My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
Season 2 Episode 18


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖


TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘


I LOVE YOU READERS😙💕


...🥀MHKOT2🥀...


"Tidak enak ya??" Tanya Liasya.


"Ini sangat manis... Kamu yang membuatnya??" Tanya Alveno sembari menatap Liasya.


"Iya... Manis bukan?? Ingin lagi??" Jawab Liasya kembali bertanya. Alveno menganggukan kepalanya. Dia mengambil semangkuk kecil ice cream dari tangan Liasya. Tanpa mereka sadari, seseorang mengintip dari celah pintu.


Veno tidak pernah mau memakan makanan manis... Lili sangat hebat, sepertinya dia benar benar gadis yang membuat Veno kembali. Batinnya sembari tersenyum kemudian pergi.


"Kak liat itu." Ucap Liasya sembari menujuk ke suatu arah.


Saat Alveno kembali hendak menatap Liasya, dengan jahil Liasya mengenai hidung Alveno dengan ice cream. Melihat reaksi Alveno pun Liasya tersenyum. Sebenarnya Liasya tipe wanita yang ceria dan humoris. Dia juga sering jahil pada Lala yang akhirnya membuat keduanya tertawa kecil. Dan Liasya orang pertama yang berani jahil pada seorang Alveno. Bahkan Dona yang sejak kecil bersama tidak pernah berani walau sekedar mencubit lengan.


"Hahaha... Kak kau menggemaskan." Ucap Liasya tertawa lepas saat melihat Alveno membersihkan hidungnya.


"Kau berani menjahiliku hmm??" Ucap Alveno. Dia memeluk Liasya dari belakang dan memoles ice creamnya di pipi kanan dan kiri Liasya.


"Masih berani menertawaiku??" Tanya Alveno.


"Haha... Tidak kak, tidak lagi... Lili minta maaf." Jawab Liasya sembari tertawa kecil saat Alveno menggelitiki pinggangnya. Alveno tersenyum melihatnya, entah mengapa senyuman Liasya menjadi candu baginya.


Beberapa saat kemudian, Liasya tertidur dengan kepala beralaskan bantal. Sedangkan Alveno fokus menghabiskan ice cremnya sembari menatap bintang bintang di langit. Begitu habis, Alveno mengambil tissue dan membersihkan wajah Liasya. Yang mana membuatnya menggelengkan kepalanya pelan karena Liasya tidur begitu saja. Dia pun menggendong Liasya ala bridal style dan membawanya keluar.


"Wah sayang... Apa yang kalian lakukan di balkon??" Goda Lala pada putranya.


"Bunda membuat ku terkejut... Tidak apa apa, kenapa bunda ingin tau??" Jawab Alveno kemudian membawa Liasya pergi ke kamarnya.


"Suamiku kau lihat itu??" Tanya Lala sembari duduk disamping suaminya yang fokus menonton televisi.


"Hmm." Jawab Alzero membuat Lala mengecurutkan bibirnya kesal. Saat hendak bangkit, Alzero menarik tangan Lala dan mendudukannya dipangkuannya.


"Mas!" Pekik Lala terkejut.


"Hmm??" Ucap Alzero santai dan mulai menciumi leher istrinya.


"Jangan disini! Ada pelayan yang lihat." Ucap Lala. Alzero tersenyum dan menggendong istrinya ala bridal style.


"Kalau begitu kita lakukan dikamar." Goda Alzero. Membuat Lala merona dan memukul kecil dada suaminya.


"M*sum!"


"M*sum pada istri sendiri tidak masalah." Jawab Alzero kemudian membawa Lala kedalam kamar.


Sedangkan dengan Alveno. Perlahan dia merebahkan tubuh mungil Liasya diatas ranjang. Tak lupa, Alveno menyelimutinya. Dia diam sejenak, menatap wajah damai Liasya saat tidur. Tanpa sadar, Alveno mencium kening Liasya sebelum akhirnya pergi membiarkan Liasya beristirahat.


Keesokan Harinya


Rasya sangat bahagia karena hari ini dia bisa keluar dari rumah sakit. Dia bosan karena terus terusan berada di dalam ruangan. Terlebih dia merasa tidak enak karena selalu menyusahkan Lina dan lainnya.


"Kembali juga cucu Oma... Kamu istirahat ya dikamar, nanti kalau sarapan sudah siap... Oma panggil." Ucap Lina pada Rasya. Rasya pun patuh dan menuju ke kamarnya. Rasya sengaja pulang pagi pagi agar bisa berangkat ke kampus. Dia tidak ingin menumpuk banyak tugas.


"Oma bilang lo gak usah ngampus dulu." Ucap Kenzie tiba tiba membuat Rasya terkejut.

__ADS_1


Dia berbalik menatap Kenzie yang berdiri diambang pintu sembari menyandarkan tubuhnya dan melipat kedua tangannya didepan dada. Rasya hanya diam dan kembali meletakan bukunya. Dan dia terkejut saat Kenzie berada dibelakangnya. Yang mana membuat Rasya memundurkan tubuhnya sampai mentok pada meja belajarnya.


"Bisa nggak sih lo jawab gitu pas gua ngomong... Jangan diem aja, paham lo?!" Ucap Kenzie.


"Ra... Rasya paham kak." Jawab Rasya terbata bata. Saat dia hendak pergi, Kenzie menariknya dan mendudukannya dipangkuannya. Agar tidak jatuh, Rasya pun merangkulkan tangan kanannya pada tengkuk Kenzie dan satu tangannya menahan beratnya.



(Anggap aja kayak gitu ya posenya😉)


"Ka... Kakak mau apa??" Tanya Rasya hati hati saat Kenzie semakin mendekatkan wajahnya. Dia tidak bisa pergi lantaran kedua tangan kekar Kenzie melingkar di pinggangnya.


"Anak jelek, yok nikah!" Ucap Kenzie.


Saat Rasya hendak berkata, Kenzie lebih dulu mencium bibirnya. Rakus. Sangat rakus. Sepertinya bibir mungil Rasya kini menjadi candu untuk Kenzie. Karena Rasya terus diam dan tak membalas, Kenzie menggigit bibir bawah Rasya membuat Rasya membuka mulutnya. Tentu kesempatan untuk Kenzie mengabsen setiap inchi mulut mungil Rasya.


"Sayang sarapan—(Rasya mendorong Kenzie.) Ya ampun, Oma ganggu ya... Lanjutkan saja, seharusnya kunci pintu dari dalam biar aman." Ucap Lina kemudian pergi sembari menutup pintu.


Seketika suasana canggung. Rasya tengah menetralkan detak jantungnya yang bergetar kuat sedangkan Kenzie terdiam memikirkan ucapannya yang dia katakan pada Rasya beberapa saat lalu.


Sadar Enzi!! Lo masih belum putus sama Killa, jangan jadi cowok br*ngs*k. Batin Kenzie.


Maksud kak Enzi apa?? Bukannya kak Enzi benci ya sama Rasya?? Batin Rasya.


Kenzie pun pergi lebih dulu, disusul oleh Rasya. Kenzie sendiri tidak mengerti apakah dia menyukai Rasya atau tidak. Yang pasti dia melupakan Killa begitu bersama dengan Rasya. Lina dan Dicko hanya tersenyum melihat kedua anak muda itu tersipu malu.


"Kok diem?? Ayo makan sarapannya, keburu dingin." Ucap Lina sembari tersenyum penuh arti.


"Huwaaaa Oma!!!" Teriak Arka membuat Kenzie hampir tersedak.


"Eh bocah, bukannya sekolah malah teriak... Ada apaan sih?!" Kesal Kenzie.


"Fatimah?? Siapa Fatimah??" Tanya Dicko dengan kening berkerut.


"Gebetannya Arka lah Opa." Jawab Kenzie santai.


"Abang!!" Kesal Arka.


"Fatimah... Oh tetangga depan rumah?? Mereka baru pindah semalem dari Surabaya... Kok kamu tau kalo dia Fatimah Arka??" Tanya Lina bingung. Pasalnya Arka dan Fatimah terpisah saat kenaikan kelas 3 SD. Tentu sudah sangat lama bukan?


"Taulah... Jadi, Fatimah bakalan sekolah disini?? Satu SMA sama Arka??" Tanya Arka antusias.


"Oma nggak tau pasti... Kenapa nggak tanya aja??" Jawab Lina sembari memasukan sesuap nasi kedalam mulutnya.


"Udah... Sarapan dulu, biar gak cepet mati... Ntar Fatimah nikah sama siapa??" Ucap Kenzie sembari mendudukan adiknya.


"Abang!!" Kesal Arka saat Kenzie mengacak acak rambutnya. Yang mana membuat Kenzie tersenyum. Melihat Arka mulai tertarik pada seorang gadis membuat Kenzie sadar jika adiknya sudah dewasa.


"Kembaran kamu mana??" Tanya Kenzie.


"Lagi pake seragam." Jawab Arka. Kenzie pun menganggukan kepalanya mengerti.


"Bang cepetan married dong." Rengek Arka membuat Kenzie tersedak.


Uhukk!! Uhukk!!


"Hah?!"


"Mommy bilang, Arka nggak bakalan dapet adek... Katanya suruh minta abang married biar dapet adek." Ucap Arka dengan polosnya. Yang mana membuat Kenzie menjitak kening adiknya.

__ADS_1


"Ini nih kalo harusnya masih SMP tapi malah SMA duluan... Dikira gampang apa." Ucap Kenzie. Memang benar Arka dan Raka seharusnya masih kelas 3 SMP. Namun, mereka terlalu dini masuk sekolah. Itu sebabnya mereka menjadi siswa paling muda diangkatannya.


"Adek kamu bener juga... Toh kamu sama Killa dah 3 tahun pacaran, kenapa nggak nikah??" Tanya Lina.


"Udah putus kok... Dia selingkuh buat apa aku pertahanin... Toh banyak orang yang ngantri." Jawab Kenzie membuat Lina menganggukan kepalanya pelan.


Putus?? Batin Rasya.


"Aku udah kenyang... Aku berangkat dulu Oma, sayang Oma sama Opa." Ucap Kenzie kemudian pergi menjauh.


"Tumben abang berangkat pagi, pasti dia lagi happy nih." Ucap Raka tiba tiba.


"Bang, Fatimah tetangga depan rumah ini loh." Ucap Arka.


"Oh gebetan lo?? Baguslah, lo gak usah nangis nangis lagi tanya dimana Fatimah." Jawab Raka santai.


"Abang!!" Kesal Arka dengan wajah merona membuat Rasya Lina dan Dicko tertawa kecil.


Demon... Mungkin sekarang saatnya, cucumu menjadi bagian keluarga Azura seutuhnya. Batin Lina sembari menatap Rasya yang tengah tertawa kecil.


Seusai sarapan, Arka langsung pergi keluar menghampiri Fatimah. Dilihatnya gadis berjilbab biru itu tengah menyirami tanaman. Sadar Arka datang, dia menoleh menatap Arka yang berdiri didepannya.


"Siapa??" Tanyanya lembut. Yang mana membuat Arka gugup. Dia sendiri bingung kenapa datang menghampiri Fatimah begitu dia keluar dari rumah.


"Fatimah... Ini aku Arka." Ucap Arka.


"Arka??" Tanya Fatimah sembari berpose mengingat.


"Kak Arka... Masyallah kak, kakak ganteng banget sekarang." Puji Fatimah dengan mata berbinar.


"Biasa aja tuh." Jawab Arka merasa tersanjung saat dipuji Fatimah.


"Kakak kok tau aku tinggal disini??" Tanya Fatimah sembari meletakan gayungnya kedalam ember.


"Aku kebetulan nginep di rumah Oma... Itu rumah Oma." Ucap Arka menujuk ke belakangnya. Rumah Lina dan Fatimah berseberangan.


"Oh rumah besar itu punya Oma Lin yah... Kak Arka mau masuk dulu?? Atau kakak mau berangkat ke sekolah??" Tanya Fatimah.


"Iya aku disini cuman nyamperin kamu... Kamu bakalan sekolah disini??" Tanya Arka membuat Fatimah terdiam.


"Hawa??" Panggil Arka saat Fatimah terdiam. Hawa adalah panggilan khusus Arka pada Fatimah. Sedangkan Adam adalah panggilan khusus Fatimah pada Arka.


"Insyallah kak... Nanti aku kabarin yah." Jawab Fatimah. Arka menganggukan kepalanya mengerti.


"Aku berangkat dulu ya... Assalamualaikum Hawa." Ucap Arka.


"Walaikumsalam Adam." Jawab Fatimah sembari tersenyum. Dia tidak menyangka akan bertemu seseorang yang selalu dia sebut dalam doa.


Yooo coba lihat cocok nggak nih Fatimah ama bambang Arka🤔😂



(Fatimah Putri Humairah😘👆🏻)



(Arka Azura Zaryana😘👆🏻)


Cocok nggak?? Cocok nggak?? Cocok lah masa nggak wkwkwk 😂😂

__ADS_1


__ADS_2