
JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖
TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘
I LOVE YOU READERS😙💕
...🥀MHKOT2🥀...
"Jadi, mama izinin ya buat kak Laura tinggal disini... Kasihan dia... Cucu mama ada dikandungan kak Laura." Ucap Nala memohon. Sedangkan Gavin hanya diam sembari merangkul Mia yang ketakutan saat Nia menampar Daffin.
"Baiklah... Tapi ingat ini Daffin, setelah anak kamu lahir... Kamu harus pilih antara Nala dan mantan pacarmu itu." Ucap Nia kemudian pergi. Disusul Gavin yang akan menenangkan sang istri.
"Mia nanti kakak tidur satu kamar sama kamu ya." Ucap Nala sembari tersenyum menghampiri Mia.
"Iya kak." Ucap Mia. Saat mereka akan pergi, Daffin menceghatnya. Dia menarik tangan Nala.
"Apa maksudnya ini Nala?? Kamu ingin kita pisah kamar!?" Tanya Daffin penuh penekanan. Nala tersenyum, dia melepaskan genggaman Daffin.
"Sayang harus perhatian ke kak Laura... Dia sedang hamil, pasti ingin perhatianmu... Ayo Mia." Ucap Nala kemudian pergi.
"Say—"
"Jangan sentuh gua... Kamar lo ada disebelah kanan... Bik, anter dia." Ucap Daffin dingin kemudian pergi ke kamarnya.
Baguslah! Dengan begini, gua bisa dengan bebas bikin rencana selanjutnya... Bukan hanya Nala, tapi Mia juga menjadi incaran ku. Batin Laura sembari tersenyum miring.
"Terima kasih bik, bibi boleh pergi." Ucap Laura kemudian menutup pintu kamarnya. Disana Laura melepaskan bantal diperutnya.
Agak berat juga, huh! Setelah aku hancurkan Nala dan Mia... Barulah aku kabur dari sini. Batin Laura sembari tersenyum simark.
"Nala... Istriku tersayang, dengerin aku ya... Aku—" Ucap Daffin terjeda saat Nala menatapnya.
Di Kediaman Faresta
Tidak hanya Kediaman Saputra yang ribut, namun di Kediaman Faresta juga. Namun alasannya berbeda, itu hanya karena kamar Kay bersebelahan dengan Messy yang mana membuat Messy kesal. Terlebih saat dia membuka kaca jendela balkon, dia melihat Kay dengan santainya meminum kopi dan hanya memakai handuk kimono putih. Yang mana membuat dada bidangnya terlihat. Dan Messy tidak menyukainya.
"Nggak mau ih!!! Papa pokoknya si mata komputer ini harus pindah kamar!" Ucap Messy.
"Nggak bisa sayang, masa iya Kay harus di kamar pembantu??" Ucap Raefal membuat Messy terdiam.
"Tenang Messy, gua gak bakalan apa apain kamu kok... Toh kamu bodynya kek triplek." Ejek Kay.
"Apa kamu bilang??!!! Triplek??? Triplek gini banyak yang suka tau gak dasar mata komputer!" Kesal Messy kemudian pergi.
"Maaf yah Mit.. Fal, Kay biasa gini soalnya sama Eli." Ucap Bella merasa tidak enak.
"Iya, nggak apa apa kok... Maklum anak muda pasti gitu." Jawab Mita.
"Kay kamu minta maaf sama Messy sana!" Ucap Viko.
"Tapi yah... Iya, ya aku minta maaf." Ucap Kay dengan malas menuju ke kamar Messy.
"Heh mau apa—"
"Kay cuman mau minta maaf, kamu jangan mikirin yang nggak nggak." Ucap Mita yang mana membuat Revan diam. Dia sangat mengkhawatirkan apapun yang bersangkutan dengan adiknya.
"Kamu sendiri, Eli mana??" Tanya Mita.
__ADS_1
"Ma.. Masih tidur." Jawab Revan sedikit gugup.
"Kamu kok gugup gitu... Jangan jangan—"
"Ma... Mama jangan salah paham, siapa juga yang gugup... Udah ah, aku mau mandi." Ucap Revan kemudian pergi.
"Mit... Apa nggak apa apa mereka tidur berdua sedangkan mereka belum menikah??" Tanya Bella khawatir.
"Kamu tenang aja Bel, Revan nggak bakalan macem macem kok... Toh mereka juga akan segera menikah." Ucap Mita menenangkan kekhawatiran Bella.
"Udah yuk, kita lanjut masak." Ucap Mita. Bella menganggukan kepalanya dan kembali ke dapur.
"Ngapain kamu kesini?!" Ketus Messy saat Kay datang.
"Minta maaf." Jawab Kay.
"Aku nggak maafin." Ucap Messy. Dipikirnya Kay akan membujuknya agar mau memaafkannya namun...
"Oh, ya udah aku tinggal." Ucap Kay kemudian pergi.
Ih!! Dasar mata komputer... Gak peka banget sih, mohon kek atau gimana gitu... Dasar! Umpat Messy dalam hati.
...🥀🥀🥀...
"Kamu benar benar akan menikahi Lili??" Tanya Alzero.
"Iya ayah." Jawab Alveno penuh keyakinan. Dipikirnya Alzero akan marah namun pria berusia 42 tahun itu justru tersenyum.
"Ayah suka kesungguhanmu... Kapan pun ingin menggelar acara pernikahan, ayah akan mengurusnya." Ucap Alzero. Alveno menatap Lala dan memeluk sang ayah.
"Veno sayang ayah... Terima kasih ayah." Ucap Alveno.
"Setelah ini, kamu harus memberikan bunda cucu yang banyak." Bisik Lala.
"Bunda kau ini." Ucap Alveno malu membuat Lala tertawa kecil.
"Kak Veno disini rupanya... Es krimnya—ups." Ucap Liasya dan dengan polosnya menutup mulutnya. Dia lupa jika Alveno memintanya agar tidak membocorkan tentangnya yang sudah memakan makanan manis.
"Wah sayang... Akhirnya kamu mau memakan manis manis... Baiklah bunda akan membuatkanmu bolu pandan." Ucap Lala.
"Ibu, Lili ikut bikin." Ucap Liasya sembari mengangkat tangannya.
"Baiklah ayo." Ucap Lala dan dengan girang Liasya mengekorinya.
"Oh iya ayah... Ada yang ingin aku katakan." Ucap Alveno membuat Alzero menoleh.
"Hmm, katakan."
"Mengenai gengster milik grandpa." Ucap Alveno membuat Alzero kembali menutup ruang bacanya.
"Kenapa memangnya??" Tanya Alzero.
"Bagaimana jika Raka yang mengambil alih?" Ucap Alveno yang mana membuat Alzero melotot.
"Apa mak—"
"Aku tau apa yang ayah khawatirkan... Tapi Raka dan adiknya Arka... Memiliki potensi itu... Dan perlu ayah ketahui jika Raka... Pemilik Geng Motor CS.s." Ucap Alveno membuat Alzero terkejut.
__ADS_1
"Kenzo tau hal ini??" Tanya Alzero.
"Hanya Aku dan Daffin yang mengetahuinya." Jawab Alveno. Alzero menghela napas panjang. Dia meraih handle pintu dan berbalik menatap sang putra.
"Meskipun Raka berpontensi meneruskannya... Tapi, ayahnya Kenzo... Sangat takut dengan dunia gelap... Lantas, seperti apa reaksinya saat Raka menjadi gengster... Niatmu sudah baik Veno, tapi pikirkan keluarganya." Ucap Alzero kemudian pergi.
Ayah benar, aku terlalu buru buru sampai tidak memikirkan bagaimana perasaan Om Ken... Azura group sekarang sudah berkembang... Om Ken pasti berharap bukan hanya Enzi yang meneruskannya tapi juga si kembar... Ku akui, si kembar memiliki bakat terpendam... Begitu juga Enzi. Batin Alzero. Dia pun keluar hendak melihat Lala dan Liasya.
"Benarkah?? Jadi kak Veno takut cicak ya bu??" Tanya Liasya tampak menahan tawa.
"Itu dulu... Tapi sekarang sepertinya dia takut padamu... Dia—"
"Bunda... Berhenti bicara yang tidak tidak pada Lili." Ucap Alveno. Lala hanya menggelengkan kepalanya pelan kemudian memasukan adonannya kedalam panci.
"Lili jika sudah matang tinggal angkat ya... Ibu mau sholat duha dulu." Ucap Lala beralasan kemudian pergi.
"Kakak takut cicak yah??" Ejek Liasya.
"Itu dulu, sekarang tidak... Dan kamu... (Memojokan Liasya.) Takut kecoak bukan??" Ucap Alveno sembari mendekatkan wajahnya.
"Kenapa kakak bisa tau??" Tanya Liasya.
"Aku tau semuanya tentang dirimu termasuk... Yang tadi pagi kamu menciumku saat aku tidur." Jawab Alveno membuat wajah Liasya merona.
"Biarin." Ucap Liasya sembari memalingkan wajahnya.
Cup.
Alveno yang gemas, mencium bibir mungil milik Liasya. Itu candu bagi dirinya dimana dia menikmati bibir Liasya layaknya menikmati permen lolipop.
"Jadi... Apa jawabanmu??" Tanya Alveno.
"Enggak mau... Enggak mau nolak maksudnya hehe." Jawab Liasya dengan senyuman manisnya.
Satu detik.
Dua detik.
Tiga detik.
"Benarkah??? Kalau begitu ayo kita menikah!!" Ucap Alveno sembari mengangkat tubuh Liasya.
"Ap... Apa?? Secepat itu kak??" Tanya Liasya.
"Iya secepat itu... Aku ingin kita menikah 2 pekan lagi... Enzi akan menikah bulan depan dan Revan sekitar 2 bulan... Aku tidak mau menjadi yang terakhir menikah." Jawab Alveno sembari memeluk Liasya manja.
Kakak pikir menikah seperti perlombaan apa?? Batin Liasya sembari menatap Alveno yang bergulat manja dipelukannya.
"Lepasin dulu, Lili mau buat es krim." Ucap Liasya.
"Buat dedek mau nggak??"
"Kakak!!!"
"Hahahaha!!!!" Alveno tertawa cukup keras sampai sampai pelayan terheran heran. Pasalnya tawa Alveno hilang begitu saja saat kejadian dimana Lala keguguran.
...🥀🥀🥀...
__ADS_1
Kali aja ada nanya kenapa Raka seolah kek tokoh utama, ya karena Raka tokoh favorite adek wkwkwk🤣🤣