
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
👩💻Sebelum membaca, biasakan like, vote, dan komentarnya readers😘💕
👩💻Jangan Lupa mampir ke karyaku yang lain ya❤😘
👩💻Ingat, ini hanya imajinasi author dan tidak bermaksud menjelek jelekan profesi atau lainnya😉🤗😘
👩💻Terima kasih dan happy reading semua❤
📖📖📖
👩💻I Love You Readers❤️❤️❤️❤️❤️
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Di Kediaman Saputra
Gavin masih tertawa terbahak bahak membayangkan sahabatnya yang sangat membenci wanita cupu tiba tiba harus menikah. Gavin melentangkan tubuhnya diatas ranjang.
Kira kira cowok senarsis dan segengsi Kenzo bakalan nyentuh tuh cewek gak yah?? Nj*r kok gua kepo... Udahlah biarin, lusa gua ajak Raefal buat jenguk pengantin baru. Batin Gavin sembari tertawa kecil.
Tok. Tok. Tok.
"Siapa sih! Masuk." Ucap Gavin sembari memposisikan dirinya duduk dibibir ranjang.
Cklekk
Tampak Nia datang sembari membawa beberapa pakaian Gavin yang baru saja dia setrika. Tanpa menatap tuan mudanya, Nia langsung membuka lemari dan meletakan pakaian tersebut.
"Heh Nia, main masuk aja... Sapa apa gimana kek yang sopan dikit napa sama majikan." Ucap Gavin kesal diabaikan oleh Nia. Nia tak meresponnya lantaran dia masih kesal saat Gavin mengakui dirinya sebagai tunangan.
"Gimana kabar nyokap lo??" Tanya Gavin. Hal itu membuat Nia menoleh sekilas, menatap Gavin yang menuangkan air minum dari teko kaca ke gelasnya.
"Alhamdulilah, sudah membaik." Jawab Nia singkat.
"Mau gua anter lagi gak... Itung itung ngurangin biaya perjalanan." Tawar Gavin sembari menaik nurunkan kedua alisnya.
Ngurangin biaya perjalanan, tapi nambahin rasa malu. Batin Nia kesal.
"Tidak usah tuan." Tolak Nia.
"Kenapa??! Oh, lo masih kesel ya soal gua... (Mendekat ke arah Nia dan berdiri tepat dibelakangnya.) Ngakuin lo tunangan pas di rumah sakit." Ucap Gavin menggoda. Hal itu membuat Nia membalikan badannya. Dia sangat terkejut melihat wajah Gavin tepat didepannya.
"Tuan saya sangat memohon agar and—" Ucap Nia terpotong lantaran Gavin menc*um bibirnya. Gavin sangat gemas dengan tingkah Nia, membuatnya tidak bisa menahan melakukan hal itu.
"Humph!!! Humph!!!" Berontak Nia. Dia memukuli dada Gavin namun Gavin tak bergeming.
Lepaskan!! Bagaimana jika ada yang melihat!! Batin Nia berusaha melepaskan diri.
Daritadi jutek mulu, gua c*um kalah juga lo. Batin Gavin penuh kemenangan. Dan usaha Nia melepaskan diri sia sia. Pada akhirnya dia terpaksa pasrah dengan perlakuan Gavin.
"Gavin!!" Panggil Saras seketika membuat Nia mendorong kuat tubuh Gavin. Nia menghusap kasar bibirnya, dan kembali menata pakaian Gavin.
Mama ganggu aja, Argh!!! Kenapa gua kesel gini sih?! Batin Gavin.
"Gavin! Apa bener si Kenzo married??" Tanya Saras antusias.
"Iya ma, tadi aku baru nelefon... Kayaknya sih dia kesel gitu." Jawab Gavin.
"Malangnya, kenapa nggak ngadain resepsi yah?? Kan lebih bagus." Ucap Saras.
"Ya mana Gavin tau ma, tanya aja sama tante Lina atau om Dicko." Jawab Gavin. Tampak Saras menepuk keningnya sendiri.
"Iya juga ya... Mama lupa, lagian ini tiba tiba sih... Dan Nia, (Nia berbalik.) Eh bibirmu bengkak... Kamu baik baik aja?? Kenapa dengan bibirmu??" Tanya Saras.
"Emm, ini...—"
"Digigit dugong ma." Sela Gavin.
"Dugong?? Apa itu dugong??" Tanya Saras dengan kening berkerut.
"Itu loh ma, kayak nyamuk tapi lebih besar kalo gigit bibir bisa langsung bengkak." Jawab Gavin.
"Waduh bahaya dong ya, Nia besok beli semprotan anti serangga, biar dugong itu gak masuk kerumah... Ngeri." Ucap Saras.
"Ba, baik nyonya." Jawab Nia sembari menatap Gavin tajam.
"Ya udah mama pergi dulu, mau minta penjelasan ke mamanya Kenzo." Ucap Saras dan belum Gavin meresponnya dia sudah lebih dulu pergi.
"Alhamdulilah, pergi juga." Ucap Gavin sembari menghusap dadanya.
"Eh Nia gimana kita.... (Nia mengijak kaki Gavin keras.) Awww! Sakit sayang." Rintih Gavin sembari memegangi kakinya bahkan dia terduduk di bibir ranjang.
"Jangan memanggil saya begitu, jijik tau nggak!! Itu balasan untuk anda karena sudah menindas saya." Ucap Nia kemudian menutup kamar Gavin agak keras.
__ADS_1
Ih galak amat dah, sakit banget nih kaki... Tapi, lumayan juga dapet asupan... Apa gua bener bener suka sama Nia ya?? Batin Gavin sembari tersenyum.
Awalnya Gavin berniat menjadikan Nia sebagai pelarian kesenangan sebelum dia menikah dengan Dita. Tapi, Gavin sepertinya sudah mulai menyukai pembantu mudanya itu bahkan sudah menyukainya. Dan jika Gavin yakin dengan perasaannya, dia akan membantah untuk menerima perjodohan tersebut.
Sedangkan dengan Lala
Dia tengah mencuci piring setelah makan malam. Suasana makan malam kali ini terasa berbeda lantaran tidak ada kehadiran Alina dan Lala sangat merindukan sahabatnya itu.
Semoga aja Nana diperlakukan baik oleh suaminya... Dan hubungan mereka bertahan sampai maut menjemput, Amin. Batin Lala mendoakan Alina. Dan entah mengapa tiba tiba Lala memikirkan Alzero.
"Apa ibu yang menceghat Alzero itu, ibunya Alzero?? Tapi kenapa tadi Alzero seperti menyembunyikan sesuatu... Apa dia baik baik aja ya??" Lirih Lala.
"Lala." Panggil Roni sembari mendekat. Tampak Lala berbalik menatap Roni.
"Iya ayah." Jawab Lala.
"Ayah ke kamar dulu ya, kamu gak apa apa kan di tinggal sendiri??" Tanya Roni.
"Gak apa apa, ayah pasti capek... Istirahat saja dulu." Jawab Lala sembari tersenyum.
"Kamu juga ya nak, ayah ke kamar dulu." Ucap Roni kemudian menuju ke kamarnya. Lala pun melanjutkan mencuci piring dan setelahnya dia langsung ke kamar. Rasanya sangat aneh karena biasanya Lala tidur berdua dengan Alina. Dia pun membaringkan tubuhnya diatas ranjang kemudian memeluk bantal guling yang biasa Alina peluk.
Selamat malam Nana. Batin Lala sembari tersenyum. Perlahan dia menutup matanya sampai akhirnya dia tertidur dan sampai ke alam mimpi.
Keesokan Harinya
Adzan subuh berkumandang, namun tidak ada tanda tanda sepasang pengantin baru itu bangun. Kenzo merasa sangat nyaman saat memeluk Alina dari belakang. Namun tidak untuk Alina, dia merasa kesulitan bergerak lantaran Kenzo memeluknya erat. Saat itulah Alina membuka matanya perlahan dan terkejut melihat tangan kekar Kenzo melingkar dipinggangnya.
Dengan sangat hati hati, Alina berusaha melepaskan tangan Kenzo. Namun Kenzo lebih mengeratkan pelukannya membuat Alina terkejut. Alina menatap jam dinding yang baru menujukan jam 5 pagi. Alina pun mencoba lagi, melepaskan tangan Kenzo dan setelahnya membiarkan bantal gulingnya dipeluk.
Syukurlah dia tidak terbangun, kalau bangun pasti akan memarahiku. Batin Alina.
Dia pun mengambil air wudhu dan menunaikan sholat subuh. Setelahnya, Alina keluar dari kamarnya dan menuju ke dapur guna memasak sarapan. Kali ini Alina berniat memasak nasi goreng dan ayam goreng. Dan Alina tau jika Kenzo alergi terhadap udang itu sebabnya Alina tidak memasak udang padahal dia sendiri sangat menyukai udang. Mengingat harga udang lumayan mahal jadi Alina jarang memakannya. Saat sibuk memasak, tiba tiba bel vila berbunyi.
Siapa yang datang pagi pagi begini?? Batin Alina. Alina mengecilkan kompornya dan membuka pintu.
Cklekk!!
"Hallo menantu kesayangan mommy." Ucap Lina kemudian memeluk Alina. Rupanya Lina Dicko dan Celani yang datang.
"Mommy, Daddy... Masuklah udara masih sangat dingin." Ucap Alina dan mempersilahkan mereka masuk.
"Kakak ipar lagi masak, kak Ken mana kak??" Tanya Celani.
"Masih tidur, mom aku tinggal sebentar ya mau masak dulu." Jawab Alina kemudian pamit pergi.
"Tidak usah mom, biar—"
"Gak apa apa kok sayang... Ela kamu bangunin kakak kamu sana, masa istri lagi masak dia enak enakan tidur." Ucap Lina.
"Siap mom." Jawab Celani kemudian menuju ke kamar sang kakak.
"Alina, gimana kalau daddy kasih pembantu disini... Biar kamu gak kecapean." Tawar Dicko.
"Nggak usah dad, lagian Alina sudah biasa beres beres rumah bareng Lala." Tolak Alina lembut.
"Begitu ya, vila ini kalian yang pake kalau kamu udah punya anak... Jadi kamu disini hanya beberapa hari, itung itung buat honeymoon... Iya nggak sayang?" Ucap Dicko dan direspon anggukan oleh Lina yang sibuk memasak.
"Oma nggak ikut??" Tanya Alina.
"Oma masih tidur, nggak tega bangunin... Lagian dia udah tua.... Jadi biarin lah istirahat." Jawab Dicko.
"Kalau bunda denger, kamu bakalan dijewer loh mas." Ucap Lina membuat Dicko terkekeh.
"Asal kamu gak kasih tau, bunda nggak bakalan tau kok." Ucap Dicko. Lina hanya menggelengkan kepalanya pelan.
"Ela lepasin astghafirullahalazim!!! Kakak belum mandi mau dibawa kemana sih?!!!" Teriak Kenzo membuat Lina Dicko dan Alina menoleh. Dilihatnya Kenzo dijewer oleh Celani.
"Mereka ini..." Lirih Lina sembari menggelengkan kepalanya pelan.
"Pantesan bau, pasti dari semalam gak mandi ya... Ngaku?!!!" Omel Celani sembari melepaskan jewerannya.
"Eh kamu kali yang belum mandi... Kakak mah udah 2 kali tau!" Ucap Kenzo.
"2 kali tapi masih bau... Pasti cuman kenalan sama air doang kan?!!!" Ucap Celani dengan tatapan tajam.
"Eh bocah... Emang air bisa diajak kenalan?!!" Tanya Kenzo kesal.
"Udah, udah Kenzo.... Ela... Kalian ini kebiasaan ribut pagi pagi, Kenzo kamu mandi dulu sana habis itu sarapan." Ucap Lina menyela.
Tampak Kenzo menatap tajam adiknya. Dia masih kesal karena Celani memberitaukan pada teman temannya soal dia nikah, dan membangunkan dia dari tidurnya yang sangat indah. Dengan wajah kesal, Kenzo kembali ke kamarnya guna mandi.
"Kamu liat tingkah suamimu?? Seperti anak kecil bukan??" Ucap Lina menatap Alina yang fokus memasak.
"Iya mom, mereka biasa ribut yah??" Tanya Alina ingin tau.
__ADS_1
"Yah gitulah, dulu pas mommy hamil Celani... Kenzo mintanya adik cowok eh tau tau perempuan jadi tiap hari berantem mulu mereka... Kalau pun begitu, Kenzo sangat menyayangi Celani bagaimana pun dia kan adiknya." Jawab Lina. Tampak Alina menganggukan kepalanya pelan.
Tidak heran jika disekolah, Kenzo suka ribut.
Batin Alina.
Mata Lina terbelak saat melihat leher Alina terdapat beberapa tanda merah. Hal itu membuat Lina tersenyum lebar. Saat Alina menyajikan masakannya dimeja, saat itulah Kenzo datang.
"Kakak ipar, leher kakak kenapa tuh... Merah merah??" Tanya Celani sembari melirik kearah Kenzo.
"Ah, mana??" Tanya Alina bingung sembari memegangi lehernya. Celani mengeluarkan ponselnya.
"Nih kak liat." Ucap Celani sembari memperlihatkan leher Alina yang telah dia potret. Tampak Alina menatapnya bingung. Mungkinkah digigit serangga atau nyamuk?? Tapi tidak terasa gatal, lalu apa?? Begitulah pikir Alina yang masih polos.
Kok masih bekas sih??! Nih anak juga, gak bisa apa peka dikit ama kakaknya? Arghh!!! Apa semalam gua terlalu over yah? Batin Kenzo.
"Kayaknya kak Ken jatuh cinta deh sama kakak." Bisik Celani membuat Alina terdiam.
"Ela gak usah ngomongin yang nggak nggak, makan... Ribet banget sih jadi orang." Sewot Kenzo sembari memasukan sesuap nasi dan lauknya.
"Ih kakak sewot, itu ulah kakak kan??" Ucap Celani dengan tatapan selidiki.
"Kalo iya kenapa?? Dia kan istri kakak, bebas dong kakak apa apain." Jawab Kenzo dengan entengnya.
Deg, deg, deg
Detak jantung Alina berpicu dengan cepat saat Kenzo mengakui jika dia adalah istrinya. Sedangkan Dicko dan Lina tampak tersenyum melihat sepasang pengantin baru yang masih malu malu.
Sebenarnya apa yang terjadi semalam?? Batin Alina mencoba mengingatnya.
•Flashback on
Setelah makan malam, Alina mencuci piring sedangkan dengan Kenzo kembali ke kamarnya. Sembari menunggu Alina selesai, Kenzo duduk disofa sembari memainkan ponselnya. Dan Kenzo merasa terganggu saat Gavin berkali kali mengirim chat agar Kenzo membuka chatnya.
Nih anak otaknya kegeprek kali ya... Spam mulu perasaan. Batin Kenzo.
Karena merasa jengah, akhirnya Kenzo membuka pesan dari Gavin.
💬
[Video🎥]
~Raja Playboy: Ken, noh videonya semoga terhibur😗
~Raja Playboy: Kenzo!!
~Raja Playboy: Ken,
~Raja Playboy: Astaga dibaca napa chat gua
~Raja Playboy: Ken
~Raja Playboy: Kenzo!!-_-
Me: Terhibur palalu, ngapain sih spam spam ganggu tau gak-_-
~Raja Playboy: Dibales juga... Okelah gua tidur dulu ya, jangan lupa baca doa sebelum menonton videonya wkwkwk
Nih anak gak jelas banget dah, dibales ditinggal tidur... Untung temen kalau bukan udah gua bikin lo jadi santapan titan. Umpat Kenzo. Saat akan mematikan ponselnya, tiba tiba dia penasaran dengan video yang Gavin kirim.
"Tonton bentar lah... Sambil nunggu si cupu." Lirih Kenzo sembari tersenyum miring. Dan video pun diputar. Kenzo terlalu asik menonton sampai sampai dia tidak sadar dengan kedatangan Alina. Alina menatap raut muka Kenzo yang tampak gelisah. Tentu hal itu membuat Alina mendekat.
"Kamu gak apa apa??" Tanya Alina membuat Kenzo mematikan ponselnya dan langsung menyembunyikan dibelakang tubuhnya.
"Gak, gua gak apa apa... Udah sana lo tidur, gua mo ke kamar mandi dulu." Ucap Kenzo buru buru masuk ke kamar mandi.
Kenzo kenapa?? Batin Alina bingung.
Dia pun ke atas ranjang dan merebahkan tubuhnya. Hari yang melelahkan membuat Alina langsung tertidur. Beberapa saat kemudian, tampak Kenzo keluar dari dalam kamar mandi. Dilihatnya Alina sudah tertidur pulas. Kenzo bernapas lega dan mematikan lampu utama kamarnya. Setelahnya dia membaringkan tubuhnya disamping Alina. Kenzo membelakangi Alina dan mulai memejamkan matanya.
Sial! Kok gua gak bisa tidur sih??! Pasti gara gara video yang Gavin kasih... Argh!! Sial! Umpat Kenzo. Saat dia berbalik, dia melihat Alina yang tidur menghadapnya.
Nih cewek lumayan juga. Batin Kenzo sembari menatap wajah Alina. Entah dapat dorongan darimana, Kenzo membelai wajah Alina. Alina yang sudah terlelap itu pun tidak merespon.
Cup,
Kenzo menc*um sekilas bibir mungil Alina. Merasa ada sentuhan Alina mengubah posisinya menjadi terlentang dengan tangan kanan berada diperutnya.
Deg, deg, deg
Detak jantung Kenzo berdetak sangat kencang. Alina tampak sangat cantik dimata Kenzo saat itu. Kenzo menggertakan giginya sampai akhirnya menc*um bibir Alina dalam. Dia bahkan menggerakan bibirnya. Dan Alina serasa dialam mimpi pun meresponnya dengan lenguhan. Kenzo terus menc*umi bibir Alina sampai berakhir pada leher putih milik istrinya. Namun Kenzo tersadar saat tiba tiba Alina meneteskan air matanya.
"Bunda... Hiks, hiks..." Ucap Alina mengigau. Hal itu membuat Kenzo menarik Alina kepelukannya.
"Jangan menangis... Suamimu yang tampan dan kaya ini ada disampingmu." Lirih Kenzo tak hilang dari sikap narsisnya. Beberapa saat kemudian, Alina kembali tertidur. Dan Kenzo yang merasa nyaman memeluk sang istri pun ikut tertidur.
__ADS_1
•Flashback off