My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
Season 2 Episode 5


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖


TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘


I LOVE YOU READERS😙💕


🥀MHKOT2🥀


Di Hari Ulang Tahun


Kenzie Revan dan Daffin tengah bermain di taman Kediaman Caesar yang teramat luas. Begitu juga teman teman Alveno lainnya. Bahkan Alzero mengundang adiknya yang saat ini di Inggris bersama dengan Celani dan putri kesayangannya.


Ashel baru tiba kemarin malam begitu mendapatkan kabar dari Alzero. Dia harus di Inggris beberapa waktu untuk mengurus bisnis Araka disana. Bagaimana pun, Inggris tempat dimana Araka lahir. Bukan hanya itu, Calvin Devan dan Alfa juga hadir dalam pesta megah tersebut.


"Hai adik kesayanganku." Sapa Kenzo. Yang mana membuat Celani memeluknya.


"Halo kakak jelek, kau lihat aku sekarang?? Lebih cantik bukan??" Ucap Celani dengan penuh percaya diri.


"Cantik apaan?! Tuh bantuin Ashel, malah suami yang momong anak." Ucap Kenzo. Tampak Celani menepuk keningnya sendiri.


"Aku lupa kalau aku sudah menikah." Ucap Celani kemudian menghampiri Ashel yang tengah menggendong putrinya.


"Ashel!" Panggil Calvin. Ashel tersenyum dan menghampiri Calvin bersama dengan Celani. Dia benar benar merindukan sahabatnya itu. Tampak Celani dan Renasya saling berpelukan.


"Wah Rena kamu sedang hamil lagi?? Sudah berapa bulan?" Ucap Celani menatap perut buncit Renasya.


"8 bulan... Aku sudah tidak sabar menantinya lahir." Ucap Renasya.


"Astaga Calvin, lo hamilin sahabat gua padahal kan anak lo masih 1 tahun." Omel Celani.


"Ayolah, Yayan akan kesepian tanpa adik... Itu sebabnya aku meminta Rena untuk hamil lagi, bukan begitu sayang??" Goda Calvin.


"Kalian masih sama saja romantis... Yah tidak seperti pria penggila kerjaan." Ucap Celani menyindir Ashel.


"Sayang kau menyinggung ku??" Ucap Ashel merasa tersinggung.


"Kalau bukan kamu siapa lagi?? Suami ku kan cuman kamu." Ketus Celani.


Dia sedikit kesal karena saat di Inggris, Ashel hampir tiap harinya tidak ada di rumah. Namun saat di rumah, Ashel hanya fokus pada Cikha dan jarang menghabiskan waktu bersama.


"Sebentar lagi akan selesai, kita bisa menetap di Indonesia." Ucap Ashel.


"Humph, biar aku gendong Cikha... Mommy dan Daddy ingin menemuinya." Ucap Celani. Dia pun menggendong putrinya dan menuju ke keluarganya yang tengah berkumpul.


"Bagaimana bisnismu Cal??" Tanya Ashel.


"Berkembang sangat baik berkat dirimu Shel." Jawab Calvin.


"Tidak... Itu berkat kerja kerasmu Cal." Ucap Ashel.


Sedangkan untuk para bocah berumur 5 dan 4 tahun itu tengah fokus dengan hidangan yang ada. Bukan makanan, melainkan buku besar yang menggantung. Tak lain yang berisi permen coklat dan mainan. Karena hobi Alveno membaca jadi Alzero sengaja membuatnya dengan motif buku.


"Kalian lagi apa??" Tanya Lala.


"Aunty." Ucap ketiganya gelagapan.


"Sepertinya ada yang tidak sabar mendapatkan permen." Ucap Lala.


"Aunty, apa didalam buku itu ada pelmen??" Tanya Revan bersemangat.


"Tentu saja... Kalau kalian mau panggil teman teman kalian." Jawab Lala sembari tersenyum.


"Siap Aunty." Ucap ketiganya kemudian berlari memanggil teman temannya.

__ADS_1


"Arghh!!" Rintih Lala sembari memegangi perutnya.


Grep.


Alzero menangkap tubuh istrinya yang sempoyongan. Yang mana membuat Lala kembali berdiri.


"Sayang kamu baik baik saja??" Tanya Alzero.


"Aku baik baik saja, hanya sedikit pusing... Mungkin efek kehamilanku." Jawab Lala.


"Kamu duduk saja, biar aku memanggil Alveno." Ucap Alzero. Lala pun duduk dan Alzero pergi memanggil Alveno.


Kenapa tiba tiba terasa sakit... Apa karena aku kelelahan?? Batin Lala.


"Efek obatnya sepertinya bereaksi... Malang sekali kamu Lala, sebentar lagi kamu akan kehilangan bayimu." Ucap seseorang kemudian pergi dari kediaman Caesar.


"Baik Veno, Aunty hitung mundur kan kamu harus mengenai buku itu." Ucap Celani. Alveno menggukan kepalanya. Celani menutup mata Alveno dengan kain kemudian memberikan tongkat untuk memukul buku tersebut.


"3..... 2...... 1...... Ayo Veno kenai bukunya!!" Ucap Celani. Sorakan dari anak anak juga menyertai mengingat mereka sangat tidak sabar mendapatkan permen.


Bukhh!!!


Buku tersebut pecah dan permen coklat juga mainan kecil langsung diserbu oleh teman temannya. Melihat hal itu Lala tersenyum meskipun dia merasa sakit di perutnya yang teramat.


"Mas, antar aku ke kamar mandi." Ucap Lala.


"Kamu baik baik saja??" Tanya Alzero khawatir.


"Aku hanya ingin ke kamar mandi, ayo temani aku." Ucap Lala tak ingin Alzero khawatir. Alzero pun memapah Lala dan mengantarnya ke kamar mandi.


"Sayang Lala kenapa??" Tanya Zaina.


"Hanya ke kamar mandi bund, bunda disini saja." Jawab Alzero. Zaina pun menganggukan kepalanya meskipun dia merasa tidak enak dengan perasaannya.


"Mas kamu tunggu diluar... Ya??" Ucap Lala.


"Arghh... Sakit.... Ssshhh!!" Rintih Lala. Hingga dia merasa ada yang menetes dibetisnya membuat Lala menatap kakinya.


"Darah... Mas!! Mas!!!" Panggil Lala. Mendengar hal itu pun Alzero masuk kedalam kamar mandi dan menghampiri sang istri.


"Sayang kenap.... Sayang, kamu baik baik saja??" Tanya Alzero khawatir, apalagi darah kini mengalir membuat Alzero sangat sangat cemas.


"Mas sakit.... Arghh!!! Sakit mas!!" Pekik Lala. Tanpa basa basi, Alzero melepaskan gaun Lala yang kotor dengan darah. Kini Lala hanya memakai celana pendek dan tanktop. Alzero menggendong Lala merebahkannya diatas ranjang.


"Mas sakit... Hiks, hiks..." Rintih Lala semakin membuat Alzero cemas.


"Kalian panggil dokter, ingat jangan membuat keributan... Cukup panggil dokter pribadi Lala cepat!!" Titah Alzero pada pelayannya. Dia pun beralih pada Lala yang tampak lemas.


"Sayang.... Sayang?? (Lala tak sadarkan diri.) Sayang buka matamu... Sayang jangan membuat ku khawatir." Ucap Alzero dengan mata berkaca kaca.


"Bunda." Ucap Alveno. Alveno melihat sekitar dan tidak melihat keberadaan ibunya.


"Sayang kenapa berhenti bermain??" Tanya Zaina.


"Grandma mana bunda??" Tanya Alveno.


"Bunda sepertinya kelelahan, jadi dia beristirahat." Jawab Zaina. Tanpa bicara lagi, Alveno menyusul Lala. Dia benar benar cemas saat ini.


Akhirnya Zaina menggantikan Lala dan Alzero. Sampai dia mengakhiri pestanya saat hari semakin gelap.


"Nyonya Caesar kami pamit ya... Terima kasih atas undangannya." Pamit para tetamu. Mengingat hari sudah semakin gelap mereka pamit undur diri.


"Iya terima kasih sudah hadir." Jawab Zaina. Perlahan para tetamu sudah pergi, dan kini hanya teman terdekat Alzero dan Ashel yang masih ada disana.

__ADS_1


"Nyonya!!! Nyonya!!" Panggil pelayan tergesa gesa yang mana membuat Kenzo Gavin dan lainnya mendekat.


"Ada apa?? Kenapa kamu terlihat cemas??" Tanya Zaina.


"Non... Nona Lala... Nona Lala keguguran nyonya." Jawab pelayan tersebut.


"Apa?!!" Pekik Zaina.


"Astghafirullahalazim... Lala!" Ucap Alina kemudian berlari kecil menuju ke kamar Lala.


"Sayang jangan lari... Enzi, kamu sama om Gavin dulu ya... Daddy mau masuk dulu, Gavin titip Enzi." Ucap Kenzo kemudian menyusul istrinya.


"Hiks!!! Hiks!! Maafin aku mas... Aku nggak bisa jaga anak kita." Ucap Lala sembari menangis di pelukan suaminya.


"Jangan menangis... Ini bukan salahmu." Jawab Alzero menenangkan Lala.


Sedangkan Alveno membeku ditempat dengan mata berkaca kaca. Dia tidak tau kenapa pancake buatannya adalah penyebab keguguran Lala. Dia membuat pancake tersebut dengan niat yang sangat baik terlebih dia sangat bahagia karena akan menjadi seorang kakak.


"Ini salahku... Ini semua salahku." Ucap Alveno.


"Tidak sayang, kamu—"


"Ini semua salahku!!!" Ucap Alveno kemudian berlari pergi.


"Veno!!! Veno!!! Mas kejar Veno." Panggil Lala kemudian memohon pada suaminya.


"Jangan ada yang menyusul Veno, biarkan dia sendiri." Ucap Alzero.


Veno sangat mirip dengan ku saat marah... Akan lebih baik membiarkan dia sendiri. Batin Alzero.


"Lala kamu yang sabar yah... Mungkin ini sudah takdirnya." Ucap Alina menenangkan Lala. Lala bersandar pada bahu Alina dengan air mata terus mengalir.


"Tuan Caesar... Ternyata obat itu bukan berasal dari pancakenya... Melainkan dari saus pancake tersebut." Ucap sang dokter.


"Veno hanya membuat pancakenya saja." Ucap Lala karena dia ingat betul saat Alveno membuatnya.


"Rio cek cctv yang ada didapur." Ucap Alzero. Dia pun memberikan ciuman di kening Lala sebelum akhirnya meninggalkannya.


"Bunda tolong cek Veno... Dia pasti menyalahkan dirinya sendiri." Ucap Lala.


"Bunda akan mengeceknya, kamu istirahat saja ya nak." Jawab Zaina kemudian pergi. Tak lupa dia mencium kening Lala sebagai rasa kasih sayangnya.


Aneh, tidak mungkin ini tidak direncanakan... Itu artinya pelakunya sudah ada disini sejak lama. Batin Kenzo.


Di kamar Alveno


Zaina masuk perlahan dan melihat Alveno tengah duduk melamun di kursi balkon. Zaina menyalakan lampunya kemudian menghampiri cucunya. Dilihatnya Alveno meneteskan air mata dengan wajah datarnya.


"Oma... Apa itu artinya... Veno tidak memiliki adik??" Tanya Alveno tanpa mengalihkan pandangannya.


"Veno tetap memiliki adik... Tapi, adik Veno sudah tenang disurga." Jawab Zaina hati hati.


"Dan itu salah ku... Aku tidak mau memakan makanan manis mulai sekarang." Ucap Alveno kemudian naik ke atas ranjang dan meringkuk. Zaina menyelimuti Alveno dan pergi meninggalkan Alveno sendirian.


"Veno sama seperti Al... Dia sama sekali tidak ingin di ganggu saat ini." Lirih Zaina.


Sedangkan dengan Alzero, dia merasa kesal saat pelakunya tidak menatap ke arah cctv seolah mengetahui keberadaan cctv tersebut.


"Tapi dari stylenya... Dia sepertinya seorang wanita." Ucap Rio.


"Cari dia... Dia harus membayar apa yang sudah diperbuatnya... Membunuh anak ku sama saja memintaku untuk membunuhnya." Ucap Alzero.


"Baik tuan." Jawab Rio.

__ADS_1


Hampir aku mengira jika Veno benar benar melakukannya... Terima kasih tidak memberikan ku kesalahan pahaman. Batin Alzero.


Yahooo, Info lagi nih... Alurnya agak dipercepat ya sama kayak Season 1, soalnya adek agak gimana gitu kalau sampe beratus ratus episode yang ada kalian bosen lagi... Jangan lupa like atau shere keteman kalian, siapa tau minat ama karya halunya adek ini... Adek sengaja gak ajuin kontrak karena tujuan awal nulis emang bukan cari penghasilan tapi ngehibur para readers sama karyaku ini... Nah kan curhat🤣 Okelah Skip pantengin terus yah, Salam Bombai😁❤


__ADS_2