
JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖
TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘
I LOVE YOU READERS😙💕
...🥀MHKOT2🥀...
Keesokan Harinya
Raka sedikit terusik dari tidurnya saat seseorang menggoyang tubuhnya. Siapa lagi jika bukan Arka. Karena hanya dia yang memegang kunci cadangan kamarnya.
"Ish abang bangun ih!" Ucap Arka kesal akhirnya melempar kepala sang kakak dengan bantal.
"Apaan sih ha?!! Kan sekarang lib..." Ucap Raka terjeda saat melihat sosok wanita yang selalu berada dimimpi dan pikirannya.
Keknya gua imajinasi. Batin Raka sembari mengucek matanya. Namun, sosok itu masih tetap ada.
"M... Mia?? Kok kamu disini??" Tanya Raka. Mia meletakan parsel buah yang dia bawa diatas nakas.
"Jenguk kakak... Makasih ya kak udah nolongin Mia." Jawab Mia. Arka terkikik melihat kegugupan saudara kembarnya. Dia pun pergi sembari menutup pintu kamar saudaranya.
"Gak usah, lain kali hati hati." Ucap Raka sembari menoleh ke jam dinding. Dilihatnya baru jam 6 pagi.
"Kamu gak berangkat ujian??? Nanti telat loh." Ucap Raka sembari menatap Mia.
"Ujian di mulai nanti jam 7 kak." Jawab Mia. Tangannya terangkat melihat luka di lengannya.
"Bengkak, harusnya kakak tidur jangan pake kaos ketat gini." Ucap Mia. Dia bahkan menghusap lengan Mia.
Ya Allah, jantung gua marathon. Batin Raka yang sedari tadi tidak bisa menetralkan detak jantungnya.
"Oi Zaiman!" Panggil Kenzie layaknya Daffin yang memanggil Raka.
"Arghh! Apa??—"
"Kakak!"
Brukhhh!!
Cklekkk!!!
Mia yang berniat membantu Raka berdiri justru membuatnya terjatuh tepat diatas tubuh Raka. Begitu pintu terbuka, Kenzie membulatkan matanya.
Sial! Adek gua aja romantis masa gua kagak. Batin Kenzie.
Ekhemm!
Mendengar deheman Kenzie membuat Mia bangun dari posisinya. Dia juga membantu Raka berdiri.
"Mia mau berangkat dulu, cepet sembuh kak... Assalamualaikum." Pamit Mia tanpa menoleh Raka.
"Walaikumsalam, calon adik ipar." Ucap Kenzie. Sedangkan Raka senyum senyum sendiri mengingat kejadian barusan. Rasanya wajah Mia lebih cantik saat didekatnya.
"Heh kenapa kamu?? Jangan jangan, kamu mikir kotor ya ke Mia." Ucap Kenzie menggoda.
"Biarin, ntar juga nikahnya sama aku!" Ucap Raka kemudian masuk kedalam kamar mandi.
"Heh dasar bocah! Ntar jangan lupa perbannya diganti." Ucap Kenzie kemudian pergi.
"Tante, om.... Mia berangkat dulu ya, Assalamualaikum." Pamit Mia.
"Loh nggak ikut sarapan bareng??" Ucap Alina.
"Nggak tante, makasih... Permisi." Jawab Mia kemudian pergi.
"Cantik, cocoklah jadi menantu aku." Ucap Kenzo.
"Nia cantik gak heran anaknya juga... Pantesan Raka tergila gila sama Mia." Sahut Alina dan keduanya tersenyum.
"Mia." Panggil teman sebayanya.
"Darren." Lirih Mia.
...🥀🥀🥀...
"Daffin inget ucapan mama... Usahakan hanya sekali menikah seumur hidup, pernikahan bukan main main." Ucap Nia menasehati putranya yang bersiap untuk melangsungkan pernikahannya di KUA.
"Iya ma... Daffin ngerti, papa mana??" Tanya Daffin.
__ADS_1
"Di bawah... Oh iya, Mia udah berangkat katanya mau jenguk Raka." Jawab Nia.
Tumben tu bocah peduli, pasti dia suka ke Zaiman. Baguslah. Batin Daffin.
"Udah siap Fin??" Tanya Gavin.
"Udah pa, Nala mana??" Jawab Daffin kembali bertanya.
"Diteras sama ketiga sahabat kamu tuh." Jawab Gavin. Gavin menggelengkan kepalanya saat Daffin dengan langkah seribu menuju ke teras rumahnya.
"Hai calon suami." Ucap Kenzie dan Revan dengan nada mengejek.
"Diem lo lo pada, iri bilang neng." Ucap Daffin sembari melingkarkan tangannya pada pinggang Nala.
"Udah siap semua, ayo berangkat." Ucap Gavin.
"Bentar om, nenek Saras mana??" Tanya Kenzie.
"Udah di KUA semua, ayo berangkat sayang." Ucap Nia sembari menarik Nala bersamanya.
"Haha, om dianggurin." Ejek Kenzie dan secepat kilat masuk kedalam mobil Alzero.
"Dasar! Gak anak gak bapak sama aja." Umpat Gavin dan direspon tawa kecil oleh Kenzie. Dia tidak asing dengan umpatan itu baik dari Gavin Raefal maupun Alzero. Kenzie bahkan penasaran dengan masa muda ayahnya. Dia ingin tau apakah sang ayah memang raja onar atau bukan.
"Gimana kabarnya Zaiman??" Tanya Daffin.
"Dia m*sumin adek lo." Jawab Kenzie santai.
"Sialan! Gua serius, kalo sampe beneran gitu... Gua sunatin 6 kali adek lo." Ancam Daffin membuat Kenzie terkekeh.
"Canda bor... Raka lebih fit apalagi adek lo tadi dateng bawa buah, dia aja marah ke Arka padahal dia cuman makan anggurnya satu butir... Bucin parah asli." Ucap Kenzie sembari memijit pelipisnya.
"Yah agak heran juga, secara si Raka bar bar nih... Sedangkan Mia kalem, kalo misal ada tsunami aja dia pasti jalan gak bakalan lari... Jangan jangan adek lo nyantet si Raka lagi—" Ucap Revan terpotong saat Daffin dengan kuat memukul lengannya.
"Sialan lo!! Adek gua kagak gitu lah." Ucap Daffin.
"Tapi gua kasihan ama si Raka kalo ntar dia bertepuk sebelah tangan... Kek adek gua Messy, udah tau Nanda gak suka masih aja ngejar ngejar." Ucap Revan.
"Nandan?? Adeknya si Yayan kan??" Tanya Kenzie.
"Hooh, sumpah gua gak tega... Gua nyampe jodohin dia sama Arka tapi dia bilang cuman nganggep si kembar adek... Anj*r lah!" Jawab Revan. Sebagai seorang kakak, Kenzie tau apa yang Revan khawatirkan.
"Hmm." Jawab Alveno membuat Kenzie mengecurutkan bibirnya kesal.
"Selalu gini, kapan sih lo senyum gitu... Smile, atau jangan jangan pipi lo sakit lagi." Ucap Kenzie dan hanya direspon gelengan oleh Alveno.
Gua ngomong apa kagak yah... Gua yakin Kenzie pasti gak tau kalo si kembar itu geng motor. Batin Daffin.
"Kenapa lo diem?? Mikir in gaya buat ntar malem yak?? Hahaha." Goda Kenzie.
"Sialan lo!!" Ucap Daffin sembari ikut tertawa.
"Enzi."
"Apa?? Gua lagi ngomong sama malaikat."
"Gua serius b*ngs*t!" Ucap Daffin sembari memukul lengan Kenzie.
"Iya sorry."
"Apa yang lo lakuin kalo semisal... Semisal nih, si kembar geng motor." Ucap Daffin membuat Kenzie menyandarkan punggungnya.
"Ya gua sih oke oke aja... Dulu kita juga punya geng motor kan, anggap aja adek gua ambil alih." Jawab Kenzie.
"Tapi bukannya si Raka kepengen jadi mafia." Ucap Daffin seketika membuat Kenzie Revan dan Alveno terdiam.
"Bisa aja kan dari geng motor jadi mafia... Dari buronan polisi jadi buronan Interpol??" Timpal Daffin.
"Bentar, kok lo tiba tiba—"
"Sampai!!! Ayo calon pengantin kita keluar." Ucap Revan tampak girang. Yah, beginilah Revan yang kekanak kanakan. Mereka berempat pun keluar.
Apa maksudnya Daffin bilang gitu?? Gak, Raka cuman bercanda... Dia gak mungkin mau jadi mafia. Batin Kenzie.
"Saya terima nikahnya Nala Yulianti binti Annto dengan maskawin tersebut dibayar tunai." Ucap Daffin lantang.
"Bagaimana para saksi, sah?"
"Sah!!!!" Teriak Kenzie dan Revan memenuhi ruangan.
__ADS_1
"Alhamdulilahirobilalamin." Ucap sang penghulu.
1 orang tervertifikasi sudah menikah. Anj@y🤣. Daffin menatap tidak suka pada mertuanya. Bukan tanpa alasan, dia kesal karena saat bayi Nala dibuang sedangkan begitu besar dan menikah dengan pria kaya baru mati matian mengakui jika dia anaknya.
"Bentar, gua kebelakang dulu... Mama telefon soalnya." Ucap Revan.
"Jangan lama lama." Ucap Kenzie. Revan menganggukan kepalanya kemudian pergi ke belakang KUA yang sepi.
📞
“Halo ma—”
“BERANINYA BOHONGIN MAMA! KAMU LAGI DI KUA KARENA DAFFIN NIKAH KAN?!!!”
Astghafirullah, gendang telinga gua. Batin Revan.
“Iya ma, nggak usah teriak juga... Mama di kasih tau tante Nia ya??” Tanya Revan hati hati. Jika dia salah bicara dan Mita marah, maka sasarannya tidak akan mau tidur dengan Raefal dan masalah terbesarnya Raefal akan memotong uang jajan Revan.
“Hmm... Nanti malam mama ke rumah tante Nia, kayaknya mau bikin pasta kecil kecilan... Awas aja kalau kamu pergi, langsung pulang inget itu.”
Tut.
“Iya ma.... Lah udah dimatiin.” Umpat Revan.
Saat hendak berbalik, tiba tiba saja seorang gadis tak sengaja menabraknya.
"Lo gak ap—"
"Tolongin Eli." Ucapnya memotong dan tanpa aba aba.
Gadis itu memojokan Revan dan mencium bibirnya. Yang mana membuat Revan membelakan matanya terkejut. Sudah ketabrak ketimpa ciuman pula. Dan ini pertama kalinya Revan merasakan sesuatu. Revan yang tadi nya terdiam, kini berbalik memojokan gadis itu dan menciumi bibirnya rakus.
Sial! Kok gua jadi nikmatin gini?? Batin Revan.
Akhirnya papa sama mama udah pergi, aku kabur ah. Batin gadis itu. Dia mendorong Revan kemudian berlari pergi. Namun seperkian detik sebelumnya.
"Makasih kak udah tolongin." Ucapnya sembari mengedipkan sebelah matanya.
Yang mana membuat Revan membulatkan matanya. Karena gadis itu, Revan pria yang polos dan tidak mudah ter*nsang kini ter*nsang hanya karena ciuman dari gadis tersebut. Revan menatapnya sampai dia benar benar pergi.
"Oi bontot ngapain lo disitu?? Cepetan pulang, ntar diomelin tante Mita gua juga yang kena." Ucap Kenzie.
"Iya... Ya maap, jan marah dong yok balik." Jawab Revan kemudian menggandeng sahabatnya pergi.
Gua harus tau siapa cewek tadi. Batin Revan.
...🥀🥀🥀...
Spoiler Bab Selanjutnya:
“Calon suamiku tersayang, kenapa kamu begitu polos?? Bukankah tadi kamu dengan ganas menciumku?? Sekarang giliranku menciummu.” Ucapnya sembari duduk dipangkuan Revan.
Kayaknya nih cewek ngira gua polos... Menarik. Batin Revan sembari tersenyum miring.
...🥀...
“Lili, aku tau kamu menganggapku hanya sebatas kakak... Tapi aku menganggapmu lebih dari itu.” Ucap Alveno sembari menggegam kedua tangan Liasya.
“Maksud kakak??” Tanya Liasya dengan kening berkerut.
“Aku mencintaimu Lili.” Jawab Alveno tanpa babibu lagi mencium bibir mungil Liasya.
...🥀...
“Jadi, kalau mau cepet dapat anak... Sekali harus 6 kali main kuda kudaannya yah??” Tanya Nala polos.
“Iya dong sayang.” Jawab Daffin dengan tersenyum miring.
“Kalo gitu, ayo main lagi... Biar cepet dapat anak.” Ucap Nala yang mana membuat Daffin terkejut.
...🥀...
Cieee penasaran ya?? Sengaja adek kasih spoiler biar kalian penasaran, mampus😜😂🤣 Makanya jangan cuman baca doang, tambahin ke favorite, kasih like, komen kalau mau and bunga juga kagak apa apa😂 Ah, sudahlah kalian tidak akan mengerti... Salam bombai, adek bay bay👋🏻👋🏻
(Mia Triana Saputri)
Noh, kali aja ada yang penasaran sama si Mia wkwkwk
__ADS_1