My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
BAB 17


__ADS_3

⭐Perhatian. Jangan lupa like, vote, and komentarnya ya🤗 Dan selamat membaca semua⭐


Sesampainya di rumah.


Kenzo memakirkan motornya di garasi dan melepaskan helm juga sarung tangannya. Saat itu tampak mobil putih memasuki kediamannya. Kenzo menatap ke arah garasinya dan melihat ketiga mobilnya masih terparkir disana.


Mobil mommy sama daddy masih disini terus itu mobilnya siapa?? Apa ada tamu?? Batin Kenzo.


Kenzo pun mendekat dan melihat Celani keluar dari dalam mobil tersebut. Melihat hal itu Kenzo pun menguping namun, dia tidak mendengar pembicaraannya.


Sial, mana kedengeran sampe kesini. Umpat Kenzo dalam hati.


Setelah itu, mobil tersebut keluar dan tampak Celani melambaikan tangannya sembari tersenyum kemudian masuk kedalam rumah. Kenzo pun menyusul guna meminta penjelasan.


"Ela... Ela, siapa yang nganterin kamu?? Jangan bilang dia pacar kamu??" Sangka Kenzo pada Celani.


"Apaan sih kak, tadi itu Ashel... Ashel yang nganterin aku... Kan hari ini pulang cepet aku lupa nggak kasih tau Pak Lim." Ucap Celani menjelaskan.


"Ashel?? Kenapa tidak suruh dia masuk??" Tanya Kenzo.


"Udah, tapi dia nggak mau... Katanya nggak baik... Udahlah aku capek, mau istirahat... Bay." Jawab Celani kemudian pergi.


"Dasar Ela, kenapa kamu tidak tau jika Ashel melindungi harga dirimu." Lirih Kenzo kemudian pergi menuju ke kamarnya. Namun dia bertepatan dengan Maya yang sedang membersihkan meja.


"Bik, Daddy sama mommy kemana??" Tanya Kenzo.


"Eh tuan muda, nyonya besar sedang menangani beberapa pasien dan akan pulang nanti malam... Kalau tuan besar saya kurang tau." Jelas Maya.


Yes... Jadi, gampang nih mau keluar nanti malam. Batin Kenzo.


"Bik, kalau daddy sama mommy udah pulang bilang ya aku nginep di apartemen Gavin." Ucap Kenzo.


"Oh... Baik tuan." Jawab Maya.


Setelah itu, Kenzo pun dengan senang hati masuk ke kamarnya dan bersiap siap untuk nanti malam. Sudah lama sejak ketahuan Lina, Kenzo jarang ke club malam. Kenzo pun melepaskan seragamnya dan tampaklah tubuh sixpack miliknya. Gemar bermain basket dan berolahraga membuat Kenzo memiliki tubuh tinggi dan ideal. Kenzo pun menuju ke kamar mandi guna membersihkan dirinya.


Berbeda dengan Celani yang ingin memberitahukan alasannya dekat pada Ashel sebelum Ashel merasa nyaman. Namun tanpa Celani tau, sejak awal bertemu Ashel memang sudah merasa nyaman dengannya.


Aduh, gua harus gimana nih... Kalau aku kasih tau... Entar takutnya Ashel njauhin gua dan lebih sulit deket sama my future husband... Enggak, baru kemarin aku bisa duduk berdua dan bercerita sama my future husband... Gua harus tetep nyembunyiin ini dulu sampai gua bener bener udah jadi anggota inti dan jadian sama my future husband. Batin Celani.

__ADS_1


Dia pun mengambil handuknya dan menuju ke kamar mandi guna membersihkan dirinya yang terasa lengket.


Di Vila Alzero


Alzero tampak mondar mandir menunggu Rio datang. Beberapa saat pintu ruangan terbuka. Alzero kira yang datang adalah Rio, nyatanya Ashel yang masih menggunakan seragam sekolah.


"Kakak." Panggil Ashel. Wajah cemas Alzero berubah seketika menatap wajah polos adiknya.


"Ada apa??" Tanya Alzero. Tampak Ashel memberikan map yang tidak lain hasil ujiannya.


"Kakak perlu menandatangani ini... Oh iya bagaimana peringkat kakak??" Tanya Ashel.


"Masih sama." Jawab Alzero sembari melihat lihat hasil ujian adiknya.


"Fantastis." Puji Ashel. Alzero menghusap puncak kepala adiknya.


"Kau juga, pertahankan peringkatmu." Ucap Alzero.


"Siap Kak... Aku pergi dulu, mau mandi." Pamit Ashel kemudian pergi. Baru Ashel pergi, Rio tampak memasuki ruang baca Alzero.


"Bagaimana?? Kau menemukannya??" Tanya Alzero.


"Anak buahku mengambil foto ini tuan... Sepertinya dia dipaksa untuk bekerja di Bar." Jawab Rio sembari menyerahkan sebuah foto.


"Tidak perlu, aku sendiri yang akan membawanya kembali ke sisiku." Jawab Alzero kemudian keluar dari ruangannya.


Malam harinya


Seperti yang sudah direncanakan mereka pun menuju ke apartemen Gavin sebelum akhirnya ke Club. Tampak Alzero gelisah namun dia tutupi. Saat di club Alzero melihat sekitar membuat Kenzo Gavin dan Raefal bingung.


"Al lo nyari seseorang??" Tanya Gavin.


"Tidak ada, hanya disini lebih ramai." Jawab Alzero.


"Jelaslah, tau nggak ini club baru... Terus katanya banyak yang masih perawan disini." Ucap Gavin membuat Kenzo menyikut lengannya.


"Dasar lo... Udah ayo naik ke atas." Ucap Kenzo.


Mereka pun menuju ke ruang VIP yang berada dilantai dua. Tampak Gavin Kenzo dan Raefal sangat menikmati cocktail juga beberapa wanita yang merayu mereka. Berbeda dengan Alzero yang mengamati lantai bawah sembari meminum cocktailnya.

__ADS_1


"Ken, kayak ada yang disebunyiin nggak sih dari si Al??" Ucap Gavin.


"Nggak tau, dia juga pria normal biarkan dia menjadi lebih terlihat seorang pria." Jawab Kenzo membuat Gavin mengagguk mengerti. Kenzo pun bangkit dari duduknya dan berdiri disamping Alzero.


"Pasti ada yang lo sembunyiin." Ucap Kenzo tiba tiba membuat Alzero sedikit terkejut. Alzero pun kembali menatap suasana club dilantai bawah.


"Ada seseorang yang sedang kucari." Ucap Alzero kemudian meminum cocktailnya.


"Siapa??"


"Seseorang yang penting untukku." Jawab Alzero. Tampak Kenzo terkekeh dan sekilas menatap Gavin yang sedang merayu wanita yang duduk dipangkuannya.


"Sepertinya dia berkesan buat lo." Ucap Kenzo sembari menengguk cocktailnya.


"Kau lebih mengenalku dari Gavin dan Raefal." Ucap Alzero.


"Ayolah, Kita kenal Gavin dan Raefal saat kelas 5 sekolah dasar... Tentu gua yang paling ngenal sifat lo... Dia first love lo??" Tanya Kenzo.


"She is always the first for me. {Dia selalu yang pertama bagiku.}" Jawab Alzero.


"Good, then where is she?? {Bagus, lalu dimana dia??}" Tanya Kenzo. Alzero menengguk cocktailnya dan meletakan gelasnya di meja.


"Aku sedang mencarinya... Aku harap kamu bisa menjaga hal ini dari dua makhluk itu." Jawab Alzero kemudian menatap Kenzo.


"Serahin ke gua... Gua lebih suka lo yang terbuka Al, jangan sembunyiin apapun lagi ke gua. Jujur, gua nggak nyangka orang kayak lo suka sama seseorang." Ucap Kenzo dan hanya dijawab anggukan oleh Alzero.


"Aku juga seorang manusia dan pria normal." Jawab Alzero datar


Karena memang ini pertama kalinya Alzero terbuka meskipun hanya pada Kenzo. Kenzo pun merangkul leher sahabatnya dan menuntunnya duduk menikmati mini party yang mereka rencanakan. Alzero merasa risih saat Gavin meraba raba dan tanpa penolakan. Sedangkan Kenzo dan Raefal hanya memejamkan matanya menikmati para wanita yang sedang duduk dipangkuannya.


"Tuan, apa temanmu seorang pria??" Tanya wanita yang duduk dipangkuan Kenzo.


"Jangan menggodanya... Tugas lo cukup goda gua paham." Jawab Kenzo membuat wanita tersebut terkekeh dan menggoyangkan dirinya.


"Perlu kita melakukannya tuan??" Goda wanita tersebut.


"Gua akan melakukannya, tapi setelah menikah nanti." Jawab Kenzo membuat wanita tersebut mengerucutkan bibirnya.


"Kamu masih muda tuan... Harusnya menikmati hidup." Sungut wanita itu. Kenzo hanya terkekeh dan kembali meminum cocktailnya.

__ADS_1


"Hidup ya hidup, kenapa terlalu memikirkannya??" Ucap Kenzo membuat wanita itu bertambah kesal.


Kenzo masih dalam intergeritasnya untuk melakukan hubungan badan hanya dengan istrinya dan yang pertama untuknya. Dan itu akan dia lakukan jika sudah menikah.


__ADS_2