My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
Extra Part 5 (Terakhir)


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖


TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘


I LOVE YOU READERS😙💕


🥀MHKOT🥀


Di Hari Pernikahan


Vila kediaman Faresta dipenuhi oleh para tetamu yang hadir. Resepsi digelar megah mengingat Raefal pewaris tunggal keluarga Faresta. Tak lupa para media memotret peristiwa tersebut.



(Suasana Resepsi di kediaman Faresta👆🏻.)


"Kamu mau kemana??" Tanya Raefal pada wanita yang bergelar sebagai istrinya.


"Kamar mandi." Jawab Mita.


"Jangan lama lama." Ucap Raefal.


"Iya, sebentar kok." Jawab Mita kemudian pergi.


“Keluarga Caesar datang!”


“Benar benar, lihat kedua tuan muda Caesar sangat berwibawa.”


“Menantunya juga tak kalah cantik.”


Begitulah respon para tamu saat Alzero dan keluarganya datang. Alzero menghampiri ketiga sahabatnya bersama sang istri. Meja yang cukup besar dan melingkar membuat mereka bisa berkumpul. Hanya saja Alina tidak datang mengingat bekas melahirkannya belum sembuh.


"Wih, lo dateng langsung jadi pusat perhatian." Ucap Gavin.


"Holkay mah bebas." Ucap Kenzo dan Raefal. Mereka pun tertawa kecil.


"Eh iya bungsu, your wife mana??" Tanya Kenzo.


"Jangan panggil gua bungsu! Lagi ke kamar mandi." Jawab Raefal.


"Kenapa gak lo susul terus langsung anu-anu." Goda Gavin.


"Argh! Sayang..." Rintih Gavin saat Nia mencubit pahanya.


"Berhenti bilang yang tidak tidak." Ucap Nia.


"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya." Ucap Gavin sembari menghusap pahanya.


"Nana masih belum pulih Ken??" Tanya Lala.


"Belum, mungkin beberapa hari lagi." Jawab Kenzo.

__ADS_1


"Dari raut wajah lo... Kayaknya lo kesusahan ngurusin your baby." Tebak Gavin. Tampak Kenzo menghela napas panjang dengan wajah kesal.


"Sedikit... Enzi kayaknya gak ngakuin gua jadi daddynya." Ucap Kenzo.


"Lah emang dia ngomong??" Tanya Gavin.


"Bukan begitu bege! Tau nggak pas gua gendong, dia kenc*ng padahal baru bentar... Tapi kalo sama istri nggak... Kemarin dia bikin gua mandi 8 kali." Jawab Kenzo dengan wajah memelas.


"Bibit kang onar jadinya biang onar Ken... Hahaha, gak kebayang ntar kalo udah gede." Ucap Gavin.


"Seneng ya seneng???" Ucap Kenzo datar.


"Oya jelas."


"Makasih!" Ucap Kenzo dengan nada kesal.


"Eh ngambek nih yeee." Goda Gavin.


"Minggir, gua sumpahin anak lo juga sama kek lo 100%." Ucap Kenzo menekan kata 100%.


"Gak apa apa berarti ntar ganteng dong kek gua." Jawab Gavin.


"Gavin!!" Kesal Kenzo.


Meskipun keempat bersahabat itu sudah menjadi kepala keluarga dan membangun rumah tangga sendiri, tapi mereka tetap merasa seperti anak SMA yang hobi bercanda dan membuat onar.


Pukul 9 malam resepsi selesai. Kenzo Alzero dan Gavin pamit untuk pulang. Begitu juga para tetamu yang hadir. Mita yang merasa sangat gerah itu pun langsung menuju ke kamar Raefal yang sekarang menjadi kamarnya juga. Dia pun melepaskan resletingnya dan kini hanya memakai tank top dan celana pendek.


"Gerah banget sih... Badan aku lengket semua, mending mandi ajalah." Ucap Mita kemudian mengambil handuk suaminya dan menuju ke kamar mandi.


Raefal masuk kedalam kamarnya dan menguncinya dari dalam. Raefal melepaskan jasnya menumpuknya bersama dengan gaun sang istri. Dia pun melipat kemejanya sampai sebatas siku dan melonggarkan dasi serta melepaskan 3 kancing kemejanya.


"Gila panas banget." Lirih Raefal sembari duduk dibibir ranjang yang penuh dengan bunga mawar merah dan putih.


"Sebentar, bukannya pakaianku... Huwaaa, tidak mungkin aku seperti ini kan?? B*doh kamu Caca... B*doh." Ucap Mita membodohkan dirinya sendiri. Dia pun membuka sedikit pintu kamar mandinya dan melihat Raefal yang sudah tertidur. Mita pun menghusap dadanya dan bernapas lega.


"Syukurlah dia sudah tidur... Aku bisa meminjam bajunya sekarang." Batin Mita. Perlahan Mita menuju ke walk in closet dan memilih salah satu pakaian Raefal. Dan dia akhirnya memilih kaos oblong yang sangat longgar untuknya. Namun setidaknya bisa menutupi tubuh Mita sampai sebatas paha.


Cklekkk!!


Pintu walk in closet terbuka. Betapa terkejutnya Mita saat melihat Raefal yang hanya berbalut handuk di pinggang.


"Aaaaaaaaaa!!! Humpphhh—" Teriak Mita tertahan saat Raefal memojokan dirinya dan menutup mulutnya.


"Ssssstttt! Diem... Kamu kenapa sih Ca teriak teriak???" Ucap Raefal sembari menyingkirkan tangannya dari mulut Mita.


"Lagian kamu kenapa nggak pake baju??" Ucap Mita sembari memalingkan wajahnya.


"Emang ada ya mandi pake baju??" Tanya Raefal. Mita terdiam karena bagaimana pun, pakaian Raefal ada di walk in closet.


Gleg.

__ADS_1


Dengan susah payah Raefal menelan ludahnya. Ini baru pertama kalinya melihat Mita begitu sexy. Sadar ditatap Raefal, Mita menyilangkan kedua tangannya menutupi dadanya.


"Jangan berpikir m*sum kamu!!" Ucap Mita.


"M*sum ke istri sendiri kan halal." Jawab Raefal dengan nada menggoda. Mita semakin ketakutan saat Raefal semakin mendekat hingga dia tidak ada ruang untuk kabur.


"Bukannya kemarin kamu bilang janji bakalan ngelayanin aku daripada jujur?? Jadi layani aku sayang." Goda Raefal membuat Mita merona.


"Ti... Tidak mau!!" Tegas Mita. Detak jantungnya sudah tidak karuan sekarang.


"Menolak keinginan suami itu dosa loh... Ntar kamu masuk neraka jahanam yang paling panas." Ucap Raefal menakuti. Dan benar saja, Mita terlihat ketakutan. Raefal tau karena sejak kecil Mita takut dengan dosa dan neraka.


"Ya udah kalo gak mau, sayang bunga mawarnya... Ntar kalau masuk neraka jangan ajak aku ya." Ucap Raefal. Dia pun menjauh dan hendak menuju ke walk in closet. Namun tangan lentik Mita mengurungkan niatnya.


"Ak... Aku mau melayanimu sekarang... Ta... Tapi, apa itu sakit??" Tanya Mita dengan nada takut. Raefal berbalik dan memegang kedua pipi sahabatnya, yang kini sudah menjadi istrinya.


"Hanya sebentar... Kamu mau kan??" Jawab Raefal meyakinkan Mita. Mendengar jawaban Raefal dia pun menganggukan kepalanya.


Ini cara satu satunya agar kamu gak berniat pergi dari aku Ca. Batin Raefal.


Aku nggak tau ini benar atau salah, tapi semoga ini cara Ciky agar aku selalu didekatnya. Batin Mita.


Raefal pun menuntun Mita untuk duduk dibibir ranjang. Kini keduanya saling tatap satu sama lain. Raefal memegang pipi kiri Mita dengan tangan kanannya kemudian mendekatkan wajahnya. Mita memejamkan matanya dan kini kedua bibir mereka sudah menyatu. Raefal langsung menindihi tubuh Mita dan melepaskan ciumannya.


"Ciky... Aku takut." Ucap Mita. Mendengar panggilan itu, Raefal tersenyum.


"Jangan takut... Sayang, malam ini kamu akan berubah... Dari istri sahku menjadi istriku seutuhnya." Ucap Raefal.


Kedua pengantin baru itu pun melakukan apa yang sudah seharusnya di lakukan oleh sepasang suami istri.


Di Vila Kenzo


Kenzo tengah menatap Kenzie yang sudah terlelap. Kenzo sangat gemas dan ingin sekali rasanya mencubit pipi Kenzie. Namun, dia masih heran satu hal. Kapan Kenzie bicara dan membuka matanya?? Itulah yang Kenzo pikirkan saat ini.


"Sayang, kok Enzi nggak kebuka buka matanya?? Dia nggak sakit kan??" Tanya Kenzo.


"Belum waktunya mas... Paling sekitar 1 bulan." Jawab Alina.


"Ntra kalau udah kebuka dia pasti takjub liat daddy nya seganteng ini." Ucap Kenzo dengan percaya diri yang tinggi.


"Terserah kamulah mas... Udah tidur, biarin Enzi istirahat dia baru selesai nangis." Ucap Alina.


"Iya sayang iya... Good night son." Bisik Kenzo kemudian mencium kening putranya.


"Good night sayang." Ucap Kenzo. Sembari memeluk istrinya.


"Hmm."


"Kissnya mana??" Goda Kenzo.


"Udah tidur aja mas." Ucap Alina. Namun bukan Kenzo namanya jika tidak mendapatkan apa yang dia inginkan. Kenzo pun mencium bibir istrinya sekilas.

__ADS_1


"Nah dapet, udah yuk tidur." Ucap Kenzo. Alina tak merespon dan memilih untuk tidur.


Konflik antara Raefal dan Mita pasti memudar seiring berjalannya waktu. Batin Kenzo sebelum akhirnya memejamkan matanya.


__ADS_2