My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
BAB 14


__ADS_3

⭐Perhatian. Jangan lupa like, vote, and komentarnya ya🤗 Dan selamat membaca semua⭐


Di SMA Trijaya 1


Tampak Celani mendengus kesal. Dia kesal karena ujiannya cukup sulit dari sebelumnya. Beruntung dia menuruni sifat kakaknya yang suka mencontek. Jadi, Celani mencontek jawaban milik sahabatnya.


"El lo kenapa?? Kesel gitu keliatannya??" Tanya Fanya salah satu sahabatnya.


"Kesel banget gua, kok soal ujiannya sulit banget... Untung ada lo Ren, kalo nggak bisa mati gua." Jawab Celani.


"Kan gua udah bilang bab tiga itu dipelajari, lo main lompat aja." Ucap Renasya.


"Udah jangan dibahas, bentar lagi kenaikan kelas nih... El lo masih mau calonin diri jadi anggota osis nggak??" Ucap Fanya.


"Eh iya, tapi kan... Aku takut nggak diterima lagi, pengen banget aku bisa pulang sore bareng satu organisasi sama si kapten futsal itu." Ucap Celani sembari tersenyum.


Saat itu bertepatan dengan Ashel dan sahabatnya Farrel lewat. Hal itu membuat Renasya menyikut Celani. Celani pun menatap ke arahnya dan tersenyum bahagia.


"Ganteng banget sih... Kasih saran dong biar gua dapat suara dan jadi osis inti." Ucap Celani. Tampak Renasya dan Fanya berpikir.


"Gimana lo deketin Ashel... Gini nih ya, Ashel udah pasti terpilih jadi ketua osis lagi secara kan dia berbakat baik akademik maupun non akademik... Kalo lo bisa deketin dia terus dia luluh, dia pasti bakalan bantu lo jadi osis inti." Ucap Fanya.


"Apa lo yakin Fan?? Kalo misal Ashel bucin banget sama Ela gimana?? Kan kasihan... Secara dia tuh nggak pernah deket sama cewek." Ucap Renasya.


"Yakin bakalan berhasil??" Tanya Celani memastikan. Hal itu tentu membuat Renasya terkejut.


"Lo beneran bakalan ngelakuin hal itu El??" Ucap Renasya.


"Yakin, demi kapten futsal gua bakalan berjuang." Ucap Celani sembari pergi.


"Eh Ela... Nekat banget tuh bocah." Ucap Renasya.


Saat Ashel tengah berjalan sendirian tiba tiba Celani menabraknya dan hampir membuatnya terjatuh. Beruntung, tubuh kekar Ashel menahan tubuhnya. Sejenak Ashel menatap mata lentik Celani. Begitu pula Celani yang menatap mata tajam Ashel.


Ashel mengedipkan matanya dan langsung tersadar.

__ADS_1


"Kamu nggak apa apa??" Tanya Ashel lembut.


"Nggak apa apa... Maaf ya, tadi aku nggak sengaja." Jawab Celani.


"Syukurlah kalo kamu nggak apa apa... Kamu Celani kan?? Adiknya kak Ken??" Tanya Ashel.


"Eh iya, kamu kenal kakakku??" Jawab Celani kemudian kembali bertanya.


"Kenal, dia sahabat dekatnya kakakku... Kalau begitu aku pergi dulu." Ucap Ashel hendak pergi. Namun, Celani menceghatnya.


"Em... Boleh aku meminta nomormu... Maksudku mungkin kita bisa berteman." Ucap Celani. Hal itu membuat Ashel tersenyum dan mengeluarkan ponselnya.


Dia cantik dan ceria... Sama seperti kakaknya. Batin Ashel diam diam tersenyum kearah Celani.


"Ini nomorku... Jika kakak kita bisa berteman kenapa kita tidak." Ucap Ashel membuat keduanya tertawa kecil. Melihat hal itu membuat Fanya dan Renasya saling tatap.


"Lo nggak bikin salah satu darinya ada yang sakit kan Fanya??" Ucap Renasya.


"Gua nggak yakin, hehehe... Maaf ya, gua pikir Ela bakalan nolak." Jawab Fanya sembari cengengesan. Renasya hanya menggeleng kepala pelan mengingat sifat Fanya memang begitu.


Saat Celani dan Ashel berbincang. Tampak Farrel mendekat kearah mereka. Seperti biasa Farrel akan merangkul leher kekar temannya yang lebih tinggi darinya.


"Shel yuk main... Eh siapa ini Shel??" Tanya Farrel berbisik.


"Dia adiknya kak Ken... Celani." Jawab Ashel memperkenalkan.


"Oh hay... Kenalin gua Farrel sahabatnya Ashel." Ucap Farrel sembari mengulurkan tangannya. Hal itu membuat Celani membeku sejenak.


Gadis menarik. Batin Farrel.


"Eh... Iya salam kenal." Ucap Celani menjabat tangan Farrel. Mereka berdua saling tatap sampai Farrel tiba tiba menarik tangannya.


"Kalau begitu kita pergi dulu ya Cel... Yuk Shel..." Ucap Farrel sembari kembali merangkul Ashel.


"Eh iya Cel kita pergi dulu ya." Timpal Ashel. Mereka berdua pun pergi menuju ke kantin.

__ADS_1


Huwaaa... Baru deket sama Ashel udah bisa jabat tangannya my future husband, apalagi entar kalo udah lama. Batin Celani bahagia.


Di SMA Diamond Bangsa


Gavin meregangkan tubuhnya begitu bel berbunyi. Sama halnya Kenzo dan Raefal yang tampak bersemangat mendengar bel berbunyi. Dan Alzero, tidak perlu ditebak. Alzero nampak biasa biasa saja seperti biasanya. Buru buru Gavin Kenzo dan Raefal menuju ke kantin. Disusul Alzero yang berjalan santai. Sesampainya di kantin.


"Bu saya mau ini...ini dan ini." Ucap Kenzo antusias.


"Saya juga bu." Timpal Raefal dan Gavin.


"Iya... Ya kalian tunggu seperti biasa." Ucap ibu kantin.


"Siap bu." Jawab ketiganya. Mereka bertiga pun duduk dibangku sudut kantin.


"Gila ujiannya gampang banget... Seneng deh gua bisa tidur." Ucap Gavin bangga.


"Lo enak bisa tidur, lah gua berjuang mati matian buat dapet contekan... Gua panggil lo tapi lo nggak denger... Untung ada lo Ken." Sahut Raefal.


"Ya emang ada orang tidur denger pas dibisikin?? Yang ada tuh malah lelap banget tidurnya." Jawab Gavin tak mau kalah. Bertepatan dengan itu, Alzero datang dan ikut bergabung.


"Cie yang bentar lagi pensiun dari ketua osis sama kapten basket." Ucap Gavin.


"Nggak kok cuman sebentar... Gua nggak bakalan pensiun dari hobi gua sendiri." Sahut Kenzo santai.


"Tapi lo bakalan pensiun dari gelar king of trouble lo kan??" Ucap Raefal.


"Nggak juga... Buat onar adalah makanan favorit gua, jadi nggak bakalan gua pensiun." Jawab Kenzo asal.


"Hahaha, kayaknya lo pensiun kalo udah married." Ucap Gavin sembari tertawa kecil.


"Gua?? Orang kayak gua nikah?? Jangan ngelawak lo Vin." Jawab Kenzo sembari terkekeh.


"Sebejat bejatnya lo... Lo bakalan nikah juga Ken, dan itu yang buat lo berubah... Kita liat aja nanti." Ucap Gavin dan Kenzo hanya mengabaikannya.


Beberapa saat menunggu sembari bercerita, tampak pesanan mereka datang. Buru buru Kenzo Gavin dan Raefal menghabiskannya. Hal itu tentu membuat Alzero menggeleng kepalanya pelan.

__ADS_1


__ADS_2