My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
BAB 40


__ADS_3

••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


👩‍💻Sebelum membaca, biasakan like, vote, dan komentarnya readers😘💕


👩‍💻Jangan Lupa mampir ke karyaku yang lain ya❤😘


👩‍💻Ingat, ini hanya imajinasi author dan tidak bermaksud menjelek jelekan profesi atau lainnya😉🤗😘


👩‍💻Terima kasih dan happy reading semua❤


📖📖📖


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Seusai acara


Tampak para siswa dan siswi yang kini sudah menjadi alumni tengah mengambil gambar sebanyak mungkin guna untuk kenang kenangan. Begitu pula yang dilakukan Kenzo bersama keluarganya. Bukan hanya keluarganya, Alina Lala dan Roni juga ikut berfoto bersama. Namun Kenzo merasa kesal karena Lina benar benar menjitak keningnya berkali kali.


Ckrekk!!! Ckrekk!!! Ckrekk!!!


Beberapa foto pun berhasil diambil. Tampak Kenzo menghampiri ketiga sahabatnya yang menunggu.


"Lama banget dah... Ngapain aja sih lo??" Kesal Gavin.


"Sorry, fotonya kek model dah banyak banget." Jawab Kenzo sembari cengengesan.


"Udah... Udah... Eh gimana kalo kita foto di bawah pohon jeruk itu... Pohon itu kan banyak kenangan apalagi si Kenzo jatuh dari ntu pohon." Ucap Raefal.


Ctakk!!!


Kenzo menjitak kening Raefal.


"Sakit g*blok!!" Kesal Raefal sembari memegangi keningnya.


"Itu pohon jambu neng... Berapa kali sih gua bilangin." Ucap Kenzo.


"Ya iya itu maksudnya... Tapi nggak dijitak segala kali... Sakit tau nggak." Ucap Raefal tak terima.


"Iya ya maaf... Ela!!" Panggil Kenzo. Tampak Celani mendekat.


"Apaan sih kak?!!" Ucap Celani kesal. Kenzo pun melempar ponselnya dan ditangkap oleh Celani.


"Fotoin kakak, nanti aku kasih duit." Ucap Kenzo.


"Berapa dulu??" Tanya Celani.


"Goceng." Jawab Kenzo.


"Goceng?? Buat beli apaan... Gak ah nggak mau." Ucap Celani.


"Iya ya entar aku kasih duit berapa pun yang kamu minta... Cepetan foto lama banget dah." Kesal Kenzo.


"Hooh, kegantengan gua sampe luntur nih." Timpal Gavin sembari merilang rambutnya.


"Emang ganteng bisa luntur??" Tanya Raefal.


"Bisalah, yang gak luntur itu keid*otan lo bungsu... Permanen tahan lama sampai 10 tahun." Jawab Gavin sembari merangkul Raefal.

__ADS_1


"Hey, hey, hey... Gua gak id*ot yah." Ucap Raefal tak terima.


"Terus apa dong??" Tanya Gavin.


"Gak pinter aja." Jawab Raefal sembari cengengesan. Gavin pun mengeratkan rangkulannya.


"Katakan cisss...." Ucap Celani.


"Cissss..." Jawab Kenzo dan Gavin. Sedangkan Raefal berusaha melepaskan rangkulan Gavin. Dan Alzero hanya tersenyum paksa.


Ckrekk!! Ckrekk!! Ckrekk!!


"Udah nih." Ucap Celani sembari menyondorkan ponselnya pada Kenzo kemudian langsung pergi. Saat itu Alzero melihat Lala yang dikelilingi 3 orang pria. Alzero pun mendekat dan menghampiri mereka.


"Wih bagus nih... Al coba lo liat.... Al..." Ucap Kenzo sembari menatap Alzero yang menghampiri Lala.


"Haish, posesifnya kumat... Vin ntar lo yang cetak nih foto ya." Ucap Kenzo.


"Okelah gampang." Jawab Gavin.


"Gavin sayang... Ayo pulang." Panggil Saras yang sudah didalam mobil.


"Gua, go to home dulu ya." Pamit Gavin kemudian pergi.


"Yoi, hati hati tante." Ucap Kenzo sembari melambai.


"Iya Kenzo." Jawab Saras. Gavin masuk kedalam mobil dan perlahan mobil itu pun menjauh.


"Eh gua juga mo pulang dulu... Bay Ken..." Ucap Raefal.


"Oke, pinter pinter belajarnya ya bungsu." Jawab Kenzo sembari mengacak acak rambut Raefal.


"Udah yuk mom pulang." Ajak Kenzo.


"Bentar dulu... Kamu temenin Alina sana, kasihan dia sendirian." Ucap Lina sembari menujuk Alina yang duduk sendirian. Sedangkan Lina masih fokus berbincang dengan Zaina.


Ogah bener, mending duduk sendirian aja. Batin Kenzo.


Beralih pada Alzero yang menghampiri Lala. Para ketiga pria itu hanya meminta berfoto bersama dengan Lala. Dan Lala menyetujuinya mengingat hanya berfoto itu tidak masalah. Tapi tiba tiba Alzero datang dan menarik pinggang Lala agar mendekat.


"Ro kamu???" Tanya Lala terkejut.


"Al dia pacar lo??" Tanya salah satu dari mereka.


"Iya... Kalian harusnya tau apa yang harus kalian lakukan." Jawab Alzero dingin.


"Kami... Pergi dulu permisi." Pamit salah satu dari mereka dan pergi terbirit birit.


"Ro, mereka kan cuman—"


"Stttt... (Mengarahkan jari telunjuknya pada bibir Lala.) Lain kali menolak mereka dengan halus... Mengerti." Ucap Alzero. Lala pun mendorong tubuh Alzero dan menjaga jarak.


"Mengerti... Tapi mereka hanya minta foto saja... Kenapa harus ditolak??" Tanya Lala. Alzero tersenyum dan membelai pipi Lala.


"Karena aku yang memintanya paham??" Jawab Alzero membuat Lala menganggukan kepalanya paham.


"Dan selamat untuk prestasimu... Aku tidak menyangka kau sangat pandai." Puji Lala sembari tersenyum. Alzero pun menghusap puncak kepala Lala.

__ADS_1


"Terima kasih... Lala." Jawab Alzero. Alzero merasa wanita polos yang berdiri dihadapannya ini sangat penting untuknya.


Tring!!!


Ponselnya berdering membuat Alzero mengeluarkannya dari dalam saku. Dan rupanya notifikasi di Instagram. Alzero terbelak saat unggahan dari Ashel sekitar beberapa jam yang lalu yang artinya tepat saat dia diatas panggung, Ashel ada di aula. Alzero pun melihat ke sekelilingnya dan tidak melihat keberadaan adik kesayangannya.


"Ro?? (Menepuk bahu Alzero.) Ro kamu nggak apa apa??" Tanya Lala membuat Alzero menghela napas panjang. Dia tersenyum ke arah Lala dan menghusap puncak kepala Lala.


"Aku tidak apa apa." Jawab Alzero.


"Syukurlah, aku pulang dulu ya... Assalamualaikum." Pamit Lala kemudian menghampiri Roni dan Lala yang tampak menunggu.


"Walaikumsalam." Jawab Alzero. Dia menatap Lala sampai mobil yang Lala naiki benar benar pergi.


"Sayang ayo pulang." Ajak Zaina sembari mendekat. Alzero hanya menganggukan kepalanya kemudian mereka pun masuk kedalam mobil. Tanpa mereka sadari, Ashel memperhatikannya bahkan sampai mobil itu pergi.


Tidak bisa dibayangkan jika aku datang... Yang nyonya Caesar katakan semalam memang benar. Batin Ashel sembari tersenyum nanar.


•Flashback on


Pukul 7 malam Ashel pulang setelah seharian bersama Celani Renasya dan Farrel. Jujur Ashel terkejut saat tau hubungan Celani dan Farrel semakin dekat. Namun, Ashel berpikir positif jika Celani hanya berteman dengan Farrel. Begitu masuk kedalam Vila, dia melihat Zaina tertidur di sofa tanpa selimut. Mungkin dia ketiduran karena menonton televisi.


Nyonya bisa terkena flu kalau tidur di sofa. Batin Ashel. Dia pun buru buru mengambil selimut dari dalam kamarnya dan menyelimuti Zaina. Namun Zaina malah terbangun dan membuat Ashel terkejut.


"Cih... (Menjatuhkan selimutnya ke lantai.) Apa apaan kamu ha?!! Mau sok perhatian biar dapat pujian dari saya??" Omel Zaina sembari duduk di sofa dan bahkan mengijak selimut Ashel.


"Tidak nyonya, tadi aku hanya—" Ucap Ashel terpotong.


"Hanya apa?!! Kamu nggak usah sok perhatian ke saya... Saya bukan keluargamu apalagi ibumu paham?! (Ashel menganggukan kepalanya pelan.) Udah sana pergi, bawa juga nih selimut usang kamu." Titah Zaina. Ashel berjongkok dan mengambil selimutnya. Bibirnya tersenyum tapi hatinya tidak. Penuh luka dan goresan disana karena perkataan Zaina yang seperti biasa menghina dan mencacinya.


"Tunggu... (Ashel berbalik dan Zaina berdiri dari duduknya.) Aku yakin kamu tau besok hari apa." Ucap Zaina sembari menyilangkan kedua tangannya didepan dada.


"Besok hari kakak wisuda nyonya." Jawab Ashel.


"Nah itu tau... Saya harap besok kamu jangan jadi pengacau disana dengan hadir diacara itu, cari saja alasan menolak ajakan dari Alzero... Karena kau datang atau tidaknya itu tidak penting... Justru jika kau datang hanya akan membuat kekacauan disana." Ucap Zaina tanpa memikirkan perasaan Ashel.


"Saya mengerti nyonya." Jawab Ashel sembari tersenyum.


"Bagus, oh iya satu hal lagi... Alzero bukan kakak kamu jadi panggil dia tuan... Dan kamu disini cuman numpang jadi jangan bertindak sesukamu paham kamu?!! (Ashel menganggukan kepalanya.) Ya udah sana pergi, ganggu orang istirahat aja." Ucap Zaina. Dan tanpa pikir panjang Ashel pergi ke kamarnya.


Di kamarnya Ashel merebahkan tubuhnya dengan posisi terlentang. Dia menatap langit langit kamarnya sesekali mengingat ucapan Zaina. Dan Ashel yang lemah hanya bisa menutupi matanya dengan lengannya. Ucapan Zaina membuatnya meneteskan air matanya.


Aku tidak punya siapa siapa lagi... Aku kesepian. Batin Ashel.


•Flashback off


Lebih baik aku langsung pulang... Nanti sore aku harus ke sekolah untuk membantu Ela. Batin Ashel kemudian pergi menggunakan motornya.


Sedangkan dengan Kenzo


Dia menjaga jarak saat dipaksa duduk bersampingan dengan Alina. Dia menatap Alina yang sedari tadi sibuk melihat pemandangan luar dari kaca mobil. Sedangkan Lina tersenyum senyum sendiri melihat Kenzo yang diam diam memperhatikan Alina.


Napa juga harus nih orang sih... Kenapa nggak Lala, apa kayak pembantunya Gavin si Nia... Kan oke tuh mereka, nggak kaya si cupu... Udah cupu, sok cantik, sok polos lagi... Jijik gua lihatinnya. Batin Kenzo masih menatap Alina.


"Emm, mom kenapa kita beda arah... Arah kerumah mommy dan rumahku kan kesana." Ucap Alina sembari menatap Lina.


"Jalan kan gak cuman sejalur doang cupu, b*go banget sih jadi orang." Omel Kenzo membuat Alina menundukan pandangannya.

__ADS_1


"Kenzo jaga bicara kamu." Ucap Dicko memperingati. Membuat Kenzo sembari memutar bola matanya bosan.


"Kita ke suatu tempat dulu sayang... Bentar lagi juga sampe." Ucap Lina tersenyum ke arah Alina. Dan Alina hanya tersenyum paksa lantaran dia takut jika salah bicara Kenzo akan mengeluarkan kata kata kasarnya.


__ADS_2