
⭐Perhatian. Jangan lupa like, vote, and komentarnya ya🤗 Dan selamat membaca semua⭐
"Hey... Hey.... Ada apa??? Apa ada yang terjadi??" Tanya Kenzo sembari memegang kedua bahu siswa yang berlari ke arahnya.
"Ken... Al... Al berkelahi, kantin sudah seperti kapal pecah dan parahnya lagi Julian sama ketiga temannya sudah babak belur." Jawabnya.
"Apa?!!" Ucap Gavin Kenzo dan Raefal secara bersamaan dengan nada terkejut.
Mereka pun langsung berlari menuju ke kantin. Dan benar saja, kantin sudah sangat berantakan begitu pula kondisi Julian dan ketiga temannya. Gavin Kenzo dan Raefal menatap Alzero yang tampak merapikan jas seragamnya.
"Aku sudah katakan agar kalian tidak kembali kemari." Ucap Alzero. Belum Kenzo Gavin dan Raefal mendekat, tampak pak Bara dan guru lainnya datang.
"Ada apa lagi ini?? Ulah siapa lagi ini?? (Menatap Gavin dan Kenzo.) Apa ini ulah kalian?? Panggil PMR sekarang." Ucap Pak Bara.
"Bukan mereka tapi saya pak." Jawab Alzero.
Pak Bara pun menatap Alzero tak percaya. Sedangkan Julian dan ketiga temannya yang sudah babak belur itu dibawa ke UKS untuk diobati.
"Alzero ikut bapak ke ruang BK.... Yang lainnya kembali ke kelas." Ucap Pak Bara.
Tampak Alzero menatap ketiga sahabatnya dengan wajah biasa seolah memberikan isyarat bahwa dia tidak apa apa. Melihat Alzero dibawa ke ruang BK membuat Kenzo mengepalkan tangannya erat.
"Julian!!! Aku pastikan dia mati sekarang!!" Ucap Kenzo penuh emosi.
"Kenzo jangan!! Soal Julian nanti saja, dia memang selalu memancing kita agar dipoint dan dikeluarkan dari sekolah ini. Saat ini kita pentingkan Al... Tenangkan emosimu." Ucap Raefal yang tidak ingin memperburuk keadaan.
"Ah!!!" Kesal Kenzo kemudian meninggalkan kedua sahabatnya dan menuju ke kamar mandi.
"Zo... Kenzo." Panggil Gavin dan Raefal sembari menyusul Kenzo.
__ADS_1
Sedangkan di wc peria. Kenzo memukuli tembok kamar mandi. Dia tidak memperdulikan tentang lukanya. Yang dia pikirkan adalah kepedulian Alzero yang tidak mau berbagi beban.
Lo bilang nggak peduli Al... Tapi, buktinya lo rela berantem demi gua... Gua nggak peduli kalo harus keluar dari sekolah ini... Sama sekali nggak peduli tapi kenapa lo selalu peduli Al... Kenapa?? Batin Kenzo sembari mencuci mukanya kasar.
Setelah merasa emosinya mereda Kenzo pun keluar dari wc peria. Saat melewati gudang yang berada tepat disamping wc peria, Kenzo mendengar seperti seorang gadis yang menangis. Membuat Kenzo menghentikan langkahnya.
"Kayak ada yang nangis." Lirih Kenzo.
Karena penasaran, Kenzo pun mengintipnya melalui kaca jendela. Tampak tiga orang gadis yang membully seorang gadis sampai menangis dan terduduk dilantai.
Cewek itu bukannya yang jadi bahan bullyan ya?? Jadi dia sering dibully disini?? Pantes Pak Bara dan guru lain nggak tau. Eh, apa pedulinya gua... Mending gua pergi aja. Batin Kenzo kemudian hendak pergi.
"Hiks...hiks jangan aku mohon!!!" Suara tangis Alina membuat Kenzo menghentikan langkahnya.
Sepertinya mereka sudah keterlaluan. Batin Kenzo.
Dia pun mendobrak pintu gudang dan tampak ketiga wanita yang membully Alina berhenti tertawa. Mereka menunduk begitu Kenzo menatapnya tajam. Mata Kenzo terbelak saat melihat Alina dalam kondisi pakaian yang sudah compang camping. Kenzo melepaskan jas seragamnya dan membalutkannya pada tubuh Alina kemudian menggendongnya pergi.
Tampak ketiga wanita itu menunduk ketakutan. Kenzo menggendong Alina sampai didepan kelas Alina. Bahkan para siswa dan siswi yang melihatnya pun tersentak kaget dan ada yang cemburu melihat Alina digendong ala bridal style. Sesampainya didepan kelas, Alina turun dari gendongan Kenzo.
"Lo pake aja jas gua dulu." Ucap Kenzo. Alina menggeleng dan memberikan jas seragam Kenzo kembali.
"Terima kasih." Ucap Alina lirih kemudian masuk ke kelasnya.
Kenzo menatap jas seragamnya yang kini berada ditangannya. Kemudian dia menatap ke arah Alina yang duduk dibangku belakang.
Tadi aku memberikannya bantuan dengan jas ini dan dia mengembalikannya padaku. Apa aku.... Ditolak?? Batin Kenzo tercengang tidak percaya.
Banyak wanita yang ingin berdekatan dan mendapatkan perhatian dari Kenzo. Bahkan banyak wanita yang mengungkapkan perasaannya lebih dulu namun Kenzo tolak. Dan kejadian ini menurut Kenzo adalah sebuah penolakan dari seorang gadis. Dan itu yang membuat Kenzo tercengang tidak percaya.
__ADS_1
Di ruang BK
Tampak Alzero duduk di sofa ruangan dengan dikelilingi guru BK termasuk pak kepala sekolah. Saat Julian masuk, Alzero menatapnya tajam membuat Julian menunduk. Dengan langkah tertatih Julian duduk berhadapan Alzero.
"Baiklah karena sudah disini semua... Katakan apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya pak Satya kepala sekolah di SMA Diamond Bangsa.
"Begini pak, Alzero dan ketiga temannya Kenzo Gavin dan Raefal tertawa cukup keras seperti biasanya dan mungkin menurut Julian itu mengaggu... Dan seperti yang bapak tau Kenzo sangat tidak suka ditegur apalagi oleh Julian musuh bebuyutan. Saya tidak mendengar cukup banyak yang mereka bicarakan, tapi Alzero menyuruh Kenzo Gavin dan Raefal pergi setelah itu... Baru beberapa menit Alzero memukuli Julian dan ketiga temannya sampai membuat kantin berantakan... Itu yang saya tau pak." Jelas salah satu siswa yang mengamati kejadian.
"Pada dasarnya ini salah keduanya.... Salah Julian yang memancing Alzero dan Alzero yang sepertinya tidak bisa menahan emosi. Jadi kalian berdua mendapat 100 skors karena hal ini... Dan kalian harus mengganti semua fasilitas kantin yang telah kalian rusak. Kalian boleh pergi." Ucap Pak Satya yang tidak ingin memperpanjang masalah.
"Pak Satya, fasilitas kantin sudah diganti tiga menit yang lalu atas nama Alzero. Bahkan diganti dua kali lipat pak." Ucap Bu Yuyun.
"Benar itu Alzero??" Tanya Pak Satya sesaat sebelum Alzero pergi.
"Anggap benar yang menurut bapak ada buktinya dan anggap salah yang menurut bapak tidak ada bukti." Jawab Alzero kemudian pergi.
"Anak jaman sekarang ada saja yang bertindak semaunya." Lirih pak Satya sembari menggeleng kepala pelan.
Sepulang sekolah. Tampak Kenzo Gavin dan Raefal sedari tadi menunggu Alzero didepan gerbang. Melihat Alzero keluar membuat ketiganya bernapas lega.
"Al... Lo dihukum apa sama guru?? Terus apa yang guru bilang sama lo??" Tanya Kenzo ingin tau.
"Tidak ada, seharusnya kalian pulang saja." Jawab Alzero yang tidak ingin mereka tau.
"Ya elah Al... Kita itu khawatir sama lo... Lo malah gitu... Nggak asik lo mah." Ucap Gavin.
"Ya udah yang penting sekarang Al udah ngumpul lagi bareng kita... Mending kita pulang sekarang, besok kita siap siap buat prom night." Ucap Kenzo sembari merangkul Alzero seperti kebiasannya.
"Setuju... Yuk pulang." Ucap Raefal.
__ADS_1
Mereka berempat pun masuk kedalam mobil milik Raefal dan menuju ke rumah mereka masing masing.