My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
Season 2 Episode 56


__ADS_3

...Sakit hati sebenarnya itu bukan saat dia menolakmu, tapi saat dia bahagia tapi bukan dirimu disampingnya. ~Revan Putra Faresta...


...🥀MHKOT🥀...


Selama upacara bendera berlangsung, sesekali Mia menatap Raka yang tak membalas tatapannya. Yang mana membuat Mia bingung. Raka menjauhinya padahal kakaknya sudah memintanya untuk bersikap biasa. Apa ada yang salah?? Begitulah pikir Mia saat ini. Dia bahkan tidak menjemah makanan yang telah dibelinya.


"Mia ayo makan, keburu bel bunyi." Ucap salah satu temannya. Membuat Mia tersadar dari lamunannya.


"Emhh... Iya." Ucap Mia kemudian memakannya.


"Oh iya ntar kan ada rapat Osis, bahas soal bazar sama acara kelulusan kelas 3... Kata pak Bina sih suruh dipersiapin dari sekarang." Ucapnya.


"Jadi nanti pulangnya agak sore ya." Ucap Mia.


"Iya, pulangnya paling bareng kelas 3 yang les." Jawabnya dan lagi lagi Mia hanya terdiam. Padahal baru 1 bulan dia berada di SMA itu, dia sangat sibuk. Toh, dia sekertaris Osis jadi gak heran kalo Mia harus ada disetiap rapat.


"Sedih banget sih, kenapa ya kita gak satu angkatan gitu sama kak Raka the gank... Sebentar lagi mereka bakalan lulus... Hiks sedih banget dah." Ucap Erisa sok sad. Oh iya, Mia cuman punya 2 sahabat yah. Satu Lia Amania dan satunya Clara Erisa Mahari.


"Ya gitu deh, denger denger sih mereka direngkut sama Harvard University pas kelas 1 SMA coba?? Si kembar kak Raka sama kak Arka... Gratis... Tis... Gila banget kan!!! Yah walaupun katanya sih, si kak Raka sering bolos." Ucap Lia.


"Direkut Harvard University?? Kenapa???" Tanya Mia mulai tertarik dengan bahan pembicaraan.


"Ish masa kamu gak tau sih... Jadi nih, pas lomba debat kan kak Arka sama kak Raka satu paket dan mewakili SMA ini sampai mewakili negara... Nah, disitu kak Arka sama kak Raka ngalahin siswa dari SMA Jerman dan Amerika... Dapet medali emas, yang dipajang ituloh... Maka dari itu mereka direngkut ke kampus itu." Jelas Lia.


Sebenarnya kak Raka pintar, tapi kenapa sering membolos?? Batin Mia.


"Eh Lia kok lo tau, tau darimana??" Tanya Erisa.


"Mbak Rina, dia kan satu angkatan dan ya... Pengagumnya kak Arka." Jawab Lia dan direspon anggukan oleh Erisa.


"Jujur aja nih, aku iri banget sama kamu Mia." Ucap Erisa.

__ADS_1


"Hah?? Kenapa??" Tanya Mia bingung.


"Tadi kamu dikalungin dasi romantis banget lagi... Hiks, kan jadi iri." Jawab Erisa.


"Ya elah, kan Mia sama kak Raka cuman sahabatan... Mia sendiri yang bilang nganggep kak Raka sebagai kakak doang, kalo sama Darren pasti—"


Brakkkkk!!!!


"EH SETAN KEJEPIT!" Kejut Lia. Lia Erisa dan Mia pun menoleh menatap meja di bangku Raka dan sahabatnya itu jatuh ke lantai. Dan pelakunya Raka. Terlihat saat Raka mengayunkan kakinya menghilangkan sisa air yang mengenai sepatunya.


"Wah abang ngamuk." Lirih Arka.


"Lagian toa masjid pake ngomong segala." Timpal Kay.


"Hooh, perang abad ke 78 akan dimulai." Timpal Amal dan dengan santainya memakan kripiknya.


Info, Amal orang tersantai senovel ini setelah bapak Gavin. Waktu tawuran kelas 3 SMP, Amal justru menonton sembari meminum es teh dalam kemasan. Meskipun santai, jangan main main yah... Inget ketua Devisi 2 CS.s loh ya.


"Ada apa ini??" Tanya Irene. Biasa ketos kepo.


"Bu ini ganti ruginya 3×lipat." Ucap Arka kemudian pergi.


"Kak Raka kenapa tuh?? Gila serem banget." Ucap Erisa.


Kak Raka kenapa?? Batin Mia si ratu kurang peka😌


...🥀🥀...


Dilain sisi, Daffin dengan sabar menghadapi istrinya yang dalam mode cengeng. Daffin hanya mengatakan jika Nala sedikit gemuk dan seketika Nala langsung menangis. Anehnya, dia hanya mau berhenti menangis kecuali Raka datang.


"Hiks... Hiks..." Begitulah suara tangisan Nala yang membuat Daffin semakin stress.

__ADS_1


"Suami kamu itu aku loh sayang... Jangan mentang mentang kamu muda mau sama yang muda juga... Zaiman itu punyanya Mia." Ucap Daffin.


"Kamu jahat!! Sana pergi!" Usir Nala sembari tidur membelakangi suaminya.


"Yakin nih?? Gak mau kue macaron??"


"Gak!"


"Pasta?? Jus plum?? Tas?? Sepatu?? Cemilan??"


"Gak! Udah sana pergi!" Usirnya lagi. Tak ingin berdebat dengan sang istri, Daffin pun pergi.


"Kayak orang hamil lagi ngidam aja." Lirih Daffin kemudian pergi.


"Gimana sayang?? Masih nangis??" Tanya Nia begitu Daffin keluar.


"Masih ma... Katanya bakalan diem kalo Zaiman dateng... Suaminya aku yang dicari dia!" Ucap Daffin kesal.


"Aneh... Nala lagi gak hamil kan?? Kayak orang ngidam aja." Ucap Gavin membuat Daffin terdiam.


"Aku juga mikir gitu pa, tapi Nala bilang nggak... Apa perlu panggil dokter— tapi Nala takut dokter." Lirih Daffin.


"Biarin dia tenang dulu, mood perempuan memang begitu... Oh iya, tadi Revan kesini... Papa udah sempet sih suruh Revan masuk, tapi dia gak mau... Katanya lagi pusing mikirin soal tunangan." Ucap Gavin.


"Ya elah si bontot! Kagak iri apa udah pada married lah dia tunangan aja belum." Jawab Daffin.


"Udahlah, mau telefon si Zaiman buat dateng kesini dulu sepulang sekolah." Ucap Daffin.


"Oh iya, Nia baru ngabarin kalo dia ada rapat Osis... Sekalian aja nebeng sama Raka." Ucap Gavin.


"Cieee papa baru restuin calon mantu." Goda Daffin kemudian pergi.

__ADS_1


...🥀🥀...


...Nah udah keliatan kan sosok si kembar sebenarnya?? Bukan cuman anaknya bang Alzero loh yang berbakat, tapi anak bambang Kenzo juga wkwkwk 😂...


__ADS_2