My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
Season 2 Episode 55


__ADS_3

...Soal hasil anggap yang terakhir, yang pertama dan utama adalah usaha dan doa. ~Daffindra Farez Saputra...


...🥀MHKOT2🥀...


Keesokan Harinya


Alarm ponsel berdering begitu nyaring. Membuat dua orang berlain jenis itu terganggu dari tidurnya. Siapa lagi jika bukan pengantin baru, Kenzie dan Rasya. Tak ingin sang istri terbangun, Kenzie mematikan alarm ponselnya dan memeluk kembali Rasya. Namun, Rasya membuka matanya saat sorot sinar mentari menerpa wajah cantiknya.


"Emhhh." Lirih Rasya membuat Kenzie ikut membuka matanya.


"Kenapa sayang?? Masih sakit?? Mau minum??" Tanya Kenzie. Kenzie pun membantu Rasya untuk duduk bersandar di kepala ranjang.


"Mas." Panggil Rasya dengan suara khas bangun tidur.


"Iya kenapa??" Tanya Kenzie.


"Semalam... (Menundukan pandangannya.) Semalam kita beneran itu??" Tanya Rasya dengan wajah merah merona. Yang mana membuat Kenzie tersenyum.


"Iya sayang... Semalam, kamu udah jadi milik aku sepenuhnya." Jawab Kenzie. Dan itu membuat Rasya semakin malu. Dia pun hendak bangkit untuk mandi.


"Ssshh... Sakit." Rintih Rasya kesakitan. Dan tanpa babibu lagi, Kenzie menggendong Rasya.


"Mas!! Turunin ih, malu." Pekik Rasya.


"Gak usah malu, kan aku udah liat semuanya... Ayo mandi bareng, sunah Rasullullah loh." Ucap Kenzie membuat Rasya merona dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Kenzie.


Sedangkan diluar, si kembar tampak lebih dulu memakan sarapannya. Membuat Jihan menggelengkan kepalanya pelan karena si kembar terlihat buru buru.


"Makan pelan pelan tuan muda." Ucap Jihan.


"No bi, kita buru buru." Jawab Arka dengan mulut penuh. Setelah memakan sarapannya, keduanya pun meminum susu.


"Loh kalian udah—"


"Mommy kita pamit berangkat dulu... Assalamualaikum!!" Ucap si kembar sembari memberikan ciuman di pipi kanan dan kiri Alina.


"Walaikumsalam, hati hati... Jangan ngebut!!" Ucap Alina. Dia menggelengkan kepalanya pelan saat si kembar hanya meresponnya dengan anggukan.


"Morning sayang." Ucap Kenzo sembari memeluk Alina dari belakang.


"Too... Lepasin mas, malu." Ucap Alina. Bukannya melepas, Kenzo justru semakin mengeratkan pelukannya.


"Biarin, toh mereka sudah biasa kan... Apalagi bi Jihan." Ucap Kenzo. Sembari menciumi pipi kanan sang istri.


"Enzi sama Rasya belum bangun??" Tanya Kenzo.


"Belum lah mas, maklum pengantin baru." Jawab Alina.


"Oh iya Enzi udah nikah ya... Padahal kayak kemarin kamu ngidam suruh petikin kelapa sampe punggung aku sakit karena dikira maling, eh sekarang udah nikah... Cepet juga ya??" Ucap Kenzo membuat Alina menampar tangan Kenzo.


"Jadi kamu nyalahin ngidamnya aku??" Tanya Alina menatap tajam suaminya.


"Bu... Bukan begitu sayang... Mak... Maksud aku—Sayang!!! Sayang ayolah!!" Panggil Kenzo saat istrinya meninggalkan dirinya.


"Sayang... Aku bercanda, jangan marah dong." Ucap Kenzo saat Alina duduk dikursi ruang makan.


"Morning mom, dad!" Sapa Rasya dan Kenzie bersamaan.


"Morning too... Ekhem, mentang mentang pengantin baru bangunnya telat." Ucap Kenzo dan mendapatkan cubitan dari Alina.


"Aduh!! Sayang, maaf... Bercanda juga." Ucap Kenzo sembari menghusap lengannya. Dengan perlahan Rasya pun duduk bersebelahan dengan Kenzie. Dan saat itu, Lina juga Dicko datang.


"Waduh udah ngumpul nih, enak kalo sarapan bareng bareng." Ucap Lina sembari ikut duduk. Begitu juga Dicko.


"Si kembar mana mom??" Tanya Kenzie.

__ADS_1


"Mereka udah berangkat duluan ke sekolah." Jawab Alina sembari menaruh nasi dipiring suaminya.


"Tumben pagi pagi udah berangkat." Lirih Kenzie.


"Oh iya, Enzi... Kamu ada acara bulan madu dimana??" Tanya Lina.


"Dimana aja oma, asal cepet jadi dedek bayinya." Jawab Kenzie.


"Mas..." Lirih Rasya dengan wajah merona.


"Hahaha!!! Oma seneng liat kalian, serasa liat mommy sama daddy kamu dulu." Ucap Lina sembari melirik Kenzo dan Alina.


"Masa sih?? Oh iya, kan dulu daddy gengsian amat sama mommy... Sampe sampe nangis gegara gak tidur sekamar gegara si kembar iya gak mom??" Tanya Kenzie. Alina pun menganggukan kepalanya pelan dan menatap suaminya penuh kemenangan.


"Ya... Ya itu karena—"


"Karena daddy udah jacin sama Mommy hahaha!!!" Ucap Kenzie membuat Dicko Lina dan Rasya ikutan tertawa kecil.


"Sudah... Sudah, selesaikan sarapannya." Ucap Dicko. Mereka pun menikmati sarapannya bersama.


...🥀🥀🥀...



(Visual motor para anggota CS.s)


"TERIMA KASIH KERJA KERASNYA, KETUA!!!"


"TERIMA KASIH KERJA KERASNYA, KETUA!!!"


"TERIMA KASIH KERJA KERASNYA, KETUA!!!"


Begitulah suara serentak anggota CS.s saat Raka datang. Mereka tidak akan berhenti sebelum Raka berada di depan barisan. Bukan hanya Raka, wakil ketua yang tak lain saudaranya Arka juga ada disampingnya. Ketua Devisi 1 CS.s Yudha Vaberstta. Ketua Devisi 2 CS.s Amalga Ganesha Aberio. Ketua Devisi 3 CS.s Jones Nandan Saputra. Dan Ketua Digital Kayavan Hasan Dewanta.


"Kita berkumpul disini untuk membahas mengenai gang Black Tiger yang hampir membuat CS.s terpecah belah... Jadi, Jones maju kesini!" Ucap Raka. Tampak Jones berdiri dihadapan Raka namun tiba tiba dia bersimpuh. Membuat Raka menghela napas panjang dan berjongkok.


"Jadi Jones... Mau tawuran atau biarkan??" Tanya Raka sembari memegangi bahu Jones.


"Rak... Gua... Gua bener bener gak habis pikir kenapa Black Tiger nyerang cewek gua sampe masuk rumah sakit... Dan hampir nyerang cewek lo yang kebetulan lewat disana... Bahkan kalo gua telat mungkin Carmen bakalan dipr*ngk*sa sama mereka!! Gua benci sama Black Tiger Rak, benci!!!" Ucap Jones sembari meneteskan air matanya.


"Bukan itu yang gua tanyain... Tawuran atau biarkan??" Tanya Raka lagi. Tampak Jones menghusap air matanya.


"GUA PENGEN BUNUH BLACK TIGER!!!" Ucap Jones dengan nada penuh kebencian.


"Nah, tentu saja!" Ucap Raka sembari tersenyum.


"Eh??" Kejut Jones saat Raka bersikap biasa saja. Raka pun bangkit dan berjalan lebih dekat.


"Kalian denger apa yang Jones omongin?!! Black Tiger melanggar peraturan pergeng motor dengan menyikat cewek... Jadi ada yang keberatan untuk tawuran??!!" Tanya Raka dengan semangat berapi api guna menyemangati anggotanya. Tampak Kay, Amal dan Yudha juga anggota lainnya tersenyum miring seolah haus akan tawuran.


"TIDAK KAN?!!!!!!" Lagi dengan suara lebih tinggi. Dan para anggotanya meregangkan otot ototnya seolah siap.


"AYO HANCURKAN BLACK TIGER!!!!!"


"YAAAAAA!!!!! BRAVO!!!!!!" Teriak mereka.


"Tawuran diadakan hari kamis di parkiran lama Kampus Garuda!!!" Ucap Raka kemudian mengambil tasnya serta menaiki motornya.


"TERIMA KASIH KERJA KERASNYA, KETUA!!!"


Rapat CS.s pun berakhir. Kini mereka pergi ke sekolah masing masing.


Bang Raka seolah punya dua kepribadian... Kadang manja dan baik kalo lagi sama mommy... Tapi, kalo pas rapat... Bang Raka beda 180°... Mungkin kalo bang Enzi liat juga bakalan gak nyangka. Batin Arka sembari menatap punggung Raka yang tengah menaiki motor didepannya.


Sesampainya diparkiran sekolah, Raka melepaskan jaketnya dan membenarkan dasinya. Begitu juga dengan Arka yang mengeluarkan dua topi karena memang Arka selalu siap sedia karena dia tau sang kakak pelupa mengenai topi.

__ADS_1


"Petugas upacaranya kelas apa??" Tanya Raka sembari membenarkan rambutnya.


"X MIPA 1." Jawab Kay. Raka hanya menganggukan kepalanya pelan dan memakai topinya.


"Tumben abang responnya biasa aja—"


"Banyak b*cot! Taruh tas gua sana, ntar gua akuin adek gua yang paaaaaaaaaaling ganteng." Ucap Raka sembari melempar tasnya. Ya, begitulah Raka.


"Dasar abang!" Umpat Arka kemudian membawa tas sang kakak bersamanya.


Sepulang sekolah, gua jenguk pacarnya Jones... Toh bagaimana pun, dia luka gegara ngerahasiain identitas gua sama Arka. Batin Raka.


"Kak Raka!!!" Panggil adik kelasnya membuat Raka menoleh.


"Iya?? Kenapa??" Tanya Raka.


"Itu kak, kayaknya ada masalah sama mic nya... Tadi kita nyariin pak Mulya gak ketemu, jadi berhubung kakak lewat tolong cek yah kak." Jawabnya.


"Oh... Oke." Ucap Raka kemudian menuju ke lapangan upacara.


"Mic ini??" Tanya Raka.


"Iya kak." Jawabnya. Raka pun menuju ke saluran kabel kemudian berjongkok sembari menyelempangkan dasinya ke bahu.


Keknya ini yang salah. Batin Raka sembari membenarkan kabelnya.


"Udah, coba mic nya dinyalain." Ucap Raka.


"Woi!!! Woi gua yang coba tes micnya." Ucap Arka kemudian dengan semangat merampas mic.


"Tes!! Tes!!! Dicoba!!!" Ucap Arka.


"Dasar ya kalian, masuk barisan!" Ucap guru perempuan yang gemuk dan terkenal galak. Bu Nunung namanya.


"Hehe!!! Iya bu!!!" Ucap Arka kemudian pergi bersama dengan Kay.


"Dan kamu Raka, seusai upacara temuin pak Ditya di ruang osis." Ucap bu Nunung saat melihat Raka dengan santainya berjalan menuju ke barisan.


"Inggih bu." Jawab Raka.


"Itu pake dasinya yang bener!" Ucap bu Nunung.


"Iya bu, bawel amat." Jawab Raka kemudian membenarkan dasinya. Hingga saat itu dia melihat Mia yang berada disamping barisan paduan suara. Mia terlihat mencemaskan sesuatu dan Raka tau yang Mia cemaskan saat melihat Mia tidak memakai dasi.


"Bang sini!!! Kita baris didepan!!!" Panggil Arka.


"Bentar!" Jawab Raka kemudian berlari pergi menuju ke koperasi.


"Loh Raka kok ke koperasi??" Tanya Kay.


"Beli gorengan kali." Jawab Amal.


"Sembarangan! Lo kalo ngomong." Ucap Kay membuat Amal tertawa.


Sedangkan di koperasi. Raka tampak membeli dasi untuk perempuan. Yang mana membuat penjaga koperasi sedikit bingung.


"Mia kamu kenapa bisa lupa gak pake dasi?? Ntar pas pak Ditya cek bakalan di panggil kedepan kamu." Ucap salah satu temannya.


"Tadi aku buru buru... Kira kira ke koperasi boleh gak ya??" Ucap Mia tampak khawatir.


"Koperasi jauh, sementara 5 menit lagi mau dimulai acaranya... Itu pun kalo koperasi buka kan??" Ucapnya lagi. Yang mana membuat Mia semakin khawatir.


"Eh???" Mia terkejut saat Raka tiba tiba mengalungkan dasi dilehernya kemudian pergi begitu saja.


"Kak Raka." Lirih Mia sembari menatap Raka yang perlahan pergi ke barisannya.

__ADS_1


__ADS_2