
...Menyerah bukan tanda kamu kalah, tapi karena kamu lelah. ~Liasyafana...
...🥀MHKOT2🥀...
Di Kediaman Caesar
Alveno tengah duduk disamping Liasya yang fokus menonton kartun di laptop. Sesekali Liasya bersandar manja pada dada suaminya dan dibalas husapan lembut di puncak kepalanya. Liasya menutup laptopnya membuat Alveno menatapnya bingung.
"Beneran besok harus pergi??" Tanya Liasya sembari menatap mata suaminya.
"Iya sayang, ada sedikit masalah di Inggris... Gak lama kok, cuman 3 hari ok??" Jawab Alveno. Liasya pun memeluk suaminya dan menyembunyikan wajahnya pada dada bidang suaminya.
"Jangan lama lama... (Bangkit dari duduknya.) Nanti Lili cari suami baru." Ucap Liasya. Dan saat Liasya hendak kabur, Alveno memeluknya dari belakang.
"Berani?? Kalau begitu, akan aku buat kamu tidak bisa berjalan selama 1 minggu." Ucap Alveno sembari menghujani pipi Liasya dengan ciuman.
"Nggak Lili bercanda... Hahaha, geli ih! Alve... Lili gak berani lagi." Ucap Liasya berusaha lepas dari cengkraman suaminya.
"Nggak bisa kemana mana... Udah tau suami pencemburu masih gitu hmm??" Ucap Alveno sembari mengeratkan pelukannya.
"Ish! Lili kan udah minta maaf, tau ah." Kesal Liasya sembari memanyunkan bibirnya kesal. Dan itu membuat Alveno gemas. Baru hendak mencium Liasya, sebuah ketukan pintu mengganggunya.
"Maaf mengganggu tuan, ada hal yang ingin saya bicarakan." Ucap Rio dari balik pintu.
"Tunggu di ruang bacaku." Jawab Alveno. Rio pun pergi menuju ke ruang baca Alveno.
__ADS_1
"Ish udah sana pergi, ada kepentingan kan?? (Alveno membuka kancing baju Liasya.) Ih! Alve mau apa sih, mainnya ntar aja kasihan Rio nunggu." Ucap Liasya berusaha menceghat tangan nakal suaminya.
"Gak lama kok, cuman 30 menit." Ucap Alveno sembari tersenyum miring. Dia pun menyerang istrinya tanpa ampun. Setelah selesai memadu kasih dengan sang istri, Alveno pun pergi menyusul Rio.
"Jadi hal apa yang ingin kamu bicarakan??" Tanya Alveno.
"Ini mengenai nona Lili tuan." Jawab Rio membuat Alveno menatapnya. Rio pun menjelaskan semua dan tampak wajah Alveno yang cemas.
...🥀🥀...
"Kalian mau kemana?? Rapi begini." Tanya Alina saat si kembar memakai pakaian rapi.
"Jenguk temen di rumah sakit mom, cuman bentar kok." Jawab Raka.
"Jangan lama lama, habis jenguk langsung pulang." Ucap Kenzo.
"Walaikumsalam, hati hati." Jawab keduanya. Raka dan Arka hanya menganggukan kepalanya pelan kemudian pergi.
"Bang kita beneran gak ikut tawuran??" Tanya Arka.
"Gak, kita awasin aja dari jauh." Jawab Raka sembari memakai sarung tangannya.
"Bang bentar lagi kita ke Amerika, terus nasib CS.s gimana??" Tanya Arka.
"Ada Yudha, Kay, Amal sama Jones... Serahin aja ke mereka." Jawab Raka. Arka hanya mengangguk anggukan kepalanya dan keduanya pun pergi menuju ke rumah sakit.
__ADS_1
Sesampainya disana keduanya pun masuk dan menghampiri resepsionis.
"Maaf sus, pasien atas nama Carmen Lovatra di ruangan mana??" Tanya Raka.
"Sebentar ya dik... Pasien atas nama Carmen Lovatra ada di ruang rawat inap 3 lantai 2." Jawabnya.
"Oh makasih sus." Ucap Raka kemudian keduanya pun pergi.
...Cklekk! ...
"Hai Carmen." Sapa Raka.
"Halo Rak, halo Ar... Terima kasih sudah mau menjengukku." Jawab Carmen yang terbaring diatas ranjang.
"Oh santai saja Carmen, kau pacar dari Jones sahabat kami... Tentu kami jenguk, dimana ayah dan ibumu??" Tanya Arka.
"Mengurus administrasi... Seharusnya kalian tidak perlu repot repot membawa buah, Jones sudah membelikannya untukku." Ucap Carmen.
"Ayolah, tidak mungkin kita datang dengan tangan kosong... Bagaimana keadaanmu?" Tanya Raka.
"Sedikit membaik... Sekitar 4 atau 5 hari aku bisa keluar dari sini." Jawab Carmen. Baik Arka maupun Raka hanya menganggukan kepalanya pelan.
"Maaf, karena kecerobohanku... CS.s dalam kesulitan." Ucap Carmen sembari menundukan pandangannya.
"Tidak perlu, disetiap geng memiliki masalahnya tersendiri." Jawab Raka sembari mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya.
__ADS_1
"Dan aku meminta 1 permohonan padamu." Ucap Raka.
...🥀🥀🥀...