My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
Season 2 Episode 29


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA๐Ÿ˜˜ ๐Ÿ’•๐Ÿ’–


TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜


I LOVE YOU READERS๐Ÿ˜™๐Ÿ’•


...๐Ÿฅ€MHKOT2๐Ÿฅ€ ...


"Noh kan, giliran si kembar mau ultah aja dibeliin motor... Lah aku nunggu peringkat 3 baru dikasih." Ucap Kenzie pura pura kesal dengan orang tuanya.


"Ya kan karena abang mainnya ke club." Ucap si kembar bersamaan dan direspon tawa oleh Kenzo dan Alina.


"Abang gak berangkat tanding??" Tanya Arka saat berdiri disamping saudaranya.


"Lo pake ngambek segala, ntar kalo lo bundir terus kagak ada gua kan ribet." Jawab Raka yang mana membuat Arka langsung memeluknya.


"Sayang abang much!!" Ucap Arka.


"Hih sayang palalu... Lepasin gak?!! Daddy... Mommy." Ucap Raka dan lagi lagi hanya direspon tawa oleh ketiganya.


"Sudah, sudah ayo kita masuk." Ucap Alina.


"Enzi mau pergi mom... Ada kepentingan...(Mencium pipi kanan Alina.) Bay mommy, Assalamualaikum." Pamit Kenzie.


"Abang ikuโ€”"


"Kalo lo ikut, Mia bakalan gua pasung biar gak ketemu lo." Ucap Kenzie membuat Raka mematung.


Tega. Batin Raka menangis batin.


...๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€...


"Kak Veno cepetan... Upin Ipinnya udah mau mulai... Kak Veno." Ucap Liasya.


"Sebentar Lili... Kamu sudah besar kenapa menonton kartun begitu??" Tanya Alveno sembari duduk dibelakang Liasya.


Keduanya duduk beralaskan karpet dan saat ini di balkon paling atas seperti biasanya. Terlebih saat ini hanya ada Liasya Alveno dan para pelayan. Untuk Alzero dan Lala mereka tentu tidak bisa diganggu karena seperti biasa mereka menghabiskan waktu dikamar.


"Kenapa memangnya kak?? Kartun kan lucu, apalagi frozen... Aku suka olaf." Ucap Liasya.

__ADS_1


"Tidak suka film seperti drakor atau mengenai bisnis??" Tanya Alveno lagi. Liasya menggelengkan kepalanya pelan.


"Dulu aku tidak sengaja menonton orang korea... Di televisi... Memang orang korea kalau saling cinta harus kasih napas buatan ya??" Tanya Liasya dengan polosnya. Tentu Alveno tau arah pembicaraan itu.


"Kamu menontonnya??" Bukannya menjawab, Alveno justru kembali bertanya.


"Tidak sampai habis, ibu tiba tiba mematikan televisinya dan bilang itu untuk orang yang sudah menikah... Apa orang sudah menikah harus kasih napas buatan ya kak??"


Lili tinggal dilingkungan terpencil, tidak heran dia tidak tau mengenai hal ini. Batin Alveno.


"Tuh Upin & Ipinnya sudah mulai." Ucap Alveno mengalihkan pembicaraan.


Liasya memeluk bantal sembari duduk bersandar di dada bidang Alveno. Tentu tanpa penolakan bahkan Alveno melingkarkan kedua tangannya dipinggang Liasya. Liasya yang polos itu menganggap Alveno hanya sebagai kakaknya. Lalu apa kabar dengan Alveno?? Dia sudah terlanjur menganggap Liasya lebih dari seorang adik.


"Badanmu sudah enakkan??" Tanya Alveno sembari memegangi kening Liasya.


"Sudah... Kakak bilang mau pergi, Lili ikut yah kak." Ucap Liasya.


"Ingin pergi keluar?? (Liasya menganggukan kepalanya.) Bagaimana kalau kita pergi jalan jalan besok??" Tawar Alveno. Yang mana membuat Liasya berbalik dan menatap Alveno berbinar.


"Benarkah?? Lili mau kak... Hore!!! Besok jalan jalan." Ucap Liasya sembari memeluk Alveno.


"Besok sore saja, sekitar jam 3." Jawab Alveno membuat Liasya menganggukan kepalanya.


"Yey besok jalan jalan!!" Ucap Liasya yang mana membuat Alveno tersenyum.


Besok aku harus tau alasan kenapa Daffin tiba tiba menikah. Batin Alveno sembari menyandarkan kepalanya pada bahu Liasya.


"Lili, apa boleh aku menganggapmu lebih dari seorang adik??" Lirih Alveno yang mana membuat Liasya menoleh.


"Maksud kakak??" Tanya Liasya bingung. Alveno tersenyum dan menghusap puncak kepala Liasya.


"Bukan apa apa, kembalilah menonton." Jawab Alveno. Liasya yang benar benar tidak tau maksud dari ucapan Alveno pun memilih menonton Upin & Ipin sampai tertidur pulas bersandar dada Alveno.


Kau sangat menggemaskan Lili. Batin Alveno.


Ting!


Pintu terbuka, tampak sang pelayan datang. Dia memelankan gerakan kakinya saat Alveno mengisyaratkannya untuk diam.

__ADS_1


"Maaf mengganggu tuan, nona Dona ingin bertemu dengan anda." Ucapnya.


"Katakan padanya aku sedang tidak ingin diganggu, jika bersikeras tetap disana usir dia dengan kasar." Jawab Alveno.


"Baik tuan." Ucapnya kemudian pergi.


Kini Alveno kembali beralih menatap wajah cantik dan alami milik Liasya. Dia pun menggendong Liasya ala bridal style dan menidurkannya di kamarnya. Bukan tanpa alasan, jika ke kamar Liasya. Dona akan melihatnya dan mungkin menimbulkan permasalahan.


Tidurlah Lili, mimpikan aku dan ceritakan mimpi itu padaku... Aku akan sangat bahagia dan bahkan menciummu saat itu juga. Batin Alveno. Astaga, sepertinya dia bucin๐Ÿ˜ช


Di Kediaman Dicko


Fatimah membantu Rasya membuat kalung dari manik manik. Bukan hanya kalung tapi dengan trampil Fatimah juga membuat dompet mini. Tentu membuat Rasya terkagum kagum.


"Wah Fatimah, kau hebat membuat ini." Puji Rasya.


"Terima kasih kak, tapi Fatimah tidak sehebat kakak... Kakak sangat rapi, lihat manik maniknya." Ucap Fatimah.


"Kamu ini, bisa aja." Ucap Rasya dan keduanya tertawa kecil. Bertepatan dengan itu, Lina membawakan dua gelas jus apel dan beberapa cemilan.


"Ini dimakan ya, bolu kukus buatan oma loh ini." Ucap Lina.


"Maaf oma Lin, jadi repotin oma." Ucap Fatimah membuat Lina tersenyum.


"Nggak kok sayang, anggap aja kayak rumah sendiri... Toh ntar juga kamu jadi menantu oma dan istrinya Arka." Ucap Lina menggoda Fatimah. Alhasil pipi putih Fatimah kini memerah karena merona.


Oh iya, semalam Arka dalam mood tidak baik setelah bertemu Fatimah... Aku akan bertanya padanya. Batin Rasya penasaran.


"Oma tinggal masuk dulu ya." Ucap Lina kemudian masuk kedalam setelah dua gadis itu menganggukan kepalanya.


"Fatimah."


"Iya kak??"


"Kakak tidak bermaksud lancang, tapi... Apa semalam terjadi sesuatu denganmu dan Arka?? Mata Arka sembab, sepertinya dia sehabis menangis??" Tanya Rasya.


Prankk!


Plakkk!!

__ADS_1


Penasaran gak?? Tenang insyallah adek mau update 2 chapter jadi pantengin terus ya, Salam Bombai... Bai Bai๐Ÿ‘‹๐Ÿป


__ADS_2