
JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖
TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘
I LOVE YOU READERS😙💕
...🥀MHKOT2🥀...
Saat Raka Kay dan lainnya tengah bermain ludo di ipet Raka, Arka memilih untuk menemui Fatimah yang sudah 2 hari tak dia jumpai. Biasanya dijam sore, Fatimah menyirami bunga. Namun, keadaan kontrakannya sepi yang mana membuat Arka mengetuk pintu.
Tok. Tok. Tok.
"Fatimah! Assalamualaikum!!" Panggil Arka sembari berkali kali mengetuk pintu berharap gadis berjilbab itu keluar. Namun hasilnya nihil!
"Fat—"
"Den Arka cari neng Fatimah?? Aduh den, neng Fatimah mah udah pindah semalam... Kontrakan ini di pake sama orang lain mulai besok." Jelas ibu paruh baya tak lain tetangga sebelah.
"Semalam?? Ibu tau nggak Fatimah pindahnya kemana??" Tanya Arka.
"Aduh den, Saya teh kurang tau... Tapi neng Fatimah titipin ini buat aden." Jawab ibu paruh baya itu kemudian memberikan sebuah amplop surat.
"Saya permisi ya den." Pamitnya dan hanya direspon anggukan oleh Arka.
Kemana lagi kamu Fatimah?? Kenapa kamu selalu pergi tiba tiba?? Batin Arka. Dia pun duduk diteras kontrakan Fatimah dimana dia sering duduk berdua dengannya. Tangannya bergerak membuka surat tersebut.
Assalamualaikum
Adam, maafin Hawa ya... Hawa bohong lagi ke Adam... Hawa harus pergi ke Kalimantan buat kerja, Maafin Hawa ya... Hawa ingkar janji lagi... Tapi, Adam harus tau kalau nama Adam... Arka Azura Zaryana... Yang selalu Hawa ucap disepertiga malam, disetiap aminnya Hawa selalu ada nama Adam. Jangan sedih, kalau memang jodoh pasti kita ketemu. ^_^
~Fatimah Humairah
Tes. Tes. Tes.
Tetes demi tetes air mata Arka mengalir. Hatinya sakit bukan karena kebohongan Fatimah. Tapi, karena dia lagi lagi harus berpisah dengannya padahal dia bertemu tidak genap 2 minggu.
"Ke... Kenapa??? Kenapa kita selalu yang terpisah... Kenapa selalu kita yang merasakan ini... Aku bahagia, bahagia saat kamu menyebut namaku dan bukan nama pria lain... Tapi, apa doamu dan doaku akan terkabul??" Lirih Arka sembari menangis. Dia menundukan kepalanya membiarkan setiap tetes air matanya jatuh. Hingga dia merasakan sebuah tangan menyentuh bahunya.
"Lo saudara gua, kita saudara kembar... Beban lo, kesedihan lo sama kebahagiaan lo kita bagi rata." Ucapnya tak lain Raka. Yang mana membuat Arka berdiri dan memeluk sang kakak.
__ADS_1
"Ar... Arka cinta Fatimah... Ta... Tapi kenapa?? Kenapa kita selalu pisah??" Ucap Arka. Yang mana membuat Raka kasihan dan menghusap punggung Arka.
"Kalian pasti akan ketemu... Ok?? Jangan sedih lagi... Berdoa aja semoga kalian ketemu lagi." Jawab Raka. Dan dari kejauhan Kay Chika Messy dan Yayan mengamati dua bersaudara itu.
"Kadang berantem kadang akur dan kadang saling melengkapi." Ucap Chika.
"Iya, tapi kenapa Arka kayak sedih banget yah??" Tanya Yayan.
"Sepertinya cukup menyedihkan, ini pertama kalinya aku liat Arka nangis." Jawab Chika.
"Ih cengeng!" Ejek Raka.
"Abang apaan sih?!!" Kesal Arka sembari memukuli lengan Raka.
"Heh sakit, tuh ingusnya keluar... Hahaha!!" Ejek Raka yang mana membuat Arka kesal dan mengejar sang kakak.
"Lah, baru dramatis udah ribut lagi." Ucap Messy dan secara bersamaan keempatnya menepuk keningnya masing masing.
"Loh kalian ngapain diluar??" Tanya Kenzie sembari menghentikan motornya. Tampak Rasya turun dari sana.
"Tuh adeknya kakak tadi dramatis sekarang ribut lagi... Mending kita main ludo." Ucap Chika.
"Ayo!! Ayo!!" Mereka pun kembali duduk di taman dan bermain ludo.
"Mabang apaan tuh??" Tanya Kenzie dengan kening berkerut.
"Mbaknya abang... Kabur Arka!!!" Jawab Raka kemudian mereka berdua berlari.
"Mereka ini!!!" Umpat Kenzie yang mana membuat Rasya tertawa kecil.
"Udah, yuk kak masuk." Ucap Rasya dan dengan wajah cemberut Kenzie masuk kedalam vila.
...🥀🥀🥀...
"Istriku sayang!" Ucap Daffin berusaha memeluk sang istri dari belakang.
"Nala lagi gak mau main kuda kudaan!!!" Teriak Nala namun dengan cepat Daffin membungkamnya.
"Ssttt... Sayang, katanya mau cepet cepet dapet baby... Main yuk, cuman 4 jam ok??" Ucap Daffin. Nala menggelengkan kepalanya kuat.
"Nggak!! Nala mau tidur." Ucap Nala kemudian membungkus tubuhnya dengan selimut.
__ADS_1
"3 jam??" Tawar Daffin sembari memeluk Nala dari belakang.
"Nggak!! Nala mau tidur." Tolak Nala.
"2 jam deh... Mau ya??" Lagi, Daffin menawar.
"Nggak mau titik!!!" Nala masih dalam pendiriannya.
Namun bukan Daffin namanya kalau tidak mendapatkan apa yang dia inginkan. Dia menyingkab selimutnya dan langsung membalikan tubuh Nala. Tanpa babibu lagi, dia mencium bibir Nala dengan rakus. Tangannya juga tak tinggal diam, dia melakukan tugasnya masing masing.
"2 jam deal!! Oh iya, kita belum pernah main dibalik selimut kan?? Jadi ayo main istriku tersayang!" Ucap Daffin sembari menutupi tubuh keduanya dengan selimutnya.
"Ih sayang nyebelin, Nala mau cerai aja!!!" Teriak Nala.
"Oh tambah 4 jam!!" Ucap Daffin.
"Sayang jelek!! M*sum!!! Nala mau nikah sama yang lain aja!!!" Teriak Nala lagi.
"Sampe pagi, horee!!!" Ucap Daffin dan membungkam mulut istrinya dengan ciuman. Keduanya sibuk memadu kasih berharap menjadi kenangan manis diantara mereka.
Di Kediaman Caesar
Lala mengintip Alveno yang tengah memanjakan Liasya dari sela pintu balkon. Dia menyinggung senyumannya karena teringat saat dirinya dimanja oleh Alzero dulu.
Jika mereka menikah juga tidak masalah, mereka tidak sedarah. Batin Lala kemudian pergi sebelum ketahuan.
"Nonton Frozen kak ih!!" Kesal Liasya saat chanel televisinya diganti membahas mengenai bisnis luar negeri.
"Ngambek??" Tanya Alveno sembari memeluk Liasya dari belakang.
"Nggak! Cuman kesel." Ketus Liasya.
Cup.
Satu kecupan mendarat dibibir Liasya.
"Kakak ih!! Lili mau bobo aja sama ibu, kak Veno jelek!!" Ejek Liasya sembari hendak bangkit dari posisinya. Namun dengan sigap, Alveno memeluknya.
"Kamu bilang apa?? Jelek?? (Membalikan tubuh Liasya.) Coba liat bagian mana yang jelek?" Ucap Alveno sembari mendekatkan wajahnya.
Aduh, Lili nyesel bilang jelek... Kak Veno kan ganteng. Batin Liasya. Melihat Liasya terdiam, tanpa basa basi Alveno mencium bibir Liasya.
__ADS_1
"Kak—Humpphhh!!!"