My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
BAB 58


__ADS_3

••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


👩‍💻Sebelum membaca, biasakan like, vote, dan komentarnya readers😘💕


👩‍💻Jangan Lupa mampir ke karyaku yang lain ya❤😘


👩‍💻Ingat, ini hanya imajinasi author dan tidak bermaksud menjelek jelekan profesi atau lainnya😉🤗😘


👩‍💻Terima kasih dan happy reading semua❤


📖📖📖


👩‍💻I Love You Readers❤❤❤❤❤


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Zicko dengan berani menc*um kening Alina sekilas. Tampak Nia terkejut sampai sampai menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Sedangkan dengan Mita, dia berekspresi biasa lantaran dia tidak tau apa apa. Alina pun mendorong tubuh Zicko kuat.


"Jangan lakukan hal itu lagi kak!" Ucap Alina tegas.


"Kenapa jangan Alina??" Tanya Zicko. Tampak Alina terdiam mendengar pertanyaan dari Zicko.


Karena aku sudah menikah kak, tapi jika aku memberitaumu... Kenzo akan memarahiku. Batin Alina.


"Karena tidak baik wanita dan pria yang belum resmi ada hubungan melakukan hal itu." Ucap Nia menyela.


"Kami pamit dulu kak, Assalamualaikum." Pamit Alina. Mereka bertiga pun buru buru meninggalkan Zicko.


Meskipun kamu tidak membalas lamaranku, akan aku pastikan kamu menjadi milikku Alina. Batin Zicko.


"Wah... Kayaknya istri gua makin berani ya... Hmm, tungguin hukuman dari suami lo ini my wife." Ucap seseorang yang tak lain Kenzo. Wajah Kenzo tampak memerah menahan emosi. Ingin sekali dia menghajar Zicko namun dia tahan karena memang Zicko belum tau apa apa.


Sedangkan dengan Alzero


Dia merasa sangat kesal saat Lala tidak kunjung menjawab telefonnya. Berkali kali Alzero menelfonnya namun tak satu pun yang Lala angkat. Dengan kesal Alzero melempar ponselnya ke jok sebelah.


Sial!! Ada apa dengan Lala?? Tadi pagi baik baik saja... Apa dia kesal karena aku belum memberitau siapa ibunya?? Batin Alzero.


Saat melewati sebuah cafe, Alzero membelakan matanya melihat Lala yang tengah berbincang dengan seorang pria memakai topi. Bangku yang Lala duduki dekat dengan kaca yang bisa dilihat dengan jelas dari luar. Alzero mengepalkan tangannya erat saat melihat Lala dengan bahagianya tertawa kecil bersama pria tak dikenal itu.


Ingin sekali Alzero menghampiri dan menarik Lala untuk menjelaskan semuanya. Tapi Alzero sudah berjanji untuk tidak bertindak semena mena sebelum dia resmi menikah dengan Lala. Dengan wajah penuh kekesalan, Alzero menjalankan mobilnya menjauhi cafe.


"Dia sudah pergi??" Tanya Gavin.


"Sudah, sepertinya dia sangat kesal." Jawab Lala dengan wajah khawatir. Tampak Gavin membuka topi yang dia kenakan.


"Jangan khawatir Lala... Al tidak akan lama kesal pada seseorang, aku sangat mengenalnya." Ucap Raefal. Saat itu tampak Alina Nia dan Mita datang.


"Alzero sangat kesal tadi, bagaimana dengan rencana kalian??" Tanya Alina.


"Berhasil, sekarang sayang... (Nia melotot.) Maksud gua, Nia... Lo ajak Lala ke rumah lo buat siap siap ntar malam, kalau di Vila Kenzo... Al pasti akan langsung kesana karena dia tau Lala lebih dekat dengan Alina." Jawab Gavin. Tampak mereka menganggukan kepalanya mengerti. Saat itu, Kenzo datang dan berdiri tepat dibelakang istrinya.


"Ken lo darimana aja??" Tanya Gavin.


"Oh gua, tadi gua liat tontonan kek drakor... Beh romantis." Jawab Kenzo sembari melirik ke arah istrinya.


Kayaknya si gengsi cemburu lagi, gua harus cepet cepet kabur nih. Batin Gavin.

__ADS_1


"Lala sama Nia gua yang anter... Mita dianter lo ya Fal, secara kan lo yang deket... Alina lo mau gua—"


"Gua yang anter pulang.... Iya kan sayang???" Ucap Kenzo dan entah mengapa ada maksud lain dari perkataannya.


"Ya udah gua pergi dulu... Bay." Ucap Gavin dan disusul Raefal yang menenteng Mita.


"Ayo pulang!" Ucap Kenzo sembari menarik tangan istrinya.


"Ken, pelan pelan tangan ku sakit." Rintih Alina dan tidak direspon oleh Kenzo.


"Naik!" Titah Kenzo.


"Tapi—"


"Gua bilang naik ya naik!" Bentak Kenzo membuat Alina terkejut.


Dengan patuh, Alina naik di motor sang suami. Padahal jarak ke Vila lumayan dekat tapi Kenzo yang sedang terbakar cemburu itu hanya menginginkan untuk sampai cepat di vila.


Sesampainya di Vila, Alina melepaskan pegangannya. Bukan pegangan, tapi Alina memeluk tubuh Kenzo lantaran Kenzo mengebut dan itu membuat Alina takut. Baru Alina turun, Kenzo langsung menarik tangannya. Beruntung saat itu, Madira tengah duduk di taman belakang Vila sembari melihat tanaman bunga yang Alina pelihara.


Bamm!!!


Cklekk!!!


Kenzo menutup pintu kamarnya dan menguncinya dari belakang. Mendengar bantingan pintu Kenzo membuat Alina takut. Kenzo melempar tasnya ke sofa yang ada dikamarnya dan mendekati Alina.


"Ke... Ken, kamu kenapa??" Tanya Alina hati hati. Dia memundurkan tubuhnya saat Kenzo terus mendekatkan tubuhnya.


"Ken—hmmmppphhh!" Ucap Alina terpotong saat Kenzo tiba tiba menc*um bibirnya. Tangan kanannya melepaskan kacamata sang istri dan menaruhnya diatas nakas.


Brukh!!!


Srrrreeeekkk!!


Kenzo merobek baju Alina dan melemparnya ke sembarang arah.


"Ken... Kenzo apa yang kamu lakukan??!" Pekik Alina hendak menceghat. Namun kedua tangannya dicengkram oleh Kenzo.


"Apa yang gua lakuin?? Menurut lo apa yang pria dan wanita lakuin setelah married?!!" Ucap Kenzo membuat Alina ketakutan.


"Jangan!! Hiks... Hiks, ku mohon jangan lakukan hal itu Ken—Huummpphh" Belum Alina menyelsaikan perkataannya, Kenzo lebih dulu membungkamnya dengan bibirnya. Berkali kali Alina memberontak, namun tenaga Kenzo lebih kuat membuat Alina tidak bisa memberontak lagi.


Tok!!! Tok!!! Tok!!!


"Alina sayang... Oma butuh bantuanmu!! Kau di dalam kan??" Panggil Madira dari luar kamar. Tampak Kenzo menghentikan aksinya dan menatap Alina yang sudah berantakan. Kenzo menghela napas panjang saat menatap leher dan perut Alina dipenuhi tanda merah. Kenzo menarik selimut dan menyelimuti Alina yang masih menangis.


"Sorry, gua agak kasar." Ucap Kenzo. Alina meresponnya dengan gelengan kepala. Dia sangat bersyukur lantaran Madira datang dan mencegah aksi Kenzo.


Sial!! Kok gua gak bisa nahan diri gua sih?!! Kesal Kenzo dalam hati.


Cklekk!


Kenzo membuka pintunya. Tampak Madira berdiri didepan Kenzo.


"Apa yang—"


"Ssstttt... Oma, si cupu kecapean dia lagi tidur noh." Ucap Kenzo menujuk Alina yang menutupi tubuhnya dengan selimut sampai sebatas leher.

__ADS_1


"Waaah... Kalian baru membuat bayi Kenken??" Tanya Madira antusias.


"Kalau Oma tau kenapa Oma ganggu??" Jawab Kenzo pura pura kesal.


"Baiklah kalian lanjutkan saja, Oma pergi dulu." Ucap Madira dengan wajah bahagianya pergi dan menutup pintu kamar cucunya.


Untung oma, kalau mommy pasti bakalan cek keadaannya si cupu... Mana dia kayak korban pemerk*saan lagi... Gua kenapa sih sampe gak bisa ngontrol emosi, apa jangan jangan... Gak, gua gak mungkin jeles sama si cupu gara gara si br*ngsek itu ny*um kening si cupu... Gak, gua gak jeles! Batin Kenzo mengelak kalau dia cemburu. Kenzo duduk dibibir ranjang sembari menatap Alina yang membelakanginya.


"Cupu gua minta maaf... Tadi gua kebawa emosi, jangan geer dulu... Gua ogah banget nyentuh tubuh lo." Ucap Kenzo dan menunggu respon dari Alina.


Cupu kok gak respon, apa dia ngambek ya?? Batin Kenzo.


Dia pun mendekat dan menatap wajah Alina. Rupanya Alina sudah tidur dengan linangan air mata. Hal itu membuat Kenzo merasa sedikit bersalah. Kenzo menyibak poni istrinya dan menc*um keningnya.


"Maafin aku, cupu." Bisik Kenzo ditelinga sang istri. Setelahnya, Kenzo langsung ke kamar mandi guna membersihkan diri.


Tapi, kalau pun gua ngelakuin sekarang... Bukannya bisa cepet cepet menuhin syarat daddy, gua juga bisa lebih cepet dapet perusahaan daddy. Batin Kenzo.


Di Vila Alzero


Alzero menumpahkan kekesalan nya dengan melempar semua vas antik yang harganya sangat fantastis. Tapi, Alzero seolah tidak peduli dengan hal itu. Dia benar benar kesal karena Lala mengabaikannya tanpa alasan.


Apa yang sebenarnya terjadi?? Kenapa Lala tiba tiba mengabaikanku?? Siapa pria tadi??!! Argghhh!!!! Batin Alzero kemudian melayangkan vas bunga lagi.


Prrraaannnkkkk!!!!


Cklekk!!


Tampak Rio memasuki ruang baca Alzero sembari membawa beberapa map.


"Tuan muda.... Apa yang anda lakukan tuan??!" Pekik Rio.


"Kenapa kau kemari??!" Tanya Alzero dingin. Rio menggelengkan kepalanya pelan dan memberikan map yang dibawanya.


"Akhirnya setelah 2 bulan kita menemukan jawabannya tuan... Tuan muda Ashel, 100% adik anda tuan... Lebih tepatnya nanti kita mengajak Irvan Mahesa untuk menjelaskan semuanya." Jawab Rio.


"Jelaskan secara detail kejadian 17 tahun yang lalu!" Titah Alzero sembari menatap Rio.


"Irvan Mahesa menjelaskan kalau•••" Ucap Rio menjelaskan. Tampak Alzero menunduk menatap map yang dipegangnya.


Kakak menepati janji padamu Ashel, kita akan berkumpul dengan bahagia... Selamanya Ashel... Kamu tetap Adikku. Batin Alzero sembari tersenyum.


"Bagus, minta pelayan untuk membersihkan ini semua... Aku tidak mau di ganggu siapa pun saat di dalam kamar, bahkan bunda sekali pun." Titah Alzero kemudian pergi ke kamarnya.


"Baik tuan muda." Jawab Rio. Dia menatap tuan mudanya yang tidak berubah sejak dulu.


Yah sepertinya ada masalah dengan nona Lala... Siapa sangka tuan muda Alzero yang sangat dingin itu tiba tiba menghangat oleh wanita bernama Lala... Benar benar diluar dugaan. Batin Rio sembari menggelengkan kepalanya pelan. Dia pun menyuruh para pelayan untuk membersihkan ruang baca Alzero yang kini berantakan dengan pecahan vas.


"Rio... Apa yang terjadi pada Al??" Tanya Zaina begitu melihat Rio keluar.


"Tuan muda sepertinya tengah kesal nyonya... Dia tidak ingin diganggu oleh siapa pun saat dikamarnya." Jawab Rio membuat Zaina menganggukan kepalanya mengerti.


"Kalau begitu saya pamit nyonya, masih Ada tugas dari tuan muda yang harus saya selsaikan." Pamit Rio.


"Ya, terima kasih Rio." Ucap Zaina.


"Sudah menjadi tugas saya tuan." Jawab Rio kemudian pergi.

__ADS_1


Maaf adek telat update, adek ketiduran dan baru bangun😭😭 Oke skip ajalah, pantengin terus yah... Kalau bisa sekalian like dan votenya ya wkwkwk 😂


__ADS_2