My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
BAB 74


__ADS_3

••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


👩‍💻Sebelum membaca, biasakan like, vote, dan komentarnya readers😘💕


👩‍💻Jangan Lupa mampir ke karyaku yang lain ya❤😘


👩‍💻Ingat, ini hanya imajinasi author dan tidak bermaksud menjelek jelekan profesi atau lainnya😉🤗😘


👩‍💻Terima kasih dan happy reading semua❤


📖📖📖


👩‍💻I Love You Readers❤❤❤❤❤


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Pagi Harinya


Pagi pagi di kediaman Azura tengah ribut dengan Alina yang tiba tiba menangis minta kelapa muda. Anehnya, dia ingin agar Kenzo yang memanjat dan langsung memetikannya. Kenzo sendiri kesal mengingat ini masih jam pagi.


"Ken, petikin aja mungkin istri kamu lagi ngidam." Ucap Lina.


"Tapi mom, ini masih pagi buta... Noh masih jam 5 pagi, kita beli aja ya sayang... Kan sama aja." Ucap Kenzo membujuk.


"Aku ingin kamu yang memetikannya." Ucap Alina sembari menunduk dengan mata terus mengeluarkan air mata. Kenzo menghela napas panjang dan menghapus air mata Alina dengan kedua jempolnya.


"Ya gua yang petik... Gak usah nangis lagi ya." Ucap Kenzo kemudian menc*um kening istrinya. Kenzo yang masih memakai celana dan kaos oblong berwarna putih itu langsung pergi. Karena udara pagi masih dingin, Kenzo memakai jaket hitam favoritnya.


Masih gelap, gua telefon Gavin ajalah buat nemenin. Batin Kenzo kemudian menghubungi sahabatnya.


📞


“Halo Vin.” Ucap Kenzo memulai.


“Hmm??”


“Lo masih tidur??” Tanya Kenzo.


“*Kalo gua tidur siapa yang angkat telefon g*blok! Apaan telefon*??!”


“Lo siap siap temenin gua, gua jemput lo sekarang.” Ucap Kenzo kemudian mematikan telefonnya.


Tut.


Kenzo pun bergegas masuk dan melajukan mobilnya menuju ke kediaman Saputra. Alasan dia mengajak Gavin supaya ada yang menemaninya. Masalah memanjat, Kenzo ahlinya mengingat dia sering memanjat pohon dan mencuri buah disekolahnya dulu.


Di Kediaman Saputra


Gavin melempar ponselnya ke atas ranjang dengan raut wajah kesal. Dia kesal karena Kenzo membangunkannya dari tidurnya yang indah. Dengan malas, Gavin mencuci mukanya dan memakai celana panjang. Dia pun keluar dari kamarnya begitu mendengar suara klakson mobil Kenzo.


"Kak Gavin mau kemana??" Tanya Arina yang tengah duduk dimeja makan.


"Pergi bentar... Mau ikut??" Jawab Gavin kemudian mengajak Arina.

__ADS_1


"Nggak kak, aku harus siap siap buat sekolah." Ucap Arina. Gavin hanya menghusap puncak kepala Arina kemudian pergi.


"Lama banget lo, ngapain aja??" Kesal Kenzo begitu Gavin masuk.


"Lagian lo si bangunin gua pagi pagi buta gini... tau gua gak suka bangun pagi... Ada apa emangnya??" Tanya Gavin dengan nada kesal.


"Si cupu ngidam pengen kelapa muda." Jawab Kenzo. Sontak hal itu membuat Gavin menatapnya terkejut.


"Mak... Maksud lo, bini lo hamil??" Tanya Gavin masih tak percaya.


"Hooh." Jawab Kenzo. Tampak Gavin tertawa terbahak bahak.


"Nj*r, lo bakalan jadi hot daddy dong... Seorang raja pembiang onar jadi daddy, hahaha pasti keren nih kalo dibikin film." Ucap Gavin.


"Film palalu! Ya namanya juga orang udah nikah, pasti bakalan dapet anaklah." Ketus Kenzo.


"Iya juga sih, tapi ngomong ngomong cepet juga ya jadinya... Sehari berapa jam Ken??" Tanya Gavin sembari menaik turunkan alisnya.


"7 kalo nggak 4 jam." Jawab Kenzo santai membuat Gavin tersedak ludahnya sendiri.


"Kagak pinsan bini lo??" Tanya Gavin.


"Nggak lah kan dijeda, misal jam 5 sore sampe jam 8 malam... Ntar jam 10 sampe jam 1 pagi, gitu!" Jelas Kenzo membuat Gavin merinding.


Dulu aja pas belum disentuh nolak nolak, udah disentuh ketagihan... Dasar gengsi! Batin Gavin.


"Udah sampe, yuk turun." Ucap Kenzo sembari melepaskan seat beltnya.


"Lah kan lo yang manjat, gua nunggu disini ajalah." Jawab Gavin.


"Ini kebun siapa Ken??" Tanya Gavin.


"Kebun Oma, udah tenang aja." Jawab Kenzo kemudian memanjat pohon kelapa tersebut.


Kok perasaan gua gak enak yah. Batin Gavin sembari memandang Kenzo yang berhasil memetikannya.


"Maling!!! Maling!!!" Teriak salah seorang membuat Gavin dan Kenzo terkejut. Sontak Kenzo terjatuh saat buru buru turun dari pohon kelapa.


Brukhhh!!!


"Aaaaa! B*ngs*t!!" Ucap Kenzo merintih kesakitan. Belum lagi tiba tiba pria paruh baya memukulinya mengira jika dia maling. Pria itu tak lain pak Mun, tukang kebun Madira.


Bugh!! Bugh!! Bugh!!


Pak Mun memukul Kenzo dengan ranting kayu yang cukup besar.


"Pak Mun, ini aku Kenzo... Kenzo Azura." Ucap Kenzo. Sontak saja membuat Pak Mun menghentikan kegiatannya. Dia pun melihat wajah Kenzo lebih dekat.


"Den Kenzo... Ya Allah, saya minta maaf den... Saya kira maling." Ucap Pak Mun membantu Kenzo berdiri.


"Mana ada maling seganteng aku pak." Ucap Kenzo sembari menghusap punggungnya yang terasa sakit.


"Hehehe, iya den... Tumben ke kebun nyonya, metik kelapa pula... Buat apa den??" Tanya Pak Mun.

__ADS_1


"Istri Ken ngidam pak, jadi ngambil ajalah... Tau tau malah apes begini... (Membawa kelapa mudanya.) Ken pamit dulu pak, Assalamualaikum." Pamit Kenzo.


"Walaikumsalam, hati hati den." Jawab pak Mun. Kenzo pun masuk kedalam mobilnya dan melajukannya.


Kok kayak ada yang ketinggalan ya?? Tapi apa?? Batin Kenzo.


Melihat mobil Kenzo pergi, Gavin yang bersembunyi disemak semak itu keluar. Sontak membuat pak mun terkejut.


"Hantu!!!" Teriak Pak Mun. Pak Mun lari terbirit birit membuat Gavin bingung.


Emang ada ya, hantu seganteng gua?? Dasar pak tua. Batin Gavin. Dia pun menatap mobil Kenzo yang menjauh.


"Ken!!!! Woi!!! Gua kok ditinggal!!! Kenzo!!!!" Teriak Gavin namun mobil itu terus melaju.


Sesampainya di Vila


Kenzo langsung membawa kelapa muda yang baru dia petik. Pinggang dan lengannya terasa sakit akibat pukulan Pak Mun dan terjatuh dari pohon kelapa. Namun lebih malang Gavin yang mengejar Kenzo sampai setengah perjalanan dan Kenzo baru sadar saat menatap kaca spionnya. Kenzo masuk dan melihat sang istrinya yang menunggu di ruang keluarga bersama dengan Lina Madira dan Celani. Entah sejak kapan Madira datang Kenzo sendiri tidak tau.


"Ken kamu udah pulang." Ucap Alina berlari kecil mendekat ke arah suaminya. Wajahnya berbinar melihat apa yang suaminya bawa sesuai keinginannya.


"Astghafirullah Ken, kamu kenapa?? Kayak maling digebukin tau gak." Ucap Lina.


"Emang tadi Ken digebukin mom, jatuh dari pohon lagi." Jawab Kenzo. Tampak Celani tertawa membuat lainnya bingung.


"Itu karma kali buat kakak, kali aja anak kakak lagi nindas kakak secara tidak langsung... Kan kakak dulu jahat sama kakak ipar." Ucap Celani dan mendapatkan tatapan tajam dari Kenzo.


"Kayaknya yang kamu omongin bener Cece." Bisik Madira pada Celani. Keduanya pun tertawa kecil sedangkan Lina hanya menggelengkan kepalanya pelan.


"Sayang ini kelapanya, kenapa diam aja?? Nggak mau di makan??" Tanya Lina lembut. Bukannya menjawab Alina justru menangis.


"Loh, loh kok nangis lagi... Ini udah dapet... Gak usah nangis lagi ya." Ucap Kenzo sembari menghusap air mata Alina dengan kedua jempolnya.


"Ta... Tapi aku ingin mangga muda, bukan kelapa." Ucap Alina membuat Kenzo membeku.


"Tadi katanya kelapa, sekarang mangga... Yang bener mana sih?!" Ucap Kenzo kesal.


"Kok malah diomelin, udah sana cari... Kamu mau anak kamu ileran pas lahir??" Tanya Lina. Tampak Kenzo merilang rambutnya kasar.


"Mangganya beli apa petik sayang??" Tanya Kenzo menahan kesal.


"Beli, tapi dipasar dan masih seger." Jawab Alina berbinar.


"Iya ya... Jangan nangis lagi oke?? (Alina menganggukan kepalanya pelan.) Gua mau ganti baju dulu, noh robek... Demi dedek bayi." Ucap Kenzo kemudian menghusap perut rata Alina.


Setelahnya dia pun hendak ke kamarnya guna mengganti baju. Namun Alina menceghat dan dengan berani menc*um bibir suaminya sekilas. Dan Kenzo tidak menyiakan kesempatan itu. Dia pun menarik pinggang istrinya agar mendekat dan menc*um bibir istrinya dengan sangat rakus. Tentu membuat Lina menutup mata Celani sedangkan Madira menutup mata Lina. Dan menutup matanya sendiri dengan tangan kirinya.


"Terima kasih Ken." Ucap Alina sembari mendongak menatap suaminya. Kenzo tersenyum dan menc*um kening istrinya. Kali ini bukan karena n*fsu, melainkan penuh kasih sayang.


"Tidak masalah." Jawab Kenzo. Dia pun pergi menuju ke kamarnya.


"Cie kakak bucin." Ucap Celani dengan mata masih ditutupi oleh tangan ibunya.


"Cie iri bilang bos." Jawab Kenzo membuat Celani kesal.

__ADS_1


Setelah mengganti pakaiannya, Kenzo pun bergegas menuju ke pasar. Bahkan dia sampai tidak sarapan demi istri dan anaknya. Setidaknya, Kenzo memiliki sedikit tanggung jawab.


__ADS_2