My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
BAB 15


__ADS_3

⭐Perhatian!!! Jangan lupa like, vote, and komentarnya ya🤗 Dan selamat membaca semua⭐


"Al nanti gua nebeng lo pulang ya." Ucap Gavin.


"Iya." Jawab Alzero singkat.


"Nebeng? Emang mobil lo mana Vin??" Tanya Kenzo sembari meminum es lemon tea favoritnya.


"Mobil gua bocor, tadi pagi aja naik taxi kesini... Kakak gua nggak mau ngantar gua, kesel banget dah." Jawab Gavin dengan wajah kesal.


"Heran deh gua... Nggak lo...nggak Kenzo kakak beradik nggak akur... Nggak kayak Al sama Ashel." Ucap Raefal.


"Iya mau bagaimana lagi... Adik gua semakin besar semakin nyebelin... Kalo gua punya adik kayak Ashel juga nggak apa apa." Ucap Kenzo sembari melirik manja pada Alzero.


"Kayaknya cuman gua yang anak tunggal." Ucap Raefal dengan wajah cemberut.


"Hey, lo itu harusnya seneng... Kasih sayang, perhatian dan semua yang lo minta dapat semua... Lah gua." Ucap Gavin sembari merangkul leher kekar sahabatnya.


"Bener yang Gavin omongin, ngeluh mulu lo." Sahut Kenzo dan mereka pun tertawa kecil. Melihat Alzero tanpa ekspreksi membuat Kenzo mendekat.


"Al senyumlah... Smile." Ucap Kenzo sembari menarik bibirnya tersenyum. Alzero menatapnya sekilas dan kembali meminum kopinya. Hal itu membuat Kenzo membeku dan canggung. “Tring!!!” Bel masuk berbunyi.


"Yah main masuk aja... Mapel matematika lagi, Ken entar nyontek ya." Ucap Raefal.


"Serahin ke gua... Soal nyontek mah nomor 1." Ucap Kenzo. Keempat serangkai itu pun bangkit dari duduknya dan menuju ke kelasnya untuk mengikuti ujian selanjutnya.


Pulang sekolah.


Kenzo meregangkan ototnya begitu mendengar Bel berbunyi. Mereka pun berkemas dan dengan semangat keluar dari kelasnya. Terdengar jelas para siswa yang bercerita berkaitan tentang ujian.


"Hoaam... (Menguap.) Akhirnya pulang juga, kepala gua serasa pecah nih... Kok bisa soal matematikanya sulit banget ya dari biasanya." Ucap Gavin.


"Enggak juga." Jawab Kenzo.


"Iyalah enggak... Orang lo nyontek Al kan?? Nggak bagi bagi lagi." Sahut Raefal membuat Kenzo tertawa kecil dan merangkul leher kekar sahabatnya itu.


"Si bungsu marah nih... Sorry ya." Ucap Kenzo sembari mengacak acak rambut Raefal.


"Kenzo!!! Rambut gua berantakan b*ngs*t." Kesal Raefal sembari menghempaskan tangan Kenzo.


"Hahaha... Marah nih yee." Ucap Kenzo menggoda sahabatnya. Sesampainya diparkiran.


"Vin lo nggak ikut gua??" Tanya Kenzo.


"Nggak lo kan jemput adek lo." Jawab Gavin.


"Oh iya gua lupa, gua duluan ya." Ucap Kenzo.


"Gua juga." Sahut Raefal. Mereka pun masuk kedalam mobil masing masing kemudian mengemudiakannya menjauhi area sekolah.

__ADS_1


Di perjalanan, suasana dalam mobil hening. Itu sebabnya Gavin memiringkan ponselnya dan memainkan game online mengingat Alzero tidak bisa diajak bicara. Alzero melirik Gavin sekilas dan menggeleng kepala pelan. Saat fokus menyetir, mata tajam Alzero tidak sengaja menatap seseorang membuatnya mengerem mendadak. “Ckittt!!!” Hal itu membuat Gavin sedikit terpental dan ponselnya jatuh.


"Kenapa Al???" Tanya Gavin sembari menatap sampingnya. Namun, Alzero lebih dulu keluar sebelum Gavin perotes.


"Al... Al... Mana lagi tu bocah." Umpat Gavin kemudian membuka pintu mobilnya. Tampak Gavin menatap Alzero yang sedang berdiri di halte bus. Gavin pun menghampiri Alzero.


Dia?? Aku tidak salah lihat... Aku yakin dia. Batin Alzero. Buru buru dia mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan pada tangan kanannya Rio.


💬


Me: Aku melihat dia di halte bus di jalan Sakura, selidiki dan temukan dia


"Al lo ngapain kesini??" Tanya Gavin sembari menepuk pelan bahu kekar Alzero.


"Tidak ada, hanya salah lihat... Kenapa kau keluar??" Jawab Alzero kemudian kembali bertanya pada Gavin.


"Lo main berhenti aja, jantung gua serasa mau copot tau nggak... Ada apaan sih??" Ucap Gavin.


"Tidak ada, ayo kembali ke mobil." Jawab Alzero kemudian berjalan melewati Gavin. Sejenak Gavin menatap punggung kekar sahabatnya yang mulai menjauh.


Aneh, Al nggak biasanya kayak gitu kecuali ada hal penting... Sebenarnya apa sih yang lo sembunyiin dari kita Al?? Batin Gavin.


Di SMA Trijaya 1


Tampak Celani memasang wajah kesal lantaran Kenzo tidak datang datang. Berkali kali Celani menatap arloji yang melingkar ditangannya. Bertepatan dengan itu, Ashel baru saja keluar dari ruang guru.


Celani kenapa belum pulang?? Aku hampiri aja dia sembari nunggu Farrel. Batin Ashel kemudian mendekat ke arah Celani.


"Eh lo Shel... Belum nih nungguin kakakku, kamu kenapa belum pulang??" Jawab Celani kembali bertanya.


"Biasa nunggu Farrel... Mau aku antar??" Tawar Ashel.


"Nggak usah, bentar lagi kakakku juga datang... Emang Farrel lagi kemana??"


"Biasa lagi ngumpul sama timnya, dia mau turun pangkat."


"Hah?? Turun pangkat gimana??"


"Katanya udah nggak mau jadi kapten futsal lagi... Katanya mau nyalonin diri jadi ketua osis." Jelas Ashel.


"Dia mau jadi ketua osis?? Terus lo??" Tanya Celani.


Ya ampun, semoga aja gua diterima jadi anggota inti... Gua harus minta Ashel arahan lebih sering nih, nanti siapa tau gua yang kepilih jadi wakil, aduh mimpi apa aku ini?? Batin Celani.


"Aku mau berhenti." Jawab Ashel


Kalo Ashel berhenti, bisa bisa nggak ada yang rekomendasiin gua jadi anggota inti. Batin Celani.


"Kenapa berhenti??" Tanya Celani sembari menatap Ashel.

__ADS_1


"Ah soal itu, aku cuman bosen aja... Kenapa??"


"Bisa nggak lo nyalonin diri lagi... Maksud gua—" Ucap Celani terpotong.


"Ela!!" Panggil Kenzo. Tampak Kenzo mendekat ke arah Celani dan Ashel.


"Kakak." Ucap Celani.


"Maaf kakak lama, kalian lagi bicara apa nih?? Kayaknya gua ganggu ya." Goda Kenzo.


"Apaan sih kak." Ucap Celani dengan wajah malu.


"Nggak kak Ken, tadi aku kira Celani nggak dijemput jadi aku samperin." Jelas Ashel. Saat itu tampak Farrel mendekat.


"Yuk pulang Shel." Ucap Farrel sembari merangkul leher kekar sahabatnya dan menghindari tatapan tajam Kenzo.


"Ayo, kak Ken... Celani kita pulang dulu ya." Pamit Ashel.


Ashel dan Farrel pun pergi meninggalkan Kenzo dan Celani. Sadar Kenzo menatap tajam, membuat Celani menatap bingung kakaknya.


"Kak, kakak nggak suka sama Ashel??" Tanya Celani.


"Bukan Ashel, tapi Farrel nggak suka aja sama dia... Mereka berdua sahabat tapi sifatnya beda jauh... Udah ayo pulang." Jawab Kenzo kemudian berjalan melewati Celani.


Tapi, gua suka sama Farrel sejak awal kak... Apa kamu akan tetap membencinya?? Batin Celani sembari menatap Kenzo.


Sedangkan dengan Ashel. Dia tampak tersenyum sendiri begitu mengingat wajah Celani yang malu barusan. Melihat hal itu, Farrel pun menepuk bahu Ashel.


"Hayo mikirin apa lo??" Tanya Farrel.


"Apaan sih, nggak mikirin apa apa kok." Jawab Ashel sembari menyalakan mesin mobilnya.


"Gitu baguslah, gua kira lo stres karena ujian tadi." Ucap Farrel.


"Sembarangan kalau ngomong." Sahut Ashel kemudian mereka berdua pun tertawa kecil.


Di Vila Alzero


Tampak Alzero menunggu Rio datang di ruang bacanya. Sesekali dia meminum kopi pahit favoritnya. Lama menunggu, tampak Rio memasuki ruang baca milik Alzero.


"Bagaimana??" Tanya Alzero.


"Maaf tuan muda, dia tidak ditemukan... Itu karena dia berhenti di halte bus lain kemudian menaiki bus ke rute selanjutnya hal itu membuat kami bingung." Jawab Rio.


"Pantau tempat itu... Harus temukan dia, dia segalanya untukku dan hanya milikku." Ucap Alzero.


"Akan saya laksanakan tuan, saya permisi." Pamit Rio dan dijawab anggukan oleh Alzero.


Aku harap kau menemukannya Rio... Dia, adalah warna kehidupanku yang hilang. Batin Alzero.

__ADS_1


~Kira kira siapa ya dia??? Kok pria sedingin Alzero peduli banget??? Penasaran, simak terus ceritanya ya😚😘 Jangan lupa Like Vote dan Komentarnya ya... Salam Author sayang kalian❤️


__ADS_2