampir dong." Ucap Renasya sembari tertawa kecil.


"Bo... Boleh, tapi anak beberapa temanmu agar tidak salah paham." Jawab Ashel membuat Renasya tertenggun.


Jarang sekali cowok yang njaga banget sama cewek... Astghafirullahalazim gua kesentuh. Batin Renasya kagum pada Ashel.


"Oh iya kebetulan nanti temen temen gua mau dateng ke rumah gua... Boleh kan sekalian mampir ke vila lo?? Itung itung njenguk tetangga baru." Ucap Renasya.


"Boleh saja... Sekalian makan siang juga disana." Jawab Ashel.


"Wah beneran nih?? Ntar ngerepotin." Ucap Renasya.


"Nggak ngerepotin kok... Tapi jangan protes kalau masakan ku gak enak." Ucap Ashel tersenyum kikuk sembari menggaruk tengkuknya.


"Lo bisa masak??" Tanya Renasya.


"Sedikit, kakak yang mengajariku." Jawab Ashel.

__ADS_1


"Gua malu karena gua gak bisa masak... Kalah sama cowok kayak lo." Ucap Renasya kagum.


__ADS_2