My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
BAB 34


__ADS_3

••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


👩‍💻Sebelum membaca, biasakan like, vote, dan komentarnya readers😘💕


👩‍💻Jangan Lupa mampir ke karyaku yang lain ya❤😘


👩‍💻Ingat, ini hanya imajinasi author dan tidak bermaksud menjelek jelekan profesi atau lainnya😉🤗😘


👩‍💻Terima kasih dan happy reading semua❤


📖📖📖


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Di Kediaman Azura


Suasana sepi mungkin semua orang sudah tidur. Hal itu membuat Kenzo menghela napas panjang saat menatap Alina yang sudah tertidur lelap.


"Cupu bangun... Hey.... Kita udah nyampe." Ucap Kenzo sembari menggoyangkan tubuh Alina. Namun Alina yang sudah terlelap hanya merespon menggeliat.


Dih, masa gua gendong lagi sih. Umpat Kenzo.


Dia keluar dari dalam mobil dan berniat membiarkan Alina sendiri. Namun saat menatap Alina dari pantulan cermin depan mobil membuat Kenzo tidak tega. Pada akhirnya Kenzo pun menggendong Alina ala bridal style. Beruntung Maya masih belum tidur jadi bisa membukakan pintu untuk Kenzo masuk.


"Bik, ganti pakaian si cupu ini." Ucap Kenzo membuat Maya mengangguk dan mengikuti Kenzo. Perlahan Kenzo membaringkan Alina diatas ranjang. Setelahnya Kenzo mengambil kaos oblongnya.


"Nih bik, pake kaos aku aja... Kalau udah langsung istirahat aja bik." Ucap Kenzo menyondorkan kaos oblongnya.


"Baik tuan." Jawab Maya. Sedangkan Kenzo menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Jangan heran karena hobi Kenzo adalah mandi.


Nona Alina sangat cantik, tuan Kenzo benar benar sangat beruntung. Batin Maya.


Dan sesuai yang Kenzo minta, Maya langsung pergi dari kamar Kenzo setelah mengganti pakaian Alina. Tak lupa Maya menutup pintunya.


Cklekk


Kenzo keluar dari kamar mandi dengan piyama tidurnya. Dia tengah mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil yang melingkar di leher. Saat itulah tatapannya terkunci menatap Alina yang tertidur diatas ranjang.


Kenzo melempar handuknya sembarang tempat dan berjalan mendekat ke arah Alina. Dia duduk disamping Alina. Lama diperhatikan, Alina terlihat sangat cantik dan damai dalam tidurnya. Perlahan Kenzo membelai pipi Alina. Setelah itu Kenzo mematikan lampu utama menggantinya dengan lampu tidur.


Capek juga.... Batin Kenzo. Dia menarik selimut dan tidur disamping Alina.


Beberapa saat Kenzo terlelap dan tanpa sengaja menjatuhkan bantal gulingnya. Dia pun membalikan tubuhnya dan memeluk tubuh Alina tanpa dia sadari.


Di Vila Alzero


Ashel tengah fokus memainkan game di ruang keluarga. Kebetulan televisi di kamarnya baru saja rusak dan belum diganti. Saat itulah Ashel mendengar suara bel.


Pasti kakak yang pulang. Batin Ashel kemudian bangkit dari posisi nya dan menuju ke arah pintu.


Cklekk

__ADS_1


"Kakak, kakak ipar—"


"Sttt.... Diam dia sudah tidur." Ucap Alzero berbisik. Ashel menutup mulutnya dan menganggukan kepalanya mengerti. Alzero pun membawa Lala ke kamarnya dan Ashel menutup pintu Vila kemudian menguncinya.


Wah apa artinya aku akan menjadi... Kyak!!!! Aku harus memikirkan panggilan ku, apakah uncle, paman, om... Aku sangat bahagia. Batin Ashel berharap.


Sedangkan dengan Alzero


Dia membaringkan tubuh Lala perlahan diatas ranjang berukuran king size itu. Tampak Lala memeluk lengan kekar Alzero. Mungkin karena Lala sudah biasa tidur memeluk bantal membuat Lala merasa nyaman memeluk lengan Alzero. Alzero tersenyum dan menghusap kening Lala.


Tidurlah yang nyenyak Lala... Mimpi indah. Batin Alzero.


Beruntungnya Lala sudah mengganti gaunnya karena Lala merasa tidak nyaman dengan gaun yang harganya sangat fantastis. Dan tentu Alzero tidak bisa menolak. Perlahan dia menarik tangannya dan menggantinya dengan bantal guling. Dia memberikan ciuman pada kening Lala sebelum akhirnya pergi.


Setelah membersihkan diri dan memakai piyama tidurnya, Alzero menuruni tangga menatap adiknya yang sibuk bermain game ps. Alzero pun mendekat ke arah Ashel. Saat Alzero duduk disofa tepatnya dibelakang Ashel, tampak Ashel menoleh sekilas.


"Kakak kau tidak tidur... Ku kira sudah tidur, eh ayam." Ucap Ashel masih fokus dengan psnya.


"Dan kau sendiri bukannya tidur malah main game... Kau sudah kelas 2 Ashel pertahankan belajarmu, sampai kau lulus." Ucap Alzero.


"Ayolah kakak... Aku hanya ingin begadang sehari saja... Lusa depan aku sudah mulai masuk lagi." Ucap Ashel membuat Alzero menggeleng kepala pelan. Dia menatap ponsel Ashel yang tergeletak di meja.


"Kau tidak menyembunyikan wanita dibelakang kakak kan Ashel??" Tanya Alzero sembari mengambil ponselnya.


"Kakak boleh memeriksanya." Jawab Ashel santai.


Alzero pun melihat media sosial Ashel dari IG, WhatsApp, Twitter dan lain lainnya. Alzero menghela napas saat pengikut Ashel semuanya hampir wanita sekolahnya. Berbeda dengan Alzero yang menggunakan IG untuk urusan bisnis. Saat itulah Alzero mendapatkan pesan masuk dari Celani.


"Kakak balas saja aku sudah tidur... Dia bisa marah padaku kalau tau aku begadang." Jawab Ashel tanpa menatap Alzero.


"Ada ada saja." Ucap Alzero dan membuka pesan dari Celani.


💬


Celani: Ashel apa kau sudah tidur?


💬


Me: Ashel sudah tidur, ini Alzero


💬


Celani: Oh oke kak, mksh


Dan Alzero hanya membacanya. Alzero teralih untuk membaca pesan antara Celani dan adiknya. Alzero mengepalkan tangannya saat semua chatnya hampir Celani meminta maaf pada Ashel karena tidak bisa menemuinya dengan berbagai alasan dan betapa baiknya Ashel memaafkan semuanya. Itu membuat Alzero geram.


"Ashel!" Panggil Alzero dengan nada agak tinggi.


"Astghafirullahalazim, (Terkejut sampai melempar stick psnya.) kak kenapa teriak teriak?" Tanya Ashel menatap Alzero.


"Apa kau tidak sadar jika Celani memanfaatkanmu?? Kenapa kau sepolos itu Ashel!" Omel Alzero. Membuat Ashel mematikan gamenya dan menghampiri Alzero.

__ADS_1


"Apa maksudmu kak?? Celani wanita yang baik di—"


"Ingat saat kau mengatakan Riri wanita yang baik?? Dan akhirnya dia hanya memanfaatkan kebaikanmu Ashel.... Kau seharusnya sadar saat Celani berkali kali menolakmu bertemu... Apa kau tau saat kau menunggu selama 2 jam di resto??? Dia ditaman hiburan dengan Farrel." Ucap Alzero.


"Aku tidak percaya... Ini urusan pribadiku, aku minta kali ini kakak jangan ikut campur." Ucap Ashel menatap Alzero. Hal itu membuat Alzero menghela napas panjang dan memberikan ponselnya pada Ashel.


"Jangan salahkan kakak jika mengetahui dia mengecewakanmu... Kakak akan membuat keluarga Azura hancur." Ucap Alzero sebelum akhirnya menaiki tangga dan masuk ke kamarnya. Tampak Ashel terdiam dan menatap wallpaper HP nya.


Ku harap kau jangan mengecewakanku Ela... Aku sangat mencintai mu. Batin Ashel. Dia pun menaruh ponselnya dan kembali memainkan psnya.


"Ashel, entah kau terlalu baik atau mudah dimanfaatkan... Kenapa kau tidak sadar jika mereka memanfaatkan mu." Lirih Alzero sembari menyandarkan tubuhnya pada sofa yang ada di kamarnya.


Keesokan Harinya


Alina tampak merasa terusik dengan sapaan dari mentari pagi yang menerobos masuk lewat celah celah korden. Alina pun membuka matanya perlahan dan mengumpulkan kesadaran.


Sudah pagi. Batin Alina. Dan saat Alina hendak bangun dia merasa berat dibagian pinggangnya. Dilihatnya tangan kekar Kenzo melingkar dipinggangnya. Hal itu membuat Alina tersentak.


"Aaaaaaaaaaaaa!" Teriak Alina membuat Kenzo terbangun.


"Duh apaan sih!! Ganggu orang tidur aja." Kesal Kenzo sembari menghusap kepalanya.


"Kam... Kamu kenapa.... Kenapa tidur disitu??" Tanya Alina tergagap sembari menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Lah ini kamar gua... Aneh ya kalau gua tidur di kamar gua sendiri??" Ucap Kenzo sembari menatap Alina.


"Bukan itu... (Alina menatap tubuhnya.) Eh, bukankah aku masih memakai gaun... Kenapa memakai kaos kebesaran ini??" Lirih Alina bingung. Tampak ide jahil Kenzo muncul.


"Eh iya sorry... Semalam gua yang gantiin soalnya bik May dah tidur, ya udah gua ganti." Ucap Kenzo.


"Hah?? Ja... Jadi kamu... Kamu melihat—"


"Jelas dong... Gak gua apa apain kok, cuman gua sentuh doang." Ucap Kenzo. Dia menahan tawa saat memalingkan wajahnya.


"Hiks, hiks, hiks." Kenzo berhenti tersenyum saat mendengar suara tangis Alina.


"Eh... Lo, lo ngapain nangis." Ucap Kenzo.


"Kamu jahat Ken! Hiks... Jika membenciku jangan menyentuhku." Jawab Alina sembari menangis. Hal itu membuat Kenzo mengacak acak rambutnya. Dia lupa jika calon istrinya adalah wanita polos.


"Gua bercanda cupu... Gua—"


"Kamu jahat Ken... Jahat.... Kamu jahat hiks hiks... Ka——Hmmpphh!" Ucap Alina terpotong saat Kenzo menarik tengkuknya dan mencium bibirnya. Tampak Alina memberontak namun Kenzo justru menindihi tubuhnya. Dan itu membuat Alina sulit bergerak apalagi melawannya.


Gua candu banget sama nih bibir. Batin Kenzo sembari menggerakan bibirnya.


Aku tidak bisa bernapas. Batin Alina. Saat itulah Kenzo sadar dan melepaskan ciumannya. Tampak dia menatap Alina yang berada dibawah kukungannya.


"Denger in gua... Gua bercanda cupu, yang gantiin lo itu bik May... (Bangkit dari posisinya.) Lagian nih ya, gua gak n*fsu lihat lo aja gua enek." Ucap Kenzo tanpa dia sadari menyakiti perasaan Alina.


Apa yang kamu pikirkan Alina... Tidak ada yang bisa kamu banggakan dari tubuhmu. Batin Alina.

__ADS_1


__ADS_2