
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
👩💻Sebelum membaca, biasakan like, vote, dan komentarnya readers😘💕
👩💻Jangan Lupa mampir ke karyaku yang lain ya❤😘
👩💻Ingat, ini hanya imajinasi author dan tidak bermaksud menjelek jelekan profesi atau lainnya😉🤗😘
👩💻Terima kasih dan happy reading semua❤
📖📖📖
👩💻I Love You Readers❤❤❤❤❤
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
"Wah sayang kamu menjadi istri yang berbakti... Mommy seneng liatnya... Dan Roni, kayaknya Alina nurunin semua dari Alexa... Nggak ada yang mirip sama kamu soalnya." Ejek Lina.
"Hahaha, dia putrinya tentu saja harus mirip dengannya." Sahut Roni sembari tertawa kecil. Dan Alina teringat jika dia belum sempat mengunjungi makam ibunya sejak menikah.
"Ayah... Kapan kita menjenguk makam bunda??" Tanya Alina membuat Roni tersenyum. Sedangkan Alina Dicko dan Madira menatapnya sedih.
"Kita akan jenguk makam bunda kamu besok... Kita jenguk bareng bareng ya sayang, jadi jangan sedih.... Kemarilah duduk disamping oma." Jawab Madira dan mengarahkan tangannya agar Alina mendekat. Alina pun patuh dan duduk disamping Madira.
"Oh iya sayang, tadi oma lihat Kenken c*umnya bergair*h bukan?? (Melihat bekas dileher Alina.) Lihatlah, dia memberikanmu tanda... Cepat cepatlah membuat cicit agar oma tidak kesepian, oma ingin menggendong bayi lagi." Bisik Madira menghibur Alina. Mendengar ucapan omanya, wajah Alina memerah.
"Apa yang oma katakan??" Lirih Alina membuat Madira tertawa kecil.
"Hahaha, Roni lihatlah... Putrimu merona malu, sangat menggemaskan." Ucap Madira dan disahuti tawa kecil dari mereka. Kecuali Kenzo yang hanya diam.
"Jika kalian menetap disini, oma akan tinggal disini... Sekalian oma panggil pelayan oma buat bantu bantu Alina." Ucap Madira.
"Ah oma... Kau terlalu baik, oma sudah tua... Rentan untuk sakit, jadi oma tinggal bersama mommy aja ya??" Ucap Kenzo terdengar jelas tidak setuju dengan omanya.
"Tidak... Oma akan awasi kamu pagi, siang, dan malam... Oma tidak percaya jika kamu tidak ke club saat malam." Ucap Madira membuat Kenzo terdiam.
"Aku setuju dengan bunda, bunda is the best." Ucap Lina sembari mengacungkan jempolnya.
Jadi benar kalau Ken suka ke club?? Batin Alina kecewa. Dia tidak masalah jika Kenzo kasar atau pembuat onar. Tapi dia sangat tidak suka pada pria yang bermain wanita di club malam.
"Ah iya sayang, kamu sudah sarapan??" Tanya Lina pada Kenzo.
"Udah mom, si cupu yang masak." Jawab Kenzo dan mendapatkan tatapan tajam dari Lina.
"Sudah, sudah kalian ini." Ucap Madira menengahi.
"Ini salah kamu mas, kenapa si Kenzo harus mirip sama kamu." Omel Lina pada sang suami.
"Dia kan anak ku sayang, pasti harus miriplah." Jawab Dicko santai.
"Beda kok mom, daddy udah tua dan aku masih muda and tampan." Ucap Kenzo dengan percaya dirinya.
"Lihat, bahkan penyakit narsisnya menurun padanya... Dia anakmu atau anak ku??" Tanya Lina.
"Dia anak kita sayang." Jawab Dicko sembari merangkul istrinya.
"Kau iri dengan Zaina kan?? Aku akan menghukummu nanti malam." Bisik Dicko pada sang istri. Tampak Lina baru mengingat jika suaminya itu pencemburu yang luar biasa. Melihat reaksi sang istri membuat Dicko terkekeh.
"Oh iya Ken, daddy sudah mencantumkan nama kamu sebagai wakil direktur perusahaan daddy... Seperti yang daddy janjikan." Ucap Dicko.
"Beneran dad?? Kalau aku lulus kuliah bisa ambil alih perusahaan daddy??" Tanya Kenzo antusias. Tampak Dicko menganggukan kepalanya pelan.
"Jadi kamu harus berhenti buat onar di kampus, fokus sama materi kamu biar pas ngendaliin perusahaan tidak kaget." Jawab Dicko.
__ADS_1
"Siap dad." Ucap Kenzo bersemangat.
Yes!! Gak nyangka secepet ini... Bener juga saran Gavin waktu itu. Batin Kenzo bahagia.
Sesuai dugaanku, awas saja jika anak itu berani menceraikan Alina. Batin Dicko.
"Tapi, dengan satu syarat." Ucap Dicko membuat Kenzo menatapnya.
"Apalagi dad??" Tanya Kenzo malas.
"Ikut daddy." Jawab Dicko sembari bangkit dari duduknya. Kenzo pun menyusul sang ayah dengan wajah penasarannya.
"Kenapa daddy tidak bicara disini??" Tanya Alina ingin tau.
"Biarkan sayang, itu urusan anak dan ayah." Jawab Lina dan diangguki oleh Alina.
Akhirnya daddy bertindak, suamiku memang the best... Nanti malam aku tambahin 2 ronde. Batin Lina sembari tersenyum miring.
Di Pantai
Tampak Celani, Fanya, dan Marsya (Pacar Devan.) berteriak kegirangan. Pantai yang terlihat begitu indah dengan pemandangan asri khas Indonesia.
"Pantai yang indah, tapi kenapa sepi??" Tanya Renasya.
"Ashel yang memboking tempat ini untuk kita." Jawab Calvin.
"Anak holkay enak bener dah." Ucap Alfa.
"Hey, kita bagi tugas... Ashel Rena sama Calvin mendirikan tenda... Gua Alfa sama Devan cek keadaan vila... Yang lainnya siapin buat bikin BBQ." Ucap Farrel membagi tugas.
"Oke." Jawab mereka serentak. Mereka pun mengeluarkan barang barang yang mereka bawa. Rencananya mereka kemping sampai nanti malam dan pulang tengah malam.
Dengan dibantu Renasya, Ashel bisa mendirikan tenda. Ada 3 tenda yang mereka dirikan. Satu tenda untuk para wanita, satu tenda untuk Calvin dan Ashel, dan satu tenda untuk Devan, Farrel, dan Alfa. Setelah membantu Ashel, Renasya pun menghampiri Calvin dan membantunya.
"Gua bantu in lo lah, masa mau ngamen." Jawab Renasya.
"Udah jadi Rena, mending lo bantuin Celani." Ucap Calvin sembari mengacak acak rambut Renasya dan pergi menghampiri Ashel.
Ish nyebelin banget sih, kan jadi berantakan rambut gua. Umpat Renasya dalam hati. Dia pun menghampiri Celani dan lainnya yang sedang sibuk mempersiapkan bahan bahan BBQ.
"Cepet juga ndiriin tendanya." Ucap Marsya.
"Iya si Cal sama si Ashel gesit jadi cepet deh." Jawab Renasya sembari duduk disamping Celani.
"Jujur aja nih, dari para cowok yang disini... Yang paling perhatian, gesit and bisa segala hal cuman Ashel sama Calvin... Kayaknya mereka dah lama deket." Ucap Fanya sembari menusuk marshmallow.
"Farrel juga, liat kan tadi pas bagi tugas... Cocok banget dia jadi ketua osis." Elak Celani.
"Iyain ajalah takut nangis." Jawab Fanya membuat Celani kesal.
"Weee para cewek, kalian mandi sana... Vilanya good banget loh." Ucap Alfa.
"Lah katanya mo renang?" Tanya Celani.
"Hooh, siang ini tumben lagi panas banget." Jawab Fanya.
"Ela kau mau ikut berenang??? Bagaimana jika kamu kenapa kenapa??" Tanya Ashel khawatir.
"Tenang ada gua kok Shel, iya nggak Cel??" Sahut Farrel dan dengan semangat Celani menganggukan kepalanya.
"Baiklah." Jawab Ashel. Para wanita mengganti pakaiannya dengan pakaian renang yang tertutup. Tentu mereka mengganti pakaiannya di Vila. Di kamar mereka masing masing.
Dan untuk para pria, ada yang memakai pakaian renang dan ada yang hanya memakai celana selutut memamerkan tubuh mereka yang ideal.
__ADS_1
"Huwaaa liat deh si Ashel, dia roti sobek... Kalau aja gak pake baju renang, pasti keliatan tubuh idelanya Ashel." Ucap Fanya.
"Sadar woy, jodoh orang itu." Ucap Celani.
"Kalau tau ada yang couple, gua ngajak si Valdo." Ucap Renasya sembari menatap Devan dan Marsya yang sedang berfoto dengan pakaian renang couplenya.
"Eh baju renang lo juga sama coraknya kayak si Calvin... Jangan jangan kalian jodoh lagi." Ucap Fanya dan mendapatkan pukulan kecil dari Renasya.
"Mana ada jodoh ditentuin dari corak baju beg*." Ucap Renasya membuat Fanya kesal.
"Cel yuk kita renang." Ajak Farrel.
"Tapi gua takut." Ucap Celani lirih. Namun Farrel menggandeng tangan Celani lebih dahulu.
"Ada gua oke?? Gua ajarin lo berenang." Ucap Farrel membuat Celani tersenyum.
"Shel ngapain bengong?? Ayo berenang." Ajak Calvin. Tampak Ashel menganggukan kepalanya pelan. Dia pun berjalan disamping Calvin.
"Lo suka ya sama Celani??" Tanya Calvin tiba tiba membuat Ashel terkejut.
"Apa maksudmu??" Ucap Ashel. Dia menutupi kegugupannya dengan menatap kakinya yang terkena hemparan ombak kecil.
"Gua kenal lo lebih lama Shel... Dulu pas lo suka sama Riri dan Santia juga gitu, tapi kayaknya kali ini lo beda... Lo udah bukan suka, tapi cinta kan sama Celani??" Jelas Calvin kemudian menatap sahabatnya.
"Dia wanita yang ceria, tidak memandang fisik dan derajat, dan tidak memanfaatkan orang lain.... Dia berbeda dari wanita lainnya... Apa aku salah mencintainya??" Ucap Ashel.
"Mencintai seseorang itu tidak salah Ashel, tapi apa lo nggak ngerasa kalau Celani itu manfaatin lo demi deketin Farrel??" Kini Calvin langsung to the point. Seketika Ashel berhenti dan menatap Calvin.
"Ela tidak memanfaatkan ku, mungkin dia memang menyukai Farrel dan jika itu benar aku hanya bisa mencintainya dalam diam." Ucap Ashel berharap dia tidak dimanfaatkan kali ini.
"Tapi kalau dia manfaatin lo gimana ha?!! Jadi orang jangan kebaikan banget Shel." Ucap Calvin sedikit meninggi. Hal itu membuat Ashel terdiam.
*Lo itu gak pantes dicintai, lo pantesnya dimanfaatin sama cewek Ashel.*
Lagi lagi ucapan itu terngiang ngiang ditelinga Ashel. Dia pun menatap Farrel dan Celani yang tengah tertawa bahagia. Tampak Ashel tersenyum melihatnya.
"Jika aku dimanfaatkan olehnya, itu artinya yang dia katakan memang benar." Ucap Ashel membuat kening Calvin berkerut.
Ashel sama Calvin lagi ngomongin apa ya?? Kok serius banget?? Batin Renasya. Karena penasaran dia pun menghampiri Calvin dan Ashel.
"Eh kalian malah disini, ntar pantai surut kalian gak bisa berenang." Ucap Renasya.
"Iya gua lagi bujukin si Ashel nih... Dia gak mau ikut renang." Ucap Calvin sembari merangkul leher Ashel. Tampak Calvin memberikan kode pada Renasya. Dan Renasya yang mengerti pun memundurkan tubuhnya.
Byurrrr!!!
Calvin melempar tubuh Ashel. Tampak Ashel terkejut dan merilang rambutnya. Terlihat pria muda berkulit putih itu sangat sexy dan tampan.
"Calvin, apa yang kau lakukan??" Tanya Ashel tanpa marah sedikit pun.
"Liat kan Rena, dia—"
Byurrrr!!!
Kali ini Renasya yang mendorong tubuh Calvin. Kini Calvin berdiri disamping Ashel. Tampak Renasya tertawa bahagia melihatnya.
Ini visual pantai sesuai haluan adek, nggak tau kalau readers wkwkwk🤣🤣
Ini mbak Alina yang masih pake kacamata ya😆😆
__ADS_1