My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
BAB 35


__ADS_3

••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


👩‍💻Sebelum membaca, biasakan like, vote, dan komentarnya readers😘💕


👩‍💻Jangan Lupa mampir ke karyaku yang lain ya❤😘


👩‍💻Ingat, ini hanya imajinasi author dan tidak bermaksud menjelek jelekan profesi atau lainnya😉🤗😘


👩‍💻Terima kasih dan happy reading semua❤


📖📖📖


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Tok! Tok!! Tok!!!


"Sayang kalian sudah bangun???" Tanya Lina dibalik pintu. Hal itu membuat Alina bangun dan membuka pintunya. Saat itulah Kenzo membelakan matanya melihat paha putih Alina terlihat. Hal itu membuat Kenzo meremas selimutnya.


B*ngs*t emang... Kok gua ter*nsang gini sih. Batin Kenzo dan langsung ke kamar mandi.


Bamm!


Kenzo menutup pintu kamar mandi dengan kencang membuat Alina menoleh sekilas.


Ada apa dengan Ken?? Batin Alina.


Cklekk


"Sayang apa kau.... (Melihat penampilan Alina.) Oh astaga.... Apa kalian??? Mommy mengganggu ya." Ucap Lina.


"Tidak mom... Bukan seperti yang mom pikirkan... Kami tid—"


"Anak muda jaman sekarang emang top... Ya udah kamu mandi habis itu kita sarapan bareng." Ucap Lina.


"Em.... Ayah dimana??" Tanya Alina.


"Ayah kamu sudah pulang sayang... Tapi nanti kesini lagi kok, buat jemput kamu." Jawab Lina. Tampak Alina menganggukan kepalanya mengerti.


"Mommy udah siapin baju buat kamu... Ayo." Ajak Lina membawa Alina kedalam kamarnya.


Di Kediaman Saputra


Suasana sarapan pagi kali ini hening. Tidak ada yang bercanda atau bicara seperti biasanya. Terlebih, Ravin harus ke luar kota untuk mengurus bisnisnya. Tapi bukankah ada Gavin yang selalu bercanda dengan kedua orang tuanya?? Entah mengapa Gavin terlihat dingin pagi ini tidak seperti biasanya.


"Gavin... Kamu kenapa nak?? Apa ada yang terjadi saat pesta semalam??" Tanya Saras.


"Gak apa apa kok ma, pestanya baik baik aja... Aku cuman gak mood aja." Jawab Gavin masih fokus memakan sarapannya.


"Loh kok gak mood... Toh besok kamu udah lulus, dan papa juga izinin kamu kuliah dikampus itu." Ucap Bima. Tampak Gavin hanya terdiam. Saat itulah Nia datang mengambil beberapa piring kotor.


"Mia, apa ada yang terjadi semalam?? Sifat kalian berdua sangat aneh." Tanya Bima.


"Nia pa... Nia." Ucap Saras membenarkan.


"Iya itu maksud papa." Jawab Bima.


"Tidak... Tidak ada yang terjadi tuan... Saya permisi." Ucap Nia kemudian pergi sembari membawa piring kotornya.


"Aku udah kenyang." Ucap Gavin kemudian pergi ke kamarnya.


"Pa kok kayak ada yang mereka sembunyiin yah?" Ucap Saras.


"Itu urusan anak muda ma... Biarkan saja." Jawab Bima sembari meminum kopinya.


Sedangkan dengan Gavin.


Dia membaringkan tubuhnya pada ranjang berukuran king size itu. Dia menutup matanya dengan lengan kanannya dan mengingat kejadian semalam saat di mobil. Ada kejadian saat perjalanan pulang semalam dan itu yang membuat Gavin tidak dalam mood baik.

__ADS_1


Si*l! Apa iya gua suka sama Nia?? Pembantu gua sendiri?? Yang benar saja... Tapi semalam, jika saja Nia tidak menamparku aku pasti sudah melakukan hal yang tidak seharusnya ku lakukan.... Kenapa jadi gini sih! Batin Gavin mengumpat.


•Flashback on


Nia menatap Gavin yang sedang fokus menyetir. Jujur saja, pesona sang raja playboy itu sangat terlihat saat wajah tampannya itu serius melakukan suatu hal. Sadar Nia menatapnya membuat Gavin tersenyum miring.


"Gak usah lihat lihat... Gua tau gua ganteng gak heran dipandang gitu." Ucap Gavin dengan percaya dirinya.


"Si... Siapa yang menatapmu." Ucap Nia memalingkan wajahnya.


"Kalau bohong pinteran dikit napa?" Ucap Gavin sembari tersenyum miring.


"Lagi pula, masih lebih tampan tuan Alzero dibandingkan denganmu." Lirih Nia.


Ckitttt!


Tubuh Nia sedikit terpental kedepan karena Gavin mengijak remnya tiba tiba. Hal itu membuat Nia menoleh ke arah tuan mudanya.


"Lo ngomong apa barusan??" Tanya Gavin tanpa menoleh namun terdengar dingin. Entah mengapa dia merasa sangat kesal dengan ungkapan Nia.


"Aku... Aku tidak bilang apa apa." Jawab Nia. Tampak Gavin mendekat membuat Nia terpojok. Bahkan punggungnya bersentuhan dengan pintu mobil.


"Gua gak t*li ya... Gua tau apa yang lo omongin tadi." Ucap Gavin tepat didaun telinga Nia. Hal itu membuat Nia memiringkan kepalanya merasa geli dengan hembusan nafas Gavin.


"Tuan ak— Hmmppphhhh!" Ucap Nia terpotong lantaran Gavin mencium bibirnya dalam.


Nia terus memberontak namun tangan kiri Gavin mencekal tangan kanan Nia. Sedangkan tangan kanan Gavin menurunkan gaun Nia dan menyentuh bagian depan Nia. Hal itu membuat Nia tersadar kemudian menggigit bibir Gavin. Seketika ciuman mereka terlepas.


Plakkkk!


Nia dengan berani menampar pipi Gavin. Gavin memegangi pipinya sembari menatap Nia yang berkaca kaca dan memegangi gaunnya yang hampir melorot.


"Sorry... Gua gak sengaja." Ucap Gavin dan tidak direspon oleh Nia. Dia pun kembali menyetir sedangkan Nia membenarkan gaunnya. Tidak ada percakapan apapun lagi bahkan sampai mereka dirumah.


•Flashback off


Di Vila Alzero


Lala tampak membuka pintu kamarnya setelah dia mencuci mukanya. Dia berniat mengintip karena jujur baru kali ini dia berada di Vila/rumah semewah ini.


"Pagi kakak ipar." Ucap Ashel tiba tiba membuat Lala terkejut.


"Pa... Pagi, kau siapa??" Tanya Lala. Saat itu tampak Alzero mendekat.


"Ah iya aku Ashel, adik ip—" Ucap Ashel terjeda saat Alzero membungkam mulut Ashel dari belakang.


"Umm...umm...um. (Lepaskan aku kak... Apa yang kau lakukan... Menyebalkan.)" Ucap Ashel tidak terima dibungkam tiba tiba.


"Lebih baik kamu pergi Ashel... Jangan buat kakak marah." Ucap Alzero kemudian membuka bungkamannya.


"Kakak jeles... Blweee." Ejek Ashel kemudian pergi.


"Anak ini." Lirih Alzero.


"Ro, dia adikmu??" Tanya Lala.


"Iya... Adikku satu satunya, panggil saja Ashel... Kau sudah mandi??" Jawab Alzero.


"Belum... Pakaiannya terlalu bagus apa tidak ada pakaian lain??" Tanya Lala polos.


"Itu sengaja aku beli untuk kau pakai Lala.... Daripada kau tidak berpakaian." Jawab Alzero sembari mencubit hidung Lala. Hal itu membuat Lala merona.


"Lebih baik kamu mandi... Setelah itu turun kebawah, aku menunggumu." Ucap Alzero.


"Tapi aku mau pulang." Cicit Lala sembari menunduk. Tampak Alzero mengangkat dagu Lala. Membuat Lala menatap mata tajam Alzero.


"Aku akan mengantarmu setelah sarapan... Jangan sedih, Aku tidak suka melihatmu sedih." Ucap Alzero. Tampak Lala menganggukan kepalanya dan masuk kedalam kamarnya.

__ADS_1


Alzero pun turun dan melihat Ashel yang tampak buru buru memakan sarapannya. Alzero menarik kursinya dan duduk berhadapan dengan Ashel.


"Jangan terburu buru nanti kamu tersedak Ashel." Ucap Alzero.


"Aku tidak mau mengganggu pendekatan kakak dengan kakak ipar." Jawab Ashel.


"Jangan panggil dia kakak ipar, dia merasa tidak nyaman Ashel." Ucap Alzero.


"Oh ayolah kak... Cepat atau lambat kalian akan menikah juga kan, Aku sudah kenyang selamat tinggal kakak." Ucap Ashel kemudian pergi.


Alzero lagi lagi menggeleng kepala melihat sikap adiknya yang sangat ceria. Dan entah mengapa membuat Alzero takut sewaktu waktu keceriaan adiknya akan hilang. Beberapa saat menunggu, tampak Lala menuruni tangga menghampiri Alzero yang menunggunya sedari tadi. Alzero tersenyum melihat wajah Lala yang malu malu mendekatinya.



(Style Lala.)


"Ro, pakaiannya—"


"Itu untukmu... Ayo sarapan, kau bilang ingin pulang sekarang." Ucap Alzero.


"Lalu dimana adikmu??" Tanya Lala.


"Dia sudah sarapan lebih dulu." Jawab Alzero dan diangguki oleh Lala.


Setelah sarapan Alzero pun bersiap siap mengantar Lala pulang. Sebenarnya Alzero tidak ingin Lala pergi jauh darinya. Namun mau bagaimana lagi, keinginan Lala pasti akan Alzero penuhi. Lamunan Alzero buyar saat sebuah telefon masuk dari Rio.


📞


“Hallo, ada apa??”


“......”


“Bagaimana bisa???”


“......”


"Aku akan mengantar Lala pulang lebih dulu, jika kalian sampai kabari aku."


“......”


“Ini belum waktunya... Lakukan saja apa yang ku minta, dan iya pastikan dia tidak mengatakan hal yang membuat Ashel sedih.”


“......”


“Tut.”


Alzero memutuskan sambungan telefonnya. Saat itu Alzero terdiam bahkan dia tidak sadar jika Lala ada dibelakangnya.


Aku semakin curiga, dia membangkang kalau Ashel adalah anaknya... Pasti ada sesuatu yang perlu ku ketahui. Batin Alzero.


"Ro, kau kenapa??" Tanya Lala membuat wajah Alzero seketika berubah.


"Aku baik baik saja... Ayo ku antar." Jawab Alzero sembari menghusap puncak kepala Lala. Mereka berdua pun keluar dan bertepatan dengan Ashel yang baru masuk ke Vila.


"Ashel, kakak pergi dulu kamu jangan kemana mana sampai kakak pulang mengerti?" Ucap Alzero.


"Siap kakak, sampai jumpa kakak ipar." Ucap Ashel membuat Lala bingung.


"Kakak ipar?? Ro maksudnya." Ucap Lala bingung.


"Abaikan makhluk astral itu." Ucap Alzero menarik Lala pergi sebelum Ashel mengatakan yang tidak tidak.


"Hahaha kakak sangat lucu, tapi aku senang melihat wajah bahagia kakak." Ucap Ashel kemudian menutup pintu Vila. Baru Ashel mendudukan dirinya di sofa terdengar mobil memasuki Vila.


Aduh siapa lagi yang datang. Batin Ashel. Saat itulah bel berbunyi membuat Ashel membuka.


Cklekkk!

__ADS_1


"Bunda." Ucap Ashel terkejut.


__ADS_2