My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
BAB 64


__ADS_3

••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


👩‍💻Sebelum membaca, biasakan like, vote, dan komentarnya readers😘💕


👩‍💻Jangan Lupa mampir ke karyaku yang lain ya❤😘


👩‍💻Ingat, ini hanya imajinasi author dan tidak bermaksud menjelek jelekan profesi atau lainnya😉🤗😘


👩‍💻Terima kasih dan happy reading semua❤


📖📖📖


👩‍💻I Love You Readers❤❤❤❤❤


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Di Vila


Kenzo keluar dari dalam mobilnya begitu memarkirkannya di garasi. Dia langsung menghampiri Madira yang berada didapur. Sadar Kenzo datang, Madira menghampiri cucunya.


"Darimana aja kamu Kenken??" Tanya Madira tampak kesal.


"Ntar Ken cerita Oma, si cupu mana??" Jawab Kenzo kembali bertanya.


"Di kamar, tadi Morgan bilang Alina nggak cukup tidur... Kamu ajak dia begadang?!" Tanya Madira selidik pada cucunya.


"Ih, oma kepo... Bentar Ken cek cupu dulu." Jawab Kenzo kemudian menuju ke kamarnya.


Cklekk!


Kenzo membuka pintu kamarnya perlahan. Dilihatnya, Alina terbaring dengan selimut sampai sebatas lehernya. Kenzo menutup kembali pintunya dan menghampiri sang istri. Begitu duduk dibibir ranjang, Kenzo memeriksa suhu tubuh Alina dengan menyentuh keningnya.


Panas, gua kira sakit boongan... Kalo diinget inget sih cuman 7 jam doang, masa segitu aja capek. Batin Kenzo menatap Alina. Merasa ada sentuhan, Alina membuka matanya perlahan.


"Kenapa bangun, lo istirahat aja... Udah diminum kan obatnya??" Tanya Kenzo.


"Sudah." Jawab Alina lirih.


"Terus kenapa bangun?? Mau gua peluk tidurnya??" Tanya Kenzo menggoda dan tanpa diduga Alina menganggukan kepalanya pelan. Hal itu tentu membuat Kenzo tersenyum miring.


"Oke gua tau lo kangen kan sama gua, secara kan gua orangnya ngangenin." Ucap Kenzo dengan sifat narsisnya. Dan tidak direspon oleh Alina. Dia sibuk menikmati wangi tubuh Kenzo yang sangat nyaman untuknya. Hingga beberapa saat kemudian, Alina kembali terlelap. Tampak Kenzo menyentuh kening Alina lagi.


Masih panas... Gua izin gak berangkat kuliah dulu sampe si cupu sembuh... Bukan karena gua cinta, tapi gua cuman tanggung jawab aja... Oke Ken, lo cuman tanggung jawab bukan karena cinta. Batin Kenzo.


Dia pun mengeluarkan ponselnya dan meminta izin pada dosennya. Kebetulan dosen Kenzo dan Alina sama jadi Kenzo bisa dengan mudah meminta izin sekaligus. Setelah mendapatkan izin, Kenzo pun meletakan ponselnya diatas nakas dan mengambil ponsel milik Alina. Alina tidak mengunci ponselnya mengingat Kenzo selalu mengecek ponselnya.


Padahal saat Alina hanya ingin mengangkat telefon dari ponsel Kenzo, Kenzo langsung memarahinya. Dan itu membuat Alina tidak berani menyentuh ponsel laptop dan barang lainnya yang Kenzo tidak izinkan. Kenzo tersenyum saat WhatsApp Alina hanya ada nomor keluarga Lala, Nia dan Mita.


Nurut juga nih cewek, baguslah. Batin Kenzo kemudian meletakan ponsel milik Alina dan menatap wajah Alina yang terlelap. Tangannya terangkat menyibak poni Alina membuat Kenzo lebih leluasa menatap wajah natural Alina. Membuat bibir tipis Kenzo menyinggung senyuman.


*Bagaimana jika Aurel nanti hanya memanfaatkanmu sama seperti kamu memanfaatkan istrimu??*

__ADS_1


Senyuman Kenzo pudar begitu mengingat ucapan Alzero beberapa saat lalu.


Gak Ken... Aurel cewek baik baik, cantik dan sesuai tipe lo... Lo jangan kepincut sama si cupu... Lo pasti bisa Ken, pasti. Batin Kenzo. Padahal tanpa dia sadari, dia sudah melupakan Aurel dan mulai menerima Alina.


Di SMA Trijaya 1


Saat ini Farrel tengah dipanggil ke ruang BK. Bukan untuk ditegur karena membuat onar atau sebagainya. Tapi, Bu Amelia mendapatkan banyak keluhan dari anggota osis tahun ini. Tentu bukan hanya Farrel, tapi bersama dengan Celani selaku wakil ketua osis.


"Maaf bu, kami tidak melakukan kesalahan tapi kenapa—" Ucap Farrel terpotong.


"Ibu tau... Tapi alasan ibu panggil kalian kesini hanya ingin menanyakannya bagaimana kinerja osis tahun ini bisa turun derastis... Banyak keluhan dari beberapa siswa kalau rapat hanya 2 kali pertemuan dan membahas yang tidak penting... Dari sini ibu curiga apa kalian melakukan tugas kalian dengan baik selama ibu tidak mengawasi kalian??" Tanya bu Amelia membuat keduanya terdiam. Tampak bu Amelia menghela napas panjang.


"Maaf... Bukan ibu ingin membandingkan, tapi jujur saat Ashel menjadi ketua dulu... Kinerja osis tahun lalu meningkat sangat tinggi... Bahkan pak Hamzah memuji kinerja Ashel... Apalagi saat itu, osis kita menduduki peringkat 1 dalam karnaval antar sekolah... Sangat membanggakan... Ibu bingung kenapa tiba tiba dia mundur, padahal kakaknya sangat mendukung semua yang Ashel lakukan." Ucap bu Amelia sembari memijit pelipisnya pelan.


"Maaf jika kinerja kami kurang memuaskan bu, kami berjanji akan melakukannya semaksimal mungkin mulai saat ini... Kalau perlu, kami akan meminta arahan dari Ashel atau ketua osis terdahulu darinya... Mohon maafkan kami." Ucap Farrel sungguh sungguh.


"Ibu pegang janjimu... Kalian boleh kembali ke kelas kalian." Ucap bu Amelia. Farrel dan Celani pun menganggukan kepalanya pelan kemudian pergi.


Ashel, Ashel, Ashel terus... Kenapa dari dulu selalu dia yang lebih baik dan diatas gua... Kesel gua! Umpat Farrel dalam hatinya.


Gua jadi merasa bersalah... Ashel mundur kan gara gara gua pengen jadi ketua... Tapi gara gara gua terlalu fokus pacaran, kinerja osis tahun ini nurun bahkan bu Amel kayaknya kecewa banget. Batin Celani.


"Sayang, gua ke temen temen dulu ya." Ucap Celani menujuk ke arah Fanya dan Renasya yang tengah duduk bercerita.


"Iya sayang... (Menghusap puncak kepala Celani.) Gak usah mikirin yang tadi, itu jadi urusan gua... Ok??" Ucap Farrel sembari tersenyum.


"Oke... (Mencium pipi Farrel.) Gua pergi dulu ya, bay." Ucap Celani kemudian pergi.


"Cie... Yang dikiss sama doi." Ucap Alfa sembari menyikut lengan Farrel.


"Dih, siapa juga yang ngiri... Terlalu alay tau gak lo??" Kesal Alfa.


"Apa lo bilang?!!"


"Udah... Udah... Malah berantem lagi, ini si Ashel mana wee?? Kok gak keliatan??" Ucap Devan menyela.


"Emang belom berangkat??" Tanya Farrel.


"Belom... Biasanya berangkat pagi kan?? Dan baca buku didepan perpustakaan, tapi kagak ada... Dia baik baik aja kan??" Jawab Alfa.


"Heh! Sembarangan kalo ngomong lo, mungkin ada kepentingan... Mending tanya Calvin coba." Usul Devan.


"Bentar gua chat dia." Ucap Farrel sembari mengeluarkan ponselnya.


CALVIN💬


Me: Cal, kok Ashel belum berangkat yah?? Lo tau nggak kenapa??


Tampak pesan tersebut langsung dibaca oleh Calvin.


"Udah dibaca... Dia lagi ngetik." Ucap Farrel.

__ADS_1


CALVIN💬


Calvin: Ada kepentingan, kata kak Al Ashel libur beberapa minggu...


Me: Oke thanks


"Lah nih anak cuman baca didoang?? Katanya ada kepentingan, dia ambil libur beberapa minggu kedepan." Ucap Farrel.


"Semoga aja pas test nanti Ashel dah balik... Ntar siapa yang gua contek coba??" Ucap Alfa.


"Hooh, kan gak perlu kita susah susah belajar." Timpal Devan.


"Sialan kalian! Enak bener nyontek lah gua??" Kesal Farrel.


"Lah itu sih DL." Ejek Devan dan keduanya pun tertawa terbahak bahak.


"DL, DL, udahlah mending kita main basket aja... Sama adikel." Ucap Farrel.


"Ayo siapa takut." Ucap Alfa. Ketiganya pun bergabung dengan anak anak yang tengah bermain basket.


Beralih pada Renasya dan Fanya. Mereka terkejut saat Celani mengejutkan mereka dari belakang seperti biasanya.


"Inget Cel, nyawa orang cuman satu... Kebiasaan bikin jantung orang mau copot." Ucap Fanya sembari menghusap dadanya.


"Ya sorry... Hehehe." Ucap Celani sembari cengengesan.


"Tadi bu Amel panggil lo ke ruang BK buat apa?? Kasih taulah." Ucap Renasya penasaran.


"Bu Amel kayaknya kecewa deh... Gegara kinerja gua sama Farrel nurun derastis... Bahkan nih ya, bu Amel sampe bandingin Ashel sama si Farrel coba." Jelas Celani.


"Jadi mereka beneran ngadu ke bu Amel yah... Lagian lo si cuman kerjaannya pacaran mulu, ditegur baru sadar lo." Ucap Renasya.


"Yah namanya juga manusiawi... Eh si Ashel tumben gak keliatan, kemana tuh bocah??" Tanya Celani membuat Renasya terdiam.


"Lah lo baru inget Ashel?? Kemana aja lo?? Habis manis sepah di buang." Ucap Fanya membuat Celani melotot.


"Bukan gitu lah... Gua kan cuman nanya, lagian kalo bukan karena si Ashel gua gak mungkin bisa jadian sama si Farrel dan jadi wakil kayak sekarang ini." Jelas Celani.


"Ela... (Celani menatap Renasya.) Sampe detik ini lo belum jujur ke Ashel soal lo manfaatin dia??" Tanya Renasya membuat Celani terkejut.


"Belum... Tapi gua bakalan jujur secepatnya ke Ashel kok... Jangan khawatir." Jawab Celani.


Tapi gua khawatir Ela, kenapa lo gak langsung jujur aja ke Ashel waktu lo jadian pas kemping?? Lo gak tau kalau Ashel berkemungkinan kecil buat sadar... Dan lo gak tau seberapa tulus Ashel cinta ke lo. Batin Renasya.


"Eh ntar ke rumah gua yuk... Tenang gua siapin cemilan banyak kok, gimana?? Sekalian kita ngerjain tugas gitu." Tawar Celani.


"Boleh juga, kalo lo Ren—"


"Sorry gua kagak bisa... Hehehe, gua mau jenguk nyokap gua kangen soalnya." Ucap Renasya.


"It's okey... Kita berdua aja yah." Ucap Celani.

__ADS_1


"Oke." Jawab Fanya.


Maaf gua bohong, soalnya Calvin percaya ke gua buat gak ngasih tau hal ini ke siapa siapa. Batin Renasya.


__ADS_2