
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
👩💻Sebelum membaca, biasakan like, vote, dan komentarnya readers😘💕
👩💻Jangan Lupa mampir ke karyaku yang lain ya❤😘
👩💻Ingat, ini hanya imajinasi author dan tidak bermaksud menjelek jelekan profesi atau lainnya😉🤗😘
👩💻Terima kasih dan happy reading semua❤
📖📖📖
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Keesokan Harinya
Pagi ini SMA Diamond Bangsa dirapati oleh para siswa dan siswi yang akan dinyatakan lulus hari ini. Selain siswa, orang tua wali siswa juga hadir disana. Bahkan ada yang membawa keluarga besarnya. Seperti Kenzo Gavin dan Raefal contohnya. Mereka bertiga sedang menunggu Alzero datang sembari berbincang dengan keluarganya.
"Loh Ken, Alina mana kok nggak kelihatan??" Tanya Lina sembari melihat sekitar.
"Mana aku tau mom, emangnya aku ibunya." Kesal Kenzo. Hingga kekesalan Kenzo berubah saat melihat calon istrinya memakai gaun berwarna biru muda. Terlebih rambut panjang Alina dibiarkan terurai dan tanpa memakai kacamata membuat kecantikan Alina terlihat.
"Nah itu dia... Kakak ipar kemari." Panggil Celani. Tampak Alina Roni dan Lala mendekat. Sebenarnya Lala tidak ingin datang, namun Alina memintanya membuat Lala ikut datang.
"Kamu cantik banget sayang... Ken lihat Alina cantik kan??" Tanya Lina membuat Kenzo tersadar dari lamunannya.
"Eh... Nggak mom.... B... B aja." Jawab Kenzo gagap membuatnya malu dan pergi menghampiri kedua sahabatnya.
"Ih tinggal bilang “iya” aja susah... Dasar kak Ken!" Kesal Celani pada kakaknya.
"Halo bunda, bunda kelihatan cantik pake kebaya ini." Puji Roni membuat Madira tertawa.
"Hahaha... Kamu mengejek bunda Roni??" Ucap Madira.
"Tentu saja tidak bunda... Ayolah." Jawab Roni. Saat itulah Madira menatap Lala.
"Dia siapa??" Tanya Madira.
"Dia sahabat Alina, namanya Lala... Tapi sudah ku anggap seperti putriku sendiri... Lala, panggil dia oma." Jawab Roni memperkenalkan.
"Oh... Hallo oma." Sapa Lala.
"Halo manis." Jawab Madira sembari mencubit dagu Lala dengan tersenyum.
"Ken lo nggak bareng mereka... Sekalian aja bahas bikin keponakan kita... Ya nggak Fal." Ucap Gavin jahil.
"Iya dong." Jawab Raefal membuat Kenzo memutar bola matanya bosan.
"Males gua... Ogah banget gua nyentuh cewek cupu kek dia." Ucap Kenzo.
"Astghafirullahalazim Ken, mata lo bermasalah apa gimana sih??!! Alina udah oke begitu masih dibilang cupu." Ucap Gavin.
"Ntar Jacin baru tau lo." Ucap Raefal.
"Jacin... Jacin... Yang ada micin kali." Jawab Kenzo dengan nada kesal.
"Micin apa tuh??" Tanya Raefal.
"Ajinomoto." Jawab Kenzo membuat Raefal kesal.
"Maksud gua Jatuh Cinta b*ngs*t, bukan micin ajinomoto." Ucap Raefal dengan nada kesal. Bukannya marah Kenzo malah merangkul leher Raefal.
__ADS_1
"Ih kasar gak suka." Ucap Kenzo.
"Apaan sih lepasin k*mpr*t!" Ucap Raefal berusaha melepaskan diri. Disela Kenzo mengusili Raefal, Gavin melihat ke arah Alzero yang baru datang.
"Eh... Eh... Si Al dateng noh.... Sama nyokapnya." Ucap Gavin membuat Raefal dan Kenzo menoleh bersamaan.
"Pantesan si Al ganteng banget... Orang nyokapnya aja cantik." Ucap Raefal dan diangguki oleh Kenzo dan Gavin.
"Eh tapi mana si Ashel?? Dia kan ekornya si Al kok nggak kelihatan??" Ucap Kenzo.
"Yok kita samperin." Usul Gavin dan mereka pun menghampiri Alzero.
"Hallo Al, halo tante." Sapa Kenzo.
"Halo Ken, Gavin, Raefal." Jawab Zaina sembari tersenyum.
"Mom kamu mana Ken??" Tanya Zaina.
"Tuh disana tan." Jawab Kenzo.
"Tante kesana dulu ya... Kalian berbincang saja." Pamit Zaina. Setelah Zaina benar benar pergi, Kenzo mendekat.
"Eh si Ashel mana?? Tumben dia nggak ikut." Tanya Kenzo.
"Ada acara disekolahnya... Jadi—"
"Acara apa?? Kok si Ela ikut noh." Sela Kenzo sembari menujuk ke arah Celani.
"Apa??" Tanya Alzero. Belum Kenzo menjawab, Alzero lebih dulu menghampiri Celani yang sedang berbicara dengan Alina dan Lala.
"Celani." Panggil Alzero membuat ketiganya menoleh.
"Ashel bilang ada acara disekolahnya, apa benar??" Jawab Alzero kemudian bertanya.
"Acara... Ada kak tapi nanti sore, paling pukul 3 atau 4." Jelas Celani membuat Alzero terdiam.
"Jadi, pagi ini tidak ada acara??" Tanya Alzero.
"Tidak kak, emm... Ashel mana??" Jawab Celani sembari melihat sekeliling. Sedangkan Alzero tidak menjawab. Hal itu membuat Kenzo menepuk bahu Alzero pelan.
"Lo gak apa apa Al??" Tanya Kenzo.
"Aku harus pulang." Jawab Alzero sembari hendak pergi.
"Al!" Panggil Kenzo namun tak dia hiraukan.
Alzero kenapa?? Batin Lala menatap Alzero yang berlari menjauh. Dan saat itulah Zaina melihat.
"Alzero mau kemana kamu?? Alzero!!!" Panggil Zaina. Karena tak dihiraukan, Zaina pun mengejar. Hingga saat Alzero hendak masuk kedalam mobil, Zaina menceghat.
"Alzero!! Mau kemana kamu?? Acaranya akan dimulai." Ucap Zaina.
"Bunda... Aku harus menjemput Ashel... Di—"
"Ashel... Ashel... Ashel terus, dia bukan adik kamu Al... Buat apa dia harus dateng... Sekarang jawab bunda, kenapa dia harus berbohong kalau ada acara disekolahnya?? (Alzero terdiam mencerna apa yang Zaina ucapkan.) Nggak bisa jawab kan, sekarang masuk acara kelulusan kamu mau dimulai." Ucap Zaina. Dia pun merangkul putranya masuk kedalam aula tempat acara kelulusan dilaksanakan.
Ashel kenapa kau berbohong?? Batin Alzero.
Sedangkan dengan Kenzo Gavin dan Raefal lebih dulu masuk ke aula. Mereka tidak berani mencampuri masalah keluarga mengingat itu masalah pribadi.
"Kakak maafkan aku karena berbohong padamu... Aku tidak mau acara kelulusan kakak menjadi berantakan." Lirih Ashel yang diam diam datang disana. Dengan memakai masker dan topi membuat Ashel sulit dikenali.
__ADS_1
Ashel pun masuk kedalam aula dan duduk di kursi paling belakang. Sepatah dua patah kata dari kepala sekolah telah di ucapkan. Kini tinggal pengunguman pringkat atau nominasi prestasi di SMA Diamond Bangsa.
"Langsung saja... Nominasi siswa prestasi paling unggul, Peringkat 3.... Gavin Farez Saputra.... Silahkan Gavin naik keatas panggung." Ucap Bu Yuyun.
"Mas anak aku itu... Gavin!!!" Ucap Saras tampak girang.
"Anak kita sayang." Ucap Bima namun tak Saras hiraukan.
"Hiks, aku terharu... Biasanya Gavin dapat nominasi siswa pembiang onar, dan sekarang untuk pertama kalinya dia menjadi siswa berprestasi." Ucap Saras sembari menyeka air matanya.
"Ma, kok nangis sih... Bukannya seneng Gavin—"
"Diam kamu bujang lupuk, gak lihat apa ini air mata kebahagiaan??" Ucap Saras menyela ucapan Ravin.
Bujang lupuk?? Apa gua sejomblo itu?? Batin Ravin sendu.
"Lanjut... Nominasi siswa prestasi paling unggul, peringkat 2.... Alina Putri Alexasari... Alina silahkan naik ke atas panggung." Lanjut Bu Yuyun.
"Nana selamat yah...." Ucap Lala sembari memeluk Alina.
"Terima kasih Lala, ayah..." Ucap Alina menatap sang ayah. Dia merasa bersalah karena mendapat peringkat ke 2. Padahal tempo hari Alina berjanji akan menjadi peringkat 1 untuk sang ayah.
"Anak ayah memang hebat... Naiklah nak, ayah bangga padamu." Ucap Roni membuat Alina tersenyum. Dia pun naik ke atas panggung berdiri disamping kanan Gavin.
Gak kaget si cupu masuk nominasi itu... Dia kan mata empat. Batin Kenzo menatap Alina sinis.
"Tuh kak dicontoh kakak ipar... Jangan masuk nominasi pembiang onar doang." Ejek Celani.
"Ela kamu—"
"Ela benar Kenzo... Awas aja kalau nanti masuk nominasi pembiang onar, mommy jitak kamu." Ancam Lina membuat Kenzo terdiam.
Itu kan emang penghargaan gua sejak awal masuk... Kenapa mommy harus ancam gua gitu sih?? Batin Kenzo merasa kesal.
"Dan... Nominasi siswa prestasi paling unggul, peringkat pertama adalah.... Alzero Exayrandana... Selain nominasi siswa berprestasi, Alzero mendapatkan penghargaan kinerja ketua osis terbaik selama 3 tahun ini... Alzero naik ke atas panggung." Ucap Bu Yuyun diiringi tepukan tangan dari para hadirin.
Alzero ternyata sangat jenius... Pasti istrinya kelak akan beruntung. Batin Lala.
"Selamat sayang... Ayo cepet sana naik." Ucap Zaina tanpa direspon oleh Alzero.
Dengan langkah agak lambat, Alzero membayangkan wajah Ashel saat dulu dia lulus SMP dengan prestasi terbaik. Senyuman dan acungan dua jempol untuknya membuat Alzero bahagia. Tapi kali ini Alzero tampak lesu. Baginya penghargaan itu tidak setara dengan senyuman adiknya. Alzero masih mengelak jika Ashel bukan adiknya. Tapi jika kenyataannya begitu, Alzero akan tetap mengangkatnya menjadi adik.
Kakak kau hebat, aku bangga padamu. Batin Ashel sembari memotret Alzero yang baru naik ke atas panggung.
Dan saat pemberian medali penghargaan juga Ashel memotretnya. Dia pun mengunggahnya di Instagram dengan ucapan selamat yang begitu manis dari Ashel. Setelah selesai pemberian medali penghargaan itu, tampak pak Bara naik ke atas mimbar.
Gawat, alamat nih gua kepanggil. Batin Kenzo.
Napa juga pak Bara pake acara naik mimbar segala, ribet amat dah tu orang. Batin Gavin.
Gua gak ikut ikut... Gua polos... Gua anak baik dan soleh jangan panggil gua... Jangan... Batin Raefal yang takut pada sang ibu jika mengomel.
"Maaf sedikit tambahan dari saya... Untuk siswa yang sangat membuat kami para guru repot dengan kenakalannya, yang tidak lain Kenzo Azura Zaryana.... Nah siswa satu ini membuat kami para guru repot... Repot menghitung skors karena setiap tindakannya pasti selalu bikin kami jengah... Mohon untuk orang tua wali siswa lebih memperhatikannya... Sekian dari saya Wassalamualaikum." Ucap pak Bara mengakhiri.
Kok gua doang sih??!! Lah si Gavin sama Raefal kenapa nggak di sebut... Arghh... Br*ngs*k emang, pak Bara ngartis banget jadi guru... Kenapa juga soal skors dia bilang bilang. Umpat Kenzo.
Alhamdulilah ya Allah, Alhamdulilah... Gua bakalan rajin sholat santai aja... Terima kasih ya Allah, akhirnya gua gak kesebut. Batin Raefal bersyukur.
Hahaha... Yang satu siswa prestasi, yang satu pembiang onar... Kalau di bikin drama judulnya suamiku raja onar dah tuh. Batin Gavin.
(Lah ini emang judulnya itu bambang ganteng😭🤣 Okelah Skipp😆😉 Jangan lupa like, komen, dan vote ya... Pantengin terus biar gak lupa ~Adek Author😘😍)
__ADS_1