My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
BAB 24


__ADS_3

••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


👩‍💻Sebelum membaca, biasakan like, vote, dan komentarnya readers😘💕


👩‍💻Jangan Lupa mampir ke karyaku yang lain ya❤😘


👩‍💻Ingat, ini hanya imajinasi author dan tidak bermaksud menjelek jelekan profesi atau lainnya😉🤗😘


👩‍💻Terima kasih dan happy reading semua❤


📖📖📖


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


"Anak kita sudah besar ya dad." Ucap Lina sembari menyandarkan kepalanya pada lengan kekar suaminya.


"Iya, hanya pemikirannya saja yang seperti anak kecil." Jawab Dicko.


"Dia akan berubah setelah menikah nanti, aku yakin." Ucap Lina penuh keyakinan. Dicko pun mengangguk kepala pelan.


"Sialan!! Kenapa sih gua nggak bisa nolak, padahal kan tadi niatnya mau nolak... Lusa dia dateng lagi, alamat besok gua nggak boleh pergi pergi." Kesal Kenzo.


“Baby I'm right here....”


Ponsel milik Kenzo berbunyi menandakan ada telefon masuk.


"Siapa sih, gangguin aja." Kesal Kenzo dengan malas mengangkat telefonnya.


📞


“Halo kak Ken... Ini aku Ashel.” Ucap Ashel diseberang sana.


“Ashel?? Tumben telefon, ada apa??” Tanya Kenzo sembari mendudukan dirinya dibibir ranjang.


“Apa Celani bersama kakak??? Dia tidak mengangkat telefon ku tadi.” Ucap Ashel diseberang sana.


“Dia dikamarnya, apa ada masalah?? Ela sangat sensitive hari ini.” Tanya Kenzo.


“Tidak ada kak, hanya beberapa kesalah pahaman saja.” Jawab Ashel.


“Tut.”


Telefon terputus lantaran Ashel memutuskan sambungan telefonnya.

__ADS_1


"Nggak Al, nggak adiknya kalau telefon selalu dimatiin lebih dulu... Masalah apa sih sebenarnya??" Lirih Kenzo. Karena penasaran dengan masalah adiknya, Kenzo pun menuju ke kamar Celani.


Sedangkan dengan Celani sendiri. Dia masih tidak menyangka jika besok akan diajak makan siang oleh seseorang yang dia kagumi. Siapa lagi jika bukan mantan kapten futsal Farrel Adinata.


Gua?? Gua diajak makan siang sama Farrel?? Huwaaa mimpi apa gua semalam. Batin Celani sembari memeluk boneka tady bearnya erat.


“Tok, tok, tok.”


"Ela buka pintunya... Kakak pengen ngomong sama kamu." Ucap Kenzo dari luar.


"Ish kakak apaan sih... Ganggu aja." Kesal Celani.


"Iya, iya bentar." Ucap Celani sembari turun dari ranjang dan memakai sandal slopnya.


“Cklekk.”


"Ada apa??" Tanya Celani ketus. Bukannya menjawab, Kenzo justru menyelonong masuk ke kamarnya dan dengan santai duduk di sofa.


"Kakak tebak kamu ada masalah ya sama Ashel?" Ucap Kenzo.


"Ashel?? Emang masalah apa??" Ucap Celani kembali bertanya.


"Kalian berdua terjadi kesalah pahaman??" Ucap Kenzo. Tampak Celani berpose berpikir.


"Oh yang itu, Ashel aja yang salah paham kak... Orang aku biasa biasa aja, dia mau jalan sama siapa aja juga bukan urusan aku." Jelas Celani santai.


"Udah ini urusan orang dewasa.... Anak kecil mana paham." Ucap Celani.


"Eh tapi—"


“Bammm!!!!”


Celani menutup pintunya keras dan menguncinya dari dalam.


"Bukannya gua kakaknya ya... Loh kok gua dibilangin anak kecil, dasar adik sialan." Umpat Kenzo.


Di Vila Alzero


Ashel tampak memandang ponselnya. Dia ragu ragu untuk mengirim pesan kepada Celani. Ashel berpikir saat ini Celani sedang marah padanya karena salah paham. Nyatanya tidak.


💬


Me: Ela apa kau marah??

__ADS_1


Namun pesan itu Ashel hapus kembali. Dan sekali lagi dia mengetik pesan.


💬


Me: Ela apa kau baik baik saja??


Dan sekali lagi, Ashel menghapus pesannya. Saat akan mengetik kembali, ada pesan masuk. Dan itu dari Celani sendiri.


💬


Celani: Aku percaya padamu, kau sahabatku ^_^


Ashel menyinggung senyuman dan bernapas lega.


💬


Me: Baiklah, dan terima kasih


💬


Celani: Sama sama😘


"Adapa denganmu???" Tanya Alzero tiba tiba membuat Ashel terkejut.


"Kakak... Kapan kau pulang??" Ucap Ashel kembali bertanya. Tampak Alzero melepaskan sarung tangan dan kardigannya.


"Baru saja, kenapa belum tidur... Sekarang sudah malam." Ucap Alzero.


"Ayolah kak, lagi pula masih libur." Ucap Ashel sembari meletakan ponselnya di meja.


"Jangan banyak alasan... Tidur sana." Ucap Alzero membuat Ashel cemberut.


"Baiklah... Selamat malam kakak." Ucap Ashel sembari menuju ke kamarnya.


"Anak ini." Lirih Alzero sembari menggeleng kepala pelan. Saat akan pergi ke kamarnya, Alzero melihat ponsel Ashel yang tertinggal.


"Ashel, Ashel ponselmu tertinggal." Panggil Alzero. Namun tidak ada jawaban, membuat Alzero mengambil ponsel milik Ashel.


"Sepertinya dia sudah tidur... Aku akan melihatnya sebentar." Ucap Alzero sembari menyalakan ponsel.


Wallpaper layar kuncinya foto Alzero dan Ashel. Alzero tersenyum mengingat saat itu Ashel masih 8 tahun sedangkan dirinya 10 tahun. Namun, Alzero terkejut saat walpaper utamanya adalah...


Jadilah Readers Yang Bijak👌🏻

__ADS_1


Menulis novel, tidak semudah yang kalian duga. Perlu waktu untuk menyusun kalimat kalimat agar terlihat rapi menarik dan mudah dipahami oleh pembaca. Jadi, berikan para author author support dengan memberikan like atau komentarnya... Hanya perlu tekan jempol dan saran itu sudah menjadi penyemangat bagi kami para author... Ingat jadilah Readers yang bijak😉😘


Maaf kalau perkataan author menyinggung, Author sayang kalian💞😘


__ADS_2